Bab. 7. Luka!

Azzam mengerang, berusaha bangkit dalam ketidak sandarannya. Terusik akan kehadiran Zalfa di sana, yang dimana semakin menambah amarahnya.

Dengan tatapan kebencian, Azzam bangkit menghampiri Zalfa yang tengah berada di sisi ranjang tersebut setelah dirinya meletakkan air minum di nakas. Belum sempat dia berbalik arah pergelangan tangannya dicengkeram erat oleh Azzam, ditariknya dengan kasar hingga terjatuh diatas tempat tidurnya.

Perasaan takut menyelimuti Zalfa sekarang, cengkraman Azzam yang sangat kuat menimbulkan rasa nyeri disana, dan sangat mustahil untuk melawannya.

Air mata yang perlahan menetes membasahi wajahnya, tidak membuat Azzam bersimpati terhadap wanita di bawah kukungannya sekarang. Malah menambahkan kekuatannya dalam cengkraman itu, dengan kasar mencium bibir Zalfa, melumatnya merenggut dengan paksa kesucian wanita itu.

" mphh, " bersama dengan tangisannya yang bertambah besar.

" Mmphh" rintih Zalfa ketika ciuman itu semakin kasar, menuntut tanpa ampun agar memasuki rongga mulutnya.

" Ahh, mass..."

" To....tolong hentikan, mas"

Zalfa berada dalam ambang ketakutan, melihat suaminya yang semakin gila tak terkontrol dibawah akal sehatnya. Hal ini memang sudah sewajarnya untuk pasangan suami istri, namun bukan dengan cara seperti ini yang dirinya inginkan.

Masih dengan ciuman kasar, Azzam menuntut semuanya, menuntut hak yang harus dirinya dapatkan. Tangannya yang tak tinggal diam membuka dengan paksa pakaian yang Zalfa kenakan, menghiraukan tangisan yang semakin lama semakin menggema di ruangan ini.

Sampai dimana Zalfa berucap, " Mas, to...tolong hentikan. " suara nya bergetar bersama dengan isakan ketakutan.

Tapi Azzam tetap tidak menghiraukannya, dirinya tetap melanjutkan pekerjaannya.

" A...aku mohon, Mas..."

Terlambat, permohonan Zalfa itu menjadi permohonan terakhir untuk pertahanannya. Kesuciannya telah direnggut dengan paksa tanpa adanya kelembutan disana.

" Hiks!! Kumohon berhenti, sakit ma...mas." sosoknya terlihat sangat rapuh, tiada daya lagi untuk berbuat perlawanan.

Zalfa, dirinya sekarang telah sepenuhnya menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri kepada suaminya. Walaupun dengan cara yang tidak pernah dia harapkan.

Erangan dan lenguhan dari kedua manusia tersebut, bergema di seluruh ruangan. Tangisan dari sang wanita disana juga masih turut mewarnai suasana itu, hingga dimana Azzam bergumam lirih yang membuatnya semakin hancur.

" Khanza....."

" Khanza ku...."

" Aku bersumpah, tidak akan pernah melepaskan mu.,"

Hancur sudah pertahanan Zalfa, mendengar lirihan suaminya yang menyebutkan nama wanita lain disaat dirinya tengah merenggut kesuciannya. Menangis pun sudah tiada gunanya sekarang, penyesalan akan kemalangan hidupnya semakin jelas di ingatannya.

Dan semuanya berakhir, setelah Azzam tumbang di pelukannya.

🌼🌼🌼

Kejadiannya telah selesai, tapi bayang-bayang nya masih tersimpan jelas dalam benaknya. Dan satu yang paling membekas, nama seorang Khanza yang terus berdengung menghantui pikirannya.

Tangisan memilukan masih terus berlanjut, tanpa mau untuk berhenti. Turut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh tuannya, tapi semuanya tidak dapat kembali ke semula lagi, kalaupun (iya) itu sangatlah mustahil.

Sinar fajar terlah menampakkan dirinya, memaksa seluruh makhluk yang bernafas untuk melaksanakan kewajibannya.

Namun, tidak dengan Zalfa. Dirinya masih meratapi nasibnya, nasib yang mustahil untuk dikembalikan lagi seperti semula.

Disana, di sisi ujung kepala ranjang. Zalfa meringkuk lemah, menangis dalam keheningan tidak berdaya dalam menghadapi perjalanan hidupnya.

Disaat dimana Zalfa terlelap dalam tangisannya, Azzam melenguh, memaksakan dirinya untuk bangkit dari ketidak sandarannya. Hingga, dimana yang pertama kali ia lihat adalah sosok wanita yang meringkuh di sebelahnya dengan ketidak berdayaan nya. Dan dirinya sangat yakin, bahwa wanita itu adalah Zalfa, istrinya.

Kesadarannya tentang hal itu, semakin membuatnya gila. Minuman keras yang ia telan membuatnya hilang akal, yang berakhir kesalahan fatal. Nasi sudah menjadi bubur, dan itu semakin membuatnya lebih benci dengan istrinya.

Bangkit dari ranjang, berjalan dengan tergesa memungut pakaiannya yang berserakan di lantai, membawanya dengan langkah tegas menuju kamar mandi di dalam ruangan tersebut dan beralih meninggalkan ruangan itu tanpa meninggalkan sepatah katapun. Yang hanya menyisakan perasaan takut pada wanita yang masih tetap berada pada tempatnya.

Brakkk!!!

Pintu kamarnya terbanting keras tak berperasaan, yang menimbulkan bunyi nyaring memekikkan telinga bagi siapa saja yang ada disana.

Azzam berjalan menuju kaca yang terdapat pada kamarnya, memandang tajam dirinya sendiri lewat pantulan cermin dihadapannya, meratapi nasib atas keputusannya sendiri.

AARRGHHH.....!!

Erangan kemarahannya semakin membuatnya gila, tangannya menjambak kasar rambut lebatnya mencari ketenangan akan amarah yang menguasai dirinya.

Bayangan akan ingatannya semalam membuatnya semakin memandang rendah wanita itu, rasa bencinya yang semakin lama semakin besar seakan menumbuhkan rasa jijik padanya.

Terkesan jahat memang, namun rasa benci yang telah menguasainya tidak dapat meluluhkan dengan perhatian dan kebaikannya.

Hening!!!, hingga dimana getaran dari benda persegi panjang tipis itu menyadarkan lamunannya.

Drrttt....

Pesawat yang di tumpangi Khanza, akan mendarat setengah jam lagi.

Penerbangan Jakarta, Indonesia - Kairo, Mesir, dengan maskapai Qatar airways. Akan mendarat di terminal 3, pukul 15.30 WIB.

Kedatangannya, lebih cepat dari perkiraan. Dan semoga, dengan kabar ini kamu bisa kembali mengendalikan dirimu.

Untuk sementara, cuman itu informasi yang aku dapet. Dan pesen gw satu, jangan bertindak gegabah Zam.

Panggilan itu terputus sepihak, tanpa adanya jawaban dari Azzam untuk orang diseberang.

Dan tanpa berfikir panjang, ia bergegas untuk menemui sang pujaan hatinya. Menghiraukan nasihat yang sempat di singgung Jeffry kepadanya. Niatnya sudah bulat, tidak ada yang bisa mencegahnya untuk bertindak mendapat kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.

Itu adalah ketetapan, yang sudah tertanam dalam benaknya. Bahwa dirinya tidak akan membiarkan seorang pun untuk menghancurkannya.

🌼🌼🌼

Masih dalam kalut kehancuran jiwanya, Zalfa masih dalam posisi sebelumnya sama sekali tidak bergeming, menangis tanpa adanya air mata yang menghiasi kesedihannya.

Dan sepertinya, tragedi semalam sangat menghancurkan lahir maupun batinnya.

Hingga air matanya tidak mau lagi menampakkan wujudnya, disela kesedihannya.

Bangkit dengan tubuhnya yang bergetar, adzan Dzuhur sudah berkumandang, tetapi sholat subuh ia lewatkan. Mengingat akan hal itu, Zalfa kembali kedalam kesadarannya. Mengutuk dirinya sendiri akan kelalaian yang dia lakukan ketika dalam kabut kesedihan, yang seharusnya kewajiban itu tidak seharusnya ia tinggalkan.

Zalfa melangkah perlahan, sembari menekan rasa sakit kewanitaannya. Membersihkan diri dan mandi besar sebelum menghadap sang maha pengasih, memohon maaf atas segalanya, dan berdoa meminta petunjuk untuk langkah yang akan dirinya hadapi.

( Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala Ali sayyidina Muhammad.

Ya Allah, maafkan hamba yang telah lalai meninggalkan kewajiban hamba ya Allah. Tidak seharusnya saya meninggalkan perintahmu, hanya karena hambamu yang lemah ini ya Allah.

Ya Allah ya Rabb,.

Maafkan hamba dengan segalanya dosa-dosa hamba Allah, hukum hamba atas dosa yang telah hamba lakukan terhadap engkau wahai sang penciptaku.

Maafkan hamba, yang telah membuat engkau dan kekasih-Mu melaknat hamba.

Dan saya mohon, berikanlah hamba petunjuk, berikanlah hamba jalan yang terbaik, atas ujian yang telah engkau berikan kepada hamba ini Allah.

Saya ikhlas,.

Rabbana aatina fiddunya hasanah, wafil aakhiroti hasanah, wakiinaa 'adzaa bannar.

Walhamdulillahi rabbil 'alamiin.)

...---------------------------------------------...

...Huft, sory ya padahal kemaren janjinya besok langsung update, tpi ternyata aku lupa. Pernikahan aa' aku yang udh di depan mata kemaren menyadarkan aku untuk tidak memaksa nulis, kerena keluarga sepertinya lebih penting....

...Jadi setelah satu Minggu dan Alhamdulillah acara nikahan aa' lancar, aku bisa leluasa lagi nulis tanpa adanya beban pikiran lagi,🤭🤣🤣....

...Udah gitu aja, malah curhat jadinya🤣🤣....

...Enjoy and happy reading, guys....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩk...

...Instagram: ffyynnn_...

Terpopuler

Comments

mitha ali

mitha ali

😭😭😭😭

2024-04-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!