Perasaan aneh 2

Rania masih menempelkan telinganya pada daun pintu. Percakapan akrab antara Dave dengan seseorang yang entah siapa diseberang telpon sana menarik perhatian telinga rania untuk terus menguping. Rania yang selama ini masa bodoh dengan siapa Dave bertemu, dengan siapa Dave berbicara, entah mengapa kali ini Rania beneran ingin tahu urusan suaminya itu.

Akan tetapi saat Rania hendak menegakkan tubuhnya karena merasa obrolan suaminya telah usai, sebuah kejadian tak terduga pun menimpa Rania.

Dug

"Aduuuhh"

Rania mengaduh kesakitan sambil memegang keningnya saat tanpa disangka, daun pintu tiba-tiba mencium jidatnya secara kasar. Tak hanya keningnya saja yang kepentok, tubuh Rania pun terdorong sampai menempel pada dinding.

Betapa terkejutnya Dave. Akibat ulahnya yang tak hati-hati saat membuka pintu, istrinya sendiri menjadi korban pintu yang dia dorong.

"Rania..."ucap Dave dengan raut wajah cemas. Dave sendiri sama sekali tidak menduga, istrinya yang Dave pikir sudah tidur nyenyak diatas ranjang, kenapa tiba-tiba berada di balik pintu.

"Kamu tidak apa-apa?" Dave hendak menyentuh kening Rania tapi Rania malah menepis tangan Dave dengan kasar.

"Aku tidak apa-apa," ucap Rania sedikit ketus dan dengan perasaan yang bercampur aduk antara sakit, kesal dan...entah lah. Rania sendiri pun tak dapat menggambarkan perasaannya saat ini.

Disaat Dave hanya diam menatapnya, Rania beranjak. Namun tanpa disangka, Dave memegang lengannya." Maaf, saya tidak sengaja. Tolong maafkan saya," ucap Dave dengan penuh penyesalan.

Mendengar kata maaf dari Dave, Rania memejamkan matanya. Dari lubuk hati yang terdalam, Rania mengakui bahwa Dave tidak lah bersalah. Dave tidak sengaja. Tapi kenapa lidah Rania rasanya sulit sekali untuk mengucapkan kata "iya" dan lagi-lagi Rania menepis tangan Dave tanpa berucap sepatah kata. Lalu, Rania naik ke atas ranjang tidurnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Melihat tubuh Rania yang sudah tertutup penuh tanpa celah, Dave mengusap wajahnya kasar. Dave menyesal sudah menyakiti istrinya tanpa sengaja dan membuatnya marah. Namun benaknya bertanya, apa yang sebenarnya sedang Rania lakukan dibalik pintu? lagi, Dave mengusap wajahnya.

Rania perlahan menyibak selimut bagian kepala setelah Dave masuk ke kamar mandi. Memegang benjolan di keningnya yang sudah sebesar telor ayam kampung. Rania pun meringis." Ala Mak Mak. Sial banget nasibku malam ini."

Krek

Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, Rania langsung menutup kembali kepalanya dengan selimut.

Selang beberapa saat, Rania merasa ranjangnya bergoyang. Artinya, Dave sudah berada diatas ranjang yang sama dengan Rania.

Dag Dig Dug

Begitulah keadaan detak jantung Rania saat ini. Bentuk respon salah satu organ tubuhnya terhadap sesuatu yang sebenarnya tak diinginkan Rania. Tapi Rania tidak bisa menolaknya, karena itu merupakan spontanitas.

"Saya minta maaf sudah menyakitimu. Dan saya benar-benar tidak sengaja menyakitimu."

Gumaman lembut dan tulus itu, ya tuhan. Siapapun pasti meleleh mendengarnya. Tapi sayangnya, ego Rania lebih gede. Hatinya yang masih sekeras batu karang, sulit menerima maaf dari Dave.

Dave meletakkan kedua tangannya dibawah kepala dengan posisi menyilang. Menatap langit-langit dengan pikiran yang melayang-layang. Bukan memikirkan hal yang indah-indah. Dave hanya memikirkan keberadaan Kevin. Dan keingintahuannya kenapa putranya itu tidak ingin menikahi gadis yang sedang tidur satu ranjang dengannya. Padahal putranya itu sering kali bercerita bahwa dia sangat mencintai gadis ini.

Dave menghirup nafas panjang. Padahal raganya sangat lah lelah, tapi matanya sulit sekali memejam. Sesekali Dave melirik ke arah Rania yang tidur tanpa gerak serta selimut tebal menutupi seluruh tubuhnya. Pemandangan yang selalu Dave lihat selama tidur satu ranjang dengan Rania. Demi menjaga tubuhnya agar tak disentuh olehnya, Rania rela tidur pengap-pengapan.

"Apa aku semenakutkan itu, Ran?"

Pagi-pagi sekali Dave bangun. Karena sebelum pergi ke kantornya, Dave harus mengecek sebuah apartemen yang baru dibeli untuk ditempati oleh seseorang.

Dave melihat ke arah Rania yang masih bergumul dibawah selimut.

"Maaf. Pagi ini, saya pergi tanpa sepengetahuan mu."

Bergegas Dave beranjak dari kamar.

Tring

Tring

Suara weker cukup memekakkan. Rania berusaha membuka kelopak matanya yang lengket. Menyibak selimut lalu menoleh ke arah dimana biasa Dave tidur. Kelopak matanya kembali menyipit saat melihat ranjang itu kosong.

"Apa dia sedang mandi?" Bathin Rania. Namun ada yang aneh. Rania sama sekali tidak mendengar gemericik air.

Rania meraih weker mungil di atas kepalanya. Weker yang selalu Rania letakan di sana, sebagai pengingat waktu seperti orang yang hidupnya sibuk dan harus tepat waktu. Padahal, Rania sendiri salah satu orang yang tak pernah sibuk apalagi harus tepat waktu semenjak setelah lulus kuliah.

Weker itu menunjukan pukul tujuh pagi. Dimana jam segini lah biasanya Dave bangun dan mandi. Tapi...dikamar mandi itu seperti tidak ada aktifitas orang yang sedang mandi. Merasa kurang yakin, Rania pun bangkit dan mendekati daun pintu kamar mandi. Meletakkan telinganya di daun pintu itu. Keningnya mengernyit karena Rania tidak mendengar suara apapun di dalam sana. Masih merasa kurang yakin, Rania pun perlahan membuka pintunya. Dan ternyata, kamar mandi itu memang dalam keadaan kosong. Hanya saja kamar mandi itu dalam keadaan basah dan tercium aroma wangi sabun lili.

Masih belum yakin, Rania pergi ke walk in closet. Membuka lemari khusus pakaian Dave. Didalam sana yang hanya ada beberapa pasang pakaian Dave, sudah tak nampak lagi jas kebesarannya. Tak sampai disitu. Rania pun mengecek sepatu Dave. Dan ketidak adaan sepatunya di sana itulah baru menguatkan Rania bahwa Dave sudah berangkat kerja sebelum dia bangun.

"Kenapa pagi-pagi sekali?"

Glek

Rania menelan salivanya saat teringat tadi malam menguping Dave berbicara lumayan mesra dengan seseorang di telpon.

Tiba-tiba perasaan Rania menjadi gelisah. Namun, Rania buru-buru menepis perasaan gelisah nya itu." Bagus dong kalau dia punya pacar. Siapa tau dia nyerein aku secepatnya."

"Ran, suami mu mana?" Tanya Amira saat melihat kedatangan Rania seorang diri.

"Sudah pergi," jawab Rania lirih sambil menarik kursi dengan lesu.

Sebelah Alis Amira terangkat. Selain melihat Rania yang nampak lesu, Amira juga melihat kening Rania yang benjol tapi tidak sebenjol tadi malam.

Sekuat apa pak Dave, sampai putrinya itu se-lesu dan sampai benjol seperti itu. Amira langsung berpikir ke ranah pertempuran Rania dan Dave diatas ranjang. Oleh karena itu, Amira tidak bertanya.Takut putrinya itu merasa malu. Begitu pula dengan Hamid. Dia pun memiliki pemikiran yang sama dengan Amira.

"Papa tidak melihat mobil mu di garasi," celetuk Hamid. Rania termangu menatap Hamid. Ya ampun, kenapa dirinya melupakan mobilnya. Padahal Dave sudah memberinya uang untuk menebusnya.

"Di bengkel." Alasan yang terdiri dari dua kata itu tiba-tiba langsung saja ada di otaknya.

"Bengkel!" ucap Amira.

Rania mengangguk." Hari ini mau ku ambil."

"Memang kenapa dengan mobilmu?" Tanya Hamid.

"Sedikit tergores kemarin." Rania menjawabnya dengan lancar dan santai, karena Rania memang sudah terbiasa berbohong.

Sekali berbohong, maka akan terus menciptakan kebohongan yang baru. Rania sadar itu. Tapi mau bagaimana lagi. Rania pun tidak mungkin mengatakan sejujurnya. Bisa-bisa, tak hanya kartunya saja yang diblokir, Hamid bisa saja menjual mobilnya.

Terpopuler

Comments

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

turunkan ego kamu Rania... ditakdirkan ketemu Dave sama cewek kamu pasti merasai cemburu kannn... Owh pasti tidak kerana kamu lbh suka jika Dave ceraiin kamu....tnggu aja hati kamu akan berubah 180 derajat mencintai suami tua kamu itu🤭😅

2023-12-29

1

Yani

Yani

Rania egois

2023-12-29

1

Diah Elmawati

Diah Elmawati

Heran Rania belum juga mengubah sikapnya terlalu sekali. Suami sendiri tidak diperhatikan dan malahan dibiarkan sendiri.

2023-12-16

1

lihat semua
Episodes
1 Pengantin Pengganti
2 Saling Diam
3 Panggil papa dan mama
4 Dicafe
5 Kartu kredit diblokir
6 Desakan teman-teman
7 Minta Nafkah
8 Karoke
9 Sandiwara
10 Terpesona
11 Diamnya Dave
12 Perasaan aneh
13 Perasaan aneh 2
14 Nasib mobil Rania
15 Kegundahan hati Rania
16 Marahnya Dave
17 Wanita bernama lidya
18 Nabrak pohon
19 Foto Kevin
20 Rania hamil ?
21 Seblak
22 Aroma seblak
23 Ego dan Perasaan Rania
24 Mengejar Kevin
25 Pria gi la
26 Sosok misterius
27 Gara-gara kecupan
28 Akting Rania
29 Kerak telor
30 Kepergian Dave
31 Rania sakit
32 Mengunjugi rumah Dave
33 Obat perangsang
34 Godaan Rania
35 Di atas king size
36 Setelah di atas king size
37 Daster
38 Menggoda Dave
39 Album foto
40 Album foto 2
41 Daster robek
42 Switer
43 Pembelaan Dave
44 Ingin perhatian
45 Bertemu Agatha
46 Membuntuti Dave
47 Apartemen Lidya
48 Salting
49 Perubahan sikap Rania
50 Perubahan sikap Rania 2
51 Chatan
52 Chatan 2
53 Menghadiri undangan Wilona
54 Pengakuan Dave
55 Masuk rumah sakit
56 Kepergok suster
57 Burak Ozcivit
58 Pulang
59 Gagal Unboxing
60 Pembalut
61 Hutan belantara
62 Kabar kematian Risa
63 Soto Lamongan
64 Mengunjungi kampung Risa
65 Rumah orang tua Risa
66 Bertemu keluarga Risa
67 Babi hutan
68 Penginapan
69 Sarung
70 Tetangga meresahkan
71 Kedatangan Danu
72 Cemburu
73 Perhiasan
74 Bertemu Kevin
75 Atas Awan
76 Bintang-bintang
77 ID Dave
78 Jones
79 Mencetak baby
80 Pesan Dave
81 Mengunjungi kantor Dave
82 Di atas sofa
83 Cabe-cabean
84 Kedatangan Hamid dan Amira
85 Amanah mertua
86 Di tolong Kevin
87 Honeymoon
88 Honeymoon 2
89 Insecure
90 Penampilan baru Dave
91 Dara Junior
92 Mengunjugi rumah Agatha
93 Mengejar Agatha
94 Mengunjungi rumah Jack
95 Kematian Kevin
96 Pemakaman Kevin
97 Kabar bahagia
98 Jack mengunjungi rumah Agatha
99 Agatha sakit
100 Kejutan Rania
101 Wilona positif HIV
102 Obrolan dua pria
103 Pernikahan Agatha
104 Peristiwa tak terduga
105 Rania diculik
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Pengantin Pengganti
2
Saling Diam
3
Panggil papa dan mama
4
Dicafe
5
Kartu kredit diblokir
6
Desakan teman-teman
7
Minta Nafkah
8
Karoke
9
Sandiwara
10
Terpesona
11
Diamnya Dave
12
Perasaan aneh
13
Perasaan aneh 2
14
Nasib mobil Rania
15
Kegundahan hati Rania
16
Marahnya Dave
17
Wanita bernama lidya
18
Nabrak pohon
19
Foto Kevin
20
Rania hamil ?
21
Seblak
22
Aroma seblak
23
Ego dan Perasaan Rania
24
Mengejar Kevin
25
Pria gi la
26
Sosok misterius
27
Gara-gara kecupan
28
Akting Rania
29
Kerak telor
30
Kepergian Dave
31
Rania sakit
32
Mengunjugi rumah Dave
33
Obat perangsang
34
Godaan Rania
35
Di atas king size
36
Setelah di atas king size
37
Daster
38
Menggoda Dave
39
Album foto
40
Album foto 2
41
Daster robek
42
Switer
43
Pembelaan Dave
44
Ingin perhatian
45
Bertemu Agatha
46
Membuntuti Dave
47
Apartemen Lidya
48
Salting
49
Perubahan sikap Rania
50
Perubahan sikap Rania 2
51
Chatan
52
Chatan 2
53
Menghadiri undangan Wilona
54
Pengakuan Dave
55
Masuk rumah sakit
56
Kepergok suster
57
Burak Ozcivit
58
Pulang
59
Gagal Unboxing
60
Pembalut
61
Hutan belantara
62
Kabar kematian Risa
63
Soto Lamongan
64
Mengunjungi kampung Risa
65
Rumah orang tua Risa
66
Bertemu keluarga Risa
67
Babi hutan
68
Penginapan
69
Sarung
70
Tetangga meresahkan
71
Kedatangan Danu
72
Cemburu
73
Perhiasan
74
Bertemu Kevin
75
Atas Awan
76
Bintang-bintang
77
ID Dave
78
Jones
79
Mencetak baby
80
Pesan Dave
81
Mengunjungi kantor Dave
82
Di atas sofa
83
Cabe-cabean
84
Kedatangan Hamid dan Amira
85
Amanah mertua
86
Di tolong Kevin
87
Honeymoon
88
Honeymoon 2
89
Insecure
90
Penampilan baru Dave
91
Dara Junior
92
Mengunjugi rumah Agatha
93
Mengejar Agatha
94
Mengunjungi rumah Jack
95
Kematian Kevin
96
Pemakaman Kevin
97
Kabar bahagia
98
Jack mengunjungi rumah Agatha
99
Agatha sakit
100
Kejutan Rania
101
Wilona positif HIV
102
Obrolan dua pria
103
Pernikahan Agatha
104
Peristiwa tak terduga
105
Rania diculik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!