Sesampainya di sebuah mansion dengan gaya eropa, dimana di sekitar mansion tersebut banyak pengawal-pengawal yang berjaga, Aaron keluar dari mobil mewahnya sembari menggendong Laura.
Semua pengawal menunduk hormat.
"Tuan Aaron... Kita sudah menangkap mereka, dan memang benar mereka anggota dari Gangster Jarvies." Kata Hensen, dia adalah pengawal setia Aaron, Hensen melirik pada gadis yang Aaron bawa.
"Potong tangan mereka lalu kirimkan pada Ketua mereka." Kata Aaron membawa masuk Laura.
"Jadi berapa banyak kerugian kita." Tanya Aaron.
"Hampir 600 Milyar Tuan, mereka menjarah barang kwalitas super milik kita sebelum sampai di Kenya."
"Bagaimana mereka berhasil menjarah barang-barang milik kita, dan siapa yang membantunya, selidiki semuanya, tidak mungkin para pengawal ku tidak sanggup melawan mereka." Kata Aaron.
"Baik Tuan." Kata Hensen masih mengekor di belakang Aaron
Sesampainya di kamar milik Aaron, Aaron membaringkan Laura secara perlahan.
"Tuan... Anda membawa seorang gadis pulang?" Tanya pengawal tersebut.
"Ya." Kata Aaron.
"Untuk apa Tuan?"
"Entahlah, seperti nya di sangat berarti untuk Jarvies, jadi aku membawanya pulang. Aku suka melihatnya marah."
Tak berapa lama seorang pengawal datang lagi mengetuk.
"Tok.. Tok... Tok..."
"Tuan Aaron, seseorang mencari anda katanya dia adalah keluarga dari gadis yang anda bawa." Kata Pengawal tersebut.
"Cepat sekali mereka datang." Kata Aaron.
Aaron yang sudah membaringkan Laura yang masih mabuk, kemudian turun di ikuti Hensen.
Dengan menapaki tangga, Aaron terlihat begitu garang dan dingin, ia melihat 2 orang sudah berdiri di sudut sofa, dan satu lagi Miguel berdiri tak jauh dari mereka.
Aaron pun langsung duduk dan melihat kedua orang itu dengan pandangan tajam.
"Tuan nama saya Holmen, dan saya adalah paman dari gadis yang anda bawa, Tuan Miguel menghubungi saya jika..."
"Langsung saja tidak perlu berbelit-belit." Kata Aaron.
"Anuu... Jadi, anda tertarik dengan keponakan saya Tuan? Saya tidak keberatan, tapi saya rasa keponakan saya memiliki harga yag pantas bukan?" Tanya Holmen.
"Holmen!!! Aku menghubungimu, bukan untuk hal seperti ini!!!" Kata Miguel geram.
Aaron tersenyum getir dan angkuh.
"Saya merawatnya dengan baik Tuan, jika anda mau membayarnya, saya akan berterimakasih."
"Gloria!!!" Pekik Miguel lagi.
"Kalian berniat menjualnya padaku?" Kata Aaron.
"Sepertinya anda tertarik pada keponakan saya Tuan, sehingga anda membawanya kemari..." Kata Holmen.
"Tuan Aaron, Laura tidak akan di jual!!! Ini Ilegal!" Kata Miguel berteriak.
"Tapi mereka sendiri yang mengajukannya." Kata Aaron.
"Tapi Tuan..." Miguel hendak membantah.
Namun, Aaron memberikan kode mata pada pengawal-pengawalnya untuk menyingkirkan Miguel.
Kemudian, para pengawal memegangi tubuh Miguel.
"Aku akan mengirimkan uang untuk perbaikan Club mu yang rusak, pergilah." Kata Aaron.
"Tapi Tuan... Saya kemari karena Laura bukan barang dagangan!!!" Teriak Miguel.
Para pengawal pun melempar keluar Miguel.
Sedangkan di dalam mansion, Holmen dan Gloria masih memikirkan dalam kepala mereka masing-masing nominal yang akan mereka minta.
"Jadi berapa yang kalian minta." Kata Aaron mengeluarkan cerutunya.
Hensen memantikkan api dan Aaron menghisap nya, ia kemudian membuang asapnya dengan angkuh.
"Sa.. Saya mau 50 juta Tuan." Kata Holmen.
Aaron kemudian mentikan jarinya, dan sang pengawal membawa koper dengan uang sejumlah yang Holmen minta.
Namun, Gloria yang tamak kemudian meminta lagi.
"Tuan, sepertinya 100juta dan saya tidak akan muncul di hadapan anda." Kata Gloria.
"BRRAAKKK!!!" Aaron menendang meja yang berisi uang membuat semua uang itu berhamburan.
"Pilihannya hanyalah pungut uang itu atau selamanya kalian tidak akan pernah bisa keluar dari sini dengan kondisi hidup." Kata Aaron.
"Maa.. Maafkan kami Tuan Aaron.... Maafkan saya Tuan...!!" Kata Holmen dan Gloria sembari memunguti semua uang tersebut dengan gemetar.
Aaron pun berdiri, dan meninggalkan Holmen yang sibuk memungut uang, dan Gloria yang juga menjejalkan uang-uang tersebut ke dalam kutangnya.
"Lempar mereka keluar." Perintah Aaron pada Hensen.
"Baik Tuan."
Aaron pun bergegas naik ke dalam kamarnya ia melihat gadis yang masih tertidur di atas ranjangnya lalu mendekatinya.
Karena Laura belum juga bangun Aaron pun pergi ke kamar mandi lebih dulu untuk membersihkan tubuhnya.
Beberapa menit berlalu, Aaron pun keluar hanya menggunakan handuk yang di lilitkan dalam pinggangnya, sembari menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil. Setelah di rasa kering, ia membuang handuk kecilnya.
Perlahan Aaron mendekati Laura, ia menumpukan lututnya di atas ranjang lembut miliknya.
Dengan lembut Aaron menangkupkan tangan besarnya di leher samping Laura.
"Leher nya sangat kecil dan terlihat rapuh, apa dia tidak pernah makan." Kata Aaron.
Perlahan Aaron membungkuk dan berniat mencium Laura.
Namun, belum sempat bibir Aaron memdarat, tiba-tiba mata Laura terbuka sedikit demi sedikit, ia merasakan sesak, dan aneh.
Ketika Laura membuka matanya lebar dengan spontan Laura menendang Aaron.
"BUUGGG!!!"
Aaron tersungkur mundur di atas ranjang.
"AAAAA!!! Siapa kau!!!" Teriak Laura dan menarik selimut untuk menutupi dirinya.
Aaron masih diam dan tak bergeming.
"Aku tanya sekali lagi kau siapa!!! Dimana aku!!!" Teriak Laura sembari melihat ke sisi kanan dan sisi kiri.
Aaron kemudian turun dari ranjang dan berdiri tegak, sembari memakai pakaiannya.
"Keluargamu sudah menjualmu padaku." Kata Aaron.
"Apa!"
"Mereka meminta sebanyak 50 juta." Kata Aaron.
"Tidak mungkin!!!"
"Mungkin atau tidak, aku sudah memberikan uangnya pada keluargamu."
"Aku tidak mau!! Aku akan lapor polisi!!!"
"Aku juga akan katakan jika kalian sudah menerima uangnya. Jadi, siapa yang akan di hukum!!!"
"Aku tidak mau di sini!!! Aku tidak memakai uang itu!!!" Teriak Laura kemudian turun dari ranjangnya.
Aaron menarik lengan Laura dan mencemgkramnya.
"Kalau begitu bayar uang ku, kembalikan uang itu sebanyak 50 juta, beserta bunganya."
"Aku... Bagaimana mungkin... Aku tidak memiliki uang sebanyak itu!!! Lagipulaa.. Aku hanya sedang bekerja dan tiba-tiba aku terbangun di tempat ini, apa salahku!!!" Kata Laura menangis.
"Kesalahanmu adalah karena terlahir dengan wajah secantik ini, bahkan malaikat dan bidadari pasti iri dan cemburu padamu. Kecantikan adalah kemalangan." Kata Aaron.
"Tolong Tuan lepaskan saya... Saya tidak tahu anda siapa, kita tidak pernah saling mengenal, berikan saya waktu, saya akan membayar kembali uang anda." "Kata Laura.
"Benarkah? Berapa banyak waktu yang kau minta untuk mengembalikan uangku." Kata Aaron.
"Sa... Saya..."
"Kau pikir bisa mendapatkan uang sebanyak 100juta?"
"Namun anda bilang 50 juta..." Kata Laura.
"Belum termasuk bunganya." Kata Aaron.
"Anda sangat buruk...!!!" Teriak Laura.
"Aku akan memberikanmu pilihan, temani aku tidur atau kau akan menjadi pelayan di sini." Kata Aaron.
"Aku bukan pelacur!!!"
"Jadi, kau memilih pelayan." Kata Aaron.
"Aku belum menentukan nya!!" Pekik Laura.
"Jadi kau memilih untuk menemaniku tidur."
"Lebih baik aku menjadi pelayan!!!" Teriak Laura pada akhirnya.
"Sepakat! Kau akan mengurus semua hal yang menyangkut keperluanku, kau yang akan menyiapkannya." Kata Aaron.
"Astaga... Anda menjebak saya....!!!"
"Terserah, uang adalah power, dan memiliki kekuasaan, adalah hal mutlak untuk melakukan apapun yang di inginkan."
"Anda sangat kejam dan tidak tahu aturan!!" Pekik Laura.
"Kalau begitu kembalikan uangku. Sangat mudah bukan."
Laura terdiam.
"Bekerjalah di sini, kau akan menjadi pelayan di sini. Tapi, jangan lagi bekerja di Club, kau tidak akan ku ijinkan keluar untuk bekerja di Club dan menemani para pria."
"Tapi, kenapa anda melakukan ini?" Tanya Laura.
"Karena aku sedang bosan. Lagi pula aku benci, bunga yang cantik berada di sekitaran rumput liar dan kotoran anjing, ngomong-ngomong aku tidak suka bunga, tapi kau pengecualian, aku ingin bermain dengan bunga." Bisik Aaron.
"Dan mungkin kau adalah bunga yang cukup menghibur untuk di mainkan sepanjang hari." Lanjut Aaron lagi.
"Tokk... Tokk...Tokk... Tuan Aaron maaf menganggu tapi, ini penting." Kata Hensen.
Aaron pun membuka pintu.
"Saya sudah mengirimkan tangan-tangan pengawal Jarvies pada Jarvies, namun ternyata Jarvies menyandra semua bahan baku kita Tuan , termasuk ganjaa kwalitas tinggi yang baru saja tiba di samudra Hindia." Kata Hensen.
Aaron terdiam.
"Berikan pakaian pelayan pada gadis itu, aku akan mengurus Jarvies."
"Tapi Tuan, serahkan saja gadis itu pada Jarvies. Jarvies menginginkannya, jika anda menyerahkannya, Jarvies juga akan menyerahkan barang milik kita."
"Kau masih percaya mulutnya? Dia selalu menginginkan apapun barang milik kita, karena barang miliknya selalu kalah di pasaran." Kata Aaron.
"Urus gadis itu, aku akan pergi mengurus Jarvies." Kata Aaron.
"Baik Tuan." Kata Hensen.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Firanty Ranty
Aaron secara tdk langsung telah menyelamatkan Laura dari paman dan bibinya dan juga pekerjaan di club itu...good job Aaron
2024-07-06
0
αуαηgηуαᴳᴼᴶᴼᴷᴵᴷᴼᵇᵃᵍⁱ2
Paman n bibiny mnt diapain enkny y, jht bgt🥺
2024-05-21
0
Salman Falah
Kenya berarti africa
2024-02-25
0