Bab 13. Awal Mula...!!

...WhatsApp....

...Devandra (asisten)...

" Pak Azzam, !!"

" Pesawat yang ditumpangi rombongan calon suami Ibu Khanza, mengalami kecelakaan di samudra Hindia,."

" Dan hingga kini diberitakan, mustahil akan adanya penumpang yang selamat pada kejadian tersebut."

^^^" Terimakasih informasinya, Dev."^^^

^^^" Kamu bisa kembali ke pekerjaanmu,."^^^

Pukul 8 malam, selang 2 jam tragedi mengerikan itu terjadi. Azzam, masih focus dalam pekerjaannya tidak mengetahui apapun berita yang tengah terjadi.

Dirinya begitu larut dalam pekerjaannya, sehingga menghiraukan keadaan yang terjadi disekitarnya.

Hingga sebuah notifikasi dari ponselnya, membuatnya menghentikan aktivitasnya.

Ya! Pesan itu dari Devandra, pria yang telah mengabdikan dirinya pada Azzam selama kurun waktu 4 tahun terakhir ini. Devan adalah satu-satunya orang, yang sangat dipercaya i oleh Azzam.

Lalu, apakah Devan mengetahui akan sesuatu diantara Azzam dengan Khanza....?

Tentu saja, seorang Khanza Zunaira Najwa bukanlah seseorang yang asing untuk Devan. Dia tahu betul itu, karena wanita itu adalah satu-satunya wanita yang selalu dipuja-puja, dan sayang I oleh atasannya.

Bahkan, kabar pernikahan Azzam yang menikahi Zalfa, sungguh begitu mengejutkan untuk dirinya.

Mengingat, pak Azzam sangatlah mencintai seorang Khanza Zunaira Najwa. Wanita yang memiliki paras cantik nan indah, senyumannya yang memabukkan siapa saja yang melihatnya, dan kesempurnaan yang dimilikinya.

Dan hingga dimana pada hari itu, ia memutuskan untuk melanjutkan menuntut ilmunya di Kairo Mesir. Kota dimana pusat pembelajaran agama Islam berkembang pesat dari abad ke abad.

Keputusan itu bukanlah sekedar perpisahan sementara, melainkan Khanza juga memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang terjalin diantara mereka.

Lalu, bagaimana dengan tanggapan Azzam? Setelah mendengar penuturan Khanza. Yang cukup membuatnya membeku di tempatnya...!!

Ia sama sekali tidak menyangka, dengan keputusan yang diambil sepihak oleh Khanza.

Mengingat hubungan mereka selama ini baik-baik saja, dengan keputusan itu Azzam tentu sangatlah menentang keras.

Padahal di saat itu, Azzam masih mempersiapkan sebuah kejutan besar yang akan dirinya berikan kepada Khanza. Dan dengan terpaksa dibatalkan, yang berakhir menyisakan kesedihan mendalam yang dirasakan olehnya.

Setahun berlalu, dua tahun, tiga tahun, sampai di tahun ke 4. Bayangan seorang Khanza, yang selalu menghiasi langkah hidupnya, membuatnya semakin terjatuh dalam larut kesedihan.

Informasi-informasi mengenai Khanza, setiap saat, dan setiap waktu selalu menjadi prioritasnya.

Hingga saat, dimana Azzam memutuskan untuk menikahi seorang wanita dari keluarga berilmu agama. Putri dari seorang kiyai terpandang, yang keberadaannya tidak banyak orang yang mengetahui akan dirinya.

Zalfa Alesha Banafsha, rupanya secantik namanya, hatinya yang selembut kain sutra, dan kerendahan hati yang dirinya punya.

🌼🌼🌼

Ting ....

Tong....

Ting....

Tong....

" Aku sudah menduga, kamu pasti akan bertindak seperti ini," ucap Jeffry, yang kini telah berada di kediaman Azzam.

Dugaannya sangatlah tepat, setelah pertemuan terakhir mereka Jeffry sudah data dengan mudah membaca jalan pikir sahabatnya ini.

Azzam akan dengan nekat melakukan hal yang seharusnya tidak dirinya lakukan untuk sekarang, karena keteguhan pendiriannya terkadang dapat menimbulkan bencana.

Jeffry tahu betul dengan ini.

" Aku mohon Jeff, untuk kali ini jangan menghalangi jalanku untuk menggapai kembali kebahagiaan." untuk kali ini, Azzam telah bertekad untuk mendapatkan kembali kebahagiaan yang sempat hilang dalam hidupnya.

" Tapi bagaimana dengan Zalfa, Zam....?

" Wanita itu sama sekali tidak berhak untuk kamu sakiti Zam, karena dia gak tau apa-apa,."

" Dan ingat Jeff, wanita itu sama sekali tidak akan pernah menjadi apa-apa...!!"

" Jadi, tidak ada gunanya untuk mempertahankan keberadaannya....!!"

Di sisi lain, Zalfa yang baru saja menyelesaikan ibadah sholat isya'. Sedikit mendengar suara langkah kaki seseorang yang terlihat sedikit tergesa-gesa.

Selesai merapikan mukenah yang ia kenakan, Zalfa bergegas keluar untuk memastikan apakah suaminya akan pergi lagi, mengingat suaminya baru saja kembali kerumahnya tepat pada saat adzan Maghrib berkumandang.

Bahkan setelah memasuki kamarnya, dia masih kembali bekerja.

Disaat Zalfa berjalan menuju ruang tamu rumah tersebut, dirinya sedikit menangkap pembicaraan di depan pintu rumah itu.

Kelihatannya, percakapan diantara mereka sangat serius. Tapi, siapa yang bertamu selarut ini....?

Semakin lama, percakapan itu semakin dapat terdengar oleh indra pendengaran Zalfa. Bahkan, namanya juga disebut-sebut dalam percakapan tersebut.

Menyadari hal tersebut, Zalfa berpikir. Tidak seharusnya dirinya menguping pembicaraan orang lain, karena itu sama saja akan membuatnya berspekulasi salah tentang pembicaraan itu yang bisa saja membuatnya mendapatkan dosa atas suudzon yang ia lakukan.

Dengan meyakinkan dirinya, Zalfa menjauh dari ruangan tersebut. Dan dia, berbalik kembali menuju ke kamarnya sendiri untuk mengistirahatkan tubuhnya, dan mencoba untuk tidak memperdulikan apa yang dilakukan oleh suaminya.

Azzam masih acuh tak acuh, dirinya akan tetap pada pendiriannya. Tidak ada yang dapat menghalangi jalannya sekalipun itu adalah Jeffry, sahabatnya sendiri.

" Aku harus pergi Jeff, Khanza sedang tidak baik-baik saja sekarang,"

" Aku harus segera menemuinya, untuk saat ini dan saat-saat seterusnya."

Mendengar perkataan itu Jeffry semakin tidak mengerti lagi dengan jalan pikir pria dihadapannya ini. " Lalu, apakah kamu mengetahui keberadaannya sekarang. Bahkan sampai sekarang, kamu sama sekali tidak mengetahui tempat tinggal Khanza....!!"

Hah, bagaimana bisa....?

Benar, sebab kepergian Khanza bukan hanya sekedar untuk sementara. Melainkan kepergiannya juga meninggalkan rumah neneknya, yang menjadi tempat tinggalnya selama merawat sang nenek yang sekarang telah berpulang ke pangkuan yang maha kuasa.

Rumah itu terletak tidak jauh dari kompleks perumahannya, yang memang dengan sengaja dia beli untuk lebih dekat dengan tempat tinggal Khanza sebelumnya.

Rumah itu, kini cukup usang. Karena tiada lagi yang menempatinya, bahkan keluarga Khanza sama sekali tidak pernah terlihat disana.

Dan kini, Khanza kembali.

Namun, kembalinya bukan disini di tempat yang dapat ia jangkau untuk dapat selalu memantaunya. Melainkan dimana rumah orang tuanya berada, dan hingga kini Azzam sama sekali tidak mengetahui keberadaannya.

Satu lagi yang perlu diketahui, bahwa abii Khanza tidak pernah menyetujui hubungan diantara mereka berdua.

Senyum smirk terpancar di wajah Azzam, " Aku, bahkan dapat dengan mudah menemukan itu sekarang juga." sembari menatap tajam Jeffry yang masih menghadang langkanya.

Tapi, Jeffry bukan orang bodoh yang dapat dengan cepat melupakan suatu hal. Sebab, seorang jaksa sepertinya dipaksa untuk menggali tiap-tiap informasi dan suatu hal sekecil apapun.

" Tapi kau melupakan satu fakta Azzam Yazdan, orang tua Khanza tidak menyukai bahkan merestui hubungan diantara kalian,."

" Abi nya bahkan menyembunyikan dengan sempurna, semua informasi mengenai putrinya. Hanya demi, untuk menjauh dari mu, Zam."

" Dan, satu hal yang harus kamu ketahui,"

" Perpisahan diantara kalian berdua, semua itu adalah perintah orang tuanya. Untuk menjauhkan antara kamu dan Khanza."

Fakta ini, Azzam sama sekali tidak mengetahuinya. Tapi, kenapa sahabatnya Jeffry, dapat dengan mudah mengetahui ini semua. " Apa yang kamu katakan, Jeff."

Pandangan mereka bertemu, Azzam menelisik kebohongan dalam diri sahabatnya, namun dia sama sekali tidak dapat menemukannya.

" Abi nya, tidak menginginkan putrinya menjalin hubungan dengan seseorang yang menjauh dari Tuhannya...!!"

Jadi, selama ini Azzam baru mengetahui akan satu fakta itu. Dimana keasingan diantara mereka, bermula dari tidak direstui nya Azzam oleh orang tua Khanza.

...---------------------------------...

...Hai 👋🏻, sebelumnya aku minta maaf sebesar besarnya kepada kalian. Karena cerita ini mungkin sedikit berlebihan dan tidak yambung dengan alurnya....

...Tapi, nanti kalau cerita ini sudah mencapai target ku. Aku akan memulai revisi, seluruh bab nya tanpa terkecuali....

...Maaf banget ya teman teman, 🙏🏻🖤....

...Sudah gitu aja, dan Jangan lupa untuk follow...

...Ig: ffyyynn_ ...

...Untuk mengetahui update an selanjutnya....

Oh iya satu lagi, saya mohon untuk meninggalkan commentar, dan masukannya ya.....!!!

...Thanks ❣️...

Terpopuler

Comments

aqil siroj

aqil siroj

next thor

2024-02-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!