Mengurus Suami

*

*

Tertegun.

Keduanya saling menatap sebelum akhirnya Ganika ditarik oleh Serena. Serena menghadap Karina dengan senyum penuh semangat, ia hendak naik ke atas kursi kayu, Ganika hendak melarangnya, tapi Karina bergerak lebih cepat, membantu Serena naik ke kursi, membuat Serena duduk dengan baik.

Karina mengambil mangkuk untuknya, kemudian mengisinya dengan sup jamur dengan telur. Setelah melihat Karina mengedikkan dagunya, Serena pun mengambil sendok dan mulai memakannya.

"Panas, makan perlahan." Ingat Karina, membuat Serena yang hendak memasukkan sesuap sup ke dalam mulut, menghentikan niatnya dan meniupinya lebih dulu.

Ganika membuka mulutnya, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Hati dan pikirannya terus bertanya, bukankah ada yang salah dengan ibu tirinya? Mengapa sifat dan perilakunya sangat aneh? Kenapa tidak seperti biasanya? Lalu, apa barusan? Ia bersikap lembut pada Serena, mengingatkan adik bungsunya untuk tidak melukai lidahnya? Banyak pertanyaan, tapi ia enggan mengutarakannya, jadi hanya bisa membuka mulut tak percaya dan banyak tertegun.

"Untuk apa berdiri melamun disana?! Cepat duduk dan mulai makan." Ucap Karina dengan nada di siniskan, mengikuti nada suara pemilik sebelumnya, seraya menyimpan mangkuk berisi sup di depan Ganika yang masih berdiri.

Ganika terbatuk kecil, melihat Serena yang terlihat lahap, ia kembali meneguk ludah. Setelahnya, iapun mengabaikan rasa gengsinya dan duduk, mulai makan dengan mata yang sering mengintip Karina yang sama-sama sedang makan.

*

"Adik Serena, tidakkah menurutmu ibu tiri sangat aneh?" Tanya Ganika, menatap Serena yang terduduk dengan senyum kecil di wajahnya. Keduanya sedang memperhatikan Karina, membereskan kamar Ayah keduanya.

"Um! Ibu tiri menjadi baik." Balas Serena berbisik. Aura jahat dan galak yang biasa ia rasakan sudah tidak ada, meski nada bicaranya masih terkesan sinis, tapi Serena anak kecil yang merasakan perubahan dan perbedaannya dengan jelas.

"Apa maksudmu?" Gumam Ganika bingung. Tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, dan mencernanya baik-baik sendirian, mencari jawaban sendirian.

Di sisi lain, Karina terbatuk berkali-kali ketika membersihkan kamar suami barunya. Berdebu, kotor sampai berjamur dan sangat berantakan. Selain itu, suami yang tergeletak di atas dipan juga kotor sekali. Membuat Karina, meski enggan, tapi tetap membersihkan tubuhnya.

Ia takut dengan apa yang akan dilihatnya, tetapi ia tetap melanjutkan. Orang sakit jika tidak bersih, bukankah akan semakin sakit?

"Huek!" Karina mual seketika, ketika melihat luka besar yang ada di kaki sebelah kanan suami barunya. Yang membuat mual adalah, ketika luka yang dibungkus kain dibukanya, terdapat belatung, yang artinya lukanya tidak dibersihkan dengan baik, kan? Juga, sudah berapa lama luka ini?

"Apa yang dilakukan pemilik asli? Membiarkan luka sampai seperti ini, ugh!" Gumam Karina, segera ia keluar dan menatap Ganika datar. "Bawakan aku sebaskom air panas, aku akan membersihkan luka Ayahmu, cepat." Ucap Karina, membuat Ganika yang masih duduk dan mengintipnya, secara refleks menuruti Karina.

Karina kembali ke dalam, ia mencari apapun yang bisa dipakai untuk membungkus luka nantinya, tapi nihil. Kemudian mengandalkan ingatan pemilik asli, ia dengan cepat berlari ke kamarnya, dan membuka lemari.

Masih ada kain bersih juga beberapa herbal yang bisa dipakai. Jadi Karina membawanya, untuk dipakaikan pada suami barunya. Begitu sampai, Ganika juga sudah membawa air panas.

"Jangan keluar, bantu aku menyeka milik Ayahmu." Ucap Karina dengan nada pelan, malu. Menyebut begitu saja, wajahnya memerah.

Ganika menatap Karina sebentar, sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya. Lalu ia diam, menatap Karina yang mulai membersihkan luka di kaki Ayahnya.

"Selesai, giliranmu. Tapi ingat, jangan sampai mengenai luka yang baru saja dibalut." Peringat Karina, membuat Ganika menganggukkan kepalanya lagi.

Sebetulnya, bukan hanya Ganika, tapi setelah diingat-ingat, ketiga anak tirinya mempunyai sikap yang sangat masuk akal. Ketiganya bijaksana di usia yang masih kecil. Karina merasa bersyukur tapi sedih secara bersamaan.

Di usianya yang masih muda, ketiganya harus bertahan dari kejahatan pemilik asli, selain itu harus pergi mencari makanan sendiri, mengurus dirinya sendiri, juga menjaga Ayahnya yang sakit. Begitu berbeda dengan anak-anak seusianya yang lain yang tahu main saja.

"Serena, kemana kakak pertamamu pergi?" Tanya Karina begitu ia keluar dan duduk di samping Serena. Tangannya tanpa sadar terangkat, membuat Serena meringkuk, takut dengan tangan Karina karna mengira dirinya akan dipukul.

Karina melihat refleks kecilnya, dan hatinya merasa sakit, tapi ia tidak menghentikan tangannya, sampai tangannya mendarat di kepala Serena. Mengusapnya dengan lembut, membuat Serena tertegun, dan seketika rileks dengan sendirinya.

"Kakak Deraga pergi ke kota, mengikuti paman Baskar bekerja." Balas Serena dengan nada suara pelan.

"Untuk apa?" Tanya Karina merasa heran. Ia menjadi lebih rileks ketika dengan Serena, mungkin karena umurnya yang masih belum tahu apa-apa dan juga ia seorang perempuan.

"Kakak bekerja, untuk uang, dan makan. Siang nanti kembali." Balas Serena patah-patah.

Karina menganggukkan kepalanya mengerti. Pemilik asli tidak tahu dengan kegiatan putra tiri sulungnya, ia hanya tahu jika Deraga pergi untuk mencarikannya makanan. Tanpa tahu jika Deraga sebenarnya bekerja keras mengikuti orang di kota.

"Sudah selesai?" Tanya Karina begitu melihat Ganika keluar kamar Ayahnya.

Ganika mengangguk kecil.

"Oh, terimakasih. Aku akan mengurus sisanya." Balas Karina kembali ke stelan awalnya, mencoba setidak peduli mungkin. Tanpa sadar jika ia mengucapkan terimakasih, basic dari dunia aslinya.

Ganika terkejut mendengar kata terimakasih dari ibu tirinya. Ia menatap punggung Karina yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu kamar Ayahnya. Rautnya dengan jelas bertanya-tanya tentang keanehan tersebut.

"Kakak Ganika?" Panggil Serena.

"Uh, ya? Ada apa? Apa ibu tiri memukulmu?" Tanya Ganika langsung berbalik, dan menatap Serena dengan cemas.

Serena menggelengkan kepalanya. Kemudian ia tersenyum kecil. "Ibu mengusap kepala Serena." Bisik Serena Dengan nada senang.

"Ah?" Beo Ganika semakin tidak percaya.

Di sisi lain, Karina memakaikan baju bersih pada suami barunya. Tentu dengan bagian sensitif yang telah ditutupi oleh Ganika. Jadi, ia sedikit rileks meski masih gugup karena melihat tubuh polos laki-laki di depannya.

Kemudian ia memberinya makan. Karena ia tidak sadar, jadi Karina hanya memberinya air sup saja. Jamurnya ia sisihkan karena takut tidak bisa dicerna dan menyebabkan masalah.

Setelah meminumkan air sup yang lumayan kental dengan telur, ia melihat jika suaminya masih bis menelan, membuatnya bernafas lega, itu artinya masih ada kemungkinan ia sadar.

Setelah selesai, Karina terbatuk, dan menyeka keringat di dahinya. Ia membawa semua kain termasuk seprai dan baju keluar untuk dicuci nanti. Semua yang dipakai di kamar tersebut, telah diganti dengan yang baru dan bersih, yang diambil dari kamar pemilik asli.

"Aku mau mencuci baju, Ganika jaga Ayahmu, Serena ikut aku." Ucap Karina, tanpa melihat keduanya, dan memasukkan baju kotor ke dalam keranjang.

Karina membawa Serena, karena rambutnya terlalu kotor. Ia hendak memandikannya nanti di sungai, sekalian mencuci baju. Untuk Ganika, biarlah nanti ia mandi sendiri saja di rumah.

"Serena? A-aku, kami, biarkan kami berdua saja yang menjaga Ayah. Ibu tiri, kau pergilah mencuci sendiri." Ucap Ganika dengan gugup, karena ia membantah permintaan Karina.

Karina terdiam, kemudian menghela nafas. "Kalau begitu, aku mencuci disini saja." Balas Karina. "Kau bantu aku mengambil air." Titah Karina pada Ganika.

*

*

Episodes
1 Prolog
2 Lari dari Penjara
3 Ibu Tiri?!
4 Naik Gunung
5 Mengurus Suami
6 Persiapan berburu
7 Prasangka Ganika
8 Menjual hasil buruan
9 Bertemu Deraga
10 Kecurigaan Deraga
11 Deraga ikut Berburu
12 Semangat Serena
13 Omelan Deraga
14 Belanja Besar
15 Deraga Tertekan
16 Ibu tiri berubah
17 Meminta Jawaban
18 Pemikiran Ganika
19 Bekerja Bersama
20 Bertemu Harimau
21 Sedikit Kebenaran
22 Bertanggung Jawab
23 Mulai Saling Menerima
24 Permintaan Manajer Restoran
25 Kaya
26 Bola-bola Daging
27 Menagih Ucapan Karina
28 Sate Kelinci
29 Berlatih panah
30 Naik gunung bersama
31 Tenggelam
32 Bersikap Lembut
33 Susu Kambing
34 Membeli tanah
35 Beruang dan Cabai
36 Memasak untuk Pekerja
37 Menjual Beruang
38 Menyewa Kedai
39 Daftar Sekolah
40 Membereskan Kedai
41 Kunai
42 Keanehan
43 Keanehan (2)
44 Kami Setuju
45 Menasehati tiga anak
46 Menerima Berkah
47 Sangat Beruntung
48 Membuka Kedai
49 Sangat Ramai
50 Belanja Bahan
51 Penghasilan Pertama
52 Berbagi Dividen
53 Merekrut Pegawai
54 Peringatan Evaluasi
55 Kedai di Hari kedua
56 Sangat Ramai (2)
57 Beli kendaraan baru
58 Ibu Luar Biasa
59 Penghasilan Kedai dihari Kedua
60 Take away ala-ala
61 Pertimbangan pegawai baru
62 Jari Ayah Bergerak
63 Menikmati Hidup
64 Ke kota dengan tiga anak
65 Membeli Baju
66 Jalan-jalan Bersama
67 Bersalah dan Berbaikan
68 Kehebohan Warga Desa
69 Gelombang Kejut
70 Pangeran Pertama
71 Ujian telah Selesai
72 Hubungan dengan Kunai
73 Memulai Perjamuan
74 Rencana Deraga yang Gagal
75 Pengumuman Ujian
76 Karina tak sadarkan Diri
77 Deraga sudah Dewasa?
78 Penjelasan
79 Permintaan Sulit
80 Ulah Danuka
81 Pertengkaran Kecil
82 Launching, Souffle Pancake
83 Yang Mulia
84 Godaan ala Danuka
85 Pintu No 2
86 Mencoba Pakaian
87 Pertemuan Rahasia
88 Perhatian Kecil
89 Pembuat Onar
90 Diserang
91 Tepat Waktu
92 Blue Muncul
93 Mempekerjakan Danuka
94 Misi Baru
95 Aku sudah tahu
96 Kegelisahan Deraga
97 Latihan Bersama
98 Mempersiapkan
99 Timur dan Kerajaan 9
100 Melawan Perampok
101 Kamp Pengungsi
102 Ayo Makan Bersama
103 Membagikan Bubur
104 Menemukan Prajurit
105 Menyelesaikan Semuanya
106 Penyelamatan
107 Penghianat?
108 Mencari Danuka
109 Menyelinap Masuk
110 Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111 Menjatuhkan Jenderal Cu
112 Kembali ke Kerajaan 10
113 Pulang ke Rumah
114 Meninggalkan Desa
115 Persiapan
116 Pengepungan
117 Nyonya, jangan Masuk
118 Bertahanlah, Karina
119 Meninggalkan dan Kembali (End)
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Prolog
2
Lari dari Penjara
3
Ibu Tiri?!
4
Naik Gunung
5
Mengurus Suami
6
Persiapan berburu
7
Prasangka Ganika
8
Menjual hasil buruan
9
Bertemu Deraga
10
Kecurigaan Deraga
11
Deraga ikut Berburu
12
Semangat Serena
13
Omelan Deraga
14
Belanja Besar
15
Deraga Tertekan
16
Ibu tiri berubah
17
Meminta Jawaban
18
Pemikiran Ganika
19
Bekerja Bersama
20
Bertemu Harimau
21
Sedikit Kebenaran
22
Bertanggung Jawab
23
Mulai Saling Menerima
24
Permintaan Manajer Restoran
25
Kaya
26
Bola-bola Daging
27
Menagih Ucapan Karina
28
Sate Kelinci
29
Berlatih panah
30
Naik gunung bersama
31
Tenggelam
32
Bersikap Lembut
33
Susu Kambing
34
Membeli tanah
35
Beruang dan Cabai
36
Memasak untuk Pekerja
37
Menjual Beruang
38
Menyewa Kedai
39
Daftar Sekolah
40
Membereskan Kedai
41
Kunai
42
Keanehan
43
Keanehan (2)
44
Kami Setuju
45
Menasehati tiga anak
46
Menerima Berkah
47
Sangat Beruntung
48
Membuka Kedai
49
Sangat Ramai
50
Belanja Bahan
51
Penghasilan Pertama
52
Berbagi Dividen
53
Merekrut Pegawai
54
Peringatan Evaluasi
55
Kedai di Hari kedua
56
Sangat Ramai (2)
57
Beli kendaraan baru
58
Ibu Luar Biasa
59
Penghasilan Kedai dihari Kedua
60
Take away ala-ala
61
Pertimbangan pegawai baru
62
Jari Ayah Bergerak
63
Menikmati Hidup
64
Ke kota dengan tiga anak
65
Membeli Baju
66
Jalan-jalan Bersama
67
Bersalah dan Berbaikan
68
Kehebohan Warga Desa
69
Gelombang Kejut
70
Pangeran Pertama
71
Ujian telah Selesai
72
Hubungan dengan Kunai
73
Memulai Perjamuan
74
Rencana Deraga yang Gagal
75
Pengumuman Ujian
76
Karina tak sadarkan Diri
77
Deraga sudah Dewasa?
78
Penjelasan
79
Permintaan Sulit
80
Ulah Danuka
81
Pertengkaran Kecil
82
Launching, Souffle Pancake
83
Yang Mulia
84
Godaan ala Danuka
85
Pintu No 2
86
Mencoba Pakaian
87
Pertemuan Rahasia
88
Perhatian Kecil
89
Pembuat Onar
90
Diserang
91
Tepat Waktu
92
Blue Muncul
93
Mempekerjakan Danuka
94
Misi Baru
95
Aku sudah tahu
96
Kegelisahan Deraga
97
Latihan Bersama
98
Mempersiapkan
99
Timur dan Kerajaan 9
100
Melawan Perampok
101
Kamp Pengungsi
102
Ayo Makan Bersama
103
Membagikan Bubur
104
Menemukan Prajurit
105
Menyelesaikan Semuanya
106
Penyelamatan
107
Penghianat?
108
Mencari Danuka
109
Menyelinap Masuk
110
Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111
Menjatuhkan Jenderal Cu
112
Kembali ke Kerajaan 10
113
Pulang ke Rumah
114
Meninggalkan Desa
115
Persiapan
116
Pengepungan
117
Nyonya, jangan Masuk
118
Bertahanlah, Karina
119
Meninggalkan dan Kembali (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!