Naik Gunung

*

*

Keesokan paginya, Karina bangun dengan perasaan dan rasa sakit yang sedikit membaik setelah cukup istirahat dan tidur. "Blue? Keluarlah, Blue, pergi kemana kau?" Bisik Karina.

Begitu lama tapi tidak ada jawaban, ia pun mendudukkan dirinya dengan perasaan yang tidak dapat dijelaskan, ia menatap sekelilingnya.

Bobrok dan Berantakan.

Karina kemudian menghela nafas. Beranjak dari dipan yang ditidurinya, kemudian mulai bekerja di hari yang bahkan masih gelap di luar. Ia mulai membersihkan dan merapikan semua yang terlihat sangat berantakan.

Berawal dari dapur, ruang tengah dan satu kamar. Karina melewatkan satu kamar karena disana, terdapat suami dan dua anak yang masih terlelap, Karina enggan masuk. Lagipula rumahnya juga kecil, jadi Karina tidak terlalu lelah membereskan semuanya. Hanya butuh satu jam untuknya menyelesaikan semuanya. Setelahnya, ia kembali ke dapur dan menatap sekeliling.

"Tidak ada makanan apapun." Gumamnya frustasi dengan keadaan yang menimpanya.

Akhirnya, ia menatap keranjang di sudut dapur. Mengambilnya dan memakainya di punggung. Berjalan keluar dari pintu belakang yang tersambung dengan dapur.

Begitu keluar, ia menatap ke arah gunung yang ada di belakang rumah. Kembali menghela nafas, sebelum akhirnya berjalan menuju kaki gunung, mencari peruntungan dengan mengandalkan ingatan pemilik asli untuk menyisir hutan agar tidak tersesat nantinya.

Karina seorang mahasiswi sebelum masuk ke dunia baru, jadi ia bisa mengenali banyak tumbuhan. Selain itu, Karina banyak mengikuti kegiatan alam sejak ia di sekolah menengah, di tambah Ayah dan Kakak laki-lakinya juga seringkali mengajak Karina berkemah di gunung.

Selain kegiatan alam, Karina juga menguasai beberapa seni beladiri. Terutama karate dan cabang olahraga panahan. Ia melakukan banyak hal, selain karena di dukung orang tuanya, kemampuan finansial keluarganya juga sangat mendukungnya.

"Jamur!" Gumam Karina dengan antusias, begitu melihat banyak jamur di dekat pohon. Jamur yang ditemuinya merupakan jenis yang aman dikonsumsi. Karena tidak ada tanda-tanda yang dikenali sebagai jamur beracun disana.

Jamur yang beracun biasanya berwarna mencolok, berbau tidak sedap, hancur saat diraba, serta memiliki bintik-bintik di tudungnya. Permukaan jamur yang beracun juga terasa lengket, licin, atau berlendir.

Setelah memetik dan memasukkannya ke keranjang, Karina melanjutkan pencarian ke pohon lain, sampai akhirnya keranjangnya seperempat penuh.

Ia kemudian kembali berjalan, menuju hutan bambu sesuai dengan ingatan pemilik asli di sisi kiri gunung. Agak dalam, tapi tidak masalah, karena Karina hendak mengambil rebung untuk dimasak.

Selain itu, Karina juga hendak memetik Murbei dan Ciplukan sepanjang jalan menuju hutan bambu, ketika ia tiba-tiba mengingat dua anak yang dilihatnya kemarin. Murbei sering dimakan warga desa, tetapi ciplukan belum pernah ada.

Karina hendak memetik dan memberikannya pada keduanya, karena Ciplukan bahkan lebih enak dari pada murbei yang selalu ada rasa sepat jika dimakan.

Satu jam kemudian, Karina berdiri dan menyeka keringatnya. Melihat ke keranjang, hampir penuh. Dengan mata berbinar, ia merasa sedikit bersemangat, ingin segera mengolahnya, memuaskan rasa lapar di perutnya.

Berjalan kembali menyusuri jalan yang dilewatinya, Karina berjingkat ketika mendengar suara dari arah rerumputan. Pikiran negatif seketika merasukinya. "Tidak akan ada hewan buas di pinggiran sini, bukan?" Gumamnya pada dirinya sendiri. Menjadi was-was dan gelisah sendiri.

Karina terdiam dan menatap rerumputan di depannya. Setelah beberapa saat mengamati dan hendak pergi dengan cepat, tiba-tiba sesuatu melompat keluar, membuat Karina menjerit dan terjatuh.

"Sialan, sialan, apa itu?" Gumamnya lagi dengan nada takut, tapi kedua matanya dipaksa melihat dan, "Burung puyuh!" Pekiknya tertahan. Kemudian ia menghela nafas lega.

Karina kemudian mengangkat sudut mulutnya, tersenyum kecil. Tidak berniat menangkap burung, karena pasti akan terbang begitu ditangkal, kecepatan Karina tidak akan bisa menandinginya, kecuali jika ia membuat jebakan. "Telur puyuh, aku datang!" Bisiknya seraya melepaskan keranjang di punggungnya.

Ada beberapa rebung yang jatuh, tapi kini Karina lebih memilih melihat rerumputan, mengecek apakah ada telur yang ditinggalkan burung tersebut apa tidak. Belum terlambat untuk membereskan barang di keranjang setelahnya.

"Aku sangat beruntung!" Pekiknya antusias. Dengan cepat mengambil telur yang ada di atas rumput. Ada sekitar 8 telur di sana. "Maaf ya, aku mencuri calon anak-anakmu." Ucap Karina, sedikit bersalah, tapi ia membutuhkannya, untuk menambah nutrisi dirinya juga kedua anak dan suami yang kini masih terbaring koma.

Setelahnya, ia dengan cepat membereskan rebung yang berserakan, memasukkannya kembali ke keranjang berikut dengan telur puyuh yang baru saja diambilnya, dan berjalan kembali, turun dari gunung untuk pulang.

Begitu pulang, ia melihat kedua anak yang berdiri terkejut begitu melihat Karina pulang dengan keranjang penuh di punggungnya. Karina menatap datar dua anak di depan pintu, bingung harus berekspresi bagaimana.

Kemudian kedua anak melarikan diri, masuk ke dalam rumah, membuat Karina menggaruk kepalanya yang tidak gatal, setelahnya ia pun ikut masuk dan menurunkan keranjang. "Oh, oh, ternyata berat juga. Pundakku kesakitan." Gumamnya pelan. Tapi ia tetap membereskan semua hasil yang di dapatkannya.

Selesai menata semuanya ke dalam wadah dan merapikannya, Karina kemudian mulai menyalakan api. Meski kesulitan dan membutuhkan waktu lama, pada akhirnya Karina dapat menyalakannya, mengingat dirinya di dunia asli sering membantu menyalakan api manual ketika berkemah.

Melihat tidak ada minyak dan hanya ada garam kasar dengan jumlah yang sangat terbatas, akhirnya Karina memutuskan membuat apa yang bisa dilakukannya. Sup jamur dengan telur dan Tumis rebung dengan telur. Masing-masing 4 telur dalam satu masakan.

Karina berkutat dengan masakannya, sampai tidak sadar jika dua anak kecil sedari awal memperhatikan dan mengawasinya. Merasa heran dengan perilaku ibu tirinya, tapi tidak berani menegur. Takut dengan respon yang akan diberikan ibu tirinya yang seringkali memukuli keduanya.

Sampai akhirnya Karina menyelesaikan masakan pertamanya, Sup Jamur dengan telur. Kedua anak kecil tanpa sadar menatap meja di dapur, dan meneguk ludah. Menjadi takut secara bersamaan begitu melihat makanan.

Tapi keduanya tetap diam di tempat, tidak berani mendekat meski keduanya ingin.

"Kakak, Serena lapar." Ucap si kecil Serena Dengan tangan memegangi perutnya yang terus bersuara.

"Mari tunggu Kak Deraga, bukankah akan pulang siang ini? Kakak juga sudah janji akan membawakan kita makanan." Bisik Ganika, menenangkan Serena yang menatapnya dengan tatapan memelas.

"Kakak." Panggil Serena Dengan raut dan nada memelas, kemudian matanya menatap makanan di atas meja, dengan Karina yang masih membelakangi keduanya.

Ganika menatap adiknya dengan bingung, "Atau... haruskah kakak meminta sedikit makanan lada ibu tiri?" Tawarnya. Meski ia tidak yakin, karena setiap kali dirinya meminta, ia seringkali berakhir dipukuli.

Tapi kemudian Serena menggelengkan kepalanya cepat, dengan panik melarang Ganika.

Karina tahu keduanya disana sejak keduanya berbisik-bisik, tapi ia berpura-pura tidak tahu, karena dirinya tidak tahu cara bersikap. Menangani anak kecil, Karina belum pernah sedekat seperti ini. Biasanya hanya bertemu dengan anak dari Tante atau pamannya, itupun Karina selalu memelototinya karena anak paman dan tantenya seringkali nakal.

"Uhuk! Uhuk!" Karina sengaja terbatuk kecil. "Sepertinya aku tidak akan bisa menghabiskan semuanya sendiri." Gumamnya, seolah berbicara pada dirinya sendiri. "Kalian berdua! Datang dan bantu aku makan." Ucap Karina dengan raut datar. "Bergegas, sebelum aku berubah pikiran." Lanjutnya.

*

*

Terpopuler

Comments

Aaron

Aaron

good 👍

2024-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Lari dari Penjara
3 Ibu Tiri?!
4 Naik Gunung
5 Mengurus Suami
6 Persiapan berburu
7 Prasangka Ganika
8 Menjual hasil buruan
9 Bertemu Deraga
10 Kecurigaan Deraga
11 Deraga ikut Berburu
12 Semangat Serena
13 Omelan Deraga
14 Belanja Besar
15 Deraga Tertekan
16 Ibu tiri berubah
17 Meminta Jawaban
18 Pemikiran Ganika
19 Bekerja Bersama
20 Bertemu Harimau
21 Sedikit Kebenaran
22 Bertanggung Jawab
23 Mulai Saling Menerima
24 Permintaan Manajer Restoran
25 Kaya
26 Bola-bola Daging
27 Menagih Ucapan Karina
28 Sate Kelinci
29 Berlatih panah
30 Naik gunung bersama
31 Tenggelam
32 Bersikap Lembut
33 Susu Kambing
34 Membeli tanah
35 Beruang dan Cabai
36 Memasak untuk Pekerja
37 Menjual Beruang
38 Menyewa Kedai
39 Daftar Sekolah
40 Membereskan Kedai
41 Kunai
42 Keanehan
43 Keanehan (2)
44 Kami Setuju
45 Menasehati tiga anak
46 Menerima Berkah
47 Sangat Beruntung
48 Membuka Kedai
49 Sangat Ramai
50 Belanja Bahan
51 Penghasilan Pertama
52 Berbagi Dividen
53 Merekrut Pegawai
54 Peringatan Evaluasi
55 Kedai di Hari kedua
56 Sangat Ramai (2)
57 Beli kendaraan baru
58 Ibu Luar Biasa
59 Penghasilan Kedai dihari Kedua
60 Take away ala-ala
61 Pertimbangan pegawai baru
62 Jari Ayah Bergerak
63 Menikmati Hidup
64 Ke kota dengan tiga anak
65 Membeli Baju
66 Jalan-jalan Bersama
67 Bersalah dan Berbaikan
68 Kehebohan Warga Desa
69 Gelombang Kejut
70 Pangeran Pertama
71 Ujian telah Selesai
72 Hubungan dengan Kunai
73 Memulai Perjamuan
74 Rencana Deraga yang Gagal
75 Pengumuman Ujian
76 Karina tak sadarkan Diri
77 Deraga sudah Dewasa?
78 Penjelasan
79 Permintaan Sulit
80 Ulah Danuka
81 Pertengkaran Kecil
82 Launching, Souffle Pancake
83 Yang Mulia
84 Godaan ala Danuka
85 Pintu No 2
86 Mencoba Pakaian
87 Pertemuan Rahasia
88 Perhatian Kecil
89 Pembuat Onar
90 Diserang
91 Tepat Waktu
92 Blue Muncul
93 Mempekerjakan Danuka
94 Misi Baru
95 Aku sudah tahu
96 Kegelisahan Deraga
97 Latihan Bersama
98 Mempersiapkan
99 Timur dan Kerajaan 9
100 Melawan Perampok
101 Kamp Pengungsi
102 Ayo Makan Bersama
103 Membagikan Bubur
104 Menemukan Prajurit
105 Menyelesaikan Semuanya
106 Penyelamatan
107 Penghianat?
108 Mencari Danuka
109 Menyelinap Masuk
110 Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111 Menjatuhkan Jenderal Cu
112 Kembali ke Kerajaan 10
113 Pulang ke Rumah
114 Meninggalkan Desa
115 Persiapan
116 Pengepungan
117 Nyonya, jangan Masuk
118 Bertahanlah, Karina
119 Meninggalkan dan Kembali (End)
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Prolog
2
Lari dari Penjara
3
Ibu Tiri?!
4
Naik Gunung
5
Mengurus Suami
6
Persiapan berburu
7
Prasangka Ganika
8
Menjual hasil buruan
9
Bertemu Deraga
10
Kecurigaan Deraga
11
Deraga ikut Berburu
12
Semangat Serena
13
Omelan Deraga
14
Belanja Besar
15
Deraga Tertekan
16
Ibu tiri berubah
17
Meminta Jawaban
18
Pemikiran Ganika
19
Bekerja Bersama
20
Bertemu Harimau
21
Sedikit Kebenaran
22
Bertanggung Jawab
23
Mulai Saling Menerima
24
Permintaan Manajer Restoran
25
Kaya
26
Bola-bola Daging
27
Menagih Ucapan Karina
28
Sate Kelinci
29
Berlatih panah
30
Naik gunung bersama
31
Tenggelam
32
Bersikap Lembut
33
Susu Kambing
34
Membeli tanah
35
Beruang dan Cabai
36
Memasak untuk Pekerja
37
Menjual Beruang
38
Menyewa Kedai
39
Daftar Sekolah
40
Membereskan Kedai
41
Kunai
42
Keanehan
43
Keanehan (2)
44
Kami Setuju
45
Menasehati tiga anak
46
Menerima Berkah
47
Sangat Beruntung
48
Membuka Kedai
49
Sangat Ramai
50
Belanja Bahan
51
Penghasilan Pertama
52
Berbagi Dividen
53
Merekrut Pegawai
54
Peringatan Evaluasi
55
Kedai di Hari kedua
56
Sangat Ramai (2)
57
Beli kendaraan baru
58
Ibu Luar Biasa
59
Penghasilan Kedai dihari Kedua
60
Take away ala-ala
61
Pertimbangan pegawai baru
62
Jari Ayah Bergerak
63
Menikmati Hidup
64
Ke kota dengan tiga anak
65
Membeli Baju
66
Jalan-jalan Bersama
67
Bersalah dan Berbaikan
68
Kehebohan Warga Desa
69
Gelombang Kejut
70
Pangeran Pertama
71
Ujian telah Selesai
72
Hubungan dengan Kunai
73
Memulai Perjamuan
74
Rencana Deraga yang Gagal
75
Pengumuman Ujian
76
Karina tak sadarkan Diri
77
Deraga sudah Dewasa?
78
Penjelasan
79
Permintaan Sulit
80
Ulah Danuka
81
Pertengkaran Kecil
82
Launching, Souffle Pancake
83
Yang Mulia
84
Godaan ala Danuka
85
Pintu No 2
86
Mencoba Pakaian
87
Pertemuan Rahasia
88
Perhatian Kecil
89
Pembuat Onar
90
Diserang
91
Tepat Waktu
92
Blue Muncul
93
Mempekerjakan Danuka
94
Misi Baru
95
Aku sudah tahu
96
Kegelisahan Deraga
97
Latihan Bersama
98
Mempersiapkan
99
Timur dan Kerajaan 9
100
Melawan Perampok
101
Kamp Pengungsi
102
Ayo Makan Bersama
103
Membagikan Bubur
104
Menemukan Prajurit
105
Menyelesaikan Semuanya
106
Penyelamatan
107
Penghianat?
108
Mencari Danuka
109
Menyelinap Masuk
110
Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111
Menjatuhkan Jenderal Cu
112
Kembali ke Kerajaan 10
113
Pulang ke Rumah
114
Meninggalkan Desa
115
Persiapan
116
Pengepungan
117
Nyonya, jangan Masuk
118
Bertahanlah, Karina
119
Meninggalkan dan Kembali (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!