Mobil-mobil mewah berwarna hitam melaju melesat iring-iringan dengan cepat menembus angin yang kian terasa dingin. Saat itu hari mulai sore dan sebentar lagi sudah petang.
Laura hanya diam dan tak berbicara, karena sepajang perjalanan Aaron juga hanya memalingkan kepalanya melihat ke arah jendela.
Aaron menghindari bertatapan dengan Laura, karena dirinya masih belum bisa tenang, ia masih di kuasi gairah dan gelora dalam jiwanya untuk merobek-robek tubuh Laura dan membuatnya berada di bawahnya sepanjang malam.
Sialnya saat itu, Aaron tak membawa obat anti depresan miliknya untuk mencegah gairahnya memuncak.
Tak berapa lama mobil-mobil itu akhirnya tiba di sebuah bangunan bergaya eropa kuno yang memiliki dinding bebatuan, namun terlihat begitu mewah.
Lampu-lampu remang telah menghiasi sedari awal masuk ke wilayah tersebut.
Dan itu adalah mansion milik salah satu Ketua Gangster di Kamboja. Seorang pria paruh baya yang begitu terkenal dengan kekuasaannya sebagai Ketua Gangster di Kamboja.
Ketika mobil yang di tumpangi milik Aaron berhenti tepat di karpey merah, semua pengawal keluar dan berjaga, lalu membuka pintu mobil teesebut, Aaron lun keluar, ia mengulurkan tangannya agar Laura meraihnya dan mereka pun berjalan bersama.
Tentu saja, di luar dugaan Aaron, apa yang Aaron pikirkan benar-benar terjadi, ia khawatir Laura akan menjadi pusat perhatian para pria, padahal ia hanya ingin membuat Jarvies kehilangan pikiran warasnya untuk sesaat, agar Aaron dapat membuat Jarvies tak dapat berkutik, namun ternyata jauh berbahaya. Semua mata pria yang ada di dalam melihat ke arah Laura dengan rasa lapar yang sangat menjijikkan.
Bukan hanya itu saja, Laura yang tampil cantik dan elegan, tentu membuat semua wanita yang ada di sana pun iri.
Beberapa pria menyambut Aaron dan beramah tamah, tak berapa lama seorang pria paruh baya pun juga datang menyambut Aaron.
"Kau sudah datang... "
"Tentu saja Tuan Douglas La Faye. Ini adalah hal yang paling ku tunggu, apakah ada barang lelang yang bagus?" Tanya Aaron
"Tentu saja kau pasti akan menyukainya. Acara hari ini harus berpindah ke mansion milikku, itu karena kapal pesiar yang akan menjadi tempat acara, sesang di awasi oleh para Pasukan Intel Kamboja."
"Tidak masalah." Kata Aaron.
Kemudian Douglas melihat Laura dengan seksama.
"Tuan Aaron dimana kau menemukan malaikat ini? Dan apakah dia istrimu?" Tanya Douglas.
"Dia pasanganku hari ini." Kata Aaron singkat.
"Oohhh.... Sungguh kau sangat cantik sekali, tapi kau mirip dengan seseorang yang ku kenal..." Kata Douglas saat itu mengulurkan tangannya hendak bersalaman.
Laura pun menyambut tangan itu, mereka bersalaman, dan tangan kiri Douglas menepuk serta membelai pelan tangan Laura.
"Siapa nama ibumu?" Tanya Douglas kemudian.
Laura terkejut saat Douglas menanyakan siapa nama ibunya, ia tak bisa menjawab dan mematung. Dadanya terasa nyeri dan ulu hatinya mendadak sakit, lehernya tercekat karena Laura menahan air matanya agar tak jatuh di pipinya.
"Saya pikir anda terlalu jauh." Kata Aaron kemudian meraih tangan Laura dan menggenggamnya.
"Aahh maaf... Jika kau tersinggung."
Aaron menatap Douglas tanpa menjawab apapun tentunya dengan ekspresi dingin, ia tak suka cara pria paruh baya di hadapannya itu menyentuh Laura.
"Baiklah nikmatilah perang dagang dan lelang hari ini. Pasar gelap sedang sangat menakjubkan." Kata Pria tersebut.
Aaron hanya diam dan kemudian ia mengajak Laura pergi naik ke lantai dua, di sana sudah di sediakan tempat duduk, pelelangan dan perang dagang akan di lakukan di lantai dua, saat itu pemandangan dari lantai dua sangatlah bagus, ruangan itu sangat besar dan di dominasi kaca, yang dapat melihat pemandangan malam yang penuh dengan lampu-lampu bergumul dan saling menyatu.
Sedangkan Douglas menghubungi anak buahnya.
"Cari tahu identitas gadis yang bersama Aaron, aku yakin dia adalah cucuku, wajahnya mirip dengan Jane La Faye, anakku yang di hamili oleh pria jalanan miskin, berani nya dia bersembunyi selama ini dan membawa cucu ku pergi bersamanya, dia adalah pria yang paling ingin ku habisi bahkan aku ingin terus membunuhnya meski dia ada di neraka. Cari tahu semua tentang gadis itu!" Perintah Douglas dengan kesal.
"Baim Tuan." Kata anak buah Douglas dan pergi.
"Aku yakin dia cucuku... Aku sangat yakin." Kemudian Douglas pun naik ke ruangan atas yang terpisah dari ruangan yang di gunakan untuk lelang, Douglas terus mengamati kaca tembus pandang yang bisa mengawasi ruangan pelelangan.
Douglas terus melihat ke arah Laura, ia terus menatap wajah Laura.
"Bahkan semakin di pandang, wajahnya semakin mirip dengan Jane. Akhirnya aku menemukanmu setelah aku mencari mu selama ini, Negara Mex adalah negara yang paling tak terpikirkan oleh ku, untuk memeriksa apakah pria miskin itu ada di sana. Jika benar, dia cucuku, pria miskin itu akan ku cincang sampai bagian terkecil." Kata Douglas dengan geram.
Laura dan Aaron pun duduk di tempat yang sudah di sediakan, dengan tenang, dan tak berapa lama semua tamu juga sudah berada di lantai atas dan mulai menempati tempat duduk mereka masing-masing dengan nama-nama yang sudah tertera di kursi.
Setiap kursi tamu para Ketua Gangster akan di sediakan satu tambahan kursi untuk di duduki pasangan mereka.
Dan tak berapa lama pun, akhirnya Jarvies muncul, ia berjalan dan melihat ke arah Laura, tentu saja dengan wajah keterkejutan hebat kemudian tatapan itu berubah menjadi tatapan yang haus dan sangat ingin memiliki Laura, itu adalah tatapan kerinduan namun juga kehilangan.
Meski Jarvies selalu bermain dengan para wanita, namun ia selalu memimpikan Laura menjadi miliknya.
Ternyata nama Jarvies ada di belakang kursi milik Aaron, dan tentu saja itu membuat Jarvies semakin meradang, ia tahu Aaron sengaja membawa Laura datang untuk memanasinya.
Tak berapa lama tirai pun di buka. Acara akan segera di mulai.
Jarvies dan Aaron masih saling menatap dengan sama-sama tatapan penuh kebencian dan tatapan dingin.
Perlahan Jarvies melanjutkan berjalan dan kemudian duduk di belakang Aaron dengan tenang, meski jiwa dan hatinya bergejolak. Matanya terus menatap pada Laura yang ketakutan dan tertunduk.
"Angkat wajahmu Laura." Bisik Aaron di telinga Laura.
Perlakuan itu seketika membuat Laura merinding apalagi saat itu bibir Aaron menyentuh telinganya, setelah Aaron menarim diri, Laura langsung memegang telinganya dengan gugup.
Tiba saatnya tirai sudah di buka maka sang pembawa acara pun juga sudah memulai membuka satu demi satu barang yang ada di hadapan para tamu.
Setelah semua barang di buka kemudian sang pembawa acara akan menerangkan barang apa yang di pajang dan akan di lelang, namun tanpa memberitahu siapa penjualnya dan pemilik barang-barang tersebut.
"Kali ini ada Liontin Yunani Kuno, ini adalah Liontin kuno yang sedang paling di cari, karena kabarnya Liontin ini akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya, dan Liontin ini memiliki ukiran gambar wajah Dewi Yunani, kabarnya Liontin ini sepasang, tapi ini hanya ada satu, dan satunya lagi adalah Liontin Apollo Dewa matahari untuk sang pria. Namun, pasangannya tidak ada di sini, tapi meski tanpa pasangan, liontin ini tetap barang yang sangat bagus, di jamin keasliannya. Wow... Tunggu dulu ternyata Liontin ini bisa di buka, ada sebuah gambar atau foto di dalamnya dimana seorang wanita duduk dengan kedua anaknya berada di atas pangkuannya namun sayangnya, wajah wanita ini sudah tidak biaa di lihat, gambarnya sudah lama, mereka memakai pakaian jaman dahulu ." Kata Sang pembawa acara.
Aaron langsung terkejut dan berdiri dari kursinya.
Laura pun terkejut dengan sikap Aaron. Kemudian Aaron berpamitan dengan Laura.
"Aku ke toilet dulu." Kata Aaron.
"I... Iya..."
Jarvies pun hanya melihat dengan tatapan dingin pada Aaron yang pergi, tentu saja Aaron pergi, saat itulah kesempatan yang sangat tepat untul Jarvies menggoda Laura.
Dengan tergesa-gesa Aaron langsung keluar dari ruangan itu, ia tahu ruangan itu banyak mata-mata, dan di awasi.
Aaron kemudian menghubungi Hensen.
"Ya Tuan."
"Aku menemukannya!! Liontin milik adikku, dan peninggalan dari ibuku ada di pelelangan, cari tahu siapa penjualnya, saat tubuh adikku meninggal, Liontin itu tidak ada. Tapi sebelum itu jadilah pembeli anonim, tawar berapapun, dapatkan Liontin itu!! Kita harus mendapatkannya!!!" Perintah Aaron dengan berbisik dan geram.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Firanty Ranty
ternyata Laura keturunan dr orang kaya juga di negara Kamboja apalagi sang kakek bukan orang biasa.
tapi yg msh JD misteri siapa pembunuh Aurora.apalg dgn meninggal nya Aurora jarvies dan Aaron JD musuh skrng.
2024-07-06
0
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
penuh dengan teka-teki. tapi identitas Laura sebentar lagi terkuak.
2024-02-09
2
RynEnchanted
baim dong....
2024-02-02
0