Prasangka Ganika

*

*

Karina bangun pagi-pagi sekali, dan langit masih gelap, terbukti dari kamarnya yang tidak ada cahaya. Itu artinya, Karina hanya tidur selama beberapa jam.

Karina menghela nafas, padahal kemarin dirinya bekerja seharian, selain itu ia juga biasanya seringkali bangun siang meski tidak melakukan apa-apa. Tapi sekarang? Karina mendadak tertekan.

Ia mendudukkan dirinya perlahan, setelah memindahkan Serena agar tidur di dipan sendirian. Kemudian setelah diam beberapa saat dan mengawasi Serena agar tidak terbangun, Karina beranjak dan berjalan ke arah dapur.

Ia tidak lupa akan niat berburu kemarin. Peralatan sudah siap, jadi ia pasti pergi setelah menyiapkan semuanya di rumah tersebut. Karena di rumah ada dua anak kecil dan satu orang sakit.

Satu jam berkutat dengan pekerjaan, Karina menyelesaikannya. Bertepatan dengan cahaya dari matahari yang mulai menampakkan diri. Karina menganggukkan kepalanya.

Meminum sup dengan enggan, kemudian mengambil peralatan berburu, alat memancing manual yang baru dibuat lengkap dengan ember, dan keranjang punggungnya. Setelahnya pergi ketika semua orang di rumah masih terlelap.

Sepanjang jalan, Karina tidak berhentinya menghela nafas. Hidupnya yang enak tiba-tiba berubah kesulitan. Makan pun harus memakan makanan yang sama selama empat kali makan. Betapa memuakkannya.

Untuk itu, Karina bertekad, jika dirinya harus segera mendapat buruan dan ikan. Agar makanannya lebih bervariasi. Selain itu, beberapa bisa di jual untuk membeli beras, tepung, serta bumbu dapur.

Begitu memasuki gunung, Karina tidak henti-hentinya menatap sekeliling. Dengan diam, ia memperhatikan setiap gerakan dari semak-semak.

Grrssk!

Suara gesekan semak-semak terdengar pada akhirnya. Membuat Karina bersiap, mengambil busur dan anak panah dari keranjang punggungnya dengan cepat. Setelah mengamati beberapa saat, Karina melepaskan anak panah, dan suara rintihan terdengar.

Karina tersenyum lebar. "Suara ayam pegar!" Pekiknya tertahan. Kemudian berjalan mendekati semak-semak yang tadi ditembaki anak panahnya. "Bagus! Yang satu ini lumayan gemuk." Bisiknya.

Setelahnya, Karina mulai berburu hewan kecil lain dengan lancar. Ayam pegar, Burung puyuh, bahkan ada kelinci. Selain itu, Karina mendapat beberapa telur Ayam pegar dan Burung puyuh. Juga, menemukan sarang kelinci, dan mendapat 3 ekor anak kelinci.

Banyak buruan yang di dapatkan, karena Karina sendiri berpengetahuan luas tentang tempat atau sarang hewan-hewan kecil tersebut.

Sekitar 10 buruan yang di dapatnya. Ditambah 12 telur, juga 3 anak kelinci. Karina merasa sangat cukup. Jadi ia menghentikan kegiatan berburunya. Dan berbelok ke sungai di gunung tersebut.

Memancing ikan.

Ia sudah menyiapkan alatnya, jika tidak memancing hari ini, maka hatinya tidak akan merasa puas. Alhasil, disinilah Karina sekarang. Di pinggir sungai.

Karina menyimpan keranjang punggungnya yang sudah terisi. Kemudian mengambil alat pancing yang tergantung di luar keranjang.

Sebelum memancing, Karina menggali tanah di sekitarnya untuk menemukan beberapa cacing sebagai umpan yang akan digunakannya. Karina membuat kail tiruan dengan kayu keras dengan ujung yang dibuat seruncing mungkin.

Setengah jam menggali dan mendapat banyak cacing, Karina kemudian mulai mengaitkan cacing di kail. Setelahnya, melempar umpan ke sungai dengan posisi yang menurutnya banyak ikannya, dilihat dari keadaan sungai tersebut.

Menunggu beberapa saat, sampai umpannya dimakan, Karina pun mendapatkan ikan pertama, diiringi dengan pekikan senangnya.

*

"Adik, menurutmu, apakah kita ditinggalkan?" Tanya Ganika dengan tatapan kosong. "Seharusnya, kemarin kita tidak usah berharap lebih, kan? Meski semuanya menjadi baik, tapi lihat, kita benar-benar ditinggalkan sekarang." Lanjutnya tanpa mau mendengar jawaban dari adiknya, Serena.

Serena sendiri sedih, ketika bangun, ia tidak melihat ibu tirinya yang menjadi baik. Menunggu selama dua jam pun, ibu tirinya masih belum kembali.

Meski ada makanan di dapur, tapi rumahnya terasa lebih dingin dan sangat kosong. Keduanya diselimuti awan gelap seketika.

"Kakak, apakah ibu tiri pergi karena Serena tidak bersikap baik, kemarin?" Tanya Serena menatap Ganika dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

Ganika menggelengkan kepalanya. Tangannya terangkat dan mengusap kepala Serena lembut. "Adik, kamu sangat baik kemarin. Kakak, mungkin ibu tiri marah padaku, jadi dia pergi." Ucap Ganika pelan. Matanya menunjukkan sorot kecewa.

Ia mulai percaya kemarin, dan memikirkannya sepanjang malam. Tapi apa yang dilihatnya pagi ini? Hanya ada dua orang saja di rumah. Ia benar-benar ditinggalkan.

"Tapi, kakak Ganika, mari tunggu lebih lama lagi? Siapa tahu ibu naik gunung lagi?" Ucap Serena Dengan nada tanya, masih menyimpan harapan pada kata naik gunung karena sebelumnya begitu.

Menatap Serena yang menatapnya dengan sedikit binar, Ganika akhirnya mengangguk dan tersenyum kecil. "Baik, mari menunggu sebentar lagi." Ucap Ganika, membuat Serena tersenyum lebar.

Sampai waktu berlalu, hampir saatnya makan siang, keduanya masih tetap berharap padanya. Menunggu di depan pintu belakang, dengan pintu yang terbuka lebar.

Ganika menatap Serena dengan tatapan redup, "Adik, sepertinya ibu tiri tidak akan kembali."Ucapnya dengan tangan yang kembali terulur mengusap kepalanya.

Serena mengangkat kepalanya, menatap Ganika, "Kakak Ganika..." Bisiknya, menahan tangis.

"Jangan menangis, bukankah sebelumnya kita baik-baik saja tanpa dia?" Tanya Ganika, menenangkan Serena.

Menurut Serena, meski sehari, tapi ia benar-benar merasakan kasih sayang ibu dari Karina. Kasih sayang yang selama ini tidak ia dapat, yang selama ini ia dambakan.

"Ada apa? Kenapa adikmu menangis? Kau menyakitinya?"

Suara datar yang tiba-tiba terdengar, membuat Ganika dan Serena yang berhadapan langsung mengalihkan perhatiannya pada asal suara. Keduanya terkejut, dan tertegun.

Sedetik kemudian, Serena beranjak dan berlari kecil pada Karina. Langsung memeluk kaki Karina dengan erat. Tangisnya juga semakin keras.

Karina mengerutkan dahinya. Menatap Serena juga Ganika secara bergantian. Tatapannya berubah tajam menuntut penjelasan pada Ganika tentang situasinya.

Ia bahkan baru masuk ke pekarangan belakang rumah, keranjang dan alat yang dibawa masih belum disimpan.

"Bukan aku!" Pekik Ganika marah.

"Lalu?" Tanya Karina.

"Bukankah karna kau pergi terlalu lama! Adik, Adikku Serena merasa ditinggalkan!" Desisnya, kemudian pergi secepat kilat, meninggalkan pekarangan rumah, masuk ke dalam dengan kesal.

"Pemarah!" Dengus Karina, seraya menatap Ganika yang menghilang ke dalam rumah. Kini sedikit mengerti tentang situasinya.

Ia kemudian menghela nafas, "Serena, lepaskan dulu, ini semua berat. Mari, biarkan aku menyimpan semuanya dulu?" Bujuk Karina dengan nada lembut.

Kedua tangannya penuh, yang kiri memegang busur dan yang kanan memegang ember berisi ikan, punggungnya masih ada keranjang berisi buruan hari ini, juga beberapa buah dan sayur liar yang dipetik sepanjang jalan.

"Serena... Aku memetik ciplukan lagi, bukankah kau suka? Mau memakannya lagi? Ayo, lepaskan pelukannya dulu, biarkan aku mengambilnya untukmu." Bujuk Karina lagi.

Kemudian Serena, akhirnya mau melepaskan pelukannya setelah mendengar Karina membawakannya ciplukan. Ia mundur beberapa langkah, menatap Karina dengan wajah penuh air mata.

*

*

Episodes
1 Prolog
2 Lari dari Penjara
3 Ibu Tiri?!
4 Naik Gunung
5 Mengurus Suami
6 Persiapan berburu
7 Prasangka Ganika
8 Menjual hasil buruan
9 Bertemu Deraga
10 Kecurigaan Deraga
11 Deraga ikut Berburu
12 Semangat Serena
13 Omelan Deraga
14 Belanja Besar
15 Deraga Tertekan
16 Ibu tiri berubah
17 Meminta Jawaban
18 Pemikiran Ganika
19 Bekerja Bersama
20 Bertemu Harimau
21 Sedikit Kebenaran
22 Bertanggung Jawab
23 Mulai Saling Menerima
24 Permintaan Manajer Restoran
25 Kaya
26 Bola-bola Daging
27 Menagih Ucapan Karina
28 Sate Kelinci
29 Berlatih panah
30 Naik gunung bersama
31 Tenggelam
32 Bersikap Lembut
33 Susu Kambing
34 Membeli tanah
35 Beruang dan Cabai
36 Memasak untuk Pekerja
37 Menjual Beruang
38 Menyewa Kedai
39 Daftar Sekolah
40 Membereskan Kedai
41 Kunai
42 Keanehan
43 Keanehan (2)
44 Kami Setuju
45 Menasehati tiga anak
46 Menerima Berkah
47 Sangat Beruntung
48 Membuka Kedai
49 Sangat Ramai
50 Belanja Bahan
51 Penghasilan Pertama
52 Berbagi Dividen
53 Merekrut Pegawai
54 Peringatan Evaluasi
55 Kedai di Hari kedua
56 Sangat Ramai (2)
57 Beli kendaraan baru
58 Ibu Luar Biasa
59 Penghasilan Kedai dihari Kedua
60 Take away ala-ala
61 Pertimbangan pegawai baru
62 Jari Ayah Bergerak
63 Menikmati Hidup
64 Ke kota dengan tiga anak
65 Membeli Baju
66 Jalan-jalan Bersama
67 Bersalah dan Berbaikan
68 Kehebohan Warga Desa
69 Gelombang Kejut
70 Pangeran Pertama
71 Ujian telah Selesai
72 Hubungan dengan Kunai
73 Memulai Perjamuan
74 Rencana Deraga yang Gagal
75 Pengumuman Ujian
76 Karina tak sadarkan Diri
77 Deraga sudah Dewasa?
78 Penjelasan
79 Permintaan Sulit
80 Ulah Danuka
81 Pertengkaran Kecil
82 Launching, Souffle Pancake
83 Yang Mulia
84 Godaan ala Danuka
85 Pintu No 2
86 Mencoba Pakaian
87 Pertemuan Rahasia
88 Perhatian Kecil
89 Pembuat Onar
90 Diserang
91 Tepat Waktu
92 Blue Muncul
93 Mempekerjakan Danuka
94 Misi Baru
95 Aku sudah tahu
96 Kegelisahan Deraga
97 Latihan Bersama
98 Mempersiapkan
99 Timur dan Kerajaan 9
100 Melawan Perampok
101 Kamp Pengungsi
102 Ayo Makan Bersama
103 Membagikan Bubur
104 Menemukan Prajurit
105 Menyelesaikan Semuanya
106 Penyelamatan
107 Penghianat?
108 Mencari Danuka
109 Menyelinap Masuk
110 Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111 Menjatuhkan Jenderal Cu
112 Kembali ke Kerajaan 10
113 Pulang ke Rumah
114 Meninggalkan Desa
115 Persiapan
116 Pengepungan
117 Nyonya, jangan Masuk
118 Bertahanlah, Karina
119 Meninggalkan dan Kembali (End)
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Prolog
2
Lari dari Penjara
3
Ibu Tiri?!
4
Naik Gunung
5
Mengurus Suami
6
Persiapan berburu
7
Prasangka Ganika
8
Menjual hasil buruan
9
Bertemu Deraga
10
Kecurigaan Deraga
11
Deraga ikut Berburu
12
Semangat Serena
13
Omelan Deraga
14
Belanja Besar
15
Deraga Tertekan
16
Ibu tiri berubah
17
Meminta Jawaban
18
Pemikiran Ganika
19
Bekerja Bersama
20
Bertemu Harimau
21
Sedikit Kebenaran
22
Bertanggung Jawab
23
Mulai Saling Menerima
24
Permintaan Manajer Restoran
25
Kaya
26
Bola-bola Daging
27
Menagih Ucapan Karina
28
Sate Kelinci
29
Berlatih panah
30
Naik gunung bersama
31
Tenggelam
32
Bersikap Lembut
33
Susu Kambing
34
Membeli tanah
35
Beruang dan Cabai
36
Memasak untuk Pekerja
37
Menjual Beruang
38
Menyewa Kedai
39
Daftar Sekolah
40
Membereskan Kedai
41
Kunai
42
Keanehan
43
Keanehan (2)
44
Kami Setuju
45
Menasehati tiga anak
46
Menerima Berkah
47
Sangat Beruntung
48
Membuka Kedai
49
Sangat Ramai
50
Belanja Bahan
51
Penghasilan Pertama
52
Berbagi Dividen
53
Merekrut Pegawai
54
Peringatan Evaluasi
55
Kedai di Hari kedua
56
Sangat Ramai (2)
57
Beli kendaraan baru
58
Ibu Luar Biasa
59
Penghasilan Kedai dihari Kedua
60
Take away ala-ala
61
Pertimbangan pegawai baru
62
Jari Ayah Bergerak
63
Menikmati Hidup
64
Ke kota dengan tiga anak
65
Membeli Baju
66
Jalan-jalan Bersama
67
Bersalah dan Berbaikan
68
Kehebohan Warga Desa
69
Gelombang Kejut
70
Pangeran Pertama
71
Ujian telah Selesai
72
Hubungan dengan Kunai
73
Memulai Perjamuan
74
Rencana Deraga yang Gagal
75
Pengumuman Ujian
76
Karina tak sadarkan Diri
77
Deraga sudah Dewasa?
78
Penjelasan
79
Permintaan Sulit
80
Ulah Danuka
81
Pertengkaran Kecil
82
Launching, Souffle Pancake
83
Yang Mulia
84
Godaan ala Danuka
85
Pintu No 2
86
Mencoba Pakaian
87
Pertemuan Rahasia
88
Perhatian Kecil
89
Pembuat Onar
90
Diserang
91
Tepat Waktu
92
Blue Muncul
93
Mempekerjakan Danuka
94
Misi Baru
95
Aku sudah tahu
96
Kegelisahan Deraga
97
Latihan Bersama
98
Mempersiapkan
99
Timur dan Kerajaan 9
100
Melawan Perampok
101
Kamp Pengungsi
102
Ayo Makan Bersama
103
Membagikan Bubur
104
Menemukan Prajurit
105
Menyelesaikan Semuanya
106
Penyelamatan
107
Penghianat?
108
Mencari Danuka
109
Menyelinap Masuk
110
Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111
Menjatuhkan Jenderal Cu
112
Kembali ke Kerajaan 10
113
Pulang ke Rumah
114
Meninggalkan Desa
115
Persiapan
116
Pengepungan
117
Nyonya, jangan Masuk
118
Bertahanlah, Karina
119
Meninggalkan dan Kembali (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!