Marahnya Dave

Setelah selesai menumpahkan perasaannya, Rania membersihkan wajahnya dari airmata nya. Setelah itu, Rania kembali masuk ke dalam kamarnya. Ternyata, di atas ranjang sudah ada Dave yang sedang sibuk memainkan ponselnya. Tak hanya itu, Dave pun terlihat senyum-senyum. Sesaat Dave melirik ke arah Rania, kemudian memainkan ponselnya kembali seolah tak peduli dengan keberadaan istrinya.

Semakin Rania memperhatikan apa yang sedang Dave lakukan, semakin Rania tak suka melihatnya. Terlebih tak suka melihat ekspresi wajah bahagia Dave. Rania yakin kalau suaminya itu sedang chatan dengan pacarnya.

Rania menghentakkan kakinya, lalu beranjak hendak keluar kamarnya. Namun, sebelum Rania membuka pintu, Dave bertanya," mau kemana?"

Sejenak langkah kaki Rania terhenti. Memutar lehernya beberapa derajat tapi tak sampai melihat pada Dave." Urus saja urusan mu, Om," ketus Rania. Setelah itu, Rania menarik gagang pintu.

Brak

Suara bantingan pintu itu pun sontak saja membuat Dave terkejut. Sesaat Dave termangu menatap pintu yang sudah tertutup rapat. Sikap Rania yang demikian itu, membuat Dave semakin yakin kalau istrinya tadi menangisi Kevin. Dave mengusap wajahnya gelisah.

Jam sudah menunjukan pukul tengah malam bahkan mendekati dini hari. Dan selama itu pula, Dave sukar memejamkan matanya, karena Rania yang tak kunjung kembali ke kamar. Awalnya, Dave tak mau peduli. Tapi nyatanya, Dave tak bisa kalau tidak peduli. Walau bagaimana pun sikap Rania padanya, tapi saat ini Rania adalah istrinya, dan tentu saja tanggung jawabnya.

Dave bangkit hendak menyusul Rania yang Dave yakini tidur dikamar bi Arum seperti waktu itu. Tapi, ketika Dave hendak menggerakkan kedua kakinya ke arah kamar bi Arum, sorot mata Dave tertuju pada sebelah kaki putih mulus melambai di sebuah sofa besar di depan TV berukuran layar lebar.

"Apa itu Rania?" Ucap bathin Dave.

Sebelah kaki mulus yang mencuri perhatian Dave itu lah yang membawa Dave, kini sedang menyoroti tubuh Rania dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.

Senyum tipis pun tersungging dibibir Dave melihat gaya tidur sang istri. Rania tidur dalam posisi terlentang pasrah. Satu kaki tertumpu pada sandaran sofa, dan satu kaki lagi melambai tak menyentuh lantai. Sementara kedua tangannya seperti posisi menyerah pada saat di todong pistol.

Glek

Dave menelan salivanya saat tatapannya tak sengaja menyorot pada bagian dada Rania yang nampak menyembul. Yang mana pada bagian itu, dua kancing piyama Rania terlepas hingga memperlihatkan belahan lebar dadanya yang begitu mulus. Sebuah pemandangan yang dapat membangunkan birahi pria normal mana pun termasuk birahi Dave.

"Kenapa kamu sembrono sekali Rania. Gimana kalau yang melihat mu saat ini adalah pria jahat," ucap Dave lirih. Dan tak berpikir panjang lagi, Dave langsung mengangkat tubuh Rania lalu membawanya ke kamar.

Setelah berada di kamar, Dave menurunkan tubuh Rania di atas Ranjang. Dada Rania yang terbuka semakin lebar itu kian menggoda keimanan Dave. Membuat Dave cukup frustasi harus menahan birahinya yang kian dan semakin meronta-ronta.

"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku, Kevin."

Dave tercengang, igauan Rania itu menyadarkan Dave dari pikiran joroknya sesaat. Dan nafsu birahi yang sedang bergejolak itu pun seketika hilang begitu saja.

Dave bangkit dan masuk ke kamar mandi. Menyalakan shower dan Dave berdiri dibawah shower membasahi seluruh tubuhnya.

"Tuhan, kenapa aku harus memiliki perasaan seperti ini? perasaan yang hanya akan menyiksaku."

Keesokan hari dan di pagi hari.

Rania membuka matanya. Culingak culinguk melihat ke sekitar." Kok, aku ada dikamar! perasaan tadi malam aku tidur di sofa." Rania masih ingat betul jika dirinya semalam tidur di sofa ruang keluarga saat merasa kesal pada sikap suaminya.

"Apa jangan-jangan..." Bola matanya membesar. Rania langsung berpikir ini pasti ulah Dave. Tak berpikir panjang lagi, Rania pun bangkit. Tapi saat menyadari dadanya terbuka lebar, Bola mata Rania semakin membesar saja.

"Apa yang sudah Om lakukan sama aku?" Teriak Rania.

Pada saat yang sama, Dave pun muncul dari balik pintu kamar mandi dengan penampilan yang cukup se xi. Handuk kecil sebatas pinggang itu memberi peluang untuk bagian tubuh Dave lainnya di pertontonkan pada Rania.

Glek

Glek

Berulang kali Rania menelan air liurnya. Sejenak melupakan kemarahan nya saat melihat tubuh setengah telanjang sang suami. Apa lagi melihat bulu-bulu yang menyebar di area dada bidangnya, semakin membuat Rania terlena saja. Diam-diam Rania menyukai itu.

"Kenapa berteriak?"

Pertanyaan Dave membuat Rania tersadar dari pengaruh sihirnya sesaat. Raut wajah Rania pun kembali berubah marah.

"Apa yang sudah Om lakukan sama aku?" Rania balik bertanya dengan suara lantangnya, sambil menyembunyikan belahan dadanya dengan kedua tangannya.

"Hahaha"

Gelak tawa pun terdengar. Ya, Dave merespon pertanyaan Rania itu dengan tertawa. Yang mana sebenarnya, Dave menertawakan dirinya sendiri yang semalam nyaris tersiksa oleh ulah Rania.

Melihat Dave tertawa membuat Rania geram. Rania mengambil bantal lalu melemparnya ke arah Dave.

"Hei, apa yang kamu lakukan?"

"Aku benci sama Om, aku benci." Rania kembali melempar bantal ke arah Dave.

"Hentikan, Ran. Kamu kenapa?" kata Dave, sambil menangkis bantal-bantal yang beterbangan ke arahnya.

"Om, jahat. Kenapa menyentuh ku. Sampai kapan pun aku tidak sudi di sentuh sama, Om." Rania terus melempar benda apa saja yang ada di atas ranjang ke arah Dave.

"Hentikan, Rania. Hentikan." Kali ini Dave berteriak marah. Dan sorot matanya pun berubah nyalang. Hal itu sontak saja membuat Rania terkejut lalu terdiam.

"Memang apa yang aku lakukan sama kamu, hah?" Bentak Dave dengan intonasi serta mimik wajah yang tak berubah. Kali ini Rania keterlaluan. Menuduhnya yang bukan-bukan. Bukan hanya itu, Rania juga melempar benda apa saja ke arah Dave dengan tidak sopan.

Rania masih diam dengan pikiran mulai kalut.

"Kamu pikir aku tertarik sama tubuh mu yang biasa itu? kamu tahu, diluar sana masih banyak wanita yang jauh lebih menarik dari pada tubuh mu. Di mataku. Tubuh mu itu sama sekali tidak menarik. Cam kan itu, Rania!"

Setelah berkata dengan berapi-api dan rasanya puas, Dave beranjak begitu saja ke walk in closet.

Satu tetes, dua tetes, tiga tetes airmata berjatuhan ke dasar pipi Rania yang mulus. Kenapa begitu sakit mendengar ucapan suaminya yang bernada hinaan itu.

Terpopuler

Comments

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

jaga mulut kamu Rania.... selama ini Dave cuma berdiam diri saja...nah skrg Dave sudah menunjukkan taring kemarahannya pd kamu yg sesuka hati mengatai Dave...

2023-12-29

1

Yani

Yani

Rasain kamu Rania

2023-12-29

1

Afternoon Honey

Afternoon Honey

sukurin kamu riana, sok sok an sama om Dave, kamu walo istri... bukan apa2 buat om Dave... eh koq aku yg jadi emosi jiwa ya 😄😄😄

2023-12-20

1

lihat semua
Episodes
1 Pengantin Pengganti
2 Saling Diam
3 Panggil papa dan mama
4 Dicafe
5 Kartu kredit diblokir
6 Desakan teman-teman
7 Minta Nafkah
8 Karoke
9 Sandiwara
10 Terpesona
11 Diamnya Dave
12 Perasaan aneh
13 Perasaan aneh 2
14 Nasib mobil Rania
15 Kegundahan hati Rania
16 Marahnya Dave
17 Wanita bernama lidya
18 Nabrak pohon
19 Foto Kevin
20 Rania hamil ?
21 Seblak
22 Aroma seblak
23 Ego dan Perasaan Rania
24 Mengejar Kevin
25 Pria gi la
26 Sosok misterius
27 Gara-gara kecupan
28 Akting Rania
29 Kerak telor
30 Kepergian Dave
31 Rania sakit
32 Mengunjugi rumah Dave
33 Obat perangsang
34 Godaan Rania
35 Di atas king size
36 Setelah di atas king size
37 Daster
38 Menggoda Dave
39 Album foto
40 Album foto 2
41 Daster robek
42 Switer
43 Pembelaan Dave
44 Ingin perhatian
45 Bertemu Agatha
46 Membuntuti Dave
47 Apartemen Lidya
48 Salting
49 Perubahan sikap Rania
50 Perubahan sikap Rania 2
51 Chatan
52 Chatan 2
53 Menghadiri undangan Wilona
54 Pengakuan Dave
55 Masuk rumah sakit
56 Kepergok suster
57 Burak Ozcivit
58 Pulang
59 Gagal Unboxing
60 Pembalut
61 Hutan belantara
62 Kabar kematian Risa
63 Soto Lamongan
64 Mengunjungi kampung Risa
65 Rumah orang tua Risa
66 Bertemu keluarga Risa
67 Babi hutan
68 Penginapan
69 Sarung
70 Tetangga meresahkan
71 Kedatangan Danu
72 Cemburu
73 Perhiasan
74 Bertemu Kevin
75 Atas Awan
76 Bintang-bintang
77 ID Dave
78 Jones
79 Mencetak baby
80 Pesan Dave
81 Mengunjungi kantor Dave
82 Di atas sofa
83 Cabe-cabean
84 Kedatangan Hamid dan Amira
85 Amanah mertua
86 Di tolong Kevin
87 Honeymoon
88 Honeymoon 2
89 Insecure
90 Penampilan baru Dave
91 Dara Junior
92 Mengunjugi rumah Agatha
93 Mengejar Agatha
94 Mengunjungi rumah Jack
95 Kematian Kevin
96 Pemakaman Kevin
97 Kabar bahagia
98 Jack mengunjungi rumah Agatha
99 Agatha sakit
100 Kejutan Rania
101 Wilona positif HIV
102 Obrolan dua pria
103 Pernikahan Agatha
104 Peristiwa tak terduga
105 Rania diculik
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Pengantin Pengganti
2
Saling Diam
3
Panggil papa dan mama
4
Dicafe
5
Kartu kredit diblokir
6
Desakan teman-teman
7
Minta Nafkah
8
Karoke
9
Sandiwara
10
Terpesona
11
Diamnya Dave
12
Perasaan aneh
13
Perasaan aneh 2
14
Nasib mobil Rania
15
Kegundahan hati Rania
16
Marahnya Dave
17
Wanita bernama lidya
18
Nabrak pohon
19
Foto Kevin
20
Rania hamil ?
21
Seblak
22
Aroma seblak
23
Ego dan Perasaan Rania
24
Mengejar Kevin
25
Pria gi la
26
Sosok misterius
27
Gara-gara kecupan
28
Akting Rania
29
Kerak telor
30
Kepergian Dave
31
Rania sakit
32
Mengunjugi rumah Dave
33
Obat perangsang
34
Godaan Rania
35
Di atas king size
36
Setelah di atas king size
37
Daster
38
Menggoda Dave
39
Album foto
40
Album foto 2
41
Daster robek
42
Switer
43
Pembelaan Dave
44
Ingin perhatian
45
Bertemu Agatha
46
Membuntuti Dave
47
Apartemen Lidya
48
Salting
49
Perubahan sikap Rania
50
Perubahan sikap Rania 2
51
Chatan
52
Chatan 2
53
Menghadiri undangan Wilona
54
Pengakuan Dave
55
Masuk rumah sakit
56
Kepergok suster
57
Burak Ozcivit
58
Pulang
59
Gagal Unboxing
60
Pembalut
61
Hutan belantara
62
Kabar kematian Risa
63
Soto Lamongan
64
Mengunjungi kampung Risa
65
Rumah orang tua Risa
66
Bertemu keluarga Risa
67
Babi hutan
68
Penginapan
69
Sarung
70
Tetangga meresahkan
71
Kedatangan Danu
72
Cemburu
73
Perhiasan
74
Bertemu Kevin
75
Atas Awan
76
Bintang-bintang
77
ID Dave
78
Jones
79
Mencetak baby
80
Pesan Dave
81
Mengunjungi kantor Dave
82
Di atas sofa
83
Cabe-cabean
84
Kedatangan Hamid dan Amira
85
Amanah mertua
86
Di tolong Kevin
87
Honeymoon
88
Honeymoon 2
89
Insecure
90
Penampilan baru Dave
91
Dara Junior
92
Mengunjugi rumah Agatha
93
Mengejar Agatha
94
Mengunjungi rumah Jack
95
Kematian Kevin
96
Pemakaman Kevin
97
Kabar bahagia
98
Jack mengunjungi rumah Agatha
99
Agatha sakit
100
Kejutan Rania
101
Wilona positif HIV
102
Obrolan dua pria
103
Pernikahan Agatha
104
Peristiwa tak terduga
105
Rania diculik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!