Bekerja Bersama

*

*

Setelah sarapan dan mengurus suami pemilik asli, Karina mengajak ketiga anak untuk membantunya membereskan rumah. Menyapu setiap sudut rumah, termasuk halaman depan dan halaman belakang. Tak lupa memberi makan hewan yang dipelihara dan sapi yang sekarang menjadi milik keluarga.

Yang paling banyak dibersihkan adalah halaman belakang, lebih banyak rumput yang tumbuh disana, meski Karina sering lewat dalam beberapa hari ini, tetapi ia hanya memotong rumput untuk jalan yang dilewatinya saja, alhasil hari ini ia lebih banyak memotong dan mencabut rumput bersama 3 anaknya.

Setelah melihat tanah luas di halaman belakang, Karina menatap ketiga anak yang terduduk dengan lelah, dan tersenyum kecil.

"Bagaimana dengan menanam sesuatu disini? Seperti lobak, kubis, paprika, atau daun bawang? Lumayan, bukan? Ketika mau memasak tinggal memetiknya di halaman belakang?" Usul Karina menatap ketiganya.

Karina tidak serta merta langsung menerapkannya, karena jika ketiganya tidak setuju, Karina tidak akan memaksa. Masalahnya, harus ada yang bertanggung jawab bergantian mengurus tanaman.

Kalau dengan persetujuan semuanya, maka ketiganya bisa bergantian mengurus. Menyiram dan menyianginya tepat waktu.

"Ya! Serena setuju!" Pekik Serena, orang yang paling awal menyetujui semuanya. Kemudian, terlihatlah Ganika ikut menganggukkan kepalanya. Setelah keduanya setuju, Karina beralih pada Deraga.

"Ayo pergi ke kota, beli bibitnya." Ucap Deraga tanpa melihat Karina, tetapi tangannya bergerak memberi makan rusa kecil yang ada di luar kandang. Bahkan kedua kelinci juga dibiarkan berkeliaran.

*

Ganika memegang tangan Karina erat, berjalan bersama begitu turun dari gerobak sapi.

"Tenang, aku bersamamu." Ucap Karina, dengan tangan terulur menepuk kepala Ganika dua kali. Membuat Ganika mendongak, menatap Karina dan berakhir menganggukkan kepalanya.

Karina tersenyum kecil setelahnya. Kemudian kembali berjalan, menuju toko dimana bibit tanaman yang dicarinya dijual.

Karina hanya membawa Ganika ke kota. Karena Ganika adalah satu-satunya anak yang belum pergi bersamanya, alhasil Ganika menjadi pilihan utama di bawa untuk menemaninya.

"Ayo beli manisan untukmu, dulu." Ajak Karina sebelum benar-benar masuk ke toko penjualan bibit.

Ia melihat penjual manisan, dan melihat raut Ganika. Dengan penuh pertimbangan, akhirnya ia memilih membeli manisan lebih dulu untuk Ganika. Agar Ganika menjadi lebih santai mengikutinya.

Barulah setelah Ganika memegang manisan dan memakannya dengan raut senang, ia benar-benar memasuki toko untuk membeli bibit tanaman.

"Beri aku bibit lobak, kubis, paprika, dan daun bawang." Ucap Karina pada penjaga toko.

"120 tembaga, nona."

Setelah membayar, Karina pun keluar dengan masih memegang tangan Ganika. Sebelum pulang, Karina mengajak Ganika memasuki toko senjata. Berniat membeli senjata lagi, untuk Serena dan Ganika sendiri.

Mengingat ketiganya akan mulai belajar panahan, Karina berniat membeli panahan baru untuk ketiganya. Tetapi Karina melihat Ganika menatap sebuah tombak yang ada di dinding.

"Berapa tombak ini?" Tanya Karina pada penjaga toko.

"2 perak nona."

"Tidak bisa lebih murah? Beri aku potongan harga, dan aku akan membeli 3 panah ini sekalian. 5 perak untuk 3 panahan dan tombak, bagaimana?" Tanya Karina menawar.

"Nona, itu terlalu tidak mungkin." Ucap Penjaga toko seraya menghela nafas.

"Bagaimana jika tombak ini, dan 3 panah kecil saja jadinya? 5 perak?" Tanya Karina lagi. Karena panah yang ditunjuknya, memang panah untuk ukuran orang di atas 10 tahun.

Penjaga toko terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menggertakkan gigi dan setuju dengan penawaran Karina. Membuat Karina tersenyum lebar.

Setidaknya, 5 perak sudah dapat 4 senjata, meski tidak sebagus senjata miliknya, tetapi lumayan untuk ukuran anak berusia 8, 5, dan 4 tahun. Perkataannya pun tidak berakhir sia-sia.

"Ibu, mengapa membeli banyak senjata?" Tanya Ganika heran.

"Untuk kalian berlatih. Mulai besok, kalian akan berlatih bela diri dariku." Balas Karina dengan santai.

Di sisi Ganika, ia sedikit tertegun, tetapi ada perasaan bersemangat dari hatinya, binar matanya juga menjadi cerah seketika.

*

"Kalian tanamlah, sudah siang, aku akan memasak dulu." Ucap Karina, seraya memberikan bibit tanaman yang dibelinya pada Deraga.

"Ibu, biarkan aku membantu menyalakan api." Ucap Ganika seraya mengangkat tangannya ke atas.

"Kau bantu kakakmu, agar cepat selesai. Aku bisa melakukannya sendiri." Ucap Karina, seraya menepuk kepala Ganika. Membuat Ganika mengangguk kecil. Ia mulai suka dengan tepukan tangan Karina di kepalanya.

Karina mengangguk, kemudian beranjak mengambil beras dan sayur yang tersisa, lalu mencucinya. Sayur yang tersisa akan dimasak semua hari ini, sebab jika menunggu besok, akan busuk dimakan waktu, apalagi cuaca cukup panas akhir-akhir ini.

Setelah mencuci beras dan sayur, Karina mulai memasak beras, dan beralih pada memotong sayuran setelah menyalakan api. Memotongnya sedang dan kecil.

Karina membuat dua ukuran. Yang satu akan ditumis, yang satu akan dibuat isian untuk roti kukus. Sudah lama sejak Karina membeli tepung, dan belum memakainya lagi sejak terakhir kali pergi ke kota.

Membuat roti kukus tidak terburu-buru, karena ada nasi yang akan dimakan siang ini, jadi roti kukus bisa dimakan di malam hari. Selain itu, Karina juga sekalian mencincang ayam pegar yang tersisa kemarin sebagai tambahan isian. Sayur dan daging.

Setelah beberapa saat, Karina selesai menguleni adonan, dan mulai membentuk roti dan memasukkan isiannya. Setelahnya, menyimpan roti yang sudah jadi, dan beralih mengangkat nasi yang sudah matang.

Lalu menumis beberapa sayur yang disatukan. Ditambah paprika dan telur untuk memperkaya rasanya. Kalau di dunia asli biasanya disebut capcay. Tetapi karena sayuran yang ada terbatas, jadi Karina memakai sayur yang ada saja.

Selain itu, Karina juga membuat telur dadar yang dibuat tebal, satu lingkaran dibagi menjadi empat potong telur dadar.

Setelah beberapa saat, akhirnya Karina menyelesaikan serangkaian masakannya. Tetapi kemudian ia lupa pada makanan suami pemilik asli, alhasil ia kembali memasak bubur ditambahi telur yang dihancurkan untuknya. Tidak lupa, merebus obat juga untuk diminum olehnya.

"Ah, akhirnya selesai. Tinggal mengukus roti ini. Bisa dilakukan seraya mulai makan dengan api kecil." Gumam Karina seraya mengusap keringat di dahinya.

Setelahnya, ia berjalan ke halaman belakang, disana, Deraga dan Ganika sudah pada bagian akhir menanami tanah. Ketika keduanya dibantu Serena akan menyiraminya, Karina lantas menghentikannya.

"Ayo makan lebih dulu. Siram tanaman agak sore, agar menutrisi tanaman lebih baik." Panggil Karina seraya melambaikan tangannya.

Membuat kedua anak, akhirnya bersorak senang, berlari menghampiri Karina, berbeda dengan Deraga yang terlihat lebih dewasa. Membereskan semuanya, menyimpannya ke pinggir, barulah ia mengikuti jejak kedua adiknya, masuk ke rumah untuk makan siang.

"Makan yang banyak. Aku memberi makan ayahmu dulu." Ucap Karina, seraya beranjak dan pergi ke dapur mengambil peralatan yang sudah siap sebelumnya.

Dalam perjalanan, Karina merasa hampa melihat barang-barang di tangannya. "Aku kehabisan uang, besok aku akan pergi ke gunung lagi untuk berburu." Gumamnya, sebelum akhirnya memasuki kamar suami pemilik asli.

*

*

Episodes
1 Prolog
2 Lari dari Penjara
3 Ibu Tiri?!
4 Naik Gunung
5 Mengurus Suami
6 Persiapan berburu
7 Prasangka Ganika
8 Menjual hasil buruan
9 Bertemu Deraga
10 Kecurigaan Deraga
11 Deraga ikut Berburu
12 Semangat Serena
13 Omelan Deraga
14 Belanja Besar
15 Deraga Tertekan
16 Ibu tiri berubah
17 Meminta Jawaban
18 Pemikiran Ganika
19 Bekerja Bersama
20 Bertemu Harimau
21 Sedikit Kebenaran
22 Bertanggung Jawab
23 Mulai Saling Menerima
24 Permintaan Manajer Restoran
25 Kaya
26 Bola-bola Daging
27 Menagih Ucapan Karina
28 Sate Kelinci
29 Berlatih panah
30 Naik gunung bersama
31 Tenggelam
32 Bersikap Lembut
33 Susu Kambing
34 Membeli tanah
35 Beruang dan Cabai
36 Memasak untuk Pekerja
37 Menjual Beruang
38 Menyewa Kedai
39 Daftar Sekolah
40 Membereskan Kedai
41 Kunai
42 Keanehan
43 Keanehan (2)
44 Kami Setuju
45 Menasehati tiga anak
46 Menerima Berkah
47 Sangat Beruntung
48 Membuka Kedai
49 Sangat Ramai
50 Belanja Bahan
51 Penghasilan Pertama
52 Berbagi Dividen
53 Merekrut Pegawai
54 Peringatan Evaluasi
55 Kedai di Hari kedua
56 Sangat Ramai (2)
57 Beli kendaraan baru
58 Ibu Luar Biasa
59 Penghasilan Kedai dihari Kedua
60 Take away ala-ala
61 Pertimbangan pegawai baru
62 Jari Ayah Bergerak
63 Menikmati Hidup
64 Ke kota dengan tiga anak
65 Membeli Baju
66 Jalan-jalan Bersama
67 Bersalah dan Berbaikan
68 Kehebohan Warga Desa
69 Gelombang Kejut
70 Pangeran Pertama
71 Ujian telah Selesai
72 Hubungan dengan Kunai
73 Memulai Perjamuan
74 Rencana Deraga yang Gagal
75 Pengumuman Ujian
76 Karina tak sadarkan Diri
77 Deraga sudah Dewasa?
78 Penjelasan
79 Permintaan Sulit
80 Ulah Danuka
81 Pertengkaran Kecil
82 Launching, Souffle Pancake
83 Yang Mulia
84 Godaan ala Danuka
85 Pintu No 2
86 Mencoba Pakaian
87 Pertemuan Rahasia
88 Perhatian Kecil
89 Pembuat Onar
90 Diserang
91 Tepat Waktu
92 Blue Muncul
93 Mempekerjakan Danuka
94 Misi Baru
95 Aku sudah tahu
96 Kegelisahan Deraga
97 Latihan Bersama
98 Mempersiapkan
99 Timur dan Kerajaan 9
100 Melawan Perampok
101 Kamp Pengungsi
102 Ayo Makan Bersama
103 Membagikan Bubur
104 Menemukan Prajurit
105 Menyelesaikan Semuanya
106 Penyelamatan
107 Penghianat?
108 Mencari Danuka
109 Menyelinap Masuk
110 Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111 Menjatuhkan Jenderal Cu
112 Kembali ke Kerajaan 10
113 Pulang ke Rumah
114 Meninggalkan Desa
115 Persiapan
116 Pengepungan
117 Nyonya, jangan Masuk
118 Bertahanlah, Karina
119 Meninggalkan dan Kembali (End)
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Prolog
2
Lari dari Penjara
3
Ibu Tiri?!
4
Naik Gunung
5
Mengurus Suami
6
Persiapan berburu
7
Prasangka Ganika
8
Menjual hasil buruan
9
Bertemu Deraga
10
Kecurigaan Deraga
11
Deraga ikut Berburu
12
Semangat Serena
13
Omelan Deraga
14
Belanja Besar
15
Deraga Tertekan
16
Ibu tiri berubah
17
Meminta Jawaban
18
Pemikiran Ganika
19
Bekerja Bersama
20
Bertemu Harimau
21
Sedikit Kebenaran
22
Bertanggung Jawab
23
Mulai Saling Menerima
24
Permintaan Manajer Restoran
25
Kaya
26
Bola-bola Daging
27
Menagih Ucapan Karina
28
Sate Kelinci
29
Berlatih panah
30
Naik gunung bersama
31
Tenggelam
32
Bersikap Lembut
33
Susu Kambing
34
Membeli tanah
35
Beruang dan Cabai
36
Memasak untuk Pekerja
37
Menjual Beruang
38
Menyewa Kedai
39
Daftar Sekolah
40
Membereskan Kedai
41
Kunai
42
Keanehan
43
Keanehan (2)
44
Kami Setuju
45
Menasehati tiga anak
46
Menerima Berkah
47
Sangat Beruntung
48
Membuka Kedai
49
Sangat Ramai
50
Belanja Bahan
51
Penghasilan Pertama
52
Berbagi Dividen
53
Merekrut Pegawai
54
Peringatan Evaluasi
55
Kedai di Hari kedua
56
Sangat Ramai (2)
57
Beli kendaraan baru
58
Ibu Luar Biasa
59
Penghasilan Kedai dihari Kedua
60
Take away ala-ala
61
Pertimbangan pegawai baru
62
Jari Ayah Bergerak
63
Menikmati Hidup
64
Ke kota dengan tiga anak
65
Membeli Baju
66
Jalan-jalan Bersama
67
Bersalah dan Berbaikan
68
Kehebohan Warga Desa
69
Gelombang Kejut
70
Pangeran Pertama
71
Ujian telah Selesai
72
Hubungan dengan Kunai
73
Memulai Perjamuan
74
Rencana Deraga yang Gagal
75
Pengumuman Ujian
76
Karina tak sadarkan Diri
77
Deraga sudah Dewasa?
78
Penjelasan
79
Permintaan Sulit
80
Ulah Danuka
81
Pertengkaran Kecil
82
Launching, Souffle Pancake
83
Yang Mulia
84
Godaan ala Danuka
85
Pintu No 2
86
Mencoba Pakaian
87
Pertemuan Rahasia
88
Perhatian Kecil
89
Pembuat Onar
90
Diserang
91
Tepat Waktu
92
Blue Muncul
93
Mempekerjakan Danuka
94
Misi Baru
95
Aku sudah tahu
96
Kegelisahan Deraga
97
Latihan Bersama
98
Mempersiapkan
99
Timur dan Kerajaan 9
100
Melawan Perampok
101
Kamp Pengungsi
102
Ayo Makan Bersama
103
Membagikan Bubur
104
Menemukan Prajurit
105
Menyelesaikan Semuanya
106
Penyelamatan
107
Penghianat?
108
Mencari Danuka
109
Menyelinap Masuk
110
Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111
Menjatuhkan Jenderal Cu
112
Kembali ke Kerajaan 10
113
Pulang ke Rumah
114
Meninggalkan Desa
115
Persiapan
116
Pengepungan
117
Nyonya, jangan Masuk
118
Bertahanlah, Karina
119
Meninggalkan dan Kembali (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!