MEGANTARA GROUP

Assalamualaikum, teruntuk para reader yang masih setia dan yang sempat mampir terima kasih atas dukungannya. Tetap ikuti setiap episode yah, jangan sungkan - sungkan untuk memberikan saran juga komentar bijaknya, terutama pada penulisan dan penggunaan tanda baca agar author bisa langsung merevisi. Dan tak lupa juga mohon dukungannya berupa like, subscribe, vote yah..! Selamat membaca.. 🙏😇

Dua hari telah berlalu, siang itu Elio yang berada dalam kamar petugas duduk bertopang dagu memikirkan hal apa yang bisa ia lakukan agar tidak jenuh.

Kakinya terasa gatal untuk berjalan namun lagi-lagi ia tidak diperbolehkan oleh maminya berkeliaran di rumah sakit begitu saja. Ia sudah bermain game hampir sejam, jika ingin bermain kelereng akan mengganggu petugas lainnya.

"Tante bisakah Elio jalan-jalan keluar sebentar saja?" Melirik 2 perawat yang sedang beristirahat.

"Tapi mami bilang Elio tidak boleh berkeliaran, kalau Elio ngeyel nanti kami dimarahi sama dokter Maura." Balas perawat itu.

Elio pun melirik keduanya bergantian, dengan cepat kedua perawat itu mengangguk memasang raut malang hingga membuat bocah itu berpikir jika dirinya tidak boleh menyusahkan mereka.

Setelah tenang beberapa saat, Elio pun beranjak mendekati dinding menempelkan wajahnya ke kaca jendela mengintip keluar. Matanya membulat melihat orang - orang yang berjalan keluar masuk juga kendaraan yang terparkir terlihat lebih kecil, bagaimana tidak. Ia sekarang berada di lantai 4.

Ia mulai membuka mulut menghembuskan udara hingga kaca jendela sedikit berembun. Kemudian menggambar sesukanya, hal itu ia lakukan sebanyak 3 kali namun tetap saja ia merasa bosan. Hingga terbesit dihatinya mengenai papinya, tatapan berbinar melebarkan mata. Kalau di ingat-ingat selama ini ia belum pernah berkunjung ke Megantara Group.

Dirinya yang selalu memiliki akal juga rasa penasaran tidak akan kehabisan akal. Bocah itu sekali lagi melirik kedua perawat yang sedang istirahat sambil memainkan ponsel masing-masing.

Dengan cepat berjalan meraih Ipad-nya diatas meja mencari kontak David.

"Dertt.. Dertt..." 2 x.

Elio menggeleng kecil saat David tidak menjawab telepon. Ia tidak menyerah, sedikit mendongak meningkatkan konsentrasinya mencoba mengingat nomor ponsel milik Haris. Kebetulan saat sebelum pulang dari hotel ia tidak sengaja melihat panggilan Haris.

(FLAS BACK SWEET HOTEL)

"Haris tolong antarkan Maura dan Elio kembali ke rumah!"

"Baik pak."

David meletakkan ponselnya dimeja diikuti pandangan Elio, dalam hati melafalkan setiap digit angka yang tertera. Dirinya yang memiliki daya ingat kuat dapat dengan mudah menghafal sesuatu juga lebih sensitif.

"Ayo!" Ajaknya menggandeng tangan kecil itu keluar kamar diikuti Maura.

(FLASHBACK END)

**

Elio mulai mengetik setiap digit nomor Haris, lalu mengirimkan chat.

"Assalamualaikum, uncle bisa tolong jemput aku di rumah sakit? Aku ingin menemui papi!"

*

*

*

(AREA PARKIR MEGANTARA GROUP)

"Ting!"

Barus saja Haris ingin memasuki mobil tiba-tiba notifikasi ponselnya berbunyi, ia berdiri didekat pintu mobil lalu merogoh ponselnya.

Seketika dahinya mengerut saat mendapat chat dari nomor yang tidak ia kenal, namun saat membacanya perlahan ia memahami dan untuk lebih memastikan ia membuka profil. Sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman kecil melihat profil Elio yang berseragam sekolah menempelkan dua butir kelereng berukuran besar dikedua matanya hingga seperti berbentuk layaknya kacamata.

Kebetulan Haris ada keperluan diluar jadi lebih mudah baginya menjemput Elio.

"Baiklah 15 menit lagi uncle tiba."

Memasuki mobil lalu meninggalkan parkiran.

*

*

*

(RS MEDICAL CENTER)

"Yes!" Ucapnya mengangkat tangan kanannya.

Elio memasukkan beberapa butir kelereng dan tumbler kedalam tas karakter Spiderman, jadi kali ini bukan tas beruang berwarna coklat lagi yah.

"Tante." Ucapnya menghampiri kedua perawat itu dengan tas dipundak.

"Elio mau kemana?"

"Aku ingin menemui papi." sambil menunjukkan isi chatnya kepada Haris.

Kedua perawat itu membaca sejenak lalu saling melirik keheranan.

"Tapi kan..."

"Tidak perlu khawatir dia teman mami, lagi pula aku akan bertemu dengan papi!" Lanjutnya membuat perawat itu semakin bingung.

"Dertt.. Dertt.."

Tak lama kemudian Haris melakukan video call.

"Elio uncle sudah ada di pintu masuk." Ucap Haris saat Elio menjawab panggilan dan lagi-lagi kedua perawat itu ikut mengintip layar, kompak membulatkan mata saat melihat sosok yang bertubuh tegap dalam balutan jas terlihat rapi dan menawan.

"Uncle bisa tolong jemput ke lantai 4?! Lihat tante - tante cantik ini khawatir jika aku turun sendiri." Menggeser Ipad-nya dengan jahil hingga kedua perawat itu hanya tersenyum kikuk.

"Baiklah!" Jawab Haris lalu Elio mengakhiri video call mereka.

Elio melebarkan senyuman kemenangan atas keberhasilannya sambil memasukkan ipad dalam tas. Ia selalu saja memiliki ide kenakalan kecil hingga membuat orang dewasa tidak berkutik.

**

"Uncle apa papi ada di kantor?" Tanyanya saat Haris memasangkan sabuk pengaman.

"Tentu, pak David sedang memimpin rapat."

Haris menyempatkan diri untuk mengambil dokumen di Hotel sebelum kembali ke kantor, selama perjalanan Elio tidak menyusahkan Haris hingga Haris pun bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

(MEGANTARA GROUP)

Elio memasang masker sebelum turun dari mobil. Tatapannya berbinar mengagumi bangunan yang menjulang tinggi di depan mata. Rupanya Megantara Group jauh lebih megah dari bayangannya ketika berada lebih dekat.

"Selamat siang pak!" Sambut kedua security sedikit menunduk saat Haris menggandeng Elio memasuki pintu utama.

Elio semakin melebarkan mata kala melihat ruangan yang lebih luas dari bayangannya, beberapa karyawan wanita dan pria lalu lalang dengan pakaian rapi. Selama ini ia lebih sering melihat pakaian dinas berwarna putih dan ruangan bernuansa putih juga saat ikut bersama maminya.

Namun, ketika ia berada dilingkungan kerja papinya suasana berubah 360 derajat. Jika di rumah sakit semua orang terlihat sibuk dengan pasien, makan di Megantara Group sibuk dengan dokumen.

"Ting."

Pintu lift terbuka, Haris membawa Elio memasuki lift menuju lantai 15. Lagi - lagi Elio kagum akan ketinggian bangunan.

Selama berada dalam lift Elio terlihat anteng dan tidak berbicara.

"Ting."

Lift terbuka, Haris kembali menggandeng tanga kecil itu, namun bukan untuk menemui David melainkan untuk memberikan dokumen kepada tim pemasaran.

Elio melirik sekitarnya, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan papinya. Beberapa karyawan mulai tertarik kepadanya meski hanya memperlihatkan kedua alis, bola mata juga rambut hitamnya. Namun justru mengundang rasa penasaran melihat wajah dibalik maskernya.

Elio pun menyadari itu mulai membuka mulut, "Uncle apa ruangan papi ada di sini?" mendongak.

"Tidak, ruangan pimpinan berada dilantai 20." Elio seakan syok mendengarnya.

Sontak menghentikan langkah membuat Haris sedikit terkejut. "Ada apa? Uncle harus menemui seseorang terlebih dahulu untuk menyerahkan dokumen ini sebelum mengantarmu bertemu papi mu!" Tersenyum mengangkat map ditangannya.

"Uncle temui saja mereka dan selesai pekerjaan anda!" Ucapnya sopan dengan kedua mata mengedip membuat orang-orang sekitar yang kebetulan mendengarkan melihat dengan kagum begitu juga dengan Haris yang tersenyum.

"Aku bisa menemui papi sendiri!" Bisiknya karena tidak ingin karyawan kantor mengetahui statusnya.

"Tapi..."

"Tidak perlu khawatir, aku bisa naik lift sendiri, aku bisa membaca, lagi pula disini sistem keamanannya cukup tinggi!" Menunjuk ke arah cctv.

"Pintar sekali yah?"

"Iya!"

"Apa dia anak pak Haris?"

Bisik beberapa karyawan namun juga tidak ada yang berani menghampiri ataupun bertanya secara langsung.

Haris tidak membiarkan begitu saja, jadi saat ia memasuki ruangan pemasaran ia minta salah satu karyawan wanita untuk mengantarnya. Namun Elio berjalan dengan cepat memasuki lift sebelum karyawan wanita itu datang saat Haris menyuruhnya duduk di sofa depan ruangan.

"Ting."

Elio menekan tombol menuju lantai 20 sambil melirik jam tangannya. Saat ini maminya pasti masih sibuk melayani pasien.

"Ting."

Bocah laki-laki itu menginjakkan kakinya tepat dilantai 20, kedua matanya meneliti sekitar mencari keberadaan papinya. Ia berjalan melewati beberapa ruangan dan menjadi paling kecil diantara karyawan yang lalu lalang.

Ia melihat karyawan - karyawan itu sibuk dengan kegiatan masing-masing, beberapa sedang duduk menatap layar komputer, beberapa juga berjalan kesana kemari sambil memegang beberapa dokumen, beberapa lagi terlihat sedang berdiskusi.

"Tolong cetak ini!"

"Dokumen yang kemarin sudah selesai? Pak David akan memeriksanya!"

"Tolong bawakan berkas yang akan ditanda tangani oleh pak David!"

Elio berjalan mengamati setiap kegiatan mereka, sambil mendengar beberapa percakapan yang selalu saja menyebutkan nama pak David. Hal itu membuatnya semakin meyakini kehebatan papinya dan menjadikan dirinya untuk tumbuh menjadi orang yang sukses agar bisa memimpin banyak orang.

"Bawakan ini ke ruang pimpinan!"

Elio berbalik saat mendengar obrolan karyawan itu, tentu saja ruangan yang dimaksud itu ruangan papinya jadi ia berniat untuk mengikuti.

"Eh lihat dari mana anak kecil ini?" Tegur salah satu karyawan.

"Benar dia terlihat lucu!"

Lagi-lagi keberadaannya mengundang ketertarikan bagi orang disekitarnya, ia berusaha bersikap santai walau sebenarnya mulai panik terlebih saat karyawan mendekati.

"Nak siapa namamu?" Elio terdiam, matanya melirik karyawan yang membawa berkas menuju ruangan David mulai melangkah.

"Kamu anak karyawan disini yah? Sepertinya cukup tampan!" Ucap yang lain mendekati.

"Aku kerabat pak David pimpinan kalian!" Tegasnya membuat semua yang ada tercengang lalu mengamati, dilihat dari matanya sudah cukup mirip dengan David.

"Elio!"

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Kasih Bonda

Kasih Bonda

next Thor semangat

2023-12-19

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 66 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!