*
*
"Nona, sadarlah! Cepat, kau sedang dalam bahaya sekarang!"
"Nona! Jika kau tidak bangun sekarang, dalam satu jam kepalamu akan dipenggal!"
"Nona! Aku mohon, bangunlah!"
"Nona! Kau harus menyelamatkan dirimu sendiri!"
"Nona! Jika kau mati disini, maka selamanya kau tidak akan bisa kembali!"
"Nona!"
Karina, yang dipanggil Nona oleh peri kecil yang terbang di hadapannya, kini masih terbaring tak sadarkan diri di atas jerami yang ditumpuk di sebuah penjara yang tidak ada penerangan sama sekali.
Suasana gelap gulita. Selain itu, juga sepi.
Karina adalah satu-satunya orang yang ada di dalam penjara. Di penjara terdalam yakni dengan tuntunan hukuman paling besar. Dengan kata lain, Karina adalah penjahat paling diwaspadai keberadaannya.
Mendengar pekikan yang terus menerus di dalam keheningan dan kegelapan, akhirnya sedikit demi sedikit, Karina pun menggerakkan tubuhnya sampai akhirnya ia membuka mata dengan lemah.
Melenguh kecil, ia memegang kepalanya yang berdenyut.
"Nona! Kau akhirnya sadar. Cepatlah, pulihkan dirimu. Kita harus segera melarikan diri. Jangan sampai kau benaran di eksekusi. Misimu masih belum selesai, ini bahkan baru dimulai. Dan kau harus kuat untuk menyelesaikan semuanya, jika kau ingin kembali." Ucap peri laki-laki kecil berwarna biru.
"Bantu aku memulihkan diri, cepat!" Titah Karina yang langsung mendudukkan diri, bersila dengan tangan yang disimpan di atas kedua paha yang disilakan tersebut.
Peri kecil biru tersebut tidak banyak bicara lagi, dan langsung menyalurkan kekuatan birunya pada Karina.
Meski kecil, tapi kekuatannya besar. Karina sendiri mendapat banyak manfaat darinya. Kini, perlahan Karina pun pulih dan vitalitasnya kembali setelah beberapa saat menerima kekuatan dari peri kecilnya.
"Blue, buka sistem dan beli alat yang bisa memotong jeruji besi. Aku akan memotong jerujinya pelan-pelan. Tapi sebelum itu, taburkan Pixie dust pada para penjaga, buat mereka tidur lelap." Ucap Karina.
Sudah satu Minggu sejak ia memasuki dimensi baru. Dan ia sudah banyak menyesuaikan diri. Meski pada awalnya ia kesulitan untuk beradaptasi, tapi karena keadaan, ia pun mau tidak mau harus cepat menguasai diri.
Ingin marah, kesal, emosional.
Semuanya Karina rasakan. Apalagi ia hanya seorang gadis manja yang senang menghamburkan uang, dan tiba-tiba masuk ke dimensi lain. Terlebih, di hari kedua ia masuk, ia sudah dihadapkan pada kondisi hidup mati.
Ia terbangun di tubuh wanita lain dengan luka di sekujur tubuh. Kesakitan. Karina menebak jika ia baru saja jatuh dari atas tebing. Tapi untungnya ada Blue, peri kecil yang menemaninya menyelesaikan misi di dunia baru.
Karina dengan cepat pulih. Tapi, ketenangan hanya sementara, karena ternyata wanita tersebut sedang di kejar oleh banyak tentara dan orang-orang yang berpakaian kuno.
Dimensi yang Karina masuki adalah Dunia Seribu pintu. Sama hal nya dengan nama tempat bersejarah yang ia masuki. Gedung Seribu Pintu di kehidupannya, dan Dunia seribu pintu di dimensi yang baru ia masuki satu Minggu lamanya.
Memang benar tempatnya persis sama. Tapi, tampilan dalam gedung seribu pintu, hanya tampilan luar dari Dunia seribu pintu. Aslinya, di dunia seribu pintu hanya ada 10 buah pintu besar. Dan masing-masing pintu mempunyai penguasanya tersendiri.
Dan dari ke 10 penguasa, tentunya ada satu yang paling berkuasa. Sama halnya seperti Raja dan para menterinya. Raja penguasa jatuh koma dan 1 di antara banyaknya penguasa yang taat, dengan licik ingin mengambil alih tahta karena keserakahannya.
Dan hal tersebut menjadi kontra di antara 9 penguasa lainnya. Banyak yang tidak setuju karena hal tersebut bisa merusak tatanan Dunia Seribu Pintu. Terlebih, setiap 1 tahun sekali, semua penguasa akan mengadakan pertemuan di luar 10 pintu tersebut. Yakni tempat dimana Raja penguasa tinggal. Dan setiap 10 tahun sekali, semua rakyat yang berada di bawah kepemimpinannya termasuk 10 penguasa juga bisa ikut keluar untuk perayaan.
Seperti halnya festival di dunia nyata.
Di adakan 10 tahun sekali, karena pengaturan dari ke 10 penguasa untuk rakyatnya harus benar-benar tertata rapi dan keamanan bagi semua rakyat dari setiap pintu juga harus dipastikan baik. Karena sama halnya di dunia nyata, di Dunia seribu pintu juga ada saja yang berlakon menjadi penjahat.
Mencuri, merampok, membunuh, melecehkan, para penjahat selalu ada setiap kali perayaan di adakan. Juga tidak bisa dengan mudahnya ditangkap, karena beberapa penjahat mempunyai kekuatan ajaibnya sendiri. Selain itu, banyak sekali orang di perayaan, ke 10 pemguasa bahkan kewalahan menangani hal yang secara turun temurun tersebut selalu ada.
Kemudian, karena adanya pemberontakan, tatanan Dunia seribu pintu perlahan berubah berantakan. Bahkan beberapa penguasa ada yang berubah haluan, menjilat orang yang memberontak ketika diiming-imingi keuntungan.
Mendapat pengikut, pemberontak semakin menjadi, memaksa naik tahta dan mengusir keluar keluarga Raja penguasa. Tersisa sekitar 4 orang yang tetap berpegang teguh dan setia pada Raja penguasa serta tradisi dan adat turun temurun Dunia Seribu Pintu. Dan sialnya, ke empat orang ini menghilang begitu saja. Membuat kekuasaan setiap pintu semakin berantakan karena dihuni orang-orang licik.
Situasi damai dunia seribu pintu menjadi berantakan, tidak lagi damai, dan banyak kejahatan dimana-mana. Orang-orang dari atas tidak peduli lagi pada rakyat kecil yang tiap harinya menderita. Sampai akhirnya, dua anak muncul, menjadi bos besar yang menumbangkan pemberontak yang sebelumnya mencuri tahta.
Atas kejadian itu, Dunia yang awalnya aman dan damai di dunia seribu pintu, seketika hancur. Tidak menyisakan satu penghuni pun.
Dan setelah semuanya terjadi, Blue, sebagai penjaga Dunia seribu pintu sempat lalai akan tugasnya, memaksa memutar waktu ke saat dimana semua kekacauan baru saja di mulai, kemudian ia menarik Karina masuk setelah memastikan takdir antara dirinya dan Gedung Seribu Pintu.
Alhasil, setelah banyak pertimbangan, Karina pun masuk dengan cara yang tidak menyenangkan. Sedikit kesalahan Blue lakukan, dan Karina berakhir pingsan dengan tubuh terinjak-injak oleh beberapa anak kecil.
Karina tidak terima pada awalnya. Tapi, karena tidak ada pilihan, Karina akhirnya dengan marah menerima misi dari Blue. Peri kecil berwarna biru, si penjaga Dunia Seribu Pintu, untuk menyelamatkan Dunia tersebut.
Alhasil, beberapa kali kesulitan dan situasi genting yang dihadapi Karina, bisa lebih mudah ia hadapi asal ia bisa tetap tenang dan berpikir matang.
"Sedikit lagi! Bantu aku!" Ucap Karina dengan kedua tangan memegang gergaji besi. Memotong jeruji yang kini sudah setengahnya terpotong. "Bantu awasi sekitar. Jangan sampai ada penjaga lain yang menemukan kegiatanku." Lanjut Karina, setelah Blue menghampirinya dan ikut menggerakkan gergaji besi dengan kekuatan perinya.
"Selesai! Cepat, siram aku dengan Pixie dust. Buat aku menghilang dari pandangan orang-orang!" Titah Karina lagi. Kemudian buliran serbuk kuning yang disiramkan Blue pada Karina terlihat. Berkilau dengan indah.
Setelahnya, Karina kemudian keluar penjara dengan langkah cepat. Beberapa kali menghindari penjaga yang hampir di tabraknya. Meninggalkan penjara yang masih ada dalam ilusi peri yang Blue terapkan.
"Cepat, cepat, lari sejauh mungkin. Kita baru saja masuk, jangan sampai tertangkap dan mati. Jangan sampai gagal di percobaan pertama!" Pekik Karina dengan tubuh yang menghilang. Ia bahkan sudah beradaptasi dengan bahasa di Dunia tersebut, meski sesekali seringkali keceplosan memakai bahasa di dunianya.
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Lippe
hah? gimana2 kok tiba-tiba di penjara sih???
2024-02-01
2