Ibu tiri berubah

*

*

Setelah memasukkan semua belanjaan ke dalam rumah, yang membuat rumah menjadi penuh dalam sekejap, Karina menatap tumpukan di ruang tengah dengan senyum puas. Di sampingnya, ada Serena yang tersenyum lebar, dan dua anak laki-laki, Ganika serta Deraga yang sama-sama berwajah masam. Merasa tertekan.

Gila saja ibu tirinya ini, paling hebat dalam menghabiskan banyak uang. Begitulah kira-kira apa yang dipikirkan keduanya saat ini.

Tapi Karina tidak peduli, ia berlalu mengabaikan dua anak laki-laki tersebut, masuk ke dapur dan mulai memasak sesuatu untuk dimakan. Ia merasa lapar, karena selain makan roti kukus yang dibawanya ke kota, sisanya hanya minum air.

Awalnya ia akan makan di kota, tetapi Deraga si bocah irit itu, membuatnya tidak melakukan niatnya. Deraga dengan masam melarangnya dan mengajaknya pulang. Alhasil, niat memakan makanan enak di kota pun hilang seketika.

Selama Karina berkutat di dapur, di sisi lain ketiga anak masih berdiri di posisi yang sama di ruang tengah. Serena dengan senyumnya, dan dua anak laki-laki dengan raut masamnya.

Melihat Karina pergi dari ruang tengah, Ganika pun maju dan mulai bertanya-tanya pada Deraga perihal apa yang terjadi dengan belanjaan yang sangat banyak tersebut.

"Kakak, bukankah kau mengikuti ibu tiri? Ada apa ini? Membeli barang begitu banyak, ini semua uang!" Ucap Ganika seraya berbisik, dengan raut sedikit kesal.

"Entahlah!" Balas Deraga seraya mengibaskan tangannya, enggan menanggapi. Karena ini termasuk kesalahannya. Pada awalnya dirinya mengikuti, tapi karena Karina keluar masuk toko beberapa kali tanpa membeli apapun, akhirnya ia menyerah dan diam di gerobak sapi, menunggu saja.

Tapi siapa sangka, begitu kembali dalam beberap jam, Karina ini malah dengan sengaja membeli banyak barang. Apa artinya ini? Bukankah Karina sengaja membuat Deraga kelelahan hingga akhirnya ia bebas berbelanja, bukan?

"Kakak!" Pekik Ganika tertahan, kembali memasang raut masam, karena Deraga enggan menjawabnya.

Deraga sendiri berjalan ke arah kursi repot di ruang tengah dengan space kecil. Kemudian duduk bersandar seraya memejamkan kedua matanya.

"Bagaimana kondisi Ayah?" Tanya Deraga tanpa membuka kedua matanya.

"Eung- sepertinya menjadi lebih baik?" Ucap Ganika ragu.

"Apa maksudmu?" Tanya Deraga heran, ia membuka matanya mendengar perkataan Ganika.

"Yah, warna bibir Ayah tidak putih lagi, itu sedikit merah, tapi hanya sedikit sekali. Aku tidak yakin, jadi aku mengatakan itu barusan." Balas Ganika seraya mengangkat kedua bahunya.

Deraga menganggukkan kepalanya, "Aku lihat ayah dulu." Ucapnya, kemudian beranjak pergi ke kamar Ayahnya. Dimana Ganika dan dirinya juga tidur di kamar yang sama disana.

Begitu sampai, Deraga langsung mengeceknya. Dan benar apa yang dikatakan Ganika, bibirnya yang semula berwarna putih perlahan menampilkan warna dasarnya.

Deraga tersenyum kecil melihatnya. "Ayah, kau menjadi lebih baik.." Bisik Deraga tertahan. Ia menatap ayahnya dalam diam selama beberapa saat sebelum akhirnya kembali mengatakan, "Kau tahu, ayah? Ibu tiri berubah, aku merasa bersyukur tapi aku masih tidak dapat menerimanya sepenuhnya atas perlakuan dia beberapa waktu lalu." Deraga terdiam sebentar, ia mengambil nafas dan melanjutkan,"Tapi, ayah, sepertinya dia bukan orang yang sama. Perilaku dan tingkahnya jelas berbeda. Selain itu, aku mendengarnya bicara padamu waktu itu, dia mengatakan misi dan pergi." Bisik Deraga.

Deraga kembali terdiam, menatap ayahnya yang tidak kunjung bangun. Mengawasinya, dalam diam. Membenarkan selimut, dan merapikan rambutnya. Kemudian berdiri dengan tegap. "Jadi, ayah, apakah aku harus menerimanya, atau tidak? Aku dilema." Ucap Deraga dengan suara lirih.

"Bantu aku mencuci sayur!"

Pekikan Karina terdengar nyaring, membuat Deraga menghela nafas. "Kau dengar? Siapa yang tidak akan tahu dia bukan orang yang sama jika tingkahnya begitu? Ibu tiri ini, di masa lalu, bahkan ke dapur saja enggan." Ucap Deraga lagi. "Tapi, sudahlah, aku pergi membantu dulu, jangan sampai dia berubah menjadi singa betina." Lanjut Deraga yang dengan cepat meninggalkan kamar tersebut.

Tapi begitu sampai di dapur, Deraga malah berdiri tidak mengerjakan apapun, sebab ternyata Ganika datang lebih cepat dan mengambil alih pekerjaannya.

Karina mengabaikannya, berpura-pura tidak melihatnya. Biarlah, siapa cepat dia dapat. Tapi Karina sedikit senang. Deraga dan Ganika berlari ke dapur hanya untuk membantunya. Sifat keduanya mulai berubah, lebih menerimanya? Itulah.

"Bawa adikmu kemari, lalu bantu aku menjaga api setelahnya. Aku akan memandikan adikmu." Ucap Karina akhirnya, sudah larut, dan Serena belum membersihkan dirinya. Selain itu, suami pemilik asli juga belum di urus.

Mendadak, Karina menghela nafas sepeninggal Deraga. Begitu banyak pekerjaan dilakukan sendiri olehnya. "Ah, orang manja sepertiku, ternyata tahan dengan semuanya. Aku bangga pada diriku sendiri." Gumamnya kecil.

Begitu Deraga kembali, Karina membawa seember air panas, baju yang baru dibeli, dan membiarkan Serena mengikuti, sedangkan Seragam menjaga api dan beras yang sedang dimasak. Ganika di sisi lain telah selesai mencuci sayur, langsung bergabung dengan Deraga, berganti-gantian menjaga api. Karena sesekali, Deraga adalah orang yang mengecek kematangan beras yang dimasak.

Setelah beberapa saat, Karina keluar dengan Serena yang sudah memakai baju baru. Membuat dua kakaknya tercengang melihat adiknya.

"Adik, kau luar biasa!"

"Um! Kau cantik sekali!"

Ucap Ganika dan Deraga secara bersamaan. Tatapan keduanya jelas berbinar. Karina diam-diam tertawa melihat ekspresi keduanya saat ini.

Serena tersenyum senang, "Benaran? Sangat cantik?" Tanyanya seolah tak percaya, tapi kemudian Ganika dan Deraga mengangguk bersama dengan semangat, membuat Serena semakin melebarkan senyumnya.

"Bantu aku memasak dengan cepat, maka aku akan memberi kalian baju baru juga malam ini." Ucap Karina membuat perhatian teralih padanya.

"Ibu tiri, kau bersungguh-sungguh? Tidak bohong?" Tanya Ganika dengan ragu.

"Hmp! Memangnya sedari tadi apa yang aku lakukan jika bukan membantumu!" Dengus Deraga, sesuai dengan ekspektasi Karina.

"Tentu saja benar!" Balas Karina pada Ganika, kemudian mendelikkan matanya pada Deraga dengan sengaja.

"Kau terlalu memihak!" Decih Deraga sebal, kemudian kembali membalikkan dirinya, dan menjaga api dengan acuh mengabaikan Karina.

Karina tertawa jahat dalam hatinya. Merasa puas membalas Deraga yang selalu memasang wajah masam dan tidak puas sepanjang jalan hari ini. Selain itu, dia bahkan berani mengomelinya. Pembalasan dari Karina adalah akhir dari percakapan tersebut.

Karina mendudukkan Serena di kursi di ruang tengah. Selain itu, agar Serena diam di tempat, Karina memberikan camilan padanya, yang dibelinya siang ini.

"Ibu, kenapa tidak ada permen?" Tanya Serena.

"Tidak, sudah malam tidak boleh makan permen, makan ini saja. Permen, besok baru aku berikan. Karena jika kau makan permen malam-malam, gigimu akan sakit." Jelas Karina, membuat Serena menganggukkan kepalanya patuh.

*

*

Terpopuler

Comments

Aaron

Aaron

lanjut tor semangat terus di tunggu ups nya

2024-01-03

1

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

bagus novelnya aku suka 👍🏻💜❤❤❤❤😍😍😍

2023-12-23

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Lari dari Penjara
3 Ibu Tiri?!
4 Naik Gunung
5 Mengurus Suami
6 Persiapan berburu
7 Prasangka Ganika
8 Menjual hasil buruan
9 Bertemu Deraga
10 Kecurigaan Deraga
11 Deraga ikut Berburu
12 Semangat Serena
13 Omelan Deraga
14 Belanja Besar
15 Deraga Tertekan
16 Ibu tiri berubah
17 Meminta Jawaban
18 Pemikiran Ganika
19 Bekerja Bersama
20 Bertemu Harimau
21 Sedikit Kebenaran
22 Bertanggung Jawab
23 Mulai Saling Menerima
24 Permintaan Manajer Restoran
25 Kaya
26 Bola-bola Daging
27 Menagih Ucapan Karina
28 Sate Kelinci
29 Berlatih panah
30 Naik gunung bersama
31 Tenggelam
32 Bersikap Lembut
33 Susu Kambing
34 Membeli tanah
35 Beruang dan Cabai
36 Memasak untuk Pekerja
37 Menjual Beruang
38 Menyewa Kedai
39 Daftar Sekolah
40 Membereskan Kedai
41 Kunai
42 Keanehan
43 Keanehan (2)
44 Kami Setuju
45 Menasehati tiga anak
46 Menerima Berkah
47 Sangat Beruntung
48 Membuka Kedai
49 Sangat Ramai
50 Belanja Bahan
51 Penghasilan Pertama
52 Berbagi Dividen
53 Merekrut Pegawai
54 Peringatan Evaluasi
55 Kedai di Hari kedua
56 Sangat Ramai (2)
57 Beli kendaraan baru
58 Ibu Luar Biasa
59 Penghasilan Kedai dihari Kedua
60 Take away ala-ala
61 Pertimbangan pegawai baru
62 Jari Ayah Bergerak
63 Menikmati Hidup
64 Ke kota dengan tiga anak
65 Membeli Baju
66 Jalan-jalan Bersama
67 Bersalah dan Berbaikan
68 Kehebohan Warga Desa
69 Gelombang Kejut
70 Pangeran Pertama
71 Ujian telah Selesai
72 Hubungan dengan Kunai
73 Memulai Perjamuan
74 Rencana Deraga yang Gagal
75 Pengumuman Ujian
76 Karina tak sadarkan Diri
77 Deraga sudah Dewasa?
78 Penjelasan
79 Permintaan Sulit
80 Ulah Danuka
81 Pertengkaran Kecil
82 Launching, Souffle Pancake
83 Yang Mulia
84 Godaan ala Danuka
85 Pintu No 2
86 Mencoba Pakaian
87 Pertemuan Rahasia
88 Perhatian Kecil
89 Pembuat Onar
90 Diserang
91 Tepat Waktu
92 Blue Muncul
93 Mempekerjakan Danuka
94 Misi Baru
95 Aku sudah tahu
96 Kegelisahan Deraga
97 Latihan Bersama
98 Mempersiapkan
99 Timur dan Kerajaan 9
100 Melawan Perampok
101 Kamp Pengungsi
102 Ayo Makan Bersama
103 Membagikan Bubur
104 Menemukan Prajurit
105 Menyelesaikan Semuanya
106 Penyelamatan
107 Penghianat?
108 Mencari Danuka
109 Menyelinap Masuk
110 Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111 Menjatuhkan Jenderal Cu
112 Kembali ke Kerajaan 10
113 Pulang ke Rumah
114 Meninggalkan Desa
115 Persiapan
116 Pengepungan
117 Nyonya, jangan Masuk
118 Bertahanlah, Karina
119 Meninggalkan dan Kembali (End)
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Prolog
2
Lari dari Penjara
3
Ibu Tiri?!
4
Naik Gunung
5
Mengurus Suami
6
Persiapan berburu
7
Prasangka Ganika
8
Menjual hasil buruan
9
Bertemu Deraga
10
Kecurigaan Deraga
11
Deraga ikut Berburu
12
Semangat Serena
13
Omelan Deraga
14
Belanja Besar
15
Deraga Tertekan
16
Ibu tiri berubah
17
Meminta Jawaban
18
Pemikiran Ganika
19
Bekerja Bersama
20
Bertemu Harimau
21
Sedikit Kebenaran
22
Bertanggung Jawab
23
Mulai Saling Menerima
24
Permintaan Manajer Restoran
25
Kaya
26
Bola-bola Daging
27
Menagih Ucapan Karina
28
Sate Kelinci
29
Berlatih panah
30
Naik gunung bersama
31
Tenggelam
32
Bersikap Lembut
33
Susu Kambing
34
Membeli tanah
35
Beruang dan Cabai
36
Memasak untuk Pekerja
37
Menjual Beruang
38
Menyewa Kedai
39
Daftar Sekolah
40
Membereskan Kedai
41
Kunai
42
Keanehan
43
Keanehan (2)
44
Kami Setuju
45
Menasehati tiga anak
46
Menerima Berkah
47
Sangat Beruntung
48
Membuka Kedai
49
Sangat Ramai
50
Belanja Bahan
51
Penghasilan Pertama
52
Berbagi Dividen
53
Merekrut Pegawai
54
Peringatan Evaluasi
55
Kedai di Hari kedua
56
Sangat Ramai (2)
57
Beli kendaraan baru
58
Ibu Luar Biasa
59
Penghasilan Kedai dihari Kedua
60
Take away ala-ala
61
Pertimbangan pegawai baru
62
Jari Ayah Bergerak
63
Menikmati Hidup
64
Ke kota dengan tiga anak
65
Membeli Baju
66
Jalan-jalan Bersama
67
Bersalah dan Berbaikan
68
Kehebohan Warga Desa
69
Gelombang Kejut
70
Pangeran Pertama
71
Ujian telah Selesai
72
Hubungan dengan Kunai
73
Memulai Perjamuan
74
Rencana Deraga yang Gagal
75
Pengumuman Ujian
76
Karina tak sadarkan Diri
77
Deraga sudah Dewasa?
78
Penjelasan
79
Permintaan Sulit
80
Ulah Danuka
81
Pertengkaran Kecil
82
Launching, Souffle Pancake
83
Yang Mulia
84
Godaan ala Danuka
85
Pintu No 2
86
Mencoba Pakaian
87
Pertemuan Rahasia
88
Perhatian Kecil
89
Pembuat Onar
90
Diserang
91
Tepat Waktu
92
Blue Muncul
93
Mempekerjakan Danuka
94
Misi Baru
95
Aku sudah tahu
96
Kegelisahan Deraga
97
Latihan Bersama
98
Mempersiapkan
99
Timur dan Kerajaan 9
100
Melawan Perampok
101
Kamp Pengungsi
102
Ayo Makan Bersama
103
Membagikan Bubur
104
Menemukan Prajurit
105
Menyelesaikan Semuanya
106
Penyelamatan
107
Penghianat?
108
Mencari Danuka
109
Menyelinap Masuk
110
Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111
Menjatuhkan Jenderal Cu
112
Kembali ke Kerajaan 10
113
Pulang ke Rumah
114
Meninggalkan Desa
115
Persiapan
116
Pengepungan
117
Nyonya, jangan Masuk
118
Bertahanlah, Karina
119
Meninggalkan dan Kembali (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!