KEBERSAMAAN DAVID & ELIO

(RS MEDICAL CENTER)

Maura beru saja menyelesaikan pemeriksaan terhadap pasien, ia merapikan barang - barangnya sambil melirik jam tangannya, "sudah terlambat 10 menit." Gumamnya.

Harusnya ia menjemput Elio 10 menit yang lalu, namun karena situasi yang tidak terduga ia terpaksa membuat sang putra menunggu sampai menyelesaikan pekerjaannya.

*

*

*

(TK PENERUS BANGSA)

Sekolah sudah mulai sunyi, murid-murid sudah pulang satu persatu sedari tadi termasuk Athar. Tinggallah Elio seorang diri duduk dibawa pohon. Hembusan angin bertiup menerbangkan rambut hitamnya.

Kilauan mata hari yang menerpa wajahnya saat dedaunan dari pohon tempatnya berteduh terus bergoyang, hingga mengundang ketertarikan padanya.

Elio mendongak, matanya memicing saat sinar matahari menembus lapisan daun - daun yang terus bergoyang diatas pandangannya. Ia mengedipkan beberapa kali matanya setiap daun bergoyang.

"Hieh!" Tertawa kecil mengedipkan mata merasakan hangatnya kilauan matahari.

Sederhana namum membuatnya tersenyum. Terpikir olehnya untuk bermain sebentar. Dirogohnya saku tas beruang yang berada di punggungnya, mengeluarkan sebutir kelereng berukuran besar berwarna bening kehijauan.

Mengangkat kelereng ditangannya mengikuti arah kilauan sinar matahari melalui celah dedaunan itu. Matanya berbinar saat melihat cahaya yang dihasilkan dari pantulan sinar dibalik kelereng itu terlihat lembut dan jernih.

Elio menggerakkan kelerengnya ke kanan dan ke kiri mengikuti cahaya selama beberapa saat, ia terus tersenyum lebar menikmati keseruannya seorang diri. Hingga tak terduga cuaca yang cerah berubah sedikit teduh, bersama dengan hilangnya sinar dari sang matahari.

"Hhh?" Terkejut mengerutkan dahi.

Elio menurunkan tangannya, kedua matanya membulat memancarkan tatapan binar kala melihat David yang berdiri tersenyum kepadanya.

Elio mendongak memandangi senyuman itu, bagai mimpi saat kedatangan seseorang yang selalu ia rindu hingga hanya mampu menatapnya dengan binar tanpa bersuara.

David berjongkok mensejajarkan tubuh mereka lalu mengulurkan tangannya.

"Papi?" Melompat kedalam pelukan papinya.

"Papi disini untuk menjemput ku?" Membingkai wajah papinya dengan kedua tangan mungilnya.

"Hem!" Mengangguk tersenyum sontak membuat Elio melebarkan senyumannya memperlihatkan barisan gigi kecilnya.

"Anak kecil tidak boleh berkeliaran sendiri!"

"No papi! Di sana ada security." Menunjuk ke arah gerbang memperlihatkan 2 security yang sedang berjaga. David hanya mengerutkan dahi.

"Juga ada kamera pengawas!" menunjuk setiap sudut dan David mengikuti dengan pandangan setiap sudut yang ditunjuk.

Elio yang cerdas tentu saja akan selalu berjaga-jaga, dan tidak akan sembarangan berkeliaran jika keadaan sekitar tidak aman untuknya. Meski sebelumnya tidak pernah dijelaskan secara terperinci mengenai sistem keamanan di sekolahnya, namun ia cukup hafal letak cctv dilingkungan sekolahnya bahkan murid lain belum tentu mengetahui dengan detail.

"Anak cerdas!" Mengelus kepala anaknya.

"Ayo, papi akan membawamu ke suatu tempat!" Ajaknya sambil menggendong putranya.

(RS MEDICAL CENTER)

"Derrt.. Dertt.."

Maura berjalan dengan terburu-buru meninggalkan ruangan harus terhenti saat ponselnya berdering. Panggilan dari nomor yang tidak dikenal juga tidak asing menghiasi layar.

"Assalamualaikum?"

"Waalaikumsalam, mami tidak perlu menjemput ku!"

"Elio? Kenapa bisa begitu nak?" Tanyanya keheranan.

"Aku sudah menjemputnya!"

Maura membulatkan mata saat mendengar suara bariton milik David.

"Kalian dimana? Aku akan kesana menjemput anakku!" Balasnya sedikit panik.

"Anak kita aman dan kamu tidak perlu menjemputnya!"

Maura semakin terkejut mendengar kata anak kita yang terlontar dari mulut Davi. Ia merasa risih juga kesal mendengarkan. "David aku tidak ingin berdebat, katakan kalian dimana sekarang?" Dengan nada kesal.

*

*

*

(RESTORAN)

"Kami sedang menikmati ice cream vanila bersama!" Balas David sambil mengedipkan mata kepada putranya yang duduk di hadapannya tengah menikmati ice cream nya. Sementara Elio hanya tersenyum lebar dengan mulut dipenuhi ice cream.

"David aku tidak ingin bercanda!" Ketusnya.

"Aku juga tidak sedang bercanda!" Balasnya sedikit berbisik semakin memancing kekesalan Maura.

"David..."

"Dokter Maura, ada pasien kecelakaan di UGD dan harus segera ditangani, dokter yang jaga kewalahan karena jumlah mereka cukup banyak!"

David mengerutkan dahi saat tidak sengaja mendengar perkataan perawat dibalik telepon.

(RS MEDICAL CENTER)

Maura menjauhkan ponselnya dari kuping memandangi perawat itu.

"Mereka terluka parah dok!"

Dengan profesi seorang dokter juga nurani yang kuat, Maura pun mengangguk mengiyakan.

Maura menghela napas, mau tidak mau ia harus merelakan kebersamaan Elio bersama David. "Baiklah hari ini kamu boleh membawanya, tapi aku akan menjemputnya setelah pulang kerja."

(RESTORAN)

"Tidak usah khawatir, kerjakan saja tugas mu dengan baik! Dia putraku aku akan menjaganya." Balasnya lebih ringan sebelum menutup telponnya.

"Aa..." Membuka mulut lebar, sontak Elio menyuapi David sesendok ice cream vanila. Mereka menghabiskan ice cream sambil bercanda, tertawa bersama.

(D&M MALL)

Setelah meninggalkan restoran, David membawa Elio ke D&M Mall untuk berbelanja beberapa pakaian di beberapa brand.

Dengan semangatnya Elio berlari memilih berbagai macam model stelan pakaian. Kali ini ia tidak perlu memikirkan berapa bajet yang dikeluarkan setiap stelan, tidak perlu membatasi jumlah yang akan ia beli, ia dibebaskan oleh papinya memilih sepuasnya. Namun meski begitu Elio tidak kalap begitu saja.

Usai membeli beberapa pakaian, sepatu, David membawanya berpindah ke toko mainan limited yang harganya membuat Elio tercengang. Walau ia masih kecil namun dengan kecerdasannya ia mengetahui jumlah mata uang. Namun sekali lagi hari itu merupakan hari kebesarannya.

Lebih tepatnya bebas makan makanan favoritnya, berbelanja sepuasnya, lalu bermain sepuasnya. David mengabadikan beberapa potret putranya yang terlihat bahagia menikmati setiap permainan.

**

David berjalan ringan menggandeng tangan Elio, sementara belanjaannya sudah dibawa oleh Haris terlebih dahulu.

"Papi?" Ucapnya mendongak.

"Em?" Menghentikan langkahnya.

"Boleh Elio membelikan sesuatu untuk mami?" Tanyanya dengan sopan.

David mengerutkan dahi cukup kagum dengan putranya yang selalu mengingat sang mami dimana pun dia berada.

"Tidak masalah jika papi tidak ingin membelikan. Elio punya uang saku!" Lanjutnya.

Sontak saja David menggendongnya karena merasa gemas dengan sikapnya yang seperti orang dewasa, "Baiklah ayo kita belikan mami sesuatu!"

"Hie. Hieh. Thank you!" Mengecup pipi David.

**

Setelah beberapa saat, kedua laki-laki berbeda generasi itu berdiri ditengah brand khusus pakaian wanita.

Ada berbagai macam model stelan yang cantik terbuat dari bahan yang berkualitas, dengan harga yang sesuai kualitas tentunya.

Elio membulatkan mata saat menghitung digit dari setiap angka yang tertulis. Dengan uang yang ia pegang tidak akan mampu baginya jika membeli sebuah dress cantik untuk maminya.

"Adik tampan ada yang bisa dibantu?" Tanya pramuniaga.

"Aku ingin membelikan gaun untuk mamiku, tapi sepertinya uangnya tidak cukup." Balasnya mendongak dengan mata mengedip lucu.

Pramuniaga cukup pekah melirik David sejenak. David pun mengangguk tanpa sepengetahuan Elio.

"Oh, tidak masalah.. Kebetulan hari ini kami ada event diskon besar-besaran untuk pelanggan anak kecil yang mampir di toko kami!" Ucapnya tersenyum.

"Benarkah?" Berbinar.

"Tentu, dan bebas memilih model apapun!"

"Papi Ayo!" Menarik tangan papinya dengan gesit membuat pramuniaga terkejut.

Selama beberapa saat memilih, dengan sabarnya David mengikuti sang putra bahkan begitu penurut saat Elio menempelkan setiap pakaian di badan papinya. Pramuniaga yang melihat hanya tersenyum melihat kepasrahan CEO, bahkan saat Elio menempelkan aksesoris tambahan di kepalanya.

Dan pada akhirnya pilihan mereka jatuh pada sebuah dress tunik, berwarna merah darah pada bagian badan dengan bahan katun, sedangkan pada bagian lengan berbentuk setengah balon dari bahan tile yang berwarna putih tulang dilengkapi beberapa taburan gliter.

Terlihat casual namun terkesan elegan, sangat pas menurut mereka jika dikenakan oleh Maura yang berkulit putih, cantik nan berkarisma.

**

"Terima kasih, selamat datang kembali!" Ucap pramuniaga itu saat Elio memberikan beberapa lembar uang kepadanya.

Dengan bahagia Elio menenteng bingkisannya, sementara David diam-diam memberikan card kepada pramuniaga itu untuk membayar gaun pilihan Elio.

Setelah puas menghabiskan waktu di Mall, David membawa Elio ke kediaman utama keluarga Megantara, tentu saja untuk mengenalkan putranya kepada sang Nenek yakni nyonya Kamelia.

(KEDIAMAN KELUARGA MEGANTARA)

Sejak memasuki gerbang yang dikelilingi pagar besi berwarna keemasan menjulang tinggi nan koko, Elio tidak hentinya memandangi area yang dia lewati.

Halaman yang begitu luas, dilengkapi beberapa pepohonan sehingga memberikan hawa kesejukan berjejer di sisi jalan menuju pintu utama kediaman.

"Woaah" Terkagum dengan mata yang membulat.

Tak cukup sampai disitu, Elio kembali terpukau saat berdiri di depan anak tangga pintu utama. Pandangan menyapu bersih bangunan dengan 4 lantai yang luas hingga membuatnya seakan merasa tubuhnya semakin mengecil kala itu.

Pintu yang begitu besar dan berkilau, begitu juga dengan keramik yang mampu memancarkan pantulan wajahnya kala ia tertunduk. Meski begitu kagum, ia tidak berani berkomentar banyak sikapnya tetap saja selalu sopan.

"Kamu suka?" Tanya David dan Elio hanya mengangguk.

"Ini rumah Elio." Kembali membulatkan mata.

David pun menggandeng tangan kecil itu menaiki tangga secara perlahan, ruangan yang begitu luas nan bersih, memiliki perabotan yang mewah kembali membuat Elio terkagum. Sepanjang langkahnya ia menoleh meneliti seisi ruangan, bahkan apartemen yang ia tempati di Singapura tidak seluas rumah papinya.

"Mas sudah pulang?" Ucap Valen tersenyum, namun seketika memudar saat ia melihat sosok kecil berada dalam gandengan suaminya.

Sontak Elio merasa gugup melihat tatapan Valen, memundurkan langkahnya sedikit berlindung di belakang David.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Kasih Bonda

Kasih Bonda

next Thor semangat

2023-12-15

1

tia

tia

terima kasih thor sudah update …tetep semangat /Kiss//Kiss//Kiss/

2023-12-15

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 66 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!