Bab 12. Masa Lalu

Seharian berada di kantor dengan kesibukan masing-masing tak mengubah kekesalan Zack pada Sam. Beberapa kali adiknya itu selalu menggoda kemudian berakhir dengan bentakan yang diiringi dengan tawa. Sungguh hari ini membuat suasana hati Sam cenderung bagus.

Mereka segera kembali ke mansion sebab akan segera menghadiri ulang tahun klien bisnis. Zack tidak akan berangkat sendiri melainkan bersama dengan adik dan istrinya. Tentunya masih dengan formasi yang sama, yaitu Sam sebagai sopir dan Zack berada di kursi penumpang.

Sementara Pearl sedang menyiapkan dirinya. Gaun-gaun indah sudah tertata rapi di ruang ganti khusus wanita. Tak hanya itu, semua sepatunya juga sudah tertata rapi, tinggal bagaimana Pearl menyesuaikan dengan gaunnya. Bingung dengan apa yang dia lihat, Pearl kembali ke kamar. Dia tak melihat suaminya berada di sana, tetapi ketika pintu kamar mandi terbuka, Pearl segera menyadari kalau pria itu baru saja membersihkan diri.

Zack keluar dengan handuk yang dililitkan di pinggang. Dia pikir kalau Pearl sedang berada di ruang ganti sebab gadis itu sudah lebih dulu mandi ketimbang dirinya. Namun, ketika menyadari Pearl mengamati tubuhnya yang masih berbalut sisa-sisa air membuat Zack mencoba untuk tetap tenang dengan tidak merasa malu dipandang seperti itu.

“Apa yang kau lihat? Tubuh kotak-kotakku ini? Berpalinglah!” perintah Zack dengan segera.

Zack memang pernah melihat punggung mulus sang istri, tetapi dia mencoba untuk menahan diri. Sementara Pearl dengan susah payah menelan salivanya. Tubuh indah itu sangat menarik hatinya, tetapi beberapa saat kemudian dia menepis bahwa yang paling baik dan menarik adalah Sam. Tidak peduli adik iparnya itu telah memiliki kekasih. Toh, sampai saat ini Pearl belum bertemu dengan Victoria yang selalu menjadi bahan perbincangan seluruh anggota keluarga. Mungkin Zack juga tidak tahu siapa Victoria sebenarnya.

“Kau jangan terlalu percaya diri. Aku kemari karena ingin bertanya padamu. Setidaknya gaun yang akan aku pakai masih senada dengan pakaianmu. Oh, atau kau mau aku menyamakan padanan warna dengan jas yang akan dipakai Sam nantinya?”

“Coba saja kalau kau berani.”

Ucapan bernada ancaman itu tak membuat Pearl gentar. Justru ini adalah kesempatan langka untuk menemukan alasan Zack bisa menyiapkan segala sesuatunya hampir sempurna. Gaun, dalaman, sepatu, dan printilan lainnya sesuai dengan keinginan Pearl. Semua itu bahkan terlihat pas di tubuh gadis itu.

“Oke. Selama ini aku diam, bukan berarti aku tidak peduli dengan semua yang terjadi di sini. Soal perjodohan kita, aku juga tahu. Namun, aku masih perlu bertanya padamu. Mengapa semua yang kau siapkan untukku terasa tidak membosankan? Ehm, maksudku semua pakaian dan gaun yang ada di ruang ganti terasa seperti disiapkan untukku. Jadi, dari mana kau tahu segalanya tentang diriku?”

“Gaun pengantin konyol dan tidak menarik.”

Seketika Pearl membungkam mulutnya. Selama ini misteri gaun pengantinnya belum terpecahkan sama sekali, tetapi malah memiliki gaun pengantin yang baru. Jika ada orang iseng, tetapi mengapa tak seorang pun mencari gaun pengantin tersebut? Mengapa mamanya juga seakan bungkam dengan gaun pengantinnya yang baru?

“Tunggu! Apakah kau sengaja menukar gaun pengantinku?” Pertanyaan yang terlalu percaya diri dengan menuding suaminya sebagai pelaku utama atas kejadian kala itu.

“Butik itu milik keluargaku. Tidak sulit untuk meminta karyawan menukar gaun pengantin yang sangat tidak cocok. Kau pikir aku akan senang jika ada orang yang berniat mempermalukan diriku?”

Selain introvert, Zack rupanya memberikan perhatian di mana orang menganggap itu adalah tindakan yang sangat berlebihan. Sebelum kepada Pearl, ada orang lain yang pernah diperhatikan melebihi hari ini. Zack tak mungkin lupa soal itu, tetapi tak banyak yang tahu.

“Kau ….” Pearl kehilangan kata-katanya.

Dia segera memutuskan kembali ke ruang ganti. Sesegera mungkin mengambil gaun yang pas dan tidak mau memperdebatkan lagi semua yang terjadi hari ini. Sejauh ini, Zack sudah memata-matai dirinya. Jadi, semua yang dilakukan sudah bukan lagi alasan kalau suaminya tidak tahu.

Memilih gaun acak sebab dia tidak tahu apa yang akan dipakai suaminya. Sebagai pasangan suami istri, Zack dan Pearl sangat tidak kompak. Hal itu memungkinkan orang ketiga masuk ke dalam rumah tangganya jika Zack tidak segera bergerak untuk mengubah sikap.

Pada akhirnya, Zack harus menelan pil pahit lantaran sang istri malah menggunakan gaun senada dengan Sam. Hal itu juga menarik perhatian Sarah sebagai seorang mama. Dia langsung menghentikan ketiga orang tersebut.

“Berhenti!”

“Ada apa, Ma? Kami bisa terlambat.” Sam juga melakukan protes sebab Zack dan Pearl cukup lama berada di dalam kamarnya. Entah apa yang mereka lakukan sebelumnya.

“Pearl harus mengganti pakaiannya. Kau tahu ini akan menjadi masalah. Semua orang akan menganggap kalau Pearl itu pasanganmu. Mereka tidak tahu kalau kakakmu sudah menikah dan ada istrinya bersama kalian.”

“Sudah tidak ada waktu, Ma. Kalau Mama mau menyalahkan, sebaiknya salahkan Zack saja. Dia yang tidak mau mengatakan akan memakai pakaian berwarna apa.” Pearl tidak mau dibuat pusing soal gaun. Dia sudah bertanya, tetapi tidak direspons dengan baik.

“Biarkan saja, Ma. Tidak penting soal pakaian. Ayo, berangkat,” ajak Zack.

Sarah kesal karena tidak mengerti dengan jalan pikiran putra pertamanya. Namun, dia juga tidak bisa mencegah mereka lagi sebab waktunya memang hampir terlambat.

Seperti yang sudah terjadi, Sam kembali menjadi seorang sopir. Sebelum berangkat, dia mencoba memastikan kalau Victoria bisa datang. Dia belum mendapatkan balasan apa pun yang membuatnya merasa ragu untuk datang. Acara itu pasti akan sangat membosankan tanpa kehadiran sang kekasih.

“Kau ini menyetir atau bagaimana? Katamu takut terlambat, tetapi malah jalan sangat pelan. Apa kau mau bertukar posisi denganku?” tanya Zack.

Bukan ide yang buruk. Selama ini dia tahu kalau Zack terus berada di dalam mansion. Mana mungkin dia bisa menandingi cara menyetir yang baik dan benar. Bisa-bisa mereka akan datang terlambat ke hotel.

“Sam, kau yakin menyerahkan kemudi kepada orang yang tidak bertanggung jawab? Kita bisa mati bersama!” Pearl lebih takut lagi kalau Zack yang mengemudikan.

“Tidak percaya kepada suami adalah sebuah kejahatan, Pearl. Jadi, sebisa mungkin percayakan semua urusan kepada suamimu. Aku tidak akan mengecewakanmu.”

Kata-kata Zack membuat Sam tersipu. Hubungan yang rumit, tetapi menurut pendengarannya sangat terdengar romantis. Bahkan hubungannya dengan Victoria yang selalu romantis malah terkesan hambar. Ah, lagi-lagi dia sangat merindukan Victoria.

“Huft, kalau tingkah kakakku seperti ini, aku semakin penasaran. Adakah wanita sebelum kakak ipar yang pernah memilikimu? Pasti dia sangat bahagia sekali karena perhatian yang sangat luar biasa ini.”

Mendengar wanita masa lalu, Zack malah menepikan mobilnya sejenak. Sudah lama dia tidak terpikirkan seseorang, tetapi kali ini ingatannya seakan berputar kembali. Sedih dan menyesakkan dada.

Terpopuler

Comments

martina melati

martina melati

rupany ada pernah terjadi sesuatu hingga menggubah sosok zack

2024-02-06

0

martina melati

martina melati

hahaha... nasib obat nyamuk y spt sam deh...😁😁

2024-02-06

0

martina melati

martina melati

jd org yg tipe spt zack ini sebenarny perhatian y... baru tahu deh

2024-02-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!