Bab 16. Datang..??

Kyai Falih, melangkah dengan perlahan menuju dimana kedua putrinya yang tengah dalam kalut kesedihan mereka.

Raut ketenangan dalam diri beliau yang digunakan untuk menutup keputusasaannya.

Bertambah rapuh disaat mendapati keadaan kedua putrinya disana, yang masih belum dapat menerima keadaan.

Pandangan kosong kedua putrinya seakan membuat hatinya tercabik-cabik, dan membuatnya tak sanggup lagi untuk menghampiri mereka.

Dengan perasaan sedikit penyesalan, beliau memilih untuk kembali ke masjid sembari menunggu datangnya fajar dan jasad istrinya untuk segera disholatkan.

*****

" Mas Dzaki...!! kabar yang beredar ini gak bener kan mas..?"

" Mertua mas Dzaki juga mertua dari Azzam, dan berarti beliau adalah ibu dari Zalfa...!"

^^^" Betul Jeff, mertua saya juga ummi dari Zalfa telah berpulang."^^^

" Tunggu tunggu, jadi mas Dzaki suami kakaknya Zalfa..? Yang berarti kalian adalah ipar..?"

" Sungguh, ini masalah besar."

^^^" Tepat sekali Jeff, kali ini mas cuman ingin minta tolong sedikit sama kamu. Tolong saya untuk memberi kabar kepada sahabatmu itu, tentang hal ini Jeff."^^^

^^^" Karena sepertinya, jika saya sendiri yang melakukannya mungkin akan berbeda pada keadaan yang tidak diinginkan,."^^^

^^^" Dan satu lagi Jeff, saya telah mengetahui semuanya. Bukan hanya tentang Zalfa tetapi juga dengan Khanza...!!!"^^^

^^^" Assalamualaikum."^^^

Dan panggilan pun tertutup sepihak tanpa menunggu jawaban dari orang diseberang sana.

Dzaki berharap, untuk kali ini Azzam dapat berada disamping Zalfa tanpa harus mengundang rasa kecurigaan dari seluruh keluarga ini.

Biarlah dirinya nanti yang akan mengambil langkah, jika memang perbuatannya sudah sangat keterlaluan.

🌼🌼🌼

Tertutupnya panggilan itu seakan menambah rasa kekhawatiran pada diri Jeffry. Bukan apa, tapi perkataan yang sempat dilontarkan oleh mas Dzaki begitu membuatnya takut akan sesuatu hal yang terjadi.

Di dalam lubuk hatinya juga sedikit terbesit rasa penyesalan, sebab dirinya yang telah memberikan informasi kepada Azzam atas kepulangan Khanza.

Mungkin, jika ia tidak mengatakan apapun pada saat itu hal seperti ini tidak akan terjadi.

" Ya Tuhan, apa yang harus hamba lakukan."

" Disaat yang seperti ini, Azzam bertindak dengan nekat tanpa memikirkan akibatnya...?"

Arghhh....

Gumam Jeffry, sembari mengusap rambutnya gusar. Sekarang apa yang harus dirinya lakukan....??

" Azzam, sekarang aku harus memberitahu Azzam. jangan sampai disaat seperti ini dia tidak berada di sisi Zalfa, istrinya."

" Tapi, dimana keberadaannya sekarang....?"

" Jangan bilang, Azzam menemui Khanza...?? Ya Tuhan, aku harus melakukan sesuatu sekarang!!"

Jeffry degan cepat menghubungi Azzam, mengingat pembicaraan mereka tadi sedikit membuatnya gusar.

Kali ini, Jeffry juga sembari bersiap untuk segera melayat ke rumah duka. Dan jika bisa, dia juga harus membawa Azzam bersamanya.

Drrttt....

Drrttt...

Drrttt....

( Panggilan tidak terjawab )

Azzam.... Azzam.... Azzam....

" Kenapa lu semakin berubah....!!"

Argh...

Dan panggilan tersebut tersambung setelah enam kali panggilan.

^^^" Share lock Zam, karena ada hal yang sangat penting yang harus kita bicarakan sekarang."^^^

^^^" Gua, gak mau ada kata penolakan apapun atau elakan apapun. Karena ini menyangkut hidupmu!!"^^^

" Hal apa, nada bicara kamu juga berubah Jeff?"

" Rumah orang tua Khanza, jln. Anggrek no. 24."

^^^" Oke, gua kesana sekarang."^^^

Tutttt...

Perdebatan mereka beberapa jam lalu, ternyata membawa sebuah kabar memilukan. Dan itu terjadi pada Zalfa!!

*****

Dengan kecepatan tinggi Jeffry mengendarai mobilnya, agar segera sampai pada tujuan utamanya sekarang. Karena mengingat mereka hanya memiliki sedikit waktu, sebelum pemakaman dilakukan.

Pukul 03.25 dini hari, 30 menit sebelum adzan subuh berkumandang. Jeffry bertekad akan membawa Azzam bersamanya untuk segera menemui Zalfa.

Dan hanya membutuhkan waktu 12 menit untuk sampai pada tujuannya.

Dengan langkah tergesa, Jeffry memasuki kediaman Khanza yang terlihat masih menunjukkan kehidupan didalamnya.

" Assalamualaikum,"

( Waalaikumsalam) jawaban mereka serempak, para akhwat yang tengah saling berdiskusi diruang tamu rumah tersebut.

Disana juga terdapat Azzam, yang bergabung bersama mereka dengan keakraban selayaknya keluarga. Tapi sama sekali tidak terlihat kehidupan para wanita disana,.

" Jeff, masuk dulu sebentar." jawab Azzam yang segera menyambut kedatangannya.

" Mohon maaf Abi, dan semua. Sebelumnya ini Jeffry teman karib saya, dan kedatangannya kesini untuk bertemu dengan saya. Dikarenakan ada sedikit masalah yang harus saya tangani,."

Tatapan mereka yang sebelumnya sedikit mengintimidasi seketika menjadi bersahabat, setelah mendengar penjelasan Azzam.

Namun, dirinya sekarang tidak memiliki waktu untuk basa basi.

" Silahkan masuk mas, dan maaf karena sedikit terkejut dengan kedatangan anda."

Senyuman paksa tercekat pada wajah Jeffry, seraya memberikan penolakan sopan atas ucapan lelaki paruh baya itu. " Terimakasih sebelumnya, dan mohon maaf karena saya hanya memiliki sedikit waktu disini."

" Dan perihal saya kesini, adalah untuk menjemput Azzam yang harus menangani sedikit masalah yang harus segera diselesaikan,"

" Mohon maaf sekali lagi untuk semuanya, saya izin menjemput Azzam bersama saya."

Ucapan Jeffry sedikit membawa keterkejutan pada mereka. Namun, mereka memaklumi jika hal seperti ini dapat terjadi kapan saja.

" Karena mungkin permasalahannya sedikit berat, dan harus segera ditangani kami tidak dapat menahannya,." sekarang Abi Zain yang menjawabnya.

" Dan semoga, permasalahannya dapat segera diselesaikan."

" Terimakasih om, dan semuanya. Sekali lagi saya mohon maaf sebesar besarnya atas ketidak nyamanan nya,"

" Assalamualaikum."

( Waalaikumsalam warahmatullah.)

Dan setelahnya Jeffry meninggalkan tempat tersebut dengan sejuta pertanyaan. Lalu, disusul oleh Azzam yang mengikuti langkah Jeffry yang sedikit tergesa-gesa.

" Tunggu, aku akan membawa kendaraan ku sendiri...!!"

Dan itu dengan tegas Jeffry menolaknya, " Tidak, karena kita harus sampai di tujuan dengan cepat. Karena kita hanya memiliki waktu yang singkat,"

" Lalu bagaimana dengan ini...?" ucap Azzam seraya menunjuk mobilnya yang terparkir tepat disebelah kendaraan Jeffry.

" Pliss Zam, kita harus pergi sekarang juga." dan perkataan ini membuatnya terdiam, seraya melanjutkan perjalannya.

🌼🌼🌼

Disisi lain, dimana Dzaki sedikit gusar karena tidak kunjung datangnya Azzam. Karena hal ini mungkin akan menimbulkan sebuah pertanyaan-pertanyaan bagi semuanya.

Termasuk kedua orang tua Azzam, yang beberapa saat lalu juga telah sampai di rumah duka setelah mendapatkan kabar memilukan ini tanpa berpikir panjang.

Namun tidak dengan putranya, yang mungkin sampai sekarang beliau berdua belum menyadari akan ketidak hadiran putra mereka disini.

Hingga saat adzan subuh berkumandang, sebuah mobil putih berhenti tepat di pelataran parkir kediaman keluarga Zalfa.

" Rumah Abah, kenapa kita kesini Jeff....?" namun, pertanyaan itu tidak ditanggapi oleh Jeffry. Yang langsung meninggalkan mobil itu.

Azzam yang tidak mendapatkan jawabannya segera menyusul Jeffry, dan pada akhirnya ia menyadari akan sebuah hal yang merupakan pertanyaan-pertanyaan nya.

Sekarang Azzam mengetahui penyebab berubahnya Jeffry pada dirinya.

Karena ini menyangkut dengan istrinya, Zalfa.

Semua ini terjadi dengan cepat begitu saja, dan semua diluar kendalinya.

" Assalamualaikum, maaf saya terlambat mengetahui berita ini. Dan saya sangat menyesalinya."

Tanpa membuang waktu cukup lama, Azzam segera melakukan apa yang seharusnya dirinya perankan. Yakni menemani keberadaan Zalfa, yang saat ini membutuhkan kenyamanan dan sandaran untuk meluapkan segala kesedihannya.

Dan ini semua adalah waktu yang tepat bagi Azzam, untuk memberikan sedikit perhatian untuk Zalfa sebelum dirinya mengambil langkah untuk masa depannya.

...---------------------------------------...

...Aduh aduhh, semakin takut ini aku buat nulis. Dan semakin membuat ku susah cari kosa kata yang pas, sampe kesel sendiri karena pikiran buntu Mulu ah....

...Maaf ya teman-teman, jikalau bab ini gak nyambung sama sekali....

...Semoga saja kalian masih sedikit terhibur "AMIIN"...

...Sudah dulu gitu aja, semoga kalian suka bab ini....

...Silahkan mampir ke Ig: ffyyynn_...

Terpopuler

Comments

aqil siroj

aqil siroj

jangam suka ilang ilangan dong thor...
jadinya lupa deh sma ceritanya....

2024-02-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!