QUALITY TIME

Valen berdiri didepan pintu ruangan sedikit berbalik melirik tulisan "CEO ROOM", cukup lama ia mengatur tarikan napasnya yang terasa sesak sebelum kembali menegakkan bahunya.

Rautnya terlihat lebih rileks lalu mengayunkan kaki jenjangnya melangkah menciptakan irama ketukan yang terdengar santai namun tegas.

Haris yang berdiri di sudut lorong hanya menggeleng tanpa menghiraukan istri bosnya, melangkah ringan menuju ruangan lain membawa berkas yang baru saja David tanda tangani. Dari awal mereka tidak cukup akrab dan baginya Valen selalu memancarkan aura keangkuhan.

(RUMAH MAURA)

Malam pun telah tiba, tepat minggu ke 5 kepulangan Maura di Indonesia. Ia mulai membereskan beberapa mainan milik pangeran kecilnya. Sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman kecil melihat beberapa mainan yang dibelikan oleh David beberapa waktu lalu.

Walau cukup lelah bekerja sebagai seorang dokter seharian, namun akan selalu ada momen tertentu di setiap harinya sebagai seorang ibu. Dimana ia akan selalu dihadapkan dengan kerjaan kecil namun rutin seperti membereskan bekas mainan si kecil.

Sebenarnya Elio selalu membereskan sendiri namun tetap saja akan meninggalkan jejak dimana Maura lah yang harus merapikan dengan baik. Seperti malam itu, ia memungut satu persatu sisa mainan yang berserakan di bawa kolong lalu memasukkannya ke dalam boks.

Tangannya terhenti saat melihat paper bag yang berada di bawah sudut meja. Penasaran akan hal itu iapun duduk didepan meja. Maura berpikir sejenak lalu melirik Elio yang sudah tertidur sebelum mulai membukanya.

Sebuah dress cantik berwarna merah cukup membuatnya tertarik. Dari ia ketahui dress itu milik salah satu brand dan tidak akan mungkin jika Elio membelinya sendiri hingga dengan mudah ia bisa menebak jika David pasti dalang dari semuanya.

Seakan melupakan sejenak siapa pemberi yang sebenarnya, Maura terus tersenyum sambil mengangkat gaun itu untuk dilihat lebih detail.

"Mami suka?"

Dengan cepat Maura menarik senyumannya memasukkan dengan cepat dress tersebut kedalam paper bag. Ia mengira Elio sudah tertidur pulas.

"Loh belum tidur?"

"Mami suka nggak?" Menatap maminya dengan bola mata jernih sedikit mengedip.

Maura mengangguk memberi senyuman jaim, dengan kata lain enggan mengakui dengan jelas. Bocah kecil itu tersenyum memperlihatkan barisan gigi kecilnya yang rapi.

"Beritahu mami dari mana Elio mendapatkan barang bagus ini?" Menopang dagu.

"Elio membelinya untuk mami sebagai hadiah menggunakan uang sendiri." Balasnya dengan bangga dikuti bibir yang mengerucut.

Maura mengangkat kedua alisnya sambil menyimak, "Kata pramuniaga mereka ada event untuk anak kecil yang berbelanja di toko mereka sehingga bisa dapat harga lebih murah!"

"Em,, manis sekali!" Mencubit kedua pipi mungil itu.

"Jika mami suka mami bisa memakainya besok!" Serunya.

"Ok. Sekarang waktunya tidur biar besok tidak telah bangun!" Menuntun sang putra.

**

Sesuai janji, walau sedikit berat namun ia harus menepati janjinya untuk berlibur bersama termasuk David.

Maura menggandeng tangan kecil itu melewati pagar, sedikit canggung saat melihat David berdiri menyandarkan tubuhnya ke mobil menunggu mereka. Entah hanya perasaan semata namun Maura merasakan dengan jelas hembusan angin sekitar lebih kencang menerbangkan rambutnya yang sedikit bergelombang.

Anehnya tak hanya hembusan angin yang tiba-tiba berubah, sosok David malah terlihat lebih menawan dimatanya hari itu. Ia seakan melupakan rasa bencinya terlebih tatapan David mengikuti di setiap langkahnya.

David pun yang selalu mengira jika dirinya sudah membuang semua rasa yang dimiliki untuk Maura, masih saja selalu terpesona dengan sosoknya hingga sulit memalingkan pandangannya.

Maura menghentikan langkah tepat didepan David, matanya bergerak liar enggan menatap lebih tepatnya malu juga grogi sampai membuat tarikan dadanya tidak beraturan. Dalam hati tiba - tiba berpikir jika tidak seharusnya ia menuruti permintaan Elio menggunakan dress - nya.

Meski David tidak mengatakan apapun namun tatapannya mengisyaratkan pesona yang tinggi melihat auranya yang sangat pas dengan dress yang dikenakan.

Elio mendongak menatap mereka bergantian dengan mulut melebarkan senyuman. Sepertinya ia harus lebih sering berlibur bersama.

"Sudah cukup liatnya, mami bisa grogi!" Ledeknya membuat David menarik pandangan dengan cepat tapi cukup memberi rona merah dikedua pipi Maura.

"E,,em masuklah!" Ucap David dengan gaya cool nya.

Maura tidak mengatakan apapun mulai menunduk saat David membuka pintu depan mobil sport miliknya. Sialnya lagi aroma tobacco khas David menghembus hingga membuat jantung Maura dalam keadaan tidak aman.

Diam-diam Maura mengatur napas, mengedipkan mata menata kewarasan menolak terhanyut akan pesona mantan suami.

*

*

*

(WISATA)

Hari itu David membawa mereka ke salah satu wisata untuk bermain bersama. Dimana pilihan pertama underwater aquarium.

Dengan girang bocah laki-laki itu berlari menarik tangan papi bersama maminya memasuki aquarium berbentuk terowongan, matanya membulat ketika disuguhkan dengan berbagai jenis biota laut di depan mata.

Bukan hanya Elio, David dan Maura pun ikut takjub melihat keindahan itu. Bocah kecil itu menempelkan kedua tangannya pada dinding aquarium mengamati pergerakan kelompok ikan yang berbeda ukuran itu berenang dengan lihai.

"Lihat dia menatapku!" Ucapnya polos menunjuk saat salah satu ikan berukuran besar mendekat dengan mulut membuka seolah sedang melihat serta merasakan kehadiran seseorang.

"Woah besar sekali.. Hiehieh!" Lanjutnya menatap mata ikan itu yang seolah meliriknya tanpa bergerak sedikit pun.

"Wah sepertinya ikan itu tertarik dengan tuan Elio." Canda Maura membuat David tersenyum geli namun tetap mengambil peran menghibur sang putra.

"Elio tahu mengapa ikan selalu membuka dan menutup mulutnya?" Tanya David.

"Em karena ikan bernapas dengan insang, sehingga ia membuka mulut untuk memasukkan air agar bisa menghasilkan oksigen." Jawabannya sederhana sesuai usianya.

"Heheheh." Kompak.

"Coba liat di sana ada ubur-ubur!" Maura menunjuk salah satu ubur - ubur.

Mereka berlari kecil menghampiri ubur-ubur yang terlihat sedang berenang dengan posisi naik turun. Kini giliran Maura yang begitu tertarik dengan biota laut itu.

"Lihat dia bercahaya, indah bukan? Heh." Lirih Maura mendekatkan kepalanya meneliti lebih dekat dengan mata berbinar juga tertawa kecil.

"Benar terlihat indah." Balas David yang juga ikut mendekat hingga jara keduanya tersisa beberapa centi.

Sesaat mereka saling melirik, "Mami lihat tentakelnya bergerak."

Keduanya mengalihkan pandangan canggung, Maura tersenyum menatap putranya sedangkan David berpura-pura melihat kearah lain.

"Tubuhnya seperti berbentuk kepala jamur. Tapi mengapa dia terlihat begitu lentur seakan menari-nari saja?" Lanjutnya dengan polos sedikit memiringkan kepala berpikir.

"Karena dia tidak memiliki tulang belakang!" Jawab Maura mengelus kecil kepala putranya, David terpaku menatap senyuman Maura secara diam-diam.

"Aa begitu yah.." Mengangguk.

Mereka berjalan sambil melihat pemandangan underwater aquarium layaknya keluarga utuh begitu harmonis. Terutama bocah 5 tahun itu, tidak hentinya kedua kaki kecilnya berlari mendekati setiap ikan yang menarik perhatiannya.

**

"Papi ayo foto bersama!" Ajaknya menarik baju papinya membuat David dan Maura terdiam bertukar pandangan.

"Aku pernah mendengar teman disekolah jika dia sering berfoto bersama ayah dan ibunya saat berlibur bersama." Mendongak dengan tatapan memohon.

"Baiklah." David mulai mengeluarkan ponselnya hingga raut bocah itu berbinar.

**

"Cekrek."

Melalui bantuan salah satu pengunjung, sebuah potret dimana David berdiri bersama dengan Maura, ditengahnya ada Elio yang bergelut memeluk manja lengan mami papinya sambil membuka mulut menirukan ikan hingga dalam foto itu Maura dan David spontan tertawa.

Setelah mengunjungi aquarium bawa laut, mereka berpindah ke bianglala. Mereka duduk menikmati pemandangan dari atas, Elio cukup berani melihat pemandangan itu dari ketinggian namun tidak banyak bergerak.

Mulutnya terus mengerucut bercerita dengan polos membuat mami papinya selalu tertawa.

"Cekrek."

"Cekrek."

Mereka menyempatkan diri untuk ber-swafoto dengan harmonis.

Puas dengan bianglala mereka bergeser menikmati komidi putar. Ketiganya bermain layaknya menunggangi kuda nyata berputar sambil tertawa. Sesekali merentang tangan menikmati suasana diiringi dengan musik.

**

Setelah bermain, kini David bersama Elio duduk disebuah kursi besi panjang sambil menikmati ice cream vanila masing-masing. Sementara Maura lebih memilih membeli gulali.

"Terima kasih." Ucapnya meraih gulungan gulali berukuran besar itu.

Maura mengembangkan senyuman yang tak kalah manisnya dengan gulali ditangannya, berjalan ringan menghampiri keduanya.

Seakan lupa dengan keberadaan mereka, dengan santainya duduk mencabik kecil gulali nya lalu memakannya dengan nikmat. Baik David maupun Elio hanya menatap keheranan akan sikap Maura, dari cara makannya ia seperti bocah seumuran Elio, bahkan sampai menjilat habis sisa manis di setiap jari-jarinya.

Maura menyadari melirik mereka, kompak keduanya mengalihkan pandangan sambil menjilat ice cream ditangan masing-masing. Maura pun mengabaikan kembali mencabik gulalinya.

"Kupikir mataku sedang melihat saudara kecil perempuan Elio!" Gumam David namun cukup jelas didengar oleh Maura hingga memancing percikan pertengkaran kecil diantara mereka.

"Sudah punya ice cream masih saja tertarik dengan gulali milikku!" Ketus Maura disertai tatapan sinis.

Lain halnya dengan Elio yang seakan menikmati lelucon ketika mami papinya saling menyindir, dengan senangnya ia terus menjilat ice cream nya sambil mengayunkan kedua kakinya yang bergelantungan kearah depan dan belakang.

**

Jika Elio begitu menikmati, maka Valen yang kebetulan juga berada di tempat itu, justru berdiri memanas melihat mereka.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

💞Amie🍂🍃

💞Amie🍂🍃

Keluarga Cemara🤭🤭🤭

2024-01-23

1

Kasih Bonda

Kasih Bonda

next Thor semangat

2023-12-20

1

tia

tia

ad yang fanas /Grin//Grin/

2023-12-20

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 66 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!