Deraga Tertekan

*

*

Dengan tidak berdaya, Deraga menatap Karina yang mendengus, mengusapi bagian bawah hidungnya, seolah ia tidak bersalah. Menampilkan wajah tanpa dosa, karena ia memang merasa benar sendiri sekarang.

"Ayo pulang!" Tegas Deraga dengan raut masam, alisnya menukik tajam karena kesal, menahan emosi dengan mengepalkan kedua tangannya.

Sangat tertekan sejak ia tahu jika Karina lah yang membeli banyak barang dan bukan orang lain.

"Masih harus membeli senjata. Ah juga alat untuk membersihkan rumah, sudah tidak layak pakai." Balas Karina, yang membuat Deraga semakin kesal. Tapi ia pada akhirnya mengalah, karena senjata adalah hal yang sangat diperlukan untuk berburu. "Pegang ini." Titah Karina seraya memberikan bungkusan berisi herbal dan camilan yang dibelinya ke tangan Deraga.

Sejak awal Karina membeli barang, Deraga sudah duduk diam di gerobak sapi. Alasannya adalah karena malas mengikuti Karina, yang tidak henti-hentinya keluar masuk setiap toko di jalan tersebut.

Kemudian pada akhirnya, setelah menunggu lama, banyak orang yang datang dan mengantarkan barang ke gerobak sapi. Yang membuat Deraga emosi. Jelas emosi, gerobak sapi yang semula kosong tiba-tiba penuh dengan barang. Terlebih, berapa banyak uang yang sebetulnya dihabiskan wanita ini untuk membeli semuanya? Mengingat uang yang habis, Deraga menjadi semakin kesal.

"Bergerak cepat." Ucap Deraga dengan raut masamnya. Bahkan Enggan menatap Karina yang langsung pergi meninggalkan Deraga, memasuki toko senjata yang tidak jauh dari keberadaan gerobak sapi.

Begitu masuk ke toko, Karina berdecak kagum melihat berbagai senjata yang bukan hanya pisau dan panah, tetapi juga pedang, serta cambuk, dan senjata lainnya.

Tapi fokus Karina tertuju pada busur dan anak panah yang berwarna silver kehitaman. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada busur dan anak panah tersebut. Yang membuatnya, tidak ragu dan langsung membeli setelah dirasa harganya cocok.

Selain membeli busur dan panah baru, Karina juga membelikan belati berukuran sedang untuk Deraga. Sengaja ia belikan, untuk senjata pertahanan diri, berjaga-jaga jika sewaktu-waktu dirinya sedang tidak dengan ketiga anak tersebut, Deraga masih bisa melindungi adik-adiknya.

Mengingat kata melindungi, Karina tiba-tiba menjadi terpikir perihal melatih ketiganya bela diri karate yang dikuasainya. Haruskah? Sepertinya iya pikir Karina.

"Pulang." Ucap Karina seraya mendudukkan dirinya di samping Deraga yang mengemudikan gerobak sapi. Karina tidak pandai mengemudikannya, tapi untunglah Deraga, bocah pemarah ini bisa.

Gerobak sapi melaju, kemudian Karina menyibukkan diri dengan menghitung sisa uang yang dimilikinya. "Aduh, sisa 5 perak 500 tembaga." Gumam Karina, seraya tersenyum kecil. "Dengan ini, aku bisa istirahat selama 2 hari, tidak perlu pergi berburu saat waktunya tiba." Lanjutnya bergumam.

"Kenapa?" Tanya Deraga.

"Apanya yang kenapa?" Tanya Karina mengernyitkan dahinya heran. Tiba-tiba saja bertanya kenapa, apa mungkin bertanya kenapa ingin istirahat? Ah bukankah sudah jelas jika dirinya lelah? pikir Karina.

"Kau bisa saja pergi meninggalkan kami setelah mendapat begitu banyak uang. Bukankah ini keinginanmu dulu? Lalu, kenapa sekarang kau.... berubah pikiran?" Tanya Deraga, posisinya masih membelakangi Karina. Enggan menatap wajah yang akhir-akhir ini terlihat bodoh di mata Deraga.

Karina menatap punggung Deraga dengan tatapan rumit. Bagaimana ia harus menjelaskan? Jelas dirinya bertahan hanya untuk menunggu Blue datang dan melanjutkan misi yang sempat tertunda.

Lebih tepatnya, Karina tidak punya tempat tujuan setelah Blue menghilang. Lagipun, ketika dirinya melihat kondisi keluarga pemilik asli, Lebih tepatnya kondisi ketiga anak, Karina mendadak ingin menaikkan taraf hidup ketiganya. Menjadi lebih baik, agar ketiganya tidak perlu kelaparan dan mencuri lagi.

Karena sesungguhnya, pemilik asli lah yang jahat dan kejam membuat ketiga anak tersebut berbuat demikian hanya untuk bertahan hidup. Jadi, Karina pikir sekalian menebusnya untuk pemilik asli. Anggap saja kompensasi untuk dirinya tinggal disana sebelum Karina pergi.

Jika tidak, hati nuraninya akan sangat merasa bersalah jika sebelum pergi ia tidak membantu tiga anak dan laki-laki koma di rumah. Meski Karina sempat menipu publik di dunia aslinya, tapi rasa kemanusiaannya juga kuat.

"Aku bertanya pada-- ugh kau tidur?! Menyebalkan." Dengus Deraga seraya membalikkan kembali badannya ke depan. Tidak melanjutkan perkataannya ketika melihat Karina tertidur, bersandar pada barang-barang yang baru saja dibelinya.

Aslinya, Karina pura-pura tertidur, ia enggan menjawab dan bingung mau menjawab apa. Lagipula, dirinya akan pergi nanti, jadi tidak perlu banyak memberitahu apapun pada ketiga anak. Terutama Deraga yang paling besar, bijaksana, dan dewasa.

Sebetulnya, Ganika dan Serena juga sama-sama bijaksana. Tetapi keduanya mempunyai level di bawah Deraga. Ganika kelihatannya saja menolak di permukaan, tetapi aslinya ia sudah menerima Karina. Terlebih Serena, sejak awal Karina bersikap baik, ia sudah mulai menempelinya. Dan Deraga, satu-satunya yang mungkin kelak akan tetap menjaga batas dengan Karina.

Maksudnya, mungkin kelihatannya saja menerima Karina di permukaan, tetapi di hatinya, Karina tetap wanita jahat yang menindas dirinya dan dua adiknya. Tapi bukannya tidak mungkin ia menerima Karina, hanya saja waktunya akan sedikit lama dari dua anak lainnya.

Setelah beberapa saat, gerobak sapi akhirnya memasuki pintu masuk desa. Sudah gelap saat itu, jadi suasananya sepi. Karina juga bersyukur keduanya kembali saat gelap, itu artinya penduduk desa tidak akan membicarakannya setelah melihat dirinya dan Deraga membawa banyak barang.

Meski di kucilkan, akan ada beberapa orang yang iri dan pasti akan membuat masalah nantinya. Karena setiap kali ia pergi ke kota, bertepatan dengan warga desa yang sudah pergi ke ladang. Jadi, setiap kali suasananya juga akan sepi.

"Kakak Ganika! Ibu dan kakak sudah kembali!" Pekik Serena begitu melihat Deraga dan Karina memasuki pekarangan rumah. "Oh! Oh! Dengan gerobak sapi!", Lanjut Serena melompat-lompat kecil.

Ganika akhirnya keluar, melihat semuanya dan tercengang sendiri. Mulutnya terbuka saking tak percayanya dengan apa yang dilihatnya.

"Apa yang kau lihat?! Cepat bantu kami menurunkan barang." Ucap Deraga, membuat Ganika tersadar dan langsung mendekati gerobak sapi. Langsung bertanya-tanya tentang banyak hal padanya.

Sama hal nya dengan Serena, ia langsung melompat ke dekat gerobak sapi dan mulai melihat sapi dari jarak dekat.

"Kakak, kakak, gerobak sapi ini milik siapa?"

"Kakak, kenapa membeli begitu banyak barang?"

"Kakak, kakak, sapinya milik siapa?"

"Kakak, jika kau punya banyak uang, kenapa tidak disimpan? Boros sekali membeli banyak barang!"

"Kakak---"

"Kakak---"

"Argh! Berisik sekali! Tanya Ibu tirimu sana!" Pekik Deraga kesal. Membuat Serena dan Ganika langsung terdiam, bahkan Ganika terbatuk kecil merasa canggung, sadar jika baru saja dirinya banyak bicara.

Keduanya melihat raut masam Deraga, dan tidak berani bicara lagi, keduanya saling menatap sebelum akhirnya beralih pada Karina. Tapi Karina langsung mengibaskan tangannya, menolak di ganggu. Membuat Serena dan Ganika menghela nafas pada akhirnya.

*

*

Episodes
1 Prolog
2 Lari dari Penjara
3 Ibu Tiri?!
4 Naik Gunung
5 Mengurus Suami
6 Persiapan berburu
7 Prasangka Ganika
8 Menjual hasil buruan
9 Bertemu Deraga
10 Kecurigaan Deraga
11 Deraga ikut Berburu
12 Semangat Serena
13 Omelan Deraga
14 Belanja Besar
15 Deraga Tertekan
16 Ibu tiri berubah
17 Meminta Jawaban
18 Pemikiran Ganika
19 Bekerja Bersama
20 Bertemu Harimau
21 Sedikit Kebenaran
22 Bertanggung Jawab
23 Mulai Saling Menerima
24 Permintaan Manajer Restoran
25 Kaya
26 Bola-bola Daging
27 Menagih Ucapan Karina
28 Sate Kelinci
29 Berlatih panah
30 Naik gunung bersama
31 Tenggelam
32 Bersikap Lembut
33 Susu Kambing
34 Membeli tanah
35 Beruang dan Cabai
36 Memasak untuk Pekerja
37 Menjual Beruang
38 Menyewa Kedai
39 Daftar Sekolah
40 Membereskan Kedai
41 Kunai
42 Keanehan
43 Keanehan (2)
44 Kami Setuju
45 Menasehati tiga anak
46 Menerima Berkah
47 Sangat Beruntung
48 Membuka Kedai
49 Sangat Ramai
50 Belanja Bahan
51 Penghasilan Pertama
52 Berbagi Dividen
53 Merekrut Pegawai
54 Peringatan Evaluasi
55 Kedai di Hari kedua
56 Sangat Ramai (2)
57 Beli kendaraan baru
58 Ibu Luar Biasa
59 Penghasilan Kedai dihari Kedua
60 Take away ala-ala
61 Pertimbangan pegawai baru
62 Jari Ayah Bergerak
63 Menikmati Hidup
64 Ke kota dengan tiga anak
65 Membeli Baju
66 Jalan-jalan Bersama
67 Bersalah dan Berbaikan
68 Kehebohan Warga Desa
69 Gelombang Kejut
70 Pangeran Pertama
71 Ujian telah Selesai
72 Hubungan dengan Kunai
73 Memulai Perjamuan
74 Rencana Deraga yang Gagal
75 Pengumuman Ujian
76 Karina tak sadarkan Diri
77 Deraga sudah Dewasa?
78 Penjelasan
79 Permintaan Sulit
80 Ulah Danuka
81 Pertengkaran Kecil
82 Launching, Souffle Pancake
83 Yang Mulia
84 Godaan ala Danuka
85 Pintu No 2
86 Mencoba Pakaian
87 Pertemuan Rahasia
88 Perhatian Kecil
89 Pembuat Onar
90 Diserang
91 Tepat Waktu
92 Blue Muncul
93 Mempekerjakan Danuka
94 Misi Baru
95 Aku sudah tahu
96 Kegelisahan Deraga
97 Latihan Bersama
98 Mempersiapkan
99 Timur dan Kerajaan 9
100 Melawan Perampok
101 Kamp Pengungsi
102 Ayo Makan Bersama
103 Membagikan Bubur
104 Menemukan Prajurit
105 Menyelesaikan Semuanya
106 Penyelamatan
107 Penghianat?
108 Mencari Danuka
109 Menyelinap Masuk
110 Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111 Menjatuhkan Jenderal Cu
112 Kembali ke Kerajaan 10
113 Pulang ke Rumah
114 Meninggalkan Desa
115 Persiapan
116 Pengepungan
117 Nyonya, jangan Masuk
118 Bertahanlah, Karina
119 Meninggalkan dan Kembali (End)
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Prolog
2
Lari dari Penjara
3
Ibu Tiri?!
4
Naik Gunung
5
Mengurus Suami
6
Persiapan berburu
7
Prasangka Ganika
8
Menjual hasil buruan
9
Bertemu Deraga
10
Kecurigaan Deraga
11
Deraga ikut Berburu
12
Semangat Serena
13
Omelan Deraga
14
Belanja Besar
15
Deraga Tertekan
16
Ibu tiri berubah
17
Meminta Jawaban
18
Pemikiran Ganika
19
Bekerja Bersama
20
Bertemu Harimau
21
Sedikit Kebenaran
22
Bertanggung Jawab
23
Mulai Saling Menerima
24
Permintaan Manajer Restoran
25
Kaya
26
Bola-bola Daging
27
Menagih Ucapan Karina
28
Sate Kelinci
29
Berlatih panah
30
Naik gunung bersama
31
Tenggelam
32
Bersikap Lembut
33
Susu Kambing
34
Membeli tanah
35
Beruang dan Cabai
36
Memasak untuk Pekerja
37
Menjual Beruang
38
Menyewa Kedai
39
Daftar Sekolah
40
Membereskan Kedai
41
Kunai
42
Keanehan
43
Keanehan (2)
44
Kami Setuju
45
Menasehati tiga anak
46
Menerima Berkah
47
Sangat Beruntung
48
Membuka Kedai
49
Sangat Ramai
50
Belanja Bahan
51
Penghasilan Pertama
52
Berbagi Dividen
53
Merekrut Pegawai
54
Peringatan Evaluasi
55
Kedai di Hari kedua
56
Sangat Ramai (2)
57
Beli kendaraan baru
58
Ibu Luar Biasa
59
Penghasilan Kedai dihari Kedua
60
Take away ala-ala
61
Pertimbangan pegawai baru
62
Jari Ayah Bergerak
63
Menikmati Hidup
64
Ke kota dengan tiga anak
65
Membeli Baju
66
Jalan-jalan Bersama
67
Bersalah dan Berbaikan
68
Kehebohan Warga Desa
69
Gelombang Kejut
70
Pangeran Pertama
71
Ujian telah Selesai
72
Hubungan dengan Kunai
73
Memulai Perjamuan
74
Rencana Deraga yang Gagal
75
Pengumuman Ujian
76
Karina tak sadarkan Diri
77
Deraga sudah Dewasa?
78
Penjelasan
79
Permintaan Sulit
80
Ulah Danuka
81
Pertengkaran Kecil
82
Launching, Souffle Pancake
83
Yang Mulia
84
Godaan ala Danuka
85
Pintu No 2
86
Mencoba Pakaian
87
Pertemuan Rahasia
88
Perhatian Kecil
89
Pembuat Onar
90
Diserang
91
Tepat Waktu
92
Blue Muncul
93
Mempekerjakan Danuka
94
Misi Baru
95
Aku sudah tahu
96
Kegelisahan Deraga
97
Latihan Bersama
98
Mempersiapkan
99
Timur dan Kerajaan 9
100
Melawan Perampok
101
Kamp Pengungsi
102
Ayo Makan Bersama
103
Membagikan Bubur
104
Menemukan Prajurit
105
Menyelesaikan Semuanya
106
Penyelamatan
107
Penghianat?
108
Mencari Danuka
109
Menyelinap Masuk
110
Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111
Menjatuhkan Jenderal Cu
112
Kembali ke Kerajaan 10
113
Pulang ke Rumah
114
Meninggalkan Desa
115
Persiapan
116
Pengepungan
117
Nyonya, jangan Masuk
118
Bertahanlah, Karina
119
Meninggalkan dan Kembali (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!