Desakan teman-teman

Risa satu-satu nya teman Rania yang tahu bagaimana rupa wajah papanya Kevin. Dulu sempat dikenalkan sekali oleh Kevin. Tapi meskipun hanya sekali bertemu, ternyata ingatan Risa cukup tajam. Risa masih mengingat wajah papa Kevin yang katanya tampannya tidak ada obatnya dan seperti seorang aktor Turki idolanya. Bahkan dihadapan Rania, Risa memuji ketampanan calon papa mertuanya itu, lalu membandingkan nya dengan kekasihnya, Kevin.

"Sumpah ya, om Dave gantengnya gada obat. Mirip sama Burak aktor Turki idolaku. Biar sudah tua, tapi gantengnya masih ngalahin cowok mu si Kevin haha."

Kalimat ucapan Risa yang menjengkelkan itu jelas masih terngiang di otak Rania. Dilihat dari segi sisi mana gantengnya melebihi kekasihnya, Kevin? Ada-ada saja. Dimata Rania, Kevin itu sempurna yang tampannya tak terkalahkan. Meskipun cara berpakaian nya agak nyeleneh, tapi bukan berarti Kevin itu jelek melainkan dia anak gaul.

"Ooooh, jadi om-om tadi papanya Kevin? Pantesan kelihatan akrab, ternyata calon papa mertua mu toh," goda Renata setelah tahu siapa cowok yang bersikap akrab pada Rania dan sempat membuatnya kesal.

Meskipun kata Renata sifat Rania rada o*n, tapi Rania seperti memiliki magic dan selalu mencuri star nya. Pernah saat Renata melakukan siaran live dan tidak sengaja menampakan Rania di sosial medianya. Niat hati ingin di puji followernya, eh rata-rata followernya malah memuji kecantikan Rania bukan dirinya. Tak hanya itu. Pada saat masih kuliah, Renata pernah menyukai sosok pria di kampus, tapi pria itu justru malah menyukai Rania.

"Pria yang mana sih maksud kalian?"

Pertanyaan itu mengalihkan semua sorot mata ke arah Wilona." Kamu sih pacaran online mulu," ledek Renata. Saat Rania sedang transaksi, Wilona sibuk chating dengan seseorang. Jadi, Wilona tidak memperhatikan pria yang dimaksud oleh Risa.

"Yeee biarin. Masih mending punya pacar meskipun online. Dari pada tidak punya sama sekali," kilah Wilona sekaligus menyindir Renata yang sudah sekian lama menjomblo. Bagaimana tidak jomblo terus. Kriteria pria idaman Renata itu sulit dijangkau oleh pria-pria kelas menengah kebawah.

"Dih pacaran online yang belum pernah face to face saja bangga."

"Siapa bilang? Siang malam kita VC an terus. Bulan depan dia juga mau ke Indonesia. Kalian tau tidak! Pacar ku itu sultan Dubai."

Renata dan Risa saling tatap" Emang kamu percaya si Wilo pacaran sama sultan Dubai?" Tanya Renata pada Risa.

"Tidak."

"Bahahahaha" Renata dan Risa tertawa terbahak-bahak menertawakan Wilona yang menurut mereka sama o*n nya seperti Rania.

Ditertawakan kedua temannya, Wilona hanya memasang wajah cemberut. Sementara Rania tidak berekpresi apapun. Rania hanya diam dan menyimak gurauan kedua temannya itu. Tapi dalam hati Rania bersyukur. Berkat kekonyolan Wilona dan menjadi bulanan kedua temannya, Pembahasan tentang mantan calon papa mertuanya pun terkubur begitu saja.

"Gimana nih, kita jadi karoke kan?" Tanya Renata setelah puas menertawakan Wilona. Risa melihat ke arah Rania." Jadikan, Ran?"

Rania yang ditagih kedua temannya itu diam dan termangu." Waduh bagaimana ini? Kartu ku kan sudah diblokir papa. Mana bisa karoke."

"Raniaaa..." Renata mengibaskan tangannya ke wajah Rania. Perbuatan Renata sontak mengejutkan Rania, lalu mengusap-usap wajahnya.

"Kamu kenapa sih ditanya malah bengong?" Tanya Renata.

Rania tersenyum nyengir." Sorry.."

"Kita jadi kan karoke?" Tanya ulang Risa yang masih ngebet mengajak karoke.

"Em, anu..." Rania menggaruk-garuk kepalanya yang seolah gatal dadakan.

"Jangan berubah pikiran dong, Ran!" kata Risa. Mulai kesal pada sikap Rania yang nampak plin plan.

"Next time saja ya, aku..."

"Tidak mau. Aku maunya sekarang titik," tegas Risa sembari menyilangkan kedua tangannya di atas perut dan muka cemberut.

"Kamu tadi bilangnya setuju, Ran. Tapi sekarang kenapa berubah pikiran?" Tanya Renata yang juga ikut kesal sama seperti Risa.

Hanya Wilona saja yang bersikap biasa. Jadi tidak jadi bukan menjadi soal baginya. Toh, karoke bukan kegiatan yang Wilona sukai. Dia hanya mau partisipasi saja agar dianggap gaul oleh teman-temannya.

Lagi-lagi Rania menggaruk. Tapi kali ini Rania menggaruk keningnya.Tagihan kedua temannya itu cukup memusingkan kepalanya. Apa Rania berterus terang saja jika kartu kredit yang selama ini menjadi fasilitas untuk mentraktir mereka diblokir oleh sang papa? Tapi, Rania berpikir ulang bahwa itu bukan lah opsi yang tepat. Malah akan membuatnya ditertawakan nanti. Tak hanya itu, teman-temannya akan mengecapnya sebagai teman yang ingkar janji.

Disaat garuk-garuk. Terlintas dipikiran Rania untuk meminta uang pada seseorang. Tapi, apa tidak akan malu dan gengsi meminta uang pada pria tua itu? Rania melihat kearah dua temannya yang sedang memanjangkan bibirnya sampai lima senti. Sungguh tidak enak sekali memandang wajah mereka itu.

"Ehem, kalian tunggu aku diparkiran," titah Rania. Renata dan Risa melirik ke arah Rania dengan ekspresi muka yang belum berubah.

"Apa maksudmu?" Tanya Risa.

"Kalian mau karoke kan?"

Kedua temannya itu mengangguk.

"Ya sudah. Kalau begitu tunggu aku di parkiran."

Meskipun heran pada sikap Rania yang meminta mereka untuk ke parkiran lebih dulu, tapi ketiga gadis itu menuruti perintah Rania. Setelah mereka keluar dari cafe, Rania beranjak untuk menemui seseorang didalam.

Rania mencari manager cafe yang tadi sempat melayaninya. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Rania melihat orang yang dicari sedang berbincang dengan seseorang.

"Pak manager...." Panggil Rania setelah membiarkan urusan manager itu selesai.

Manager itu melihat ke arah Rania." Mba yang...."

"Iya." Rania memotong ucapan manager itu.

"Ah, ya. Ada yang bisa saya bantu?"

"Saya mau tanya, em..bapak tau dimana Om Dave?"

"Oh, Tuan Dave sedang meeting, mba."

"Tempat nya di sebelah mana?"

"Memangnya mba ini siapanya, Tuan Dave? Menyoroti Rania dari atas hingga kebawah.

"Saya....."

Kening manager itu mengkerut menunggu terusan kalimat ucapan Rania yang masih menggantung.

"Em, maksud saya. Saya keponakan Om Dave."

"Ooh, saya pikir..." Sambil senyum-senyum mesem.

"Tolong tunjukan sekarang, pak."

"Em, baiklah. Mari ikut saya."

Rania mengikuti gerak langkah manager tadi yang akan membawanya pada suaminya. Di sepanjang jalan ke arah sana, Rania sibuk mengatur jantungnya yang semakin deg degan. Rania sendiri terpaksa dan tidak ada cara lain. Demi menjaga image nya pada teman-teman, tak mengapa lah Rania sedikit menurunkan gengsinya dan juga harga dirinya pada pria tua itu.

"Nah, Tuan Dave ada di sana," tunjuk sang manager ke sebuah ruangan yang nampak cukup besar dan dikelilingi oleh kaca tembus pandang. Tempatnya sunyi. Pemandangan dibalik kaca pun terlihat menakjubkan. Di sana juga nampak Dave sedang berbicara diselingi tawa dengan dua orang di hadapannya.

"Terima kasih, pak."

"Sama-sama. Kalau begitu, saya permisi."

Setelah sang manager pergi dari hadapannya, Rania mengatur nafasnya terlebih dahulu, lalu melangkah dengan penuh percaya diri. Tiba di sana, Rania tidak masuk melainkan menggedor gedor kaca sambil melambai-lambaikan tangan. Perbuatan Rania, sontak saja mengalihkan perhatian tiga orang yang ada di dalam sana termasuk Dave. Sejenak Dave membesarkan matanya melihat Rania yang tak ada akhlak. Mengganggu ditengah dirinya sedang mengadakan rapat penting.

Terpopuler

Comments

Yani

Yani

Aduh Rania giliran uang aja butuh deh paksu

2023-12-29

1

Flo aja

Flo aja

lama lama jatuh cinta

2023-12-26

1

Nar Sih

Nar Sih

sabarr ya om dave,punya istri kecil yg sedikit bar,,dan lucu

2023-12-09

1

lihat semua
Episodes
1 Pengantin Pengganti
2 Saling Diam
3 Panggil papa dan mama
4 Dicafe
5 Kartu kredit diblokir
6 Desakan teman-teman
7 Minta Nafkah
8 Karoke
9 Sandiwara
10 Terpesona
11 Diamnya Dave
12 Perasaan aneh
13 Perasaan aneh 2
14 Nasib mobil Rania
15 Kegundahan hati Rania
16 Marahnya Dave
17 Wanita bernama lidya
18 Nabrak pohon
19 Foto Kevin
20 Rania hamil ?
21 Seblak
22 Aroma seblak
23 Ego dan Perasaan Rania
24 Mengejar Kevin
25 Pria gi la
26 Sosok misterius
27 Gara-gara kecupan
28 Akting Rania
29 Kerak telor
30 Kepergian Dave
31 Rania sakit
32 Mengunjugi rumah Dave
33 Obat perangsang
34 Godaan Rania
35 Di atas king size
36 Setelah di atas king size
37 Daster
38 Menggoda Dave
39 Album foto
40 Album foto 2
41 Daster robek
42 Switer
43 Pembelaan Dave
44 Ingin perhatian
45 Bertemu Agatha
46 Membuntuti Dave
47 Apartemen Lidya
48 Salting
49 Perubahan sikap Rania
50 Perubahan sikap Rania 2
51 Chatan
52 Chatan 2
53 Menghadiri undangan Wilona
54 Pengakuan Dave
55 Masuk rumah sakit
56 Kepergok suster
57 Burak Ozcivit
58 Pulang
59 Gagal Unboxing
60 Pembalut
61 Hutan belantara
62 Kabar kematian Risa
63 Soto Lamongan
64 Mengunjungi kampung Risa
65 Rumah orang tua Risa
66 Bertemu keluarga Risa
67 Babi hutan
68 Penginapan
69 Sarung
70 Tetangga meresahkan
71 Kedatangan Danu
72 Cemburu
73 Perhiasan
74 Bertemu Kevin
75 Atas Awan
76 Bintang-bintang
77 ID Dave
78 Jones
79 Mencetak baby
80 Pesan Dave
81 Mengunjungi kantor Dave
82 Di atas sofa
83 Cabe-cabean
84 Kedatangan Hamid dan Amira
85 Amanah mertua
86 Di tolong Kevin
87 Honeymoon
88 Honeymoon 2
89 Insecure
90 Penampilan baru Dave
91 Dara Junior
92 Mengunjugi rumah Agatha
93 Mengejar Agatha
94 Mengunjungi rumah Jack
95 Kematian Kevin
96 Pemakaman Kevin
97 Kabar bahagia
98 Jack mengunjungi rumah Agatha
99 Agatha sakit
100 Kejutan Rania
101 Wilona positif HIV
102 Obrolan dua pria
103 Pernikahan Agatha
104 Peristiwa tak terduga
105 Rania diculik
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Pengantin Pengganti
2
Saling Diam
3
Panggil papa dan mama
4
Dicafe
5
Kartu kredit diblokir
6
Desakan teman-teman
7
Minta Nafkah
8
Karoke
9
Sandiwara
10
Terpesona
11
Diamnya Dave
12
Perasaan aneh
13
Perasaan aneh 2
14
Nasib mobil Rania
15
Kegundahan hati Rania
16
Marahnya Dave
17
Wanita bernama lidya
18
Nabrak pohon
19
Foto Kevin
20
Rania hamil ?
21
Seblak
22
Aroma seblak
23
Ego dan Perasaan Rania
24
Mengejar Kevin
25
Pria gi la
26
Sosok misterius
27
Gara-gara kecupan
28
Akting Rania
29
Kerak telor
30
Kepergian Dave
31
Rania sakit
32
Mengunjugi rumah Dave
33
Obat perangsang
34
Godaan Rania
35
Di atas king size
36
Setelah di atas king size
37
Daster
38
Menggoda Dave
39
Album foto
40
Album foto 2
41
Daster robek
42
Switer
43
Pembelaan Dave
44
Ingin perhatian
45
Bertemu Agatha
46
Membuntuti Dave
47
Apartemen Lidya
48
Salting
49
Perubahan sikap Rania
50
Perubahan sikap Rania 2
51
Chatan
52
Chatan 2
53
Menghadiri undangan Wilona
54
Pengakuan Dave
55
Masuk rumah sakit
56
Kepergok suster
57
Burak Ozcivit
58
Pulang
59
Gagal Unboxing
60
Pembalut
61
Hutan belantara
62
Kabar kematian Risa
63
Soto Lamongan
64
Mengunjungi kampung Risa
65
Rumah orang tua Risa
66
Bertemu keluarga Risa
67
Babi hutan
68
Penginapan
69
Sarung
70
Tetangga meresahkan
71
Kedatangan Danu
72
Cemburu
73
Perhiasan
74
Bertemu Kevin
75
Atas Awan
76
Bintang-bintang
77
ID Dave
78
Jones
79
Mencetak baby
80
Pesan Dave
81
Mengunjungi kantor Dave
82
Di atas sofa
83
Cabe-cabean
84
Kedatangan Hamid dan Amira
85
Amanah mertua
86
Di tolong Kevin
87
Honeymoon
88
Honeymoon 2
89
Insecure
90
Penampilan baru Dave
91
Dara Junior
92
Mengunjugi rumah Agatha
93
Mengejar Agatha
94
Mengunjungi rumah Jack
95
Kematian Kevin
96
Pemakaman Kevin
97
Kabar bahagia
98
Jack mengunjungi rumah Agatha
99
Agatha sakit
100
Kejutan Rania
101
Wilona positif HIV
102
Obrolan dua pria
103
Pernikahan Agatha
104
Peristiwa tak terduga
105
Rania diculik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!