Zack terkejut ketika mendapati beberapa hadiah diantarkan ke ruangannya. Yang membuat pria itu merasa aneh sebab tidak pernah memiliki pengagum rahasia atau klien yang merasa senang atas kinerjanya selama ini. Ditambah lagi kehadiran Sam bersamaan dengan Pearl yang membuat hatinya gundah.
“Hadiah dari mana?” Zack mencoba bertanya kepada Sam mengenai rasa penasarannya.
“Aku tidak tahu. Kupikir dari seseorang yang spesial,” ujar Sam membuat Pearl mengerucutkan bibir, sedangkan Zack menatap manik mata sang istri yang begitu aneh.
Tatapan mengagumkan sekaligus penuh tanda tanya perihal respons istrinya. Rasa penasarannya semakin tinggi ketika Zack mendekati bingkisan tersebut lalu mencoba untuk membukanya. Dia bersandar di atas meja kerjanya untuk menunduk sejenak lalu mengambil bingkisan pertama.
Masih dalam tahap wajar sebab isi bingkisan itu berupa jas mewah sekaligus dasi yang lumayan bagus. Pemilihannya pun seakan paham karakter Zack yang introvert, yaitu abu-abu. Dia tidak perlu khawatir lagi sebab isi dari ucapan dalam bingkisan itu hanya memberikan selamat kepadanya. Pemikiran Zack malah tertuju kepada mamanya yang memberikan ucapan kepadanya setelah bertahun-tahun enggan menampakkan diri ke muka publik.
“Kurasa ini hadiah dari mama,” ujar Zack membuat Sam dan Pearl tersenyum bersamaan.
“Hadiah yang bagus.” Komentar Pearl untuk sebuah jas dan dasi yang indah.
“Kalau itu dari mama, lalu hadiah yang lainnya ini dari siapa? Apakah mama juga memberikan kejutan yang lain?” tanya Sam semakin mengurai rasa penasaran sang kakak.
Zack semakin yakin kalau hadiah ini berasal dari orang tuanya. Bisa saja mereka memberikan perhatian melalui hadiah yang tidak terduga seperti ini. Mereka anggap sebagai wujud kebahagiaan karena selama ini Zack menjadi orang asing yang sulit dikendalikan. Perjodohan dengan Pearl tentunya menjadi alasan agar pria itu keluar dari persembunyiannya.
Daripada penasaran, sesegera mungkin dia membuka hadiah selanjutnya. Betapa terkejutnya ketika mendapati gaun minim bahan berbahan satin dan berwarna merah menyala. Tidak hanya itu, ada pesan yang mengatakan ajakan untuk bermalam di sebuah hotel yang jatuh ke lantai kemudian diambil oleh sang istri.
“Temui aku di hotel ….” Pearl menjatuhkan pesan tersebut kemudian dia pergi dari ruangan itu secepatnya.
Usai dibaca Pearl, Sam dengan cekatan mengambil pesan tersebut. “Apa ini? Wanita mana yang membuatmu berpaling dari Pearl? Kau keterlaluan, Zack!”
Usai mendamprat kakaknya, Sam keluar mencari keberadaan Pearl. Gadis itu pasti sangat terluka meskipun belum tahu kebenarannya. Sam juga tidak menuding Zack tanpa alasan. Semua bukti itu mengarah kepada perselingkuhan.
Pearl rupanya sudah meninggalkan kantor menggunakan taksi. Tentunya Sam tahu dari security yang berjaga di perusahaan. Bergegas Sam mengambil mobilnya di tempat parkir. Gadis itu pasti sedang syok sekarang.
Mencoba melawan keadaan, Sam mengemudikan mobilnya dengan cepat supaya bisa mengejar ke mana Pearl pergi. Cukup sulit bisa menemukan gadis itu. Pearl tidak menyadari kalau Sam lah yang mengejanya, bukan sang suami.
Sementara Zack sedang mendalami pesan yang tertulis pada lembaran kertas yang dipungutnya setelah kepergian Sam. Dia mencoba mengingat siapa pun yang membuat huru-hara ini. Tidak mungkin anak buahnya yang berada di klub malam, sedangkan dia tidak pernah muncul di sana.
Ya, selama ini Zack tidak pernah mau jujur kepada keluarganya sebab memiliki bisnis yang lain. Dia tetap bekerja di belakang layar dengan banyak pengawasan di klub malam miliknya. Meskipun tidak ada kehadirannya, semua laporan berjalan dengan baik. Zack sangat tidak menyukai orang yang tidak jujur. Pernah sekali waktu ada salah satu karyawannya mencoba mengambil keuntungan, dia mendapatkan laporan dari orang kepercayaannya. Setelah melalui penyelidikan panjang, Zack kemudian memecat karyawan tersebut.
Kembali kepada masalahnya sekarang. Kalaupun Zack tidak mengejar sang istri, dia menelepon orang-orang kepercayaannya untuk menemukan keberadaan sang istri. Tak butuh waktu lama, pria itu segera menemukan keberadaannya.
“Bos, keberadaan nyonya sudah ditemukan,” ujar salah seorang di telepon.
“Pastikan dia tidak didekati oleh siapa pun. Temukan juga pengirim paket sialan ini,” pesan Zack sebelum mengakhiri panggilan tersebut.
Benar saja ketika Sam telah menemukan keberadaan Pearl, lelaki itu menghadapi kendala ketika ingin mengejarnya. Bertabrakan dengan seorang pria lalu wanita yang membawa minuman sampai menumpahkan minuman itu tepat pada jas yang dikenakan lelaki itu. Sam kehilangan Pearl yang entah pergi ke mana lagi.
“Oh my God, ke mana perginya Pearl?” tanyanya kepada diri sendiri.
Pearl menyadari kekesalannya. Seharusnya dia tidak pergi dari hadapan Zack yang menandakan gadis itu memiliki perasaan yang lain. Penyesalannya sudah terlanjur dia rasakan dan tak mungkin kembali begitu saja.
“Huft, bodoh sekali aku. Harusnya aku tidak pergi dari sana. Biarkan saja kalau dia … ah, berselingkuh atau apa pun itu. Kenapa tidak aku jadikan alasan berakhirnya pernikahan kami?”
Pearl langsung menuduh Zack berselingkuh tanpa mau mendengarkan apa pun darinya. Berulang kali dia merutuki kebodohannya sendiri karena menerima perjodohan dengan Zack. Harusnya dia memilih menikah dengan Sam yang sangat lembut dan juga perhatian. Seketika ingatannya kembali kepada adik iparnya. Bergegas dia mengambil ponsel dari dalam tasnya berniat untuk berbicara dengan Sam. Belum sempat terhubung, seseorang telah membekap mulutnya membuat gadis itu meronta.
Begitu menyadari kalau itu adalah suaminya, Pearl mencoba memberontak untuk yang kedua kali. Namun, kekuatannya tidak sebanding dengan Zack yang begitu kekar dan seakan tidak kehilangan tenaga sama sekali.
“Lepaskan aku, Zack!” Kali ini posisinya sudah berbeda.
Zack lekas membawa gadis itu masuk ke mobil. Dia tidak tahu kalau Zack tidak sendirian, melainkan bersama seorang sopir yang sama sekali belum pernah dikenalnya. Semakin ke sini, Zack menjadi sosok yang misterius.
“Jalankan mobilnya!” perintah Zack.
Pearl merasa seperti istri rasa tawanan. Semakin ke sini, dia tidak bisa menebak kelakuan sang suami. Sungguh sangat rahasia sekali kelakuan pria itu. Sebentar baik, pada beberapa waktu berikutnya berubah tidak menentu. Jika Pearl pikir kalau mereka akan pulang ke rumah orang tua ataupun mertuanya, dia salah besar. Zack membawanya ke sebuah hotel lalu memaksa gadis itu untuk masuk meskipun dengan upaya pemberontakan.
Zack mendorong Pearl sehingga gadis itu terjatuh di ranjang. Dia berusaha bangkit, tetapi Zack menahannya. Tentunya dengan segala perdebatan dan umpatan yang dilontarkan Pearl dengan cukup berani.
“Lepaskan aku! Jangan kau pikir ini adalah alibimu untuk keluar dari jeratan kebohongan perselingkuhanmu. Aku semakin yakin kalau kau membawaku ke hotel ini hanya untuk menemui wanita simpananmu itu. Jadi, apa pembelaanmu sekarang?” Nada suara Pearl cukup tinggi. Dia seolah mendapatkan kekuatan ajaib untuk berkata demikian.
“Pembelaanku?” Zack menatap Pearl dengan posisi setengah tengkurap di atas gadis itu. Keduanya saling pandang tanpa berkedip sedikit pun. “Kau cemburu!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
martina melati
hahaha ketinggalan lg sosok sam
2024-02-06
0
𝐙⃝🦜Zifei_WanitaTangguh💫
yo jelas cemburu to, Zack. Pearl lak bojomu
2024-02-04
0
EmakKece
Zack mau belah duren /Casual/
2024-01-14
0