Malam itu juga mereka semua mendatangi Rumah Sakit, dia adalah Douglas, Aaron, Laura, serta Jarvies.
Laura hanya diam dan tak bisa percaya semua hal yang datang dengan cepat kepadanya, acara yang baru ia datangi, negara yang baru saja ia datangi, membuatnya tiba-tiba memiliki kakek, dan ia tak tahu bagaimana bisa menjelaskan perasaaannya.
Apakah ia harus senang atau kah sedih.
Setelah menunggu, dokter pun keluar dan memanggil nama Douglas serta Laura.
"Ikut saya..." Kata Dokter itu.
Mereka masuk dan akan menjalani tes DNA, Laura menoleh ke belakang melihat pada Aaron yang dingin, kini Laura seolah tak memiliki dukungan apapun dan siapapun, hanya Jarvies yang kemudian mengatakan bahwa Laura tidak boleh takut.
"Jangan takut aku ada di sini." Kata Jarvies pada Laura.
"Tidak perlu cari muka." Kata Aaron kemudian.
"Setidaknya aku mencoba membuat Laura tenang." Kata Jarvies.
"Mereka hanya ingin mengambil sample darah, rambut dan beberapa yang lain, bukan mau mati." Kata Aaron.
Butuh waktu untuk mereka menjalani pengambilan sample-sample agar semakin yakin dengan hasilnya nanti.
Setelah beberapa lama, Dokter pun keluar, dan diikuti oleh Douglas dan Laura.
"Tuan Aaron, hasilnya akan keluar paling cepat dalam 1 sampai 2 minggu."
"Selama itu!!! Apa tidak bisa di percepat!!" Bentak Jarvies.
Dokter menggelengkan kepala.
"Kalau begitu kau bisa mengirim hasilnya melalui email atau menghubungiku, kau tahu nomor ku." Kata Aaron.
"Baik Tuan."
"Laura, ikutlah denganku, kau tinggal bersama ku. Aku adalah keluarga mu, aku kakekmu." Kata Douglas.
"Tidak, dia masih bekerja di mansion ku. Lagi pula hasilnya belum keluar." Kata Aaron langsung menarik Laura ke belakang tubuhnya.
Jarvies melihat perebutan itu.
"Benar hasilnya belum keluar, bagaimana jika kau berbohong, kau suka gadis daun muda!" Kata Jarvies.
"Kau tahu, aku akan mengambil Laura dengan cara apapun bahkan jika aku harus menghancurkanmu, jika terbukti Tes DNA itu Laura adalah cucuku, bersiaplah!" Ancam Douglas.
"Aku menunggu saat itu tiba." Kata Aaron.
"Jadi kenapa kau tidak menyerahkan cucuku sekarang." Kata Douglas.
Saat itu Laura masih di landa bimbang, tak ada yang bisa ia perbuat karena tangannya pun masih di cengkram dengan kuat oleh Aaron.
"Aku membeli Laura dengan harga 50 juta dollar, paman dan bibinya sudah menerima uang itu." Kata Aaron.
"Sialan para penjahat itu, aku benar-benar akan membunuh merek. Baiklah aku akan menebus cucu ku."
"Aku mengatakan jika Laura ingin bebas dia perlu membayarku 100 juta dollar."
"Kau lintah darat!!!"
"Aku gangster, dan aku berbisnis, aku ingin untung dari segala uang yang ku keluarkan." Kata Aaron.
Mulut Douglas bergerak-gerak, dan ia merasa bergetar, uang 100juta dollar tidaklah sedikit. Meski ia bisa, namun memberikan 50% dari uang itu pada Aaron yang sangat ia benci, adalah hal yang membuat harga dirinya akan jatuh.
Tentu saja Jarvies adalah yang paling bingung, dia adalah orang pertama yang menemukan, menyukai dan mengagumi Laura, bahkan karena Laura lah Jarvies dapat melupakan Aurora adik dari Aaron.
Dulu Jarvies dan Aaron adalah sahabat karib, hingga akhirnya persahabatan itu terbakar oleh keadaan, setelah kematian Aurora, mereka saling mengancam, saling menyalahkan, saling menuduh, saling bentrok ketika para anak buah mereka bertemu, dan pada akhirnya, keputusannha adalah sampai polisi atau mereka belum menemukan fakta sebenarnya, dan pelaku sebenarnya, mereka harus gencatan senjata, sekarang permusuhan yang telah lama seperti lahar yang mendidih, kini pun berubah meluap karena sosok Laura
"Jika tidak ada lagi yang di katakan, aku pergi." Kata Aaron menggandeng Laura.
"Lihat saja, saat Tes DNA itu keluar, dan kau tidak membawa cucuku ke Kamboja, maka aku akan menemui mu dan menghancurkan mansion mu!!!" Teriak Douglas.
Aaron tak menggubris dan terus menyeret Laura keluar rumah sakit, Laura tertatih dan sulit sekali mengimbangi langlah kaki Aaron yang panjang. Kemudian Laura melihat ke belakang, di sana ada Douglas yang sudah terduduk lesu tertunduk tak berdaya, sedangkan Jarvies berjalan dengan wajah dingin.
Aaron membuka pintu mobil dan memaksa Laura masuk.
Ketika Aaron menutup pintu mobil, Jarvies langsung menarik krah bahu Aaron dan bersiap memukul, namun kecepatannya masih kalah dengan Aaron, tangannya maju dan menangkap kepalan tangan Jarvies.
Lalu Aaron memutar tangan Jarvies, membuat tubuh Jarvies ikut berputar.
"AARRGGH!!!" Pekik Aaron kesakitan.
Aaron menaruh dan menempelkan tangan itu pada punggung Jarvies.
"Aargg sialan!!!" Umpat Jarvies.
"Jangan memancingku Jarvies, sudah sejak lama aku ingin sekali membunuhmu." Kata Aaron dingin.
"BUKAN AKU YANG MEMBUNUH AURORA!!! BERHENTI MENUDUHKU!!!" Teriak Jarvies.
"AKU JUGA TERLUKA DAN KEHILANGAN DIA!!!" Teriak Jarvies lagi.
Aaron kemudian mendorong dan menendang tubuh Jarvies hingga Jarvies jatuh terjerembab.
Jarvies pun memutar tubuhnya ia, berbaring dan merentangkan tangannya.
"Kita adalah sahabat Aaron..." Kata Jarvies.
"Aku tidak ingat itu." Balas Aaron dingin.
"Aku juga sangat kehilangan Aurora." Kata Jarvies, air matanya meleleh di sudut matanya dan mengalir.
Jarvies melihat ke langit biru yang cerah.
"Semua aktor pria pandai berakting, seperti dirimu, kau sangat pandai memerankan peranmu, kau pikir tangisanmu akan membuat ku percaya?"
"Tapi benar-benar bukan aku... Aku mencintai nya, aku juga merasa sangat depresi kehilangan dia sehingga aku mencari pelarian dengan bersama para wanita, saat aku bertemu Laura, saat itulah sedikit demi sedikit aku bisa melupakan Aurora." Kata Aaron.
"Terserah kau saja. Berpura-puralah sepuasmu." Kata Aaron kemudian meninggalkan Jarvies sendirian.
Aaron masuk ke dalam mobil, dan mobil pun melaju untuk kembali ke hotel.
Saat sampai di hotel Aaron menarik Laura keluar dari mobil, perlakuan kasar dan dingin Aaron sontak membuat Laura terkejut.
Awalnya Aaron adalah pria yang terlihat lembut, dan sangat baik memperlakukannya, namun kenapa sekarang Aaron berubah menjadi seperti monster yang sangat kejam padanya.
Saat itu Laura masih memakai heels, dan Aaron menarik lengan Laura dengan sangat tidak sabar untuk segera kembali ke kamar hotel.
"Tuan Aaron... Sakit." Kata Laura.
Namun, Aaron hanya diam.
Saat bertemu dengan Hensen di lobi pun, Aaron melewati Hensen dengan menyeret Laura, wajah Aaron sudah seperti monster yang marah.
Hensen pun bertanya pada sang pengawal.
"Ada masalah apa?" Tanya Hensen.
"Kemungkinan, Nona Laura adalah cucu dari Tuan Douglas La Faye." Kata pengawal tersebut.
Hensen terkejut, ia tak pernah menyangka, dunia akan sesempit ini.
Hensen pun kemudian berbalik dan hendak menyusul Aaron. Lift berjalan naik.
Dalam pikirannya, adalah bagaimana Aaron akan bersikap pada Laura jika benar Laura adalah cucu dari Douglas sedangkan Aaron dan Douglas selalu terlibat perang dingin, apalagi sekarang liontin milik Aurora sang adik, di jual di pelalangan oleh Douglas.
Aaron yang sudah sampai di kamar Laura kemudian membanting tubuh Laura ke atas ranjang.
Laura pun tersentak dan terkejut, tubuhnya di lempar di atas ranjang.
Kemudian Aaron menekan kedua tangan Laura dan tubuh nya ada di atas Laura, tanpa menempel.
"Dengar Laura, jika benar kau adalah cucu dari Douglas La Faye, aku pastikan hidupmu akan seperti di neraka." Kata Aaron.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Firanty Ranty
ya ampun Aaron sedendam itu kah.gadis yg yg sllu kau lindungi skrng kau benci.pingin nangis aku jadinya membaca karakter Laura
2024-07-06
0
Inaherlinasofia
kasian Laura seperti nya Aaron dan jarvies di adu domba sama pihak lain agar persahabatan mereka terpecah
2024-06-08
0
Fifi A González
jarvies wkwkwk 😂😂😂
2024-04-24
0