Kartu kredit diblokir

Rania tidak percaya atas apa yang disampaikan oleh kasir tentang kartunya yang tidak bisa digunakan. Rania meminta sang kasir untuk terus mencoba dan mencobanya lagi. Sang kasir pun menurut, dia melakukan apa yang Rania inginkan. Akan tetapi tetap saja, berulang kali dicoba dan selama itu pula transaksinya selalu gagal.

Seolah belum puas sampai disitu, Rania meminta kasir itu untuk memanggil manager cafe, dan kasir itu pun menurutinya. Tapi ketika kasir itu hendak beranjak, sosok manager cafe yang hendak dipanggil tadi tiba-tiba muncul di hadapan Rania.

"Selamat siang, mba! apa ada yang bisa saya bantu?" Sapa manager yang berjenis kelamin laki-laki.

Rania hanya meresponnya dengan senyuman samar yang nyaris tak terlihat. Dia enggan ber-basa basi dan langsung bicara pada intinya." Staf bapak bilang kartu kredit saya tidak bisa digunakan. Coba bapak yang cek. Saya tidak percaya sama karyawan baru ini." Menyorot ke arah sang kasir yang hanya menundukkan wajahnya.

Manager itu tersenyum lalu melakukan apa yang Rania perintahkan. Selama manager itu transaksi, Rania menoleh ke arah teman-temannya. Ketiga temannya itu ternyata sedang asik mengobrol sambil ketawa ketiwi. Pada waktu yang sama, sang manager tadi berkata," maaf mba, kartunya memang tidak bisa digunakan. Kayaknya sudah diblokir." Rania mengalihkan pandangannya dari teman-temannya ke arah manager dengan ekspresi tercengang." Di-diblokir....." Geleng-geleng kepala merasa kurang percaya." Tidak, tidak mungkin di blokir. Mung-mungkin bapak salah."

Manager itu menghela nafas besar. Berusaha menahan sabarnya menghadapi salah satu pelanggan yang ngeyel." Saya tidak salah, mba. Kartu mba memang sudah di bekukan."

Mendengar itu, Rania meringis sambil mengusap wajahnya." Apa ini ulah papa. Dia sengaja memblokir kartu kreditku," ucap bathin Rania.

"Sekarang bagaimana, mba? apa mba punya debit? atau uang cas saja?" Tanya manager. Rania geleng-geleng lemah. Hamid tidak memfasilitasi Rania dengan debit atau pun uang cast dalam jumlah yang banyak. Kalau pun ada uang cast paling jumlahnya hanya beberapa lembar saja pemberian Amira. Selama ini sang papa hanya memfasilitasinya dengan satu-satunya kartu kredit.

"Terus sekarang gimana cara mba bayar tagihannya?"

Rania tidak merespon pertanyaan manager yang mulai cerewet, melainkan dia merogoh ponselnya untuk menghubungi Hamid. Tapi sayangnya, Hamid tidak mengangkat telponnya. Setelah Hamid mengabaikan telponnya, Rania mencoba menghubungi Amira, berharap mamanya itu bisa menolongnya. Tapi ternyata, sang mama pun sama saja mengabaikan telponnya. Seolah-olah kedua orang tuanya itu sengaja dan bekerja sama untuk membuat hidupnya sulit.

Rania mendengus dan menutup telponnya dengan amat kesal. Setelah itu, dia menoleh ke arah teman-temannya. Tapi pada saat yang sama, ketiga temannya itu malah mengalihkan pandangan mereka ke arah lain dengan serempak." Apa aku pinjam uang mereka saja? Tapi...." Rania geleng-geleng kepala. Itu bukan ide yang bagus. Mereka bisa menertawakannya kalau teman-temanya tahu kesulitannya saat ini. Kemudian, Rania mengalihkan kembali wajahnya ke arah manager yang masih setia menunggu.

"Bagaimana, mba?"

"Eem, pak. Saya ini kan pelanggan cafe ini sudah lama. Emm...boleh tidak saya utang dulu?" Tawar Rania malu-malu.

"Utaang.." ucap sang manager cafe dengan suara lumayan tinggi." Ssssttttt" Rania langsung meletakkan jari telunjuk di atas bibirnya. Lalu clingak clinguk melihat kesekitar. Beruntungnya, tidak ada orang disekitar area kasir.

"Jangan keras-keras, pak. Iya, ma-maksud saya. Saya utang dulu sebentar. Sa-saya mau pulang dulu ambil uang, nanti balik lagi kemari."

"Maaf, mba. Tapi cafe kami tidak bisa mengutangi kecuali....kalau mba memberikan jaminan kendaraan milik, mba."

"Apa!!!!!" Rania langsung mengusap usap wajahnya. Itu bukan solusi yang bagus. Menggadaikan mobilnya hanya karena tidak bisa membayar tagihan makanan yang hanya berjumlah empat juta lebih. Apa kata teman-temannya nanti?

"Pakai kartu saya saja untuk melunasi tagihan nona ini, pak."

Ditengah Rania menutupi wajahnya dengan telapak tangannya, tiba-tiba telinganya mendengar suara bariton yang tak asing lagi. Rania menoleh kesamping, mengintip orang yang berbicara tersebut melalui celah-celah jarinya. Dan seketika itu pula, Rania termangu melihatnya.

"Om, Dave!" ucap Rania lirih, menurunkan tangannya dari wajahnya perlahan. Menatap kurang percaya pada pria tinggi tegap tersebut.

Dave hanya memberikan senyuman kecil pada Rania. Lalu mengambil kartu yang disodorkan oleh manager setelah melakukan transaksi.

"Terima kasih, pak," ucap Dave pada sang manager.

"Sama-sama, tuan Dave," balas manager itu sembari senyum-senyum ke arah Rania.

Rania mengerutkan dahinya. Manager itu mengenal suaminya? Tentu saja. Dave adalah pelanggan VIP yang sering kali datang untuk jamuan meeting bersama client nya di cafe tersebut.

Setelah itu, Dave sedikit mencondongkan wajahnya kearah telinga Rania yang berdiri mematung tanpa ekspresi." Pulang lah. Sebelum orang tua mu mencari mu," bisik Dave. Setelah berbisik, Dave langsung beranjak pergi tanpa menunggu respon dari Rania.

Setelah Dave agak menjauh, Rania memperhatikan gerak langkahnya yang maskulin dan punggung yang tegap. Dan tak lama, Rania melihat suaminya itu disambut oleh seorang wanita cantik dan seorang pria tua yang sama-sama menggunakan Jas hitam. Siapa mereka?

"Raniaaa...." Seruan Renata mengalihkan perhatian Rania dari Dave. Tapi tidak berselang lama, Rania mengalihkan kembali pandanganya ke arah Dave. Entah mengapa, kali ini Dave mencuri perhatian Rania setelah seminggu diabaikan dan masa bodoh pada pria itu. Akan tetapi sayangnya, Dave dan kedua orang yang Rania yakini sebagai relasi bisnis itu sudah menghilang dari pandangannya.

"Raniaaaaaaaa..." Kali ini Renata berseru dengan nada yang panjang. Dan Rania langsung menghampiri mereka tanpa menyahuti seruan Renata.

"Kenapa lama banget sih!" kesal Renata dengan wajah cemberut, saat Rania sudah berdiri diantara mereka.

"Oh, maaf tadi ada kendala sedikit."

"Kendalaaa!" timpal Wilona disertai jidatnya yang mengkerut.

"Hem" Rania mengangguk.

"Pria yang tadi berdiri disamping kamu itu bukannya papa gantengnya Kevin, calon mertua mu, Ran?" Celetuk Risa tiba-tiba. Sontak Renata dan Wilona melihat ke arah Risa. Semetara Rania meringis dalam tundukan.

Terpopuler

Comments

RizQiella

RizQiella

🤣

2024-06-12

0

rhicantix dewy

rhicantix dewy

hayoloh...wes munggah jabatan dudu papa mertua mneh tp dadi pak bojo😊

2024-01-14

1

Yani

Yani

Suami bukan calon meryua

2023-12-29

1

lihat semua
Episodes
1 Pengantin Pengganti
2 Saling Diam
3 Panggil papa dan mama
4 Dicafe
5 Kartu kredit diblokir
6 Desakan teman-teman
7 Minta Nafkah
8 Karoke
9 Sandiwara
10 Terpesona
11 Diamnya Dave
12 Perasaan aneh
13 Perasaan aneh 2
14 Nasib mobil Rania
15 Kegundahan hati Rania
16 Marahnya Dave
17 Wanita bernama lidya
18 Nabrak pohon
19 Foto Kevin
20 Rania hamil ?
21 Seblak
22 Aroma seblak
23 Ego dan Perasaan Rania
24 Mengejar Kevin
25 Pria gi la
26 Sosok misterius
27 Gara-gara kecupan
28 Akting Rania
29 Kerak telor
30 Kepergian Dave
31 Rania sakit
32 Mengunjugi rumah Dave
33 Obat perangsang
34 Godaan Rania
35 Di atas king size
36 Setelah di atas king size
37 Daster
38 Menggoda Dave
39 Album foto
40 Album foto 2
41 Daster robek
42 Switer
43 Pembelaan Dave
44 Ingin perhatian
45 Bertemu Agatha
46 Membuntuti Dave
47 Apartemen Lidya
48 Salting
49 Perubahan sikap Rania
50 Perubahan sikap Rania 2
51 Chatan
52 Chatan 2
53 Menghadiri undangan Wilona
54 Pengakuan Dave
55 Masuk rumah sakit
56 Kepergok suster
57 Burak Ozcivit
58 Pulang
59 Gagal Unboxing
60 Pembalut
61 Hutan belantara
62 Kabar kematian Risa
63 Soto Lamongan
64 Mengunjungi kampung Risa
65 Rumah orang tua Risa
66 Bertemu keluarga Risa
67 Babi hutan
68 Penginapan
69 Sarung
70 Tetangga meresahkan
71 Kedatangan Danu
72 Cemburu
73 Perhiasan
74 Bertemu Kevin
75 Atas Awan
76 Bintang-bintang
77 ID Dave
78 Jones
79 Mencetak baby
80 Pesan Dave
81 Mengunjungi kantor Dave
82 Di atas sofa
83 Cabe-cabean
84 Kedatangan Hamid dan Amira
85 Amanah mertua
86 Di tolong Kevin
87 Honeymoon
88 Honeymoon 2
89 Insecure
90 Penampilan baru Dave
91 Dara Junior
92 Mengunjugi rumah Agatha
93 Mengejar Agatha
94 Mengunjungi rumah Jack
95 Kematian Kevin
96 Pemakaman Kevin
97 Kabar bahagia
98 Jack mengunjungi rumah Agatha
99 Agatha sakit
100 Kejutan Rania
101 Wilona positif HIV
102 Obrolan dua pria
103 Pernikahan Agatha
104 Peristiwa tak terduga
105 Rania diculik
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Pengantin Pengganti
2
Saling Diam
3
Panggil papa dan mama
4
Dicafe
5
Kartu kredit diblokir
6
Desakan teman-teman
7
Minta Nafkah
8
Karoke
9
Sandiwara
10
Terpesona
11
Diamnya Dave
12
Perasaan aneh
13
Perasaan aneh 2
14
Nasib mobil Rania
15
Kegundahan hati Rania
16
Marahnya Dave
17
Wanita bernama lidya
18
Nabrak pohon
19
Foto Kevin
20
Rania hamil ?
21
Seblak
22
Aroma seblak
23
Ego dan Perasaan Rania
24
Mengejar Kevin
25
Pria gi la
26
Sosok misterius
27
Gara-gara kecupan
28
Akting Rania
29
Kerak telor
30
Kepergian Dave
31
Rania sakit
32
Mengunjugi rumah Dave
33
Obat perangsang
34
Godaan Rania
35
Di atas king size
36
Setelah di atas king size
37
Daster
38
Menggoda Dave
39
Album foto
40
Album foto 2
41
Daster robek
42
Switer
43
Pembelaan Dave
44
Ingin perhatian
45
Bertemu Agatha
46
Membuntuti Dave
47
Apartemen Lidya
48
Salting
49
Perubahan sikap Rania
50
Perubahan sikap Rania 2
51
Chatan
52
Chatan 2
53
Menghadiri undangan Wilona
54
Pengakuan Dave
55
Masuk rumah sakit
56
Kepergok suster
57
Burak Ozcivit
58
Pulang
59
Gagal Unboxing
60
Pembalut
61
Hutan belantara
62
Kabar kematian Risa
63
Soto Lamongan
64
Mengunjungi kampung Risa
65
Rumah orang tua Risa
66
Bertemu keluarga Risa
67
Babi hutan
68
Penginapan
69
Sarung
70
Tetangga meresahkan
71
Kedatangan Danu
72
Cemburu
73
Perhiasan
74
Bertemu Kevin
75
Atas Awan
76
Bintang-bintang
77
ID Dave
78
Jones
79
Mencetak baby
80
Pesan Dave
81
Mengunjungi kantor Dave
82
Di atas sofa
83
Cabe-cabean
84
Kedatangan Hamid dan Amira
85
Amanah mertua
86
Di tolong Kevin
87
Honeymoon
88
Honeymoon 2
89
Insecure
90
Penampilan baru Dave
91
Dara Junior
92
Mengunjugi rumah Agatha
93
Mengejar Agatha
94
Mengunjungi rumah Jack
95
Kematian Kevin
96
Pemakaman Kevin
97
Kabar bahagia
98
Jack mengunjungi rumah Agatha
99
Agatha sakit
100
Kejutan Rania
101
Wilona positif HIV
102
Obrolan dua pria
103
Pernikahan Agatha
104
Peristiwa tak terduga
105
Rania diculik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!