Bab 5. Azzam!!

Sebuah mobil putih memasuki pelataran rumah Azzam, membuat Zalfa sedikit tergesa-gesa untuk segera tiba disana.

Sampai dimana, dirinya mendapati lelaki yang kemarin mengantarkan suaminya pulang kembali kesini. Yang mungkin sudah memiliki janji terhadap suaminya.

" Selamat pagi, ibu Zalfa. Apakah bapak Azzam bisa saya temui?." ucap Devan, menanyakan keberadaan Azzam kepada, Zalfa. Yang kebetulan saja tengah berada di luar rumah.

Dan mempermudah tujuannya kali ini, tanpa harus melewati drama sang atasannya yang sedikit melelahkan untuk dirinya.

" Bisa pak, alhamdulillahi mas Azzam nya juga sudah siuman kok.,"

" Silahkan masuk dulu, bapaknya saya panggil sebentar." tambahnya sembari meninggalkan Devan, di ruang tamu sendiri.

Tok... tok... tok...

" Mas, mas Azzam!!" lirih Zalfa, memanggil Azzam yang tengah berada dalam kamarnya.

Mendengar namanya disebut dalam keheningan. Membuatnya mengutuk siapa saja yang mengganggu ketenangannya hari ini. Dengyan keterpaksaan, dirinya membangunkan tubuhnya untuk menghampiri sumber suara itu.

Dan akan memberikan sumpah serapan kepada siapapun orangnya.

Hingga Azzam, mendapati keberadaan Zalfa yang tengah berdiri tepat di depan pintu kamarnya. Dengan ketegangan yang sangat jelas dalam wajahnya, yang membuat Azzam sedikit terhibur dibuatnya.

Tatapan tajam itu menelisik, seakan menelanjangi tubuh seseorang yang melihatnya. Tubuh Zalfa semakin bergetar, berhadapan dengan seorang Azzam yang seperti ini.

" Mas Azzam, sebelumnya Zalfa mohon maaf bila mengganggu waktu istirahatnya mas.," ucapannya terjeda, karena aura tidak bersahabat yang diberikan oleh suaminya.

Tapi pikiran itu, segera Zalfa hilangkan. Dan memantapkan hatinya " Itu mas, ada tamu yang mencari mas Azzam."

Smirk tipis Azzam menanggapi perkataan wanita dihadapannya itu, seraya berkata. " Jika berbicara dengan seorang, harap untuk menatap orang yang maju ajak bicara. Bukan malah menatap lantai, yang mustahil akan mendengar bahkan menjawab perkataan mu..!!"

Lalu meninggalkan Zalfa, yang masih berdiri membisu disana setelah mendengar jawaban suaminya.

🌼🌼🌼

Melihat kedatangan Azzam, membuat Devandra beranjak memberikan hormat kepada boss nya. Yang telah memungutnya dari keterpurukan sampai dimana, sekarang dirinya telah menjadi seperti sekarang ini.

" Selamat pagi Bapak, saya sangat turut bahagia mendapati bapak yang hanya tumbang semalam saja tanpa berhari-hari lamanya." tanpa tidak tahu malu, Devan mengungkapkan perkataannya kepada sang atasannya.

Mendengar itupun bagaikan tertampar kenyataan akan dirinya, memang benar ucapan sekertaris nya itu. Hanya saja, dirinya sendiri yang memang keras kepala.

" Kamu lagi, kenapa sih harus mengganggu waktu istirahat saya. Dateng-dateng bukanya nanyain bagaimana dengan kondisi kesehatan bapak, alhamdulillahi sudah siuman ya pak!!"

" Tapi apa, kamu dateng-dateng malah nge roasting atasannya." Tambahnya kesal.

" Ya, maaf sebelumnya pak. Tapi emang perkataan saya tidak salahkan,."

Azzam menghela nafas panjang, sudah lelah dengan kelakuan sekertaris nya satu ini. " Iya iya, terserah kamu saja sudah. Emang susah bicara sama batu,"

" Betul, dan bapak sendiri batunya." Jawab Devan, lebih percaya diri.

Bola mata Azzam berputar, bertanda dirinya benar-benar lelah menghadapi lelaki dihadapannya ini. Niat hati ingin menjernihkan pikirannya dan mengistirahatkan tubuhnya dengan tenang, harus terusik akibat kedatangan tamu yang tidak diundang kehadirannya.

" Baik, kali ini beneran serius. Mana berkas yang harus saya tanda tangani.," sepertinya dia mengetahui, perihal kedatangan Devan ke kediamannya.

Yang lain dan tak bukan, adalah sebab berkas yang harus dia beri tanda paraf nya.

" Ini bapak,." seraya menyerahkan 2 lembar map yang bisa dipastikan sangatlah penting untuk perusahaan.

" Dua dokumen tersebut, merupakan berkas penting persetujuan kerjasama dengan PT ATMADJA Tbk.

" Dan saya juga turut menyampaikan, untuk 3 hari kedepan jadwal bapak telah saya kosongkan. Sesuai dengan perintah bapak tempo hari,"

" Mungkin itu saja bapak, terimakasih atas waktunya sebentar, dan saya mohon izin, untuk kembali ke perusahaan."

" Waalaikumsalam," jawab Azzam, yang juga ikut berdiri mengiring kepergian Devan.

Azzam kembali meregangkan tubuhnya, beranjak membawa tubuhnya kembali kedalam kamarnya. Dan melanjutkan istirahatnya yang sempat tertunda.

( Ting Tong .....)

" Iya, sebentar." pekerjaannya ia hentikan setelah mendengar bunyi bell rumahnya, dan meninggalkan dapur tempatnya berada.

" Ada yang bisa dibantu, pak..!" tanya Zalfa, setelah mendapati seorang lelaki yang mungkin seumuran dengan suaminya berada disana.

" Ah, iya. Kamu pasti Zalfa kan, istrinya Azzam...?"

" Benar, ada yang bisa saya bantu pak!!" jawabnya singkat.

" Saya ingin menemui pak Azzam, apakah beliau ada di rumah...?" ucap Jeffry, mempertanyakan keberadaan sahabatnya.

" Ada pak, silahkan masuk dulu. Mas Azzam nya saya panggilkan sebentar,." jawabnya, seraya meninggalkan ruangan itu dan menuju kamar suaminya.

Sesampainya didepan pintu kamar Azzam, Zalfa sedikit takut untuk mengetuk ataupun memanggil suaminya. Mengingat setengah jam yang lalu, suaminya berpesan untuk tidak mengganggu istirahatnya. Yang membuatnya merasa sangat takut sekarang,.

Jikapun dirinya tidak memanggil suaminya, yang ada dirinya tidak segan dengan sang tamu. Dan apabila, membiarkan orang itu pergi, yang ada dia akan mendapatkan masalah yang jauh lebih besar bila mengusir tamu tersebut.

Dengan sedikit dorong dari hatinya, Zalfa sekali lagi memberanikan diri untuk mengetuk pintu menyeramkan itu. Yang jika terbukanya pintunya akan memungkinkan sebuah masalah menakutkan datang kepadanya.

Belum ada dua langkah, dirinya berjalan. Pintu itu terbuka dengan sendirinya, menampakkan sosok orang yang sangat dirinya takuti. Berjalan tergesa Melawati Zalfa yang masih berdiri tanpa adanya respon dari suaminya itu.

(Mungkin mas Azzam, sudah mengetahui keberadaan tamu tersebut di rumah ini.) Batin Zalfa, dan beranjak pergi dari sana untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda sebelumnya.

🌼🌼🌼

" Aku, sangat tahu dengan apa yang harus aku lakukan ." Celetuk Jeffry, setelah mendapati Azzam sudah datang menemuinya.

" Mungkin, jika. Aku tidak segera menelfon mu, 4 jam yang akan datang akan menjadi lumut di ruang tamu kesayanganmu ini." tambahnya, dengan sedikit senyuman tumpulnya.

Dan semua itu, hanya terbalaskan dengan tatapan mautnya. Yang dibalas dengan tawa Jeffry disana.

Azzam mendengus, seraya berucap. " Kalau tidak ada hal yang penting, mohon untuk segera meninggalkan tempat ini. Pintu yang ada disana, sangatlah terbuka lebar untuk anda.,"

" Sorry sorry,"

" Sekarang kita serius, Ada hal yang harus aku sampaikan kepadamu Zam."

" Kalau itu masalah pekerjaan, kita lanjut besok aja." ungkap Azzam, melantunkan sedikit protes kepadamu sahabatnya itu.

" Percaya sama gw, karena mungkin kabar ini akan sedikit membuatmu terkejut." Jelas Jeffry panjang. Yang sedikit membuat Azzam penasaran, dengan berita yang dibawakan Azzam.

Dengan helaan nafas panjang, Jeffry kembali menyuarakan perkataannya.

" Khanza Zunaira Najwa, dia telah dilamar oleh seorang lelaki kairo semalam. Dan insyaallah, akan melangsungkan pernikahannya di Indonesia dalam waktu dekat."

Mendengar berita tersebut, bagaikan tertampar kenyataan. Dalam lubuk hatinya seperti tersilet pisau yang tajam, menggambarkan keputusaan dalam dirinya sekarang.

...----------------------------------------------------...

...Malam, udh seminggu aku gk update. Maaf bget ya man teman, aku baru bget selesai UAS yang membuat tenaga dan pikiran ku terkuras habis....

...Untuk bab ini, segini aja dulu. Insyaallah besok kita lanjut lagi di bab selanjutnya....

...Terimakasih banyak, atas sedikit waktunya. Dan terimakasih, kepada kalian semua yang sudah selalu setia menunggu ku disini."...

...Thank you :)...

...IG: ffyyynn_...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!