Diamnya Dave

Samar-samar telinga Rania mendengar gemericik air. Hal itu jelas mengganggu tidur nyenyak nya. Matanya memang terpejam, namun otaknya dapat merangsang suara apa saja disekitarnya.

Ingin rasanya Rania kembali menembus ke alam mimpi indahnya bersama Kevin, tapi rasanya sulit. Kecuali, jika Rania kembali mengantuk lalu tidur maka tak ada yang tak mustahil dirinya akan bermimpi bertemu dengan Kevin lagi, tapi dalam bentuk cerita mimpi yang berbeda.

Rania terpaksa membuka matanya. Akan tetapi setelah matanya terbuka, Rania merasa ada yang aneh atau penglihatannya saja yang bermasalah.

"Bukan nya tadi malam aku tidur dikamar bibi Arum?" Ucap bathin Rania sembari menyoroti dari pojok ke pojok ruangan bernuansa putih ada pink-pink nya.

"Lho, ini kan kamarku." Spontan Rania duduk tegak. Bengong dan bingung. Kenapa dia bisa tidur di kamar nya sendiri? Dan siapa yang membawanya ke kamar ini? jelas-jelas tadi malam Rania tidur bersama bi Arum. Masa iya bi Arum yang membawanya kemari. Tubuh bi Arum itu kecil, mana sanggup mengangkat tubuhnya yang semampai.

Pada saat yang sama, Dave keluar dari kamar mandi, tapi penampilan nya tak seperti kemarin. Kali ini Dave memakai kimono panjang menutupi hampir seluruh tubuhnya termasuk dadanya. Kimono biasa Dave pakai yang telah dicuci oleh bi Arum kemarin.

Rania menoleh ke arah Dave. Jujur, meskipun sulit mengakuinya secara lisan, Rania sedikit kecewa melihat penampilan Dave yang tak terbuka lagi seperti kemarin. Menunjukkan bulu-bulu lebat di bagian dadanya. Otot-ototnya yang menonjol serta perutnya yang membentuk kotak enam.

"Ehem."

Rania langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain seolah cuek saat kepergok Dave telah memperhatikan dirinya.

Dave tak menyapa Rania. Memberikan senyuman seperti biasa pun tidak. Dave langsung bergerak menuju walk in closet. Setelah Dave menghilang dari kamarnya, Rania mengacak-acak rambutnya sambil menggerutu," duh, Raniaaa...sempat-sempatnya kamu berpikir parno."

Tak selang lama, Dave kembali ke kamar dengan penampilan yang sudah rapih ala-ala CEO. Sementara Rania, masih belum beranjak dari tempat tidurnya. Bahkan, penampilan Rania semakin terlihat aut-autan saja.

Lagi-lagi Dave tak mengeluarkan sepatah katapun pada Rania. Dave hanya berdiri sebentar di depan cermin membenarkan penampilan nya. Dan setelah itu, Dave keluar kamar tanpa berkata maupun menoleh pada Rania.

Rania termangu menatap pintu yang sudah ditutup oleh Dave. Ada yang aneh pada pria tua itu. Biasanya Dave selalu berceloteh pada Rania meskipun Rania sering kali menyuekinya. Tapi pagi ini jangankan Dave berceloteh, justru pria itu malah balik cuek pada Rania. Bahkan, raut wajahnya saja datar nan dingin.

"Ada apa dengan pria itu? masa sih marah gara-gara ku tinggal ke kamar bi Arum. Dih, masa tua-tua sikapnya seperti bocah," ucap Rania seolah tanpa salah dan dosa.

Dave keluar kamar dengan perasaan yang entah berantah. Mengingat sikap Rania semalam, nyaris membuat kesabaran Dave habis. Rania menghinanya dengan mengatainya tua dan menjijikkan. Bukan Dave tak sadar diri. Dave sadar dia sudah tua, tapi apa pantas seorang istri menghina kekurangan suaminya? begitu pula sebaliknya. Apa pantas dirinya menghina kekurangan istrinya? Dave rasa tidak. Di mata Dave, Rania bukan sosok wanita sempurna. Bahkan, Dave tak pernah bermimpi untuk menikahi wanita seperti Rania. Tapi ternyata, tuhan malah menjodohkan nya dengan wanita seperti Rania. Wanita manja, pemalas, boros dan tidak bisa apa-apa.

Terlepas dari itu, ada hal lain yang membuat Dave merasa lebih tak dihargai. Semalam ketika bibi Arum memberitahu pada Dave bahwa Rania tidur di kamarnya, Dave langsung menyusul dan memindahkan tubuhnya ke kamar sebelum orang tuanya tahu. Selama pemindahan itulah membuat hati Dave bagai di tusuk-tusuk. Rania yang statusnya sekarang adalah istrinya, meracau nama Kevin terus menerus.

Dave tahu Rania sangat mencintai Kevin, putranya. Tapi status Rania sekarang adalah istrinya yang notabene nya sudah menjadi ibu tiri Kevin. Apa pantas ibu tiri mencintai anak tiri?

Posisi Dave ini serba salah. Entah sampai kapan Dave terbelenggu oleh pernikahan yang tidak dilandaskan atas dasar cinta. Istrinya Rania tidak bisa mencintainya dan tidak bisa menerima pernikahan ini. Dia hanya mencintai putranya, Kevin. Lantas, apa yang harus Dave lakukan?

"Pak Dave, Rania nya mana?"

Pada saat Dave tengah berjalan sambil melamun, Amira yang entah dari mana datangnya, tiba-tiba mengejutkan Dave.

"Ma-mama," ucap Dave dengan sedikit gugup.

"Rania mana?" Ulang Amira sambil culingak culinguk mencari sosok Rania.

"Em, Rania, Rania masih tidur. Mungkin dia kelelahan tadi malam." Dave terpaksa berbohong. Dave tidak mungkin mengatakan jika Rania masih bermalas-malasan diatas kasur. Dave tak ingin citra istrinya itu semakin buruk di hadapan orang tuanya, meskipun Rania tidak pernah menghargainya.

Lain halnya dengan Amira 'kelelahan tadi malam' Amira artikan sebagai pertempuran diatas ranjang. Apalagi semalam Dave dan Rania nampak mesra saat pulang bersama. Amira pun senyum-senyum mesem." sebentar lagi aku punya cucu, yes," bathin Amira.

"Ehem, ya sudah. Pak Dave sarapan dulu saja bersama kami."

"Maaf, ma. Sepertinya untuk pagi ini saya sarapan di kantor saja. Saya buru-buru," tolak Dave. Sebenarnya Dave tidak sedang buru-buru, hanya saja mood nya yang kurang sehat. Sepertinya Dave akan kesulitan menelan makanannya jika nanti dipaksakan sarapan bersama mertuanya.

"Oh seperti itu. Ya sudah kalau begitu hati-hati, ya!"

Dave mengangguk, lalu beranjak pergi meninggalkan Amira yang masih tersenyum mesem. Rasanya Amira tidak sabar untuk bertanya dan mendengar cerita dari Rania nanti.

Didalam kamar. Rania tak sengaja melihat sebuah amplop cokelat di atas meja rias saat dirinya bercermin. Amplop itu isinya cukup tebal. Rania penasaran apa didalamnya? lalu, Rania buru-buru membuka amplop itu. Setelah dibuka, bola mata Rania membelalak. Ternyata isinya segepok uang berwarna merah.

"Uang!"ucap Rania dengan tatapan kurang percaya. Rania mengucek matanya, uang segepok itu masih ada. Rania mengucek matanya kembali, uang itu masih tetap ada.

"Jadi ini beneran uang dan aku tidak sedang bermimpi!" perlahan bibir Rania pun tersenyum.

Tak sampai disitu. Rania langsung mengeluarkan semua uangnya dari amplop. Disaat sedang mengeluarkan uang, tak sengaja secarik kertas terjatuh ke atas lantai. Rania pun berjongkok memungutnya, lalu membaca tulisan yang tertera diatas kertas itu.

"Uang ini untuk menebus mobilmu dan sisanya sebagai nafkah dari ku selama satu Minggu."

Rania menatap bengong kertas itu. Ternyata uang itu dari Dave untuk menebus mobilnya sekaligus nafkahnya selama seminggu. Masalahnya, dari mana Dave tahu tentang mobilnya yang di malam kan di tempat karoke? Padahal Rania tidak bercerita apapun padanya.

Rania geleng-geleng kepala tak peduli. Yang penting ditangannya sudah ada uang banyak dan Rania tak perlu mengemis pada orang tuanya nanti, yang awalnya memang memiliki niat demikian.

Rania tersenyum menyeringai." Sekarang aku punya tambang uang baru."

Terpopuler

Comments

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

Rania dasar istri yg gak tau diri.. hilang sopan santun pd suaminya... Wang yg menguasai dunia dan kehidupan Rania... menyebalkan ....

2023-12-29

1

Yani

Yani

Ga mikir si Rania

2023-12-29

1

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

hey Rania kamu sudah haram nikah sama Kevin itu sudah jadi ankmu

2023-12-16

1

lihat semua
Episodes
1 Pengantin Pengganti
2 Saling Diam
3 Panggil papa dan mama
4 Dicafe
5 Kartu kredit diblokir
6 Desakan teman-teman
7 Minta Nafkah
8 Karoke
9 Sandiwara
10 Terpesona
11 Diamnya Dave
12 Perasaan aneh
13 Perasaan aneh 2
14 Nasib mobil Rania
15 Kegundahan hati Rania
16 Marahnya Dave
17 Wanita bernama lidya
18 Nabrak pohon
19 Foto Kevin
20 Rania hamil ?
21 Seblak
22 Aroma seblak
23 Ego dan Perasaan Rania
24 Mengejar Kevin
25 Pria gi la
26 Sosok misterius
27 Gara-gara kecupan
28 Akting Rania
29 Kerak telor
30 Kepergian Dave
31 Rania sakit
32 Mengunjugi rumah Dave
33 Obat perangsang
34 Godaan Rania
35 Di atas king size
36 Setelah di atas king size
37 Daster
38 Menggoda Dave
39 Album foto
40 Album foto 2
41 Daster robek
42 Switer
43 Pembelaan Dave
44 Ingin perhatian
45 Bertemu Agatha
46 Membuntuti Dave
47 Apartemen Lidya
48 Salting
49 Perubahan sikap Rania
50 Perubahan sikap Rania 2
51 Chatan
52 Chatan 2
53 Menghadiri undangan Wilona
54 Pengakuan Dave
55 Masuk rumah sakit
56 Kepergok suster
57 Burak Ozcivit
58 Pulang
59 Gagal Unboxing
60 Pembalut
61 Hutan belantara
62 Kabar kematian Risa
63 Soto Lamongan
64 Mengunjungi kampung Risa
65 Rumah orang tua Risa
66 Bertemu keluarga Risa
67 Babi hutan
68 Penginapan
69 Sarung
70 Tetangga meresahkan
71 Kedatangan Danu
72 Cemburu
73 Perhiasan
74 Bertemu Kevin
75 Atas Awan
76 Bintang-bintang
77 ID Dave
78 Jones
79 Mencetak baby
80 Pesan Dave
81 Mengunjungi kantor Dave
82 Di atas sofa
83 Cabe-cabean
84 Kedatangan Hamid dan Amira
85 Amanah mertua
86 Di tolong Kevin
87 Honeymoon
88 Honeymoon 2
89 Insecure
90 Penampilan baru Dave
91 Dara Junior
92 Mengunjugi rumah Agatha
93 Mengejar Agatha
94 Mengunjungi rumah Jack
95 Kematian Kevin
96 Pemakaman Kevin
97 Kabar bahagia
98 Jack mengunjungi rumah Agatha
99 Agatha sakit
100 Kejutan Rania
101 Wilona positif HIV
102 Obrolan dua pria
103 Pernikahan Agatha
104 Peristiwa tak terduga
105 Rania diculik
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Pengantin Pengganti
2
Saling Diam
3
Panggil papa dan mama
4
Dicafe
5
Kartu kredit diblokir
6
Desakan teman-teman
7
Minta Nafkah
8
Karoke
9
Sandiwara
10
Terpesona
11
Diamnya Dave
12
Perasaan aneh
13
Perasaan aneh 2
14
Nasib mobil Rania
15
Kegundahan hati Rania
16
Marahnya Dave
17
Wanita bernama lidya
18
Nabrak pohon
19
Foto Kevin
20
Rania hamil ?
21
Seblak
22
Aroma seblak
23
Ego dan Perasaan Rania
24
Mengejar Kevin
25
Pria gi la
26
Sosok misterius
27
Gara-gara kecupan
28
Akting Rania
29
Kerak telor
30
Kepergian Dave
31
Rania sakit
32
Mengunjugi rumah Dave
33
Obat perangsang
34
Godaan Rania
35
Di atas king size
36
Setelah di atas king size
37
Daster
38
Menggoda Dave
39
Album foto
40
Album foto 2
41
Daster robek
42
Switer
43
Pembelaan Dave
44
Ingin perhatian
45
Bertemu Agatha
46
Membuntuti Dave
47
Apartemen Lidya
48
Salting
49
Perubahan sikap Rania
50
Perubahan sikap Rania 2
51
Chatan
52
Chatan 2
53
Menghadiri undangan Wilona
54
Pengakuan Dave
55
Masuk rumah sakit
56
Kepergok suster
57
Burak Ozcivit
58
Pulang
59
Gagal Unboxing
60
Pembalut
61
Hutan belantara
62
Kabar kematian Risa
63
Soto Lamongan
64
Mengunjungi kampung Risa
65
Rumah orang tua Risa
66
Bertemu keluarga Risa
67
Babi hutan
68
Penginapan
69
Sarung
70
Tetangga meresahkan
71
Kedatangan Danu
72
Cemburu
73
Perhiasan
74
Bertemu Kevin
75
Atas Awan
76
Bintang-bintang
77
ID Dave
78
Jones
79
Mencetak baby
80
Pesan Dave
81
Mengunjungi kantor Dave
82
Di atas sofa
83
Cabe-cabean
84
Kedatangan Hamid dan Amira
85
Amanah mertua
86
Di tolong Kevin
87
Honeymoon
88
Honeymoon 2
89
Insecure
90
Penampilan baru Dave
91
Dara Junior
92
Mengunjugi rumah Agatha
93
Mengejar Agatha
94
Mengunjungi rumah Jack
95
Kematian Kevin
96
Pemakaman Kevin
97
Kabar bahagia
98
Jack mengunjungi rumah Agatha
99
Agatha sakit
100
Kejutan Rania
101
Wilona positif HIV
102
Obrolan dua pria
103
Pernikahan Agatha
104
Peristiwa tak terduga
105
Rania diculik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!