Belanja Besar

*

*

Karina memasuki toko kain, berdiri sesaat sebelum akhirnya masuk lebih dalam. Masuk sendirian tanpa dilayani, sedangkan orang-orang yang baru masuk, langsung disapa dengan ramah.

Karina tertawa kecil. Ternyata bukan hanya di dunia asli saja yang membeda-bedakan, disini juga sama. Ah Karina sadar, mungkin karena bajunya yang compang-camping seperti pengemis. Memang sih, sudah tidak layak pakai, tapi tetap saja akhirnya ia merasa kesal.

Sampai akhirnya, ada seorang gadis kecil yang menghampirinya dengan senyum ramah. Adalah gadis yang ketika ia masuk sudah melayani pelanggan. Dan begitu selesai, ia langsung menghampiri Karina, menemaninya memilih.

Karina salut dengannya. Dibandingkan 3 pelayan lainnya yang lebih dewasa, gadis di depannya cukup bijaksana dalam melayani pelanggan. Tidak melihat tampilan, dan tetap dilayani.

"Aku ingin baju jadi. Untuk anak perempuan berusia 4 tahun, anak laki-laki berusia 5 tahun, anak laki-laki berusia 8 tahun, untuk laki-laki dewasa berusia sekitar 26 tahunan, dan untukku sendiri." Jelas Karina setelah gadis kecil di depannya bertanya tentang apa yang dibutuhkannya.

"Mari, mari, untuk anak-anak ada disebelah sini, silahkan ikuti aku untuk melihat-lihat." Ucap gadis kecil tersebut seraya mempersilahkan.

Keduanya berjalan dan sampai di tempat yang dituju, Karina langsung melihat-lihat dengan antusias. Meski bahannya tidak lebih baik dari dunia aslinya, tapi melihat baju-baju tersebut, ia merasa senang.

"Yang ini adalah yang paling kasar, tidak cocok untuk anak-anak, bisa membuatnya terluka. Aku menyarankan nona memilih yang ini, meski kelihatannya kasar, tapi sebetulnya lebih baik dari yang pertama. Selain murah, juga tidak akan membuat anak terluka karena gesekan." Jelas Gadis kecil, dengan senyum yang tidak pernah luntur.

"Berapa harganya?" Tanya Karina.

"Yang pertama 20 tembaga, yang kedua 25 tembaga. Masih ada bahan yang lain jika nona mau, tetapi harganya sekitar 50 tembaga. Lembut untuk anak-anak, dan tahan lama. Sebentar aku carikan dulu." Ucap gadis kecil tersebut, seraya berbalik dan memilah baju, kemudian memberikannya pada Karina agar ia bisa menyentuhnya.

"Kenapa kau repot-repot memperlihatkannya, siapa yang tahu dia cuma pura-pura mau membeli. Tapi aslinya tetap akan membeli yang paling kasar." Ucap seorang pelayan wanita lainnya, menatap sinis Karina, tak lupa matanya juga mencemooh.

"Kakak, nona ini juga pelanggan, mari bersikap lebih baik." Balas gadis kecil seraya tersenyum, kemudian ia berbalik dan meminta maaf pada Karina atas apa yang dikatakan temannya. Membuat temannya tersebut mendengus sebal.

"Nona, silahkan, lihat-lihat dulu saja." Ucap gadis kecil, memberi kesempatan pada Karina yang terlihat bingung.

"Tidak perlu, yang ini saja. Masing-masing 3 potong untuk tiga anak berusia 4, 5, dan 8 tahun. Lalu berikan 2 potong untukku dan lelaki dewasa berusia 26 tahun." Ucap Karina membuat gadis kecil tersebut tertegun di tempat.

Karina tersenyum kecil melihatnya, sebelum akhirnya menepuk gadis kecil dan segera dia pun tersadar. "Ah maaf nona, segera aku bungkus. Silahkan ikuti aku untuk melakukan pembayaran." Ucap Gadis kecil dengan senyum semangatnya.

"Beri aku sepatu juga masing-masing 2 pasang, serta kain mentahnya 20M." Lanjut Karina.

Karina membayar total 850 tembaga untuk baju, karena baju untuk orang dewasa lebih mahal dari harga baju anak-anak. Sekitar 100 tembaga yang dibelinya. Kemudian sekitar 770 tembaga untuk sepatu, dan 200 tembaga untuk 20M kain mentah. Semua belanjaan Karina berjumlah 1 perak dan 820 tembaga.

Setelah selesai melakukan pembayaran dan membuat beberapa orang yang meremehkannya terbatuk malu, Karina kemudian pergi ke toko berikutnya, yakni toko kelontong, sebab yang paling dekat dengan toko Kain.

"Tuan, beri aku 20kg beras, 10kg tepung, 10kg tepung Kanji, gula, garam, minyak, telur ayam, paprika, masing-masing 2 kg." Ucap Karina membuat pemilik toko terbatuk kecil dengan permintaannya, tapi pada akhirnya tersenyum lebar karena ada pelanggan besar.

Karina keluar toko kelontong setelah meminta barang diantarkan ke tempat dimana gerobak sapi berada. Tak lupa deposit, dan pelunasan akan dilakukan ketika barang diantar.

Selanjutnya, Karina juga melakukan hal yang sama. Masuk ke toko peralatan. Membeli alat masak dan alat makan yang baru, lengkap. Jadi masing-masing orang mempunyai satu set alat makan baru nantinya.

Setelahnya, Karina membeli alas dipan dan selimut baru, yang empuk dan hangat, agar ke depannya, dirinya bisa tidur lebih nyaman. Tak hanya untuknya, Karina juga membeli satu untuk di kamar suami pemilik asli.

Kemudian, Karina membeli herbal dan camilan untuk Serena si rakus. Tidak lupa, untuk Deraga dan Ganika. Ia memperlakukan semuanya setara, jadi semuanya akan dapat masing-masing camilan.

Setelahnya, Karina kembali lebih dulu ke tempat dimana gerobak sapi berada karena sudah sekitar dua jam ia pergi dari toko ke toko untuk membeli barang. Atas permintaanya barang akan dikirim ke gerobak sapi sesuai permintaan waktunya.

Jadi, ia kembali ketika merasa waktunya sudah pas. Seraya membawa camilan dan herbal, Karina kembali, terlihatlah banyak orang dan barang yang saat ini di tumpuk, menunggu Karina yang diam-diam tertawa kecil melihat kehebohan yang dibuatnya.

"Taun-tuan, apakah sudah lama menunggu?" Tanya Karina seraya tersenyum menyapa.

"Oh nona, itu kau!"

"Gadis, tidak kami baru saja sampai."

"Kau akhirnya datang, nona."

Semua orang yang mengirim barang langsung ramai menyapa Karina, dan Karina langsung mendekati semuanya.

"Baiklah, satu persatu, berbaris dan aku akan membayar sisa uangnya." Ucap Karina.

Kemudian semuanya berbaris dengan baik. Tidak mengeluh karena Karina sendiri adalah pelanggan besar di setiap toko dari orang yang datang mengantar barang.

Barang pertama selesai, dan Karina menyuruhnya langsung menaikkannya ke atas gerobak sapi, begitupun seterusnya. Semua orang kemudian membubarkan dirinya setelah mendapat bayaran dari Karina.

Karina bahkan melebihkan satu dua tembaga untuk yang mengantarkan, membuat semua orang senang, berterimakasih sebelum benar-benar meninggalkan tempat Karina.

Sampai akhirnya, semuanya selesai, dan tempat tersebut menjadi hening. Semua orang yang menonton juga berangsur-angsur membubarkan diri.

Karina berbalik dengan senyum lebar, dan barulah terlihat Deraga yang memasang wajah masam. Menatap Karina dengan tatapan kesal dan intimidasi.

"Ada apa? Apa aku berbuat kejahatan? Ada apa dengan tatapanmu itu, kau bocah nakal." Dengus Karina, seraya bersedekap dada, menatap Deraga, tidak mau kalah.

"Kau gila ya?!" Tanya Deraga, memekik tertahan begitu ia melihat tumpukan barang di gerobak sapi yang baru dibeli.

Ada banyak barang. Persis seperti apa yang dikatakan Karina tadi. Ia membeli semuanya tanpa terlewat. Malah, menambah pembelian seperti sepatu, kain mentah, dan kapas.

*

*

Episodes
1 Prolog
2 Lari dari Penjara
3 Ibu Tiri?!
4 Naik Gunung
5 Mengurus Suami
6 Persiapan berburu
7 Prasangka Ganika
8 Menjual hasil buruan
9 Bertemu Deraga
10 Kecurigaan Deraga
11 Deraga ikut Berburu
12 Semangat Serena
13 Omelan Deraga
14 Belanja Besar
15 Deraga Tertekan
16 Ibu tiri berubah
17 Meminta Jawaban
18 Pemikiran Ganika
19 Bekerja Bersama
20 Bertemu Harimau
21 Sedikit Kebenaran
22 Bertanggung Jawab
23 Mulai Saling Menerima
24 Permintaan Manajer Restoran
25 Kaya
26 Bola-bola Daging
27 Menagih Ucapan Karina
28 Sate Kelinci
29 Berlatih panah
30 Naik gunung bersama
31 Tenggelam
32 Bersikap Lembut
33 Susu Kambing
34 Membeli tanah
35 Beruang dan Cabai
36 Memasak untuk Pekerja
37 Menjual Beruang
38 Menyewa Kedai
39 Daftar Sekolah
40 Membereskan Kedai
41 Kunai
42 Keanehan
43 Keanehan (2)
44 Kami Setuju
45 Menasehati tiga anak
46 Menerima Berkah
47 Sangat Beruntung
48 Membuka Kedai
49 Sangat Ramai
50 Belanja Bahan
51 Penghasilan Pertama
52 Berbagi Dividen
53 Merekrut Pegawai
54 Peringatan Evaluasi
55 Kedai di Hari kedua
56 Sangat Ramai (2)
57 Beli kendaraan baru
58 Ibu Luar Biasa
59 Penghasilan Kedai dihari Kedua
60 Take away ala-ala
61 Pertimbangan pegawai baru
62 Jari Ayah Bergerak
63 Menikmati Hidup
64 Ke kota dengan tiga anak
65 Membeli Baju
66 Jalan-jalan Bersama
67 Bersalah dan Berbaikan
68 Kehebohan Warga Desa
69 Gelombang Kejut
70 Pangeran Pertama
71 Ujian telah Selesai
72 Hubungan dengan Kunai
73 Memulai Perjamuan
74 Rencana Deraga yang Gagal
75 Pengumuman Ujian
76 Karina tak sadarkan Diri
77 Deraga sudah Dewasa?
78 Penjelasan
79 Permintaan Sulit
80 Ulah Danuka
81 Pertengkaran Kecil
82 Launching, Souffle Pancake
83 Yang Mulia
84 Godaan ala Danuka
85 Pintu No 2
86 Mencoba Pakaian
87 Pertemuan Rahasia
88 Perhatian Kecil
89 Pembuat Onar
90 Diserang
91 Tepat Waktu
92 Blue Muncul
93 Mempekerjakan Danuka
94 Misi Baru
95 Aku sudah tahu
96 Kegelisahan Deraga
97 Latihan Bersama
98 Mempersiapkan
99 Timur dan Kerajaan 9
100 Melawan Perampok
101 Kamp Pengungsi
102 Ayo Makan Bersama
103 Membagikan Bubur
104 Menemukan Prajurit
105 Menyelesaikan Semuanya
106 Penyelamatan
107 Penghianat?
108 Mencari Danuka
109 Menyelinap Masuk
110 Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111 Menjatuhkan Jenderal Cu
112 Kembali ke Kerajaan 10
113 Pulang ke Rumah
114 Meninggalkan Desa
115 Persiapan
116 Pengepungan
117 Nyonya, jangan Masuk
118 Bertahanlah, Karina
119 Meninggalkan dan Kembali (End)
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Prolog
2
Lari dari Penjara
3
Ibu Tiri?!
4
Naik Gunung
5
Mengurus Suami
6
Persiapan berburu
7
Prasangka Ganika
8
Menjual hasil buruan
9
Bertemu Deraga
10
Kecurigaan Deraga
11
Deraga ikut Berburu
12
Semangat Serena
13
Omelan Deraga
14
Belanja Besar
15
Deraga Tertekan
16
Ibu tiri berubah
17
Meminta Jawaban
18
Pemikiran Ganika
19
Bekerja Bersama
20
Bertemu Harimau
21
Sedikit Kebenaran
22
Bertanggung Jawab
23
Mulai Saling Menerima
24
Permintaan Manajer Restoran
25
Kaya
26
Bola-bola Daging
27
Menagih Ucapan Karina
28
Sate Kelinci
29
Berlatih panah
30
Naik gunung bersama
31
Tenggelam
32
Bersikap Lembut
33
Susu Kambing
34
Membeli tanah
35
Beruang dan Cabai
36
Memasak untuk Pekerja
37
Menjual Beruang
38
Menyewa Kedai
39
Daftar Sekolah
40
Membereskan Kedai
41
Kunai
42
Keanehan
43
Keanehan (2)
44
Kami Setuju
45
Menasehati tiga anak
46
Menerima Berkah
47
Sangat Beruntung
48
Membuka Kedai
49
Sangat Ramai
50
Belanja Bahan
51
Penghasilan Pertama
52
Berbagi Dividen
53
Merekrut Pegawai
54
Peringatan Evaluasi
55
Kedai di Hari kedua
56
Sangat Ramai (2)
57
Beli kendaraan baru
58
Ibu Luar Biasa
59
Penghasilan Kedai dihari Kedua
60
Take away ala-ala
61
Pertimbangan pegawai baru
62
Jari Ayah Bergerak
63
Menikmati Hidup
64
Ke kota dengan tiga anak
65
Membeli Baju
66
Jalan-jalan Bersama
67
Bersalah dan Berbaikan
68
Kehebohan Warga Desa
69
Gelombang Kejut
70
Pangeran Pertama
71
Ujian telah Selesai
72
Hubungan dengan Kunai
73
Memulai Perjamuan
74
Rencana Deraga yang Gagal
75
Pengumuman Ujian
76
Karina tak sadarkan Diri
77
Deraga sudah Dewasa?
78
Penjelasan
79
Permintaan Sulit
80
Ulah Danuka
81
Pertengkaran Kecil
82
Launching, Souffle Pancake
83
Yang Mulia
84
Godaan ala Danuka
85
Pintu No 2
86
Mencoba Pakaian
87
Pertemuan Rahasia
88
Perhatian Kecil
89
Pembuat Onar
90
Diserang
91
Tepat Waktu
92
Blue Muncul
93
Mempekerjakan Danuka
94
Misi Baru
95
Aku sudah tahu
96
Kegelisahan Deraga
97
Latihan Bersama
98
Mempersiapkan
99
Timur dan Kerajaan 9
100
Melawan Perampok
101
Kamp Pengungsi
102
Ayo Makan Bersama
103
Membagikan Bubur
104
Menemukan Prajurit
105
Menyelesaikan Semuanya
106
Penyelamatan
107
Penghianat?
108
Mencari Danuka
109
Menyelinap Masuk
110
Apakah Ibu Akan Tetap Bersama Kita?
111
Menjatuhkan Jenderal Cu
112
Kembali ke Kerajaan 10
113
Pulang ke Rumah
114
Meninggalkan Desa
115
Persiapan
116
Pengepungan
117
Nyonya, jangan Masuk
118
Bertahanlah, Karina
119
Meninggalkan dan Kembali (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!