Pada akhirnya mobil range rover hitam yang di ikuti oleh mobil-mobil pengawal pun melesat membawa Aaron dan Laura ke sebuah tempat.
Perjalanan mereka sampai pada sebuah bangunan modern yang besar dan mewah, di dominasi cat abu-abu.
Itu adalah tempat khusus para kalangan kelas atas untuk berbelanja, di sana semua pegawai memyambut kedatangan iring-iringan mobil tersebut, dan ketika Aaron keluar dari mobil, mereka semua langsung menundukkan kepala pada Aaron.
Sang pengawal juga membukakan pintu mobil untuk Laura, melihat semua pegawai tersebut menundukkan kepala pada Aaron, Laura nampak terkejut, bagaimana bisa Nama Aaron begitu di kenal di sini, dan begitu di hormati.
Apakah karena Aaron adalah ketua Gangster ataukah karena Aaron orang kaya, Laura hanya berjibaku dengan isi pikirannya sendiri.
Kemudian Laura mengikuti Aaron dan ketika sampai di dalam pria itu melihat ke seluruh baju-baju wanita yang terpajang.
"Hensen... Suruh Laura mencoba baju yang cocok untuk acara nanti, dan beli seluruh baju yang ada di sini, dia harus merubah dan mengganti semua pakaiannya. Dandani Laura juga." Kata Aaron duduk dan menunggu.
"Baik Tuan." Hensen pun memerintahkan para pegawai untuk mendandani Laura lalu akan di teruskan mencoba beberapa baju yang cocok untuknya.
Para pegawai itu membawa Laura pergi ke sebuah ruangan khusus. Laura nampak bingung, namun ia pun ikut saja, karena itu sudah perintah dari Aaron.
Setelah beberapa jam, Laura pun selesai di permak dan di make up, semua hal yang di lakukan oara pegawai itu cukup membuat Laura risih karena tak sedikit yang mencoba mengukur tubuhnya bahkan payudarannya, mereka bilang agar dapat mencarikan gaun yang pas di tubuh Laura.
Namun, pada kenyataannya, mereka hanyalah membandingkan tubuh mereka sendiri dengan Laura. Mereka iri karena Laura adalah orang yang di bawa Aaron.
Para pegawai di sana tentu saja tak hanya sekedar bekerja, mereka juga berusaha untuk menggaet semua pria kaya.
"Apa aku lebih cantik darinya?" Tanya pegawai lain.
"Sepertinya payudaraku juga lebih besar, jadi kenapa Tuan Aaron membawa wanita ini?" Tanya pegawai lainnya.
Mereka semua saling berbisik namun, Laura mendengar mereka, dan berpura-pura tuli. Laura sudah kebal dengan segala hinaa, bahkan siksaan dari paman dan bibinya.
Tak berapa lama beberapa baju sudah di bawa ke ruangan itu, dan kemudian Laura memakai satu demi satu pakaian yang cocok dengan tubuhnya. Para pegawai juga yang memilihkannya.
Terlihat semua gaun sangat pas di tubuh Laura, seorang manager pun keluar dan membuka pintu, Laura berjalan perlahan menggunakan heels cukup tinggi dengan gaun yang mengikuti lekuk tubuhnya. Itu adalah gaun merah ketat yang sangat berani.
Saat itu Aaron langsung menelan ludahnya, meski para pegawai berniat membuat Laura berantakan di mata Aaron namun hasilnya Laura tetap terlihat sangat cantik, berani, tapi juga berbahaya.
Namun ada satu hal yang Aaron tidak suka.
"Terlalu erotiss buat dia seperti gadis berani yang berwibawa, bukan erotiss, aku sedang berusaha menyembunyikan wajah polos itu, namun tidak ingin membuatnya menjadi murahan." Perintah Aaron.
Laura sendiri juga merasa tak nyaman, semua dada dan lengan serta pahanya terekpose, seperti sedang ingin di obral, meskipun ia bekerja di Club namun pakaian kali ini jauh lebih minim dari apa yang ia gunakan di Club, dengan gaun berwarna merah darah cerah itu, Laura nampak seperti pelacurr yang cantik.
"Jika kalian semua bermain-main dan tidak serius, aku akan memecat kalian." Ancam Aaron dengan suara dingin.
"Maafkan kami Tuan Aaron, kami akan membuat Nona Laura secantik bidadari" Kata Manager.
"Maka lakukan atau ku bakar tempat ini." Kata Aaron mengancam dengan suara rendah yang mengerikan.
"Baik Tuan. Maafkan kami." Kata Manager itu dan kembali masuk bersama Laura.
Saat ada di dalam ruangan, sang manager pun memarahi semua pegawai yang tidak sopan, mereka seolah sengaja membuat Laura seperti itu.
"Jika kalian semua sudah tidak betah bekerja di sini, maka aku akan memecat kalian semua, kalian tahu bukan, tempat ini separuhnya adalah milik Tuan Aaron, dan separuh lagi milik Tuan Jarvies. Jika kalian semua membuat Tuan Aaron marah bukan hanya kalian yang akan di pecat, namun aku juga!! Kalian mengerti!! Dasat dunguu!!!" Teriak manager tersebut.
"Mengerti Manager. Maafkan kami." Jawab mereka dengan menundukkan kepala.
"Kalian boleh menggaet semua pria kaya yang datang ke mari, tapi jangan pernah bermain-main dengan Tuan Aaron dan Tuan Jarvies!! Mereka bukanlah pria-pria bodoh seperti pria kaya lainnya yang kalian rayu!!! Bodoh kalian semua!!!" Manager itu uring-uringan dan emosi.
Di luar, Hensen cukup khawatir dengan rencana Aaron membawa Laura ke acara yang di hadiri para Gangster tersebut.
"Tuan, apakah baik-baik saja membawa Nona Laura bersama kita ke acara itu?" Tanya Hensen.
"Tidak masalah, aku ingin menggoyangkan pikiran Jarvies, dia pasti tidak akan fokus." Kata Aaron.
"Tapi... Tempat itu sarang para Gangster." Kata Hensen.
Aaron menelan ludah dan memikirkan tempat yang akan ia datangi bersama Laura, ia tahu itu berbahaya, dan akan mengundang semua mata pria hidung belang untuk melihat ke arah Laura.
Aaron tak dapat menjawab dan tak dapat memastikan apakah akan baik-baik saja.
Kemudian tak berapa lama, Laura kembali keluar dengan sang manager lagi
"Tuan... Bagi saya ini sangat sempurna." Kata Sang Manager.
Memang benar, kali ini make up Laura lebih ringan, dengan bibir ranum yang begitu indah, wajahnya begitu cantik dengan hanya memakai bedak tipis karena sejatinya kulit Laura masih sangat bersih, putih, dan kenyal, seperti kulit bayi, lalu gaun itu berwarna hitam sepanjang lutut dan memiliki belahan, gaun hitam yang berkilau itu begitu mewah di pakai Laura membuat Laura begitu berkelas dan elegan. Rambut Laura tergerai panjang dengan sedikit hiasan di kepala kirinya, itu adalah bros rambut yang berkilau dan cantik.
Laura tak kalah dengan kecantikan para bidadari.
Aaron tertegun melihat Laura, kecantikan yang begitu sangat luar biasa. Sempurna.
"Ku rasa akan berbahaya membawanya dalam keadaan yang secantik ini." Kata Aaron.
"Tapi aku butuh Laura agar merusak dan menggoyahkan pendirian Jarvies." Kata Aaron lagi dalam hatinya.
"Itu cukup! Kita berangkat sekarang. Kirim kan semua baju itu ke kamar Hotel Laura." Kata Aaron pada Hensen.
"Baik Tuan."
Kemudian Aaron berjalan lebih dulu, Laura yang saat itu memakai gaun sedikit terbuka di bagian lengan dan kaki serta betisnya membuatnya tetap tak nyaman karena harus berjalan cepat, apalagi ia memakai heels yang lebih tinggi dari biasanya, Laura sangat kekusahan mengikuti langkah kaki Aaron.
"Aaak...!!!" Pekik Laura.
Saat itu Aaron bahkan berjalan meninggalkan Laura, ketika Laura memekik sakit, Aaron melihat ke belakang.
Dengan cepat Aaron berbalik dan membantu Laura.
"Maafkan saya Tuan, saya belum terbiasa memakai sepatu seperti ini. Ini lebih tinggi dafi yang biasanya saya pakai." Kata Laura.
"Iya." Kata Aaron singkat.
Sikap Aaron yang dingin dan kaku bukan karena Aaron tidak suka, dia menjadi bersikap aneh dan menjaga jarak dengan Laura karena dirinya sedang sangat tergoda dan gairahnya sedang dalam puncak paling tinggi, ia tidak akan bisa menahan gejolak yang ada di dalam dirinya jika terlalu dekat dengan Laura.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Firanty Ranty
tujuan Aaron ingin bls dendam secara halus kepada jarvies dgn menggunakan Laura tp secara GK langsung Aaron juga membahayakan Laura.sebenarnya siapa sich pembunuh Aurora...🤔🤔
2024-07-06
1
JULLIETTE
Bgus itu, pecat aja!! mmg susah hati cewek yg suka iri, cemburu, baperan plus hobinya menghalu psti gak bsa profesional dlm pkrjaan, di dunia nyata jg sama 😐😑
2024-02-23
2
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Aaron, dekat2 Laura sama aja cari penyakit.. 🤣🤣🤣
2024-02-09
0