Terpesona

Demi menghindari komunikasi dengan Dave, biasanya Rania sudah tidur setelah menjelang magrib. Tapi kali ini tidak. Rania justru termenung ditepi ranjang sembari memeluk kedua lututnya.

"Bagaimana cara ku menebus mobilku besok!" batin Rania.

Krek

Rania menoleh ke arah pintu kamar mandi. Dave muncul dengan hanya memakai handuk pendek dibawah pusar dan diatas lutut. Biasanya Dave memakai handuk kimono panjang, tapi karena hanya ada satu yang dimiliki Dave dan sekarang dalam keadaan kotor, terpaksa Dave memakai handuk kecil milik istrinya, yang biasa Rania gunakan untuk menutupi kepalanya setelah keramas.

Glek

Tanpa sadar Rania meneguk air liur nya melihat tubuh tegap dengan banyak bulu di area dadanya. Tubuh bugar itu seolah tak termakan oleh usianya yang sudah tak lagi muda. Tetap kencang, berotot serta berkotak-kotak.

Sadar sedang diperhatikan oleh sang istri, Dave pun tersenyum pada Rania dan berkata," maaf ya, saya pinjam handuk mu. Soalnya handuk saya kotor."

"Sudah dipakai baru ngomong. Tidak sopan sekali," ketus Rania, mengalihkan pandangannya ke lain arah dengan wajah cemberut.

Sebenarnya itu hanya alasan Rania saja, agar tidak kentara kalau sebenarnya Rania mengagumi tubuh Dave, bukan mempermasalahkan soal handuk yang dipakai oleh Dave. Rania tak ingin suami tuanya itu Ge-Er jika tahu dirinya sedang memuji tubuh Dave.

"Ah ya, maaf. Handuk ini buang saja nanti. Besok saya ganti dengan yang baru."

Rania tidak merespon ucapan Dave melainkan merebahkan tubuhnya lalu menyelimuti seluruh tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.

Melihat sikap Rania yang seolah cuek, Dave hanya tersenyum tipis lalu beranjak ke walk in closet dimana beberapa setel pakaiannya di simpan di sana.

Hening

Rania kembali membuka selimut yang menutupi kepalanya. Culingak culinguk memastikan jika Dave sudah pergi dari hadapannya. Setelah tidak melihat keberadaan Dave, Rania kembali duduk tapi dengan posisi yang berbeda.

"Kenapa Tubuh Om Dave tidak seperti tubuh papa yang berlemak! Bukan nya usia mereka sama? Bahkan rambut Om Dave saja tidak beruban seperti rambut papa."

Rania mengusap wajahnya dan geleng-geleng kepala. Ditengah kepusingan nya memikirkan mobil kesayangan yang sedang menjadi jaminan, sempat-sempat nya Rania memikirkan tentang fisik suaminya yang tak penting.

"Ehem."

Ditengah dilanda kekalutan hatinya, Rania dikejutkan oleh kehadiran Dave, yang entah sejak kapan dia berdiri memperhatikan Rania sembari ber-sedekap dada.

'Om Dave' ucap bathin Rania. Rania menjadi gugup dan mimik wajahnya berubah tegang. Bagaimana jika pria itu mendengar pujiannya tadi?

"Saya pikir kamu sudah tidur, ternyata belum. Apa kamu sedang menunggu suami mu ini untuk...." goda Dave, sengaja menggantung kalimat ucapannya sambil tersenyum mesem.

Tubuh Rania tiba-tiba menggigil mendengar godaan serta tatapan nakal suaminya. Selain itu, Rania tentu masih ingat tentang permintaan Dave tadi siang. Menukar uang yang sudah dia pakai dengan tubuhnya malam ini.

"Tidak. Jangan mendekat. Aku tidak mau disentuh sama, Om. Om itu sudah tua dan menjijikkan. Aku benci sama, Om," teriak Rania saat Dave berjalan hendak mendekati ranjang tidur. Mendengar Rania menghinanya, langkah Dave pun terhenti. Saat Dave diam, Rania mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri dari kamar.

Dave menatap nanar pada satu titik. Dadanya begitu nyeri mendengar hinaan istri muda nya. Meskipun Dave menyadari jika dirinya memang sudah tua, tapi apa semenjijikan itu di mata Rania? Dave mengusap wajahnya lalu mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.

"Bagaimana? Apa kamu sudah menemukan keberadaan anak itu?" Tanya Dave pada seseorang diseberang telpon.

Dave menutup telponnya dengan raut wajah kekecewaan. Lagi-lagi Dave kecewa, karena orang suruhan Dave belum saja menemukan keberadaan putranya, Kevin.

"Kamu dimana, Kevin? kenapa kamu tega melakukan ini sama papa?"

Rania keluar kamarnya sembari mengendap-endap. Takut orang tuanya melihat. Setelah merasa aman, Rania pun bernafas lega. Namun, ketika Rania hendak meneruskan langkahnya, dia dikejutkan oleh sosok pria berkumis dan berperut buncit. Sontak, bola mata Rania membulat.

"Pa-papa!" ucap Rania dengan sangat gugup.

"Kenapa melihat papa seperti itu? Apa kamu pikir papa ini dedemit?" Tanya Hamid. Rania dengan polosnya mengangguk. Hal itu terang saja membuat Hamid melototi Rania. Disaat Hamid hendak berkata lagi, Amira datang sembari membawa segelas susu. Hamid pun mengurungkan niatnya dan mengalihkan tatapannya pada istrinya. Begitu pula dengan Rania.

"Kirain mama, papa sudah masuk ke dalam kamar," ucap Amira sembari berjalan ke arah Hamid dan Amira.

"Tadinya sih mau langsung masuk ke kamar. Tapi papa tidak sengaja bertemu sama anak tuyul ini."

Amira mengernyitkan keningnya sambil melihat ke arah Rania yang seketika itu pula wajahnya berubah kesal telah dikatain tuyul oleh papanya.

"Anak tuyul gimana sih, pa. Cantik-cantik begini masa iya dibilang tuyul," ucap Amira membela Rania. Rania tersenyum lebar. Betapa senangnya Rania dibela sang mama. Kasih sayang kedua orang tua nya itu memang berbeda. Mamanya lebih menyayangi Rania daripada papanya. Buktinya, dengan tidak berperasaan papanya itu menikahkan nya dengan pria tua serta memblokir kartu kredit miliknya. Mengingat soal kartu kredit yang telah diblokir Hamid, rasanya Rania ingin komplen saat ini juga. Tapi....

"Iya cantik. Tapi kelakuannya kayak tuyul." Setelah berkata dengan puas disertai senyum smirk, Hamid langsung beranjak pergi. Rania mendengus kesal, sementara Amira hanya menghela nafas panjang.

"Kamu mau kemana?" Tanya Amira pada Rania.

"Ke dapur, haus." Rania beralasan sembari memegang tenggorokannya.

"Ya sudah kalau begitu mama tinggal dulu." Rania mengangguk tanpa berkata. Dan membiarkan sang mama beranjak mendahuluinya. Tapi saat Rania hendak meneruskan langkahnya, Amira berseru," Ran, suamimu sudah makan malam belum?"

Sejenak Rania terdiam, kemudian mengangguk-anggukan kepalanya. Amira tersenyum lalu meneruskan langkahnya kembali. Setelah sang mama menjauh, Rania menghela nafas lega. Tadi Rania berbohong tentang jawaban pertanyaan sang mama. Padahal sebenarnya, Rania sendiri tidak tahu suaminya itu sudah makan malam apa belum. Masa bodoh, Rania tidak peduli. Sudah makan apa belum itu bukan urusannya.

Rania mengetuk ngetuk kamar bibi Arum, yang terletak tidak jauh dari dapur. Tak lama, pintu kamar itu pun terbuka.

"Non Rania, ada apa malam-malam ke kamar bibi?"

Rania tidak merespon pertanyaan bibi Arum, melainkan mendorong pelan tubuh bibi Arum hingga masuk lalu menutup pintu.

"Bi, malam ini Rania boleh ya tidur disini sama bibi?"

Kening bibi Arum mengkerut. Tumben sekali anak majikan nya itu meminta tidur di kamarnya yang sempit.

"Tapi, Non...."

"Bi, please..ya..ya boleh!" Rania memohon sambil menangkupkan telapak tangannya.

Bibi Arum menghela nafas. Mau tak mau, terpaksa Bibi Arum menerima permintaan Rania.

Saat tengah tidur, Rania bermimpi. Tubuhnya melayang-layang di angkasa. Rania tersenyum senang. Setelah melayang-layang, tubuhnya terhempas ketempat yang sangat empuk dan sangat nyaman sekali. Apakah aku sedang berada di surga? Ucap Rania dalam mimpinya itu.

Terpopuler

Comments

🎀⍣⃝ꉣꉣNurrul P.❀∂я

🎀⍣⃝ꉣꉣNurrul P.❀∂я

Wkwkwk... melayang karena digendong oleh Dave 🤣🤣

2024-01-13

1

Yani

Yani

Kayanya di pindahin tidurnya sama Dave bukan mimpi mrlayang " 🤭

2023-12-29

1

Ana Ana

Ana Ana

surganya itu ya di tangan suamimu ran
knpa sedikit aja km g bisa hormat KPD suamimu ,seharusnya km berterimakasih sama dia kalau g ada dia km sekeluarga malu ran,kalau km blm mau di pegang2 sama dia Knpa g nolak secara halus jgn bilang jijik atau berkata kasar ,kayak org g prnh makan bangku sekolah aja

2023-12-13

1

lihat semua
Episodes
1 Pengantin Pengganti
2 Saling Diam
3 Panggil papa dan mama
4 Dicafe
5 Kartu kredit diblokir
6 Desakan teman-teman
7 Minta Nafkah
8 Karoke
9 Sandiwara
10 Terpesona
11 Diamnya Dave
12 Perasaan aneh
13 Perasaan aneh 2
14 Nasib mobil Rania
15 Kegundahan hati Rania
16 Marahnya Dave
17 Wanita bernama lidya
18 Nabrak pohon
19 Foto Kevin
20 Rania hamil ?
21 Seblak
22 Aroma seblak
23 Ego dan Perasaan Rania
24 Mengejar Kevin
25 Pria gi la
26 Sosok misterius
27 Gara-gara kecupan
28 Akting Rania
29 Kerak telor
30 Kepergian Dave
31 Rania sakit
32 Mengunjugi rumah Dave
33 Obat perangsang
34 Godaan Rania
35 Di atas king size
36 Setelah di atas king size
37 Daster
38 Menggoda Dave
39 Album foto
40 Album foto 2
41 Daster robek
42 Switer
43 Pembelaan Dave
44 Ingin perhatian
45 Bertemu Agatha
46 Membuntuti Dave
47 Apartemen Lidya
48 Salting
49 Perubahan sikap Rania
50 Perubahan sikap Rania 2
51 Chatan
52 Chatan 2
53 Menghadiri undangan Wilona
54 Pengakuan Dave
55 Masuk rumah sakit
56 Kepergok suster
57 Burak Ozcivit
58 Pulang
59 Gagal Unboxing
60 Pembalut
61 Hutan belantara
62 Kabar kematian Risa
63 Soto Lamongan
64 Mengunjungi kampung Risa
65 Rumah orang tua Risa
66 Bertemu keluarga Risa
67 Babi hutan
68 Penginapan
69 Sarung
70 Tetangga meresahkan
71 Kedatangan Danu
72 Cemburu
73 Perhiasan
74 Bertemu Kevin
75 Atas Awan
76 Bintang-bintang
77 ID Dave
78 Jones
79 Mencetak baby
80 Pesan Dave
81 Mengunjungi kantor Dave
82 Di atas sofa
83 Cabe-cabean
84 Kedatangan Hamid dan Amira
85 Amanah mertua
86 Di tolong Kevin
87 Honeymoon
88 Honeymoon 2
89 Insecure
90 Penampilan baru Dave
91 Dara Junior
92 Mengunjugi rumah Agatha
93 Mengejar Agatha
94 Mengunjungi rumah Jack
95 Kematian Kevin
96 Pemakaman Kevin
97 Kabar bahagia
98 Jack mengunjungi rumah Agatha
99 Agatha sakit
100 Kejutan Rania
101 Wilona positif HIV
102 Obrolan dua pria
103 Pernikahan Agatha
104 Peristiwa tak terduga
105 Rania diculik
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Pengantin Pengganti
2
Saling Diam
3
Panggil papa dan mama
4
Dicafe
5
Kartu kredit diblokir
6
Desakan teman-teman
7
Minta Nafkah
8
Karoke
9
Sandiwara
10
Terpesona
11
Diamnya Dave
12
Perasaan aneh
13
Perasaan aneh 2
14
Nasib mobil Rania
15
Kegundahan hati Rania
16
Marahnya Dave
17
Wanita bernama lidya
18
Nabrak pohon
19
Foto Kevin
20
Rania hamil ?
21
Seblak
22
Aroma seblak
23
Ego dan Perasaan Rania
24
Mengejar Kevin
25
Pria gi la
26
Sosok misterius
27
Gara-gara kecupan
28
Akting Rania
29
Kerak telor
30
Kepergian Dave
31
Rania sakit
32
Mengunjugi rumah Dave
33
Obat perangsang
34
Godaan Rania
35
Di atas king size
36
Setelah di atas king size
37
Daster
38
Menggoda Dave
39
Album foto
40
Album foto 2
41
Daster robek
42
Switer
43
Pembelaan Dave
44
Ingin perhatian
45
Bertemu Agatha
46
Membuntuti Dave
47
Apartemen Lidya
48
Salting
49
Perubahan sikap Rania
50
Perubahan sikap Rania 2
51
Chatan
52
Chatan 2
53
Menghadiri undangan Wilona
54
Pengakuan Dave
55
Masuk rumah sakit
56
Kepergok suster
57
Burak Ozcivit
58
Pulang
59
Gagal Unboxing
60
Pembalut
61
Hutan belantara
62
Kabar kematian Risa
63
Soto Lamongan
64
Mengunjungi kampung Risa
65
Rumah orang tua Risa
66
Bertemu keluarga Risa
67
Babi hutan
68
Penginapan
69
Sarung
70
Tetangga meresahkan
71
Kedatangan Danu
72
Cemburu
73
Perhiasan
74
Bertemu Kevin
75
Atas Awan
76
Bintang-bintang
77
ID Dave
78
Jones
79
Mencetak baby
80
Pesan Dave
81
Mengunjungi kantor Dave
82
Di atas sofa
83
Cabe-cabean
84
Kedatangan Hamid dan Amira
85
Amanah mertua
86
Di tolong Kevin
87
Honeymoon
88
Honeymoon 2
89
Insecure
90
Penampilan baru Dave
91
Dara Junior
92
Mengunjugi rumah Agatha
93
Mengejar Agatha
94
Mengunjungi rumah Jack
95
Kematian Kevin
96
Pemakaman Kevin
97
Kabar bahagia
98
Jack mengunjungi rumah Agatha
99
Agatha sakit
100
Kejutan Rania
101
Wilona positif HIV
102
Obrolan dua pria
103
Pernikahan Agatha
104
Peristiwa tak terduga
105
Rania diculik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!