Pesawat pribadi mengudara menembus langit malam, saat itu Laura masih sangat takut, ia memilih untuk memejamkan mata dan membaringkan tubuhnya meski ketakutan tetap melanda pikiran dan ia juga tidak tenang. Tapi ia mencoba untuk mengurus dirinya sendiri tanpa meminta tolong pada Aaron, ia tahu Aaron sudah sangat berubah.
Aaron sendiri duduk menikmati alkoholnya, ia juga memeriksa beberapa penjualan di tabletnya, ternyata penjualan obat-obat terlarang, serta ganja kualitas terbaik miliknya melebihi targetnya, sedangkanmilik Jarvies kalah telak, itulah yang Aaron inginkan.
Perjalanan menuju Negara Mex pun terasa cepat bagi Aaron, saat sampai di negara Mex, Aaron hanya akan berada di mansionnya ia menunggu kabar tentang hasil Tes DNA tersebut.
Sedangkan Laura juga tidak melakukan pekerjaan apapun karena kakinya sakit. Kamar Laura sudah pindah di dekat kamar Aaron, saat itu para pelayan yang melayani Laura tentu saja memasang wajah kesal karena mereka tidak mau melayani sesama pelayan.
Waktu menunggu selama 1 minggu di gunakan Aaron bekerja di rumah, sepanjang satu minggu ini tak ada masalah, namun belum ada kabar dari dokter Kamboja.
Sudah satu minggu, dan Laura juga sudah sembuh dari cedera kakinya, ia sudah bisa berjalan lagi, dan mulai aktif kembali bekerja di Mansion.
Saat melihat kolam renang, Laura menyentuh air tersebut dan ingin sekali ia berenang, karena ia belum sempat merasakan berenang di hotel.
Saat itu, Laura sedang membersihkan sekeliling kolam renang, dan beberapa pelayan datang.
"Bruukk!!" Salah satu pelayan menendang ember yang berisi beberapa sampah.
Laura langsung melihat ke atas, itu adalah Lucy.
"Kau menikmati satu minggu mu kan, bagaimana rasanya di layani seperti layaknya tuan putri?" Kata Lucy sembari menyedekapkan tangan.
"Apa maksudmu..." Kata Laura.
Lucy langsung menarik rambut Laura.
"Aaakkk!!!" Pekik Laura.
Beberapa pelayan lain memegangi tangan dan kaki Laura.
"Berikan sekarang." Kata Lucy.
Kemudian salah satu pelayan memberikan sebuah pil berwarna putih ke dalam mulut Laura.
"Emmbhhhh....!!!" Laura menolak namun dengan cepat pil itu sudah di masukkan ke dalam mulutnya.
Pelayan lain juga langsung menuang air minum menggunakan botol ke dalam mulut Laura, hingga membuat Laura gelagapan dan bajunya juga basah.
"Uhukkk!!! Uhukkk!!!" Laura terbatuk.
"Kalian memberikanku obat apa!!" kata Laura berteriak dan menangis
"Hanya obat tidur, dengan itu kau pasti akan di benci oleh Tuan Aaron, karena dia sangat tidak suka dengan pelayan yang malas, apalagi tidur di sembarang tempat. Kau suka kan menjadi putri tidur yang sepanjang hari ada di ranjang, maka rasakan itu jadilah putri tidur!" Kata Lucy.
"Ayo kita pergi." Ajak Lucy.
Laura melihat kepergian gerombolan para pelayan itu.
"Mereka tidak tahu, meski tanpa itu, Tuan Aaron sudah membenciku." Kata Laura.
Sejak kembali dari Kamboja, Aaron bahkan tak pernah menyapa atau memanggil Laura, padahal Laura adalah pelayan pribadi Aaron, biasanya Laura yang akan menyiapkan segala sesuatunya, namun Aaron bahkan seolah muak dan tak ingin bertemu Laura.
Laura melihat Lucy dan teman-teman nya pergi meninggalkannya.
Saat itu Laura bangkit dan membersihkan kembali kekacauan di sana. Benar saja ia langsung merasakan kantuk yang luar biasa, beberapa kali ia menguap dan menguap.
Matanya pun terasa begitu mengantuk dan berat, ia tak bisa dan tak kuat lagi, melanjutkannya.
Laura seketika mencari tempat untuk nya duduk.
"Obatnya sangat kuat." Kata Laura.
"Atau lebih baik aku bersembunyi saja." Lanjut Laura lagi.
Namun sebelum Laura bergerak, tubuhnya sudah tertidur di atas kursi panjang dekat kolam renang.
Laura sudah tidak tahan lagi dengan kantuknya, saat itu juga Laura langsung tidur dengan nyenyak.
Di dalam ruangan Aaron, waktu 1 minggu yang sudah di tentukan membuat Aaron terus menahan diri, meski lewat 1 hari, dokter dari Kamboja akhirnya mengirimkan email.
Hensen yang sedang mengecek penjualan dari tabletnya melihat ke arah Aaron.
Aaron langsung membuka Email itu dan ia membacanya, hasilnya tak membuat Aaron terkejut karena ia tahu Laura memang cucu dari Douglas melihat dari garis wajah nya, mereka sudah mirip.
Hasil dari Tes DNA itu menunjukkan kecocokan, tak berapa lama dokter Kamboja menghubungi Aaron.
"Ya." Kata Aaron.
"Tuan Aaron, meski tes DNA kakek dan cucu cukup sulit dan tidak selalu akurat, tapi saya pastikan mereka dalam satu garis keturunan, Tuan Douglas adalah kakek dari Nona Laura."
"Aku mengerti, terimakasih, kau boleh hubungi Douglas, katakan jika Laura adalah cucunya." Kata Aaron.
"Tuan apa rencana anda." Tanya Hensen.
Aaron diam sejenak.
"Tentu saja balas dendam, dimana dia sekarang." Kata Aaron.
"Sedang bekerja Tuan." Kata Hensen.
Aaron kemudian berdiri, Hensen merasa ngeri apa yang akan Aaron lakukan pada Laura. Hensen tahu sudah sangat lama Aaron menahan diri untuk membantai siapapun yang membunuh adiknya.
"Aku sudah menahan amarah ini sejak 1 minggu, Douglas kau harus melihat bagaimana caraku menghancurkan cucu mu." Kata Aaron berjalan mencari Laura.
"Tuan Aaron, saya rasa..." Hensen hendak mencegah Aaron melakukan tindakan yang membuatnya ngeri.
"Jangan bicara apapun." Kata Aaron menjawab sebelum Hensen menyelesaikan kalimatnya.
"Tuan jangan siksa Laura, dia adalah gadis lemah, dia juga tidak melakukan kesalahan apapun." Kata Hensen.
Aaron kemudian berhenti, ia melihat Laura sedang tidur di atas kursi yang panjang.
"Lihatlah dia, begitu nyenyak dan menikmati tidur siangnya, apakah dia sengaja membuatku semakin marah." Kata Aaron.
Aaron langsung melangkah dengan cepat.
"Tuan jangan siksa dan sakiti Nona Laura, jika anda melakukan itu, saya akan menyembunyikan semua pisau belati anda." Kata Hensen yang tidak tega melihat Laura.
Aaron melihat ke arah Hensen.
"Kau pikir aku akan membunuhnya?" Tanya Aaron.
Hensen mengangguk pelan.
"Aku memiliki rentetan rencana yang lebih baik dari pada membunuhnya, aku memiliki hal yang bisa membuat Douglas gila." Kata Aaron dan berjalan menghampiri Laura.
Douglas pun langsung menarik lengan Laura agar Laura bangun.
"Aahh Tuan... " Kata Laura masih mengantuk.
"Tidur mu nyenyak?" Tanya Aaron.
"Maafkan saya Tuan... Saya... Tadi... Para pelayan..."
Sebelum menyelesaikan kalimat Laura, Aaron langsung menarik tubuh Laura untuk mengikutinya.
Laura terkejut, matanya yang masih mengantuk, dan kesadarannya yang belum kembali sempurna, langsung di buat tersentak dengan berjalan cepat mengikuti Aaron.
Semua pelayan yang menjahati Laura, melihat Aaron menyeret Laura pun kemudian mereka tertawa cekikikan.
"Kalian mau di pecat?" Kata Hensen.
Langsung saja, pelayan-pelayan itu bergidik ketika Hensen tiba-tiba ada di belakang mereka dengan kalimat yang dingin.
Sontak para pelayan langsung meminta maaf dan buru-buru pergi.
Sedangkan Aaron yang membawa Laura ke kamarnya pun sudah melemparkan Laura ke atas ranjangnya.
Aaron membuka kancing kemejanya dan ia membuang kemejanya sembarangan.
"Tu.. Tuan... Maafkan saya... Apakah anda marah karena saya tidur... Saya janji tidak akan tidur di jam kerja lagi... Saya mohon jangan sakiti saya..." Kata Laura memohon dan menangis.
"Kau pikir karena itu?" Kata Aaron mendekat dan kian mendekat.
Laura pun kemudian ingin kabur, namun dengan cepat Aaron menangkap tubuh Laura, saat itu Aaron sudah mengungkung tubuh Laura dari belakang dan menggigit bahu belakang Laura.
"Kesalahanmu adalah kau memiliki darah Keluarga La Faye." Bisik Aaron.
Laura terkejut dan menangis, ia menelan ludahnya karena takut, tubuh nya gemetar. Hanya dengan kalimat itu, Laura sudah paham bahwa hasil dati Tes DNA menunjukkan dia benar-benar cucu dari kakek tua itu.
Aaron makin menarik tubuh Laura mendekat pada tubuhnya, dan kemudian mencium tengkuk Laura.
Laura semakin gemetaran, ia tak bisa lagi membayangkan apa yang akan Aaron lakukan padanya.
"Tu... Tuan saya tidak tahu... Kenapa anda sangat membenci keluarga itu, tapi saya tidak mau terlibat." Kata Laura.
"Mau atau tidak, kau sudah menjadi bagian dari perjalanan balas dendamku, Douglas akan melihat bagaimana cucu nya rusak di tangan ku." Kata Aaron kemudian menarik pakaian Laura hingga robek dan terlihatlah tubuh Laura dengan hanya memakai Bra.
"Tuaannnn jangaann lakukan ituu....!!!" Teriak Laura, wajahnya sudah memerah karena menangis dan ia juga ketakutan.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
αуαηgηуαᴳᴼᴶᴼᴷᴵᴷᴼᵇᵃᵍⁱ2
this is must be Aaron right?🤭
2024-05-30
1
💚 pecinta komik dan novel💞💝
knp aku sakit hati pas detik Aron mw ngerusak Laura di kamarnya dengan alasan Laura msh ada hubungannya dengan cucu kake douglas, aku kecewa bngt sm aroon. knp jd jijik benci, dasar perusak bejat pdhl tadinya aku udh mw respect ke Aron pas dia ngejaga kesucian Laura, skrg knp jd jijik malahan astaghfirullah benci bngt liat Aron, sakit hatiku. padahal Laura gk bersalah dan gk tw Apa apa perihal dendam mereka 😭😭😭🤧💔💔💔
2024-05-07
0
Desy Desy ratna sari
nikmati penyesalan mu nanti
2024-05-07
0