Meminta Jawaban

*

*

Setelah beberapa saat memasak, akhirnya Karina selesai lebih cepat setelah dibantu dua anak laki-laki ikut membantunya dengan cermat.

Ganika dengan semangat membantu, ketika di embel-embeli baju baru, berbeda dengan Deraga, meski ada baju baru, karena Karina lebih sering memerintahnya, akhirnya Deraga kesal sendiri, raut masam tercetak jelas sepanjang membantu Karina yang dengan sengaja bersikap menyebalkan pada Deraga.

Karina sendiri merasa puas ketika melihatnya, diam-diam menertawakan hal tersebut.

Kemudian tiba saatnya makan malam, semuanya makan dalam diam. Kecuali Serena, yang sesekali minta disuapi Karina meski ia sudah bisa makan sendiri. Serena hanya bertindak manja pada Karina, mungkin karena selama ini ia tidak mendapatkannya. Dua lainnya, menatap keduanya, yang satu iri, yang satu mendengus jengah. Tentu saja Ganika dan Deraga.

Selesai makan, Karina tidak langsung memberikan baju baru sesuai apa yang dikatakannya. Tetapi ia membawa semua kebutuhan untuk membersihkan suami pemilik asli.

Sudah beberapa hari sejak ia membersihkannya, termasuk lukanya yang saat ini mulai mengering meski belum sepenuhnya. Tapi Karina senang, karena setidaknya, ada perubahan dari kesehatannya.

Semuanya selesai, Karina tidak mengatakan apa-apa seperti hal nya yang ia lakukan tempo waktu. Karina sudah terlalu lama mengulur waktu untuk dua anak yang sedang menunggu datangnya baju baru ke tangan masing-masing. Jadi, Karina langsung pergi setelah membersihkan semuanya.

Begitu keluar dari dapur, menyimpan semua peralatan bekas membersihkan, Karina yang sedang me-lap tangan seraya berjalan menuju ruang tengah, langsung menahan tawa begitu melihat Ganika dan Deraga berdiri berdampingan menatap Karina.

"Ada apa? Bukannya sudah selesai makan? Kenapa tidak pergi mandi, dan malah berdiri disini?" Tanya Karina dengan raut acuh tak acuh.

Ganika yang menatap Karina dengan penuh harap, seketika menghela nafas, bahunya yang ditegapkan seketika meluruh. Kemudian menatap Deraga dengan raut mengeluh.

"Jangan berpura-pura lupa! Cepat tepati ucapanmu tadi!" Dengus Deraga kesal.

"Ucapan? Ucapanku yang tadi yang mana maksudmu?" Tanya Karina seraya menaikkan alisnya.

Deraga kemudian berdecak, semakin kesal, sedangkan Ganika lagi-lagi menghela nafas, kemudian beranjak pergi ke arah kamar mandi yang ada di halaman belakang. Tidak lagi berharap dapat baju, karena ia pikir mungkin itu alasan yang dibuat ibu tirinya saja agar keduanya mau membantu memasak.

"Kau!" Desis Deraga menatap Karina tajam.

Karina mendekat, membungkukkan badannya dan menatap Deraga dengan tatapan tak kalah tajam. "Apa? Kau apa?! Dengar, bersikap baik jika menginginkan sesuatu. Apa kau begini juga pada orang lain? Sangat tidak baik! Anak nakal!" Ucap Karina. Tapi kemudian ia berbalik dan mengambil bungkusan di tumpukan barang.

Deraga semakin kesal, dengan emosi ia berbalik dan mengikuti jejak adiknya, berniat mandi sebelum pergi tidur, karena seharian ia berkeringat. Dari gunung, dan pergi ke toko.

Melihat itu, Karina akhirnya berdecak. Niat mau menjahili semuanya, tapi pada akhirnya malah begini. Ia tidak menyangka Deraga akan mengatakan hal tersebut. Bocah kecil nakal itu, benar-benar menyebalkan. Harus diajar dengan baik. Emosinya buruk sekali.

Setelah membawa bungkusan, Karina menyapa Serena, menggendongnya ke kamar, menyuruhnya menunggu sebentar sebelum keduanya bisa tidur bersama. Tetapi jika Serena mengantuk, ia bisa tidur lebih dulu.

Karina keluar kamar, dan mengintip ke halaman belakang. Ganika masih di dalam kamar mandi, Deraga sendiri sedang menunggu giliran. Alhasil, ia hanya bis pergi ke kamar suami pemilik asli, dan menyimpan tiga bungkusan di atas dipan. Berisi baju, untuk Ganika, Deraga, dan ayahnya.

Setelahnya, ia tersenyum kecil, kemudian pergi, kembali ke kamarnya sendiri, mengecek Serena yang tertidur, lalu keluar lagi untuk membereskan semua belanjaannya. Tidak ingin menunda-nunda pekerjaan yang masih bisa diselesaikan sekarang juga.

Terlihat sangat berantakan, dan Karina tidak menyukainya. Jadi, meski hanya diterangi cahaya bulan dan cahaya lampu damar, Karina tetap membereskan semuanya satu persatu.

Di sisi lain, Ganika dan Deraga telah selesai mandi, keduanya memasuki kamar dan tertegun melihat bungkusan lumayan besar di atas dipan yang ditiduri ayahnya.

Ganika penasaran, kemudian membuka salah satu bingkisan. Melihat Ganika, Deraga pun mengikutinya. Setelah terbuka, mata keduanya berbinar, merasa senang.

"Oh oh, ini besar sekali, tidakkah ini ukuran Ayah?" Tanya Ganika pada Deraga.

"Buka satu bungkusan lagi, lihat apa ukurannya cocok untuk---oh sepertinya ini ukuranmu." Ucap Deraga seraya menyodorkan baju pada Ganika. Ada 3 pasang masing-masing. Dan semua ukuran sama, tetapi untuk Deraga memang sedikit kecil.

Alhasil, kini Deraga lah yang membuka bungkusan terakhir. Melihat ukuran baju dan bajunya, akhirnya ia melompat sedikit, merasa sangat senang. Ganika apalagi, ia memekik beberapa kali karenanya.

Di luar, Karina yang sedang membereskan peralatan masak dan makan, mendengar pekikan kecil dari kamar tersebut, dan tersenyum kecil tanpa menghentikan pekerjaannya.

Ia tidak berniat menghampiri keduanya, tapi siapa sangka, kini keduanya yang menghampiri Karina. Membantu menurun-nurunkan peralatan masak dan makan lama ke bawah, laku menggantinya dengan yang baru.

Karina mau tidak mau terpana. Bahkan Deraga yang biasanya menekuk mukanya, kini dengan senang hati membantu Karina tanpa banyak bicara.

Selesai dengan peralatan makan dan masak, kini Karina dengan dua anak laki-laki bergotong royong mengangkat satu persatu bahan pokok ke dapur. Mengisi setiap tong dan toples yang dibeli kemarin, yang masih kosong, hingga terisi dan terlihat baik di mata ketiganya.

Setelah semua beres, Karina menyisakan selimut dan alas tidur, serta senjata di sisi nya. Tinggal tiga hal tersebut. Karina berniat memakaikannya besok, tetapi kedua anak ingin memakainya malam ini juga. Alhasil, karena melihat semangat keduanya, Karina mengubah selimut dan alas tidur di kamar suami pemilik asli dulu.

Menghamparkan di sisi kosong lebih dulu, barulah mengangkat suami pemilik asli perlahan, dibantu Deraga, sedangkan Ganika begian menghamparkan sisa bagian yang belum terisi alas tidur baru.

"Wow! Bagus sekali!" Ucap Ganika pelan. "Ayah, bagaimana? Apakah menjadi sangat nyaman untukmu?" Tanya Ganika seraya tersenyum senang. Bahkan Deraga juga mengelus alas tidur baru tersebut dengan senyum lebar. Jadi, Karina juga mau tidak mau tersenyum dengan sangat puas.

"Tidurlah, semuanya telah selesai. Bagianku, besok akan kupakai. Serena sudah tidur, aku enggan membangunkannya." Jelas Karina pada dua anak, agar tidak mengikutinya lagi, karena semua telah selesai dirapikan.

"Ya! Terimakasih, ibu tiri!" Ucap Ganika. Tidak dengan Deraga, karena begitu Karina mengangguk dan pergi, Deraga mengikutinya.

"Kenapa?" Tanya Karina begitu sadar ia diikuti.

"Tidak, kenapa kau melakukan ini? Tadi siang aku bertanya padamu, tapi kau tertidur. Sekarang, aku mau kau menjawabnya. Kenapa kau melakukan ini pada kami? Apa yang kau rencanakan? Lalu, tentang uang, bukankah cukup banyak bagimu untuk segera pergi setelah mendapatkannya? Kenapa malah menghabiskannya untuk kami?" Tanya Deraga panjang lebar.

Karina menatapnya, keduanya sama-sama terdiam, tapi sama-sama saling menatap.

*

*

Episodes
1 Prolog
2 Lari dari Penjara
3 Ibu Tiri?!
4 Naik Gunung
5 Mengurus Suami
6 Persiapan berburu
7 Prasangka Ganika
8 Menjual hasil buruan
9 Bertemu Deraga
10 Kecurigaan Deraga
11 Deraga ikut Berburu
12 Semangat Serena
13 Omelan Deraga
14 Belanja Besar
15 Deraga Tertekan
16 Ibu tiri berubah
17 Meminta Jawaban
18 Pemikiran Ganika
19 Bekerja Bersama
20 Bertemu Harimau
21 Sedikit Kebenaran
22 Bertanggung Jawab
23 Mulai Saling Menerima
24 Permintaan Manajer Restoran
25 Kaya
26 Bola-bola Daging
27 Menagih Ucapan Karina
28 Sate Kelinci
29 Berlatih panah
30 Naik gunung bersama
31 Tenggelam
32 Bersikap Lembut
33 Susu Kambing
34 Membeli tanah
35 Beruang dan Cabai
36 Memasak untuk Pekerja
37 Menjual Beruang
38 Menyewa Kedai
39 Daftar Sekolah
40 Membereskan Kedai
41 Kunai
42 Keanehan
43 Keanehan (2)
44 Kami Setuju
45 Menasehati tiga anak
46 Menerima Berkah
47 Sangat Beruntung
48 Membuka Kedai
49 Sangat Ramai
50 Belanja Bahan
51 Penghasilan Pertama
52 Berbagi Dividen
53 Merekrut Pegawai
54 Peringatan Evaluasi
55 Kedai di Hari kedua
56 Sangat Ramai (2)
57 Beli kendaraan baru
58 Ibu Luar Biasa
59 Penghasilan Kedai dihari Kedua
60 Take away ala-ala
61 Pertimbangan pegawai baru
62 Jari Ayah Bergerak
63 Menikmati Hidup
64 Ke kota dengan tiga anak
65 Membeli Baju
66 Jalan-jalan Bersama
67 Bersalah dan Berbaikan
68 Kehebohan Warga Desa
69 Gelombang Kejut
70 Pangeran Pertama
71 Ujian telah Selesai
72 Hubungan dengan Kunai
73 Memulai Perjamuan
74 Rencana Deraga yang Gagal
75 Pengumuman Ujian
76 Karina tak sadarkan Diri
77 Deraga sudah Dewasa?
78 Penjelasan
79 Permintaan Sulit
80 Ulah Danuka
81 Pertengkaran Kecil
82 Launching, Souffle Pancake
83 Yang Mulia
84 Godaan ala Danuka
85 Pintu No 2
86 Mencoba Pakaian
87 Pertemuan Rahasia
88 Perhatian Kecil
89 Pembuat Onar
90 Diserang
91 Tepat Waktu
92 Blue Muncul
93 Mempekerjakan Danuka
94 Misi Baru
95 Aku sudah tahu
96 Kegelisahan Deraga
97 Latihan Bersama
98 Mempersiapkan
99 Timur dan Kerajaan 9
100 Melawan Perampok
101 Kamp Pengungsi
102 Ayo Makan Bersama
103 Membagikan Bubur
104 Menemukan Prajurit
105 Menyelesaikan Semuanya
106 Penyelamatan
107 Penghianat?
108 Mencari Danuka
109 Menyelinap Masuk
110 Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111 Menjatuhkan Jenderal Cu
112 Kembali ke Kerajaan 10
113 Pulang ke Rumah
114 Meninggalkan Desa
115 Persiapan
116 Pengepungan
117 Nyonya, jangan Masuk
118 Bertahanlah, Karina
119 Meninggalkan dan Kembali (End)
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Prolog
2
Lari dari Penjara
3
Ibu Tiri?!
4
Naik Gunung
5
Mengurus Suami
6
Persiapan berburu
7
Prasangka Ganika
8
Menjual hasil buruan
9
Bertemu Deraga
10
Kecurigaan Deraga
11
Deraga ikut Berburu
12
Semangat Serena
13
Omelan Deraga
14
Belanja Besar
15
Deraga Tertekan
16
Ibu tiri berubah
17
Meminta Jawaban
18
Pemikiran Ganika
19
Bekerja Bersama
20
Bertemu Harimau
21
Sedikit Kebenaran
22
Bertanggung Jawab
23
Mulai Saling Menerima
24
Permintaan Manajer Restoran
25
Kaya
26
Bola-bola Daging
27
Menagih Ucapan Karina
28
Sate Kelinci
29
Berlatih panah
30
Naik gunung bersama
31
Tenggelam
32
Bersikap Lembut
33
Susu Kambing
34
Membeli tanah
35
Beruang dan Cabai
36
Memasak untuk Pekerja
37
Menjual Beruang
38
Menyewa Kedai
39
Daftar Sekolah
40
Membereskan Kedai
41
Kunai
42
Keanehan
43
Keanehan (2)
44
Kami Setuju
45
Menasehati tiga anak
46
Menerima Berkah
47
Sangat Beruntung
48
Membuka Kedai
49
Sangat Ramai
50
Belanja Bahan
51
Penghasilan Pertama
52
Berbagi Dividen
53
Merekrut Pegawai
54
Peringatan Evaluasi
55
Kedai di Hari kedua
56
Sangat Ramai (2)
57
Beli kendaraan baru
58
Ibu Luar Biasa
59
Penghasilan Kedai dihari Kedua
60
Take away ala-ala
61
Pertimbangan pegawai baru
62
Jari Ayah Bergerak
63
Menikmati Hidup
64
Ke kota dengan tiga anak
65
Membeli Baju
66
Jalan-jalan Bersama
67
Bersalah dan Berbaikan
68
Kehebohan Warga Desa
69
Gelombang Kejut
70
Pangeran Pertama
71
Ujian telah Selesai
72
Hubungan dengan Kunai
73
Memulai Perjamuan
74
Rencana Deraga yang Gagal
75
Pengumuman Ujian
76
Karina tak sadarkan Diri
77
Deraga sudah Dewasa?
78
Penjelasan
79
Permintaan Sulit
80
Ulah Danuka
81
Pertengkaran Kecil
82
Launching, Souffle Pancake
83
Yang Mulia
84
Godaan ala Danuka
85
Pintu No 2
86
Mencoba Pakaian
87
Pertemuan Rahasia
88
Perhatian Kecil
89
Pembuat Onar
90
Diserang
91
Tepat Waktu
92
Blue Muncul
93
Mempekerjakan Danuka
94
Misi Baru
95
Aku sudah tahu
96
Kegelisahan Deraga
97
Latihan Bersama
98
Mempersiapkan
99
Timur dan Kerajaan 9
100
Melawan Perampok
101
Kamp Pengungsi
102
Ayo Makan Bersama
103
Membagikan Bubur
104
Menemukan Prajurit
105
Menyelesaikan Semuanya
106
Penyelamatan
107
Penghianat?
108
Mencari Danuka
109
Menyelinap Masuk
110
Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111
Menjatuhkan Jenderal Cu
112
Kembali ke Kerajaan 10
113
Pulang ke Rumah
114
Meninggalkan Desa
115
Persiapan
116
Pengepungan
117
Nyonya, jangan Masuk
118
Bertahanlah, Karina
119
Meninggalkan dan Kembali (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!