Setelah Aaron menyelesaikan ritual bersih diri, dan memakai handuk kimononya, dengan rambut yang masih sedikit basah Aaron mengetuk pintu penghubung kamar hotel nya dan Laura, untuk memberitahu jika 30 menit lagi Aaron akan mengajak Laura ke suatu tempat.
"Tok... Tok... Tok....!"
Saat itu Laura sedang berbaring di atas ranjang nya, ia pikir yang mengetuk pintu adalah pelayan hotel, dia pun mempersilahkannya masuk.
"Masuk." Kata Laura.
Laura belum pernah menginap di hotel, ia tidak tahu jika pintu tak akan bisa di buka dari luar sembarangan orang, dan ternyata Laura juga tak tahu jika yang mengetuk adalah Aaron di pintu penghubung kamar mereka, karena jarak pintu kamar hotelnya dan pintu penghubung cukup dekat.
Aaron memang sedikit merasa aneh, mengapa Laura hanya mengatakan itu.
Saat Aaron kemudian masuk, dan berjalan ke kamar Laura, ia melihat Laura sedang berbaring dengan kaki naik ke atas lurus ke bawah ke atas lagi dan kemudiam ke bawah, seolah ia sedang pemanasan sebelum melakukan ballet, hingga membuat celana dalamnya terlihat.
Tak hanya itu, saat itu roknya tersingkap naik hingga pahanya, dan ia juga membiarkan rambut pajangnya tergerai ke bawah ranjang tepat di tepi ranjang.
Laura memang sedang menaruh kepalanya di tepi ranjang dengan menyibakkan semua rambutnya ke belakang hingga jatuh terurai ke bawah.
Saat melihat itu tentu saja Aaron di buat mematung, matanya membola penuh melihat tubuh yang begitu sempurna, jantungnya berdegup cepat dan memompa dengan kecepatan yang kuat, darahnya kembali mendidih, kepalanya terasa panas, dan tentu saja miliknya langsung mengeras.
Aaron menelan ludahnya dengan kasar, membuat rahangnya mengerat dan otot-otot pelipisnya tertarik.
"Laura." Kata Aaron.
Saat itu Laura memang tak melihat ke sisi Aaron, dia sedang melihat atap, sembari bersenandung lirih.
Namun, mendengar suara Aaron, Laura langsung membulatkan matanya dan melihat pahanya yang mulus. Sontak Laura langsung berdiri di samping ranjang dan menundukkan kepala sembari menyilangkan kedua tangannya di depan perutnya, setelah kelabakan membenarkan rok nya.
"Maafkan saya Tuan... Sa... Saya tidak tahu itu anda. Sa... Saya pikir adalah pelayan atau petugas hotel." Kata Laura.
"Tidak apa-apa... Tapi meskipun itu adalah pelayan hotel...Kau tidak boleh ceroboh dengan melakukan hal seperti tadi." Kata Aaron.
"Ba... Baik Tuan... Karena saya pikir pelayannya adalah wanita, saya tidak berfikir jika itu seorang pria."
"Meskipun begitu jangan lakukan semacam itu lagi." Alih-alih Aaron memberitahu jika pintu tak dapat di buka sendiri oleh pelayan hotel dari luar, Aaron justru langsung memberikan kultum karena ia merasa khawatir jika benar ada pria lain melihat tubuh mulus Laura.
"Ba... Baik Tuan... Maafkan saya... Karena saya juga tidak sopan pada anda."
"Ya sudah lupakan, 30 menit lagi kita berangkat." Kata Aaron.
"30 menit lagi Tuan?" Laura terkejut, bagaimana bisa dalam 30 menit ia harus bersiap, apalagi baju-baju nya jadul-jadul. Tak ada yang bagus.
"Iya bersiaplah." Perintah Aaron lalu pergi ke kamarnya sendiri.
Setelah Aaron menutup pintu penghubung dan dia juga sudah berada di dalam kamarnya, Aaron menyandarkan tubuhnya di pintu tersebut dan memegang miliknya yang sudah tegak berdiri.
"Sialan." Kata Aaron meremas miliknya yang sudah seperti pentungan panjang dan besar.
Aaron pun kembali menuju kamar mandi, ia langsung melepaskan handuk kimono nya dengan kasar dan menuju ke bawah shower, ia menghidupkan kran nya, dan mengguyur tubuhnya lagi.
Namun, ada hal yang ternyata Aaron lakukan, pria itu memegang benda miliknya sendiri dan mulai menggerakkan tangannya maju mundur dengan cepat.
"Ughh..." Lenguh Aaron masih di bawah guyuran air shower.
Gerakan tangan Aaron semakin cepat dan cepat, tubuhnya juga semakin menegang, otot-ototnya pun mengeras dan menguat.
"Ugh... Lauraa... Lauraa..." Tak sadar, Aaron memanggil nama Laura dengan fantasi-fantasi yang ada di kepalanya.
Beberapa lama itu terus berlangsung, dan Aaron terus saja memanggil nama Laura, air yang mengalir dari kepalanya hingga kakinya pun tak dapat menurunkan rasa panas di dalam gelora tubuhnya.
Itu adalah gairah yang semakin lama semakin menumpuk, Aaron hanya terus memendamnya, dan terus menyimpannya, hingga ia hanya bisa membayangkan Laura dalam fantasi-fantasi erotissnya.
"LAURRAA... EGGHHHH!!!" Akhirnya cairan yang cukup banyak yang kental dan berwarna putih keluar dengan semburan yang kuat, itu adalah cairan dengan kwalitas terbaik yang di sia-siakan, berisi berjuta-juta sel hidup dan terbuang mengalir bersama dengan air.
"Uhhh... Huuuhhh....!!" Aaron mengatur nafasnya berkali-kali.
Aaron menyangga tubuhnya menggunakan telapak tangan yang berada di dinding marmer di hadapannya, dan tak lama kemudian ia menggelengkan kepalanya, karena ia tak menyangka pesona yang di miliki Laura begitu kuat dan membuatnya sangat-sangat frustasi.
Setelah kegiatan itu pun, milik Aaron masih tetap berdiri, semua itu tak cukup menenangkannya.
Kemudian Aaron keluar dan menyambar handuk kimono, dengan miliknya masih tetap berdiri, ia pun membuka tas koper nya dan menemukan sebuah botol yang berisi beberapa pil bulat kecil di dalamnya.
Kemudian Aaron memutar tutupnya dan langsung mengambil 3 butir, lalu ia langsung menelannya.
Setelah itu, Aaron berbaring ke atas ranjangnya, ia menatap langit-langit yang seolah Aaron berharap ia tak memikirkan Laura.
Obat itu adalah obat anti depresan, setiap kali Aaron memiliki keinginan untuk berhubungan sekss ia akan meminumnya, biasanya hanya 1 pil saja, namun Aaron merasa kali ini adalah dorongan yang sangat kuat sehingga ia meminumnya 3 butir.
Tak berapa lama tubuhnya mulai mengendur, miliknya nya pun mulai mengempis dan kemudian perlahan demi perlahan benda besar itu mengecil. Tubuh Aaron juga terasa semakin baik.
"Ini jauh lebih baik, daripada binatang buas dalam diriku muncul." Kata Aaron.
Setelah Aaron mulai tenang dan benda miliknya sudah mengempis, ia pun memakai setelan baju jas yang sudah di siapkan oleh Hensen.
Itu adalah baju berwarna hitam dengan jas nya berwarna merah gelap.
"Astaga, aku lebih suka semuanya hitam, tapi Hensen selalu mengatakan aku seperti pria berkabung." Kata Aaron.
Saat Aaron mengatakan hal itu, pikirannya langsung terikat pada adiknya, yaitu Aurora. Seketika Aaron pun menukar jas merah gelap itu dengan jas miliknya yang ia gunakan tadi.
"Aku memang pria berkabung." Kata Aaron memakai jas dan mantelnya yang berwarna hitam.
Aaron sudah siap, kemudian ia hendak keluar dari kamarnya dan akan memanggil Laura, namun ketika Aaron keluar dari kamar ia langsung terkejut ternyata Laura sudah ada di depan kamarnya menunggu dengan sangat baik.
"Kau... Menungguku di sini sejak tadi?" Tanya Aaron.
"Tuan mengatakan 30 menit lagi, kita akan segera pergi, jadi saya bersiap dengan cepat." Kata Laura.
Dalam benak hati Aaron ia cukup kasihan melihat perjuangan atau kesungguhan Laura.
"Baiklah. Ayo kita berangkat." Kata Aaron.
Kemudian Laura mengikuti Aaron, langkah kaki Aaron begitu panjang dan lebar, akibat tinggi tubuhnya yang tak biasa membuat Laura kwalahan mengejar dan mengimbangi langkah Tuannya itu.
"Astaga... Apa dia mau pamer kalau dia tinggi dan dapat berjalan dengan kaki yang lebar." Gumam Laura.
"Kau baru mengumpatiku?" Tanya Aaron.
"Ti... Tidak Tuan." Kata Laura tersenyum lebar hingga memperlihatkan gigi putihnya yang rapi seperti biji timun.
"Dia peka sekali." Gumam Laura lagi.
"Ya, kenapa?" Tanya Aaron.
Saat itu mereka sudah sampai di depan Lift.
"Aah... Tidak. Bukan apa-apa Tuan. Tapi, ngomong-ngomong kita akan kemana Tuan?" Tanya Laura.
"TING!" Pintu Lift terbuka, Aaron pun masuk dengan kedua tangannya ada di saku celana, sedangkan Laura juga mengekor di belakang Aaron.
"Kita akan berbelanja." Kata Laura.
"Tuan akan berbelanja?" Tanya Laura.
"Bukan aku, tapi kau."
"Sa... Saya?" Laura terkejut dan bingung.
Aaron hanya diam, dan masih menyimpan kedua tangannya ke dalam saku celana, meski kedua matanya melihat dan menikmati sesuatu ke arah pantulan dinding lift, itu adalah gambar wajah Laura serta tubuh Laura yang memantul di dinding Lift tepat di hadapan Aaron.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Lailaa508
aku juga suka item² tapi dibilang kek mo layat😭
2024-03-27
6
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Aaron liat apa di pantulan lift? 🤣
2024-02-08
0
Wani Ihwani
tor jadi kan Laura Aron pasangan
2024-01-30
1