Saat itu Laura berhenti memijat Aaron.
"Saya... Tidak tahu alasan apa anda membawa saya, tapi untuk alasan saya bekerja di Club sebenarnya karena saya bersekolah hanya sampai di tingkat menengah, dan dimana pun saya mencari kerja tak ada yang mau menerima saya, saat itu saya secara tak sengaja saya bertemu dengan Tuan Miguel, hanya dia yang menerima saya bekerja." Kata Laura.
"Dengan melayani para pria?" Tanya Aaron.
Laura kembali memijat bahu Aaron namun dengan kekuatan yang cukup keras karena Laura merasa kesal.
"Saya hanya menemani para pria yang memesan saya, saya menuangkan alkohol pada mereka, itu saja!" Kata Laura.
"Sama saja. Semua rendahan." Kata Aaron.
"Anda tidak boleh memukul rata semua pekerjaan di Club adalah menjual diri!" Kata Laura lagi dengan nada marah.
"Kau marah, aku mengatakan bahwa bekerja di Clib adalah hal yang rendah, saat kau bahkan di perlakukan seperti itu oleh Jarvies. Apa kau tahu, akhir dari kejadian saat itu jika aku tak membawamu? Kau akan berakhir di ranjang milik Jarvies." Kata Aaron.
Laura tak dapat menjawab lagi, karena memang itu benar, Jarvies sudah mengincarnya sejak lama.
"Jujur saja, kau mengingatkanku pada seseorang, satu-satu nya keluarga yang ku punya, jadi mungkin karena itu aku membawa mu ke sini."
"Si... Siapa?" Tanya Laura.
Aaron terdiam.
"Apakah itu istri anda?" Tanya Laura.
"Bukan. Dia adalah adik perempuan ku, satu-satunya keluarga ku yang tersisa."
Beberapa menit keadaan pun hening.
"Keluarlah." Kata Aaron.
"Ba... Baik Tuan Aaron." Laura pun keluar sembari membawa pakaian Aaron yang penuh noda darah. Laura sempat melihat wajah Aaron yang nampak sedih.
Aaron masih terbaring di dalam bathup dengan kedua tangannya bersandar di bathup, matanya tertutup dan mengingat satu kejadian dimana itu adalah hal paling mengerikan.
Adiknya, ditemukan telah mati gantung diri di gudang milik Jarvies dengan tubuh penuh lebam akibat perkosaaan.
Sampai hari ini pelakunya belum pernah di temukan, Aaron yakin semua ada kaitannya dengan Jarvies, semenjak itulah perang dingin dan saling senggol meski tak berperang secara langsung, selalu memghantui kelompok Aaron dan Jarvies.
Dan kali ini entah karena terbawa suasana, ataukah karena perawakan Laura yang mirip dengan adiknya membuat Aaron ingin memusnahkan Jarvies, seolah-olah Aaron sedang mencari-cari alasan agar dapat berperang dengan Jarvies.
Namun, Aaron selalu berjanji bahwa ia tak akan membunuh orang yang telah menyebabkan adiknya bunuh diri, melainkan Aaron ingin menyiksa orang itu seumur hidupnya.
"Mungkin, karena aku tidak mau gadis itu bernasib sama seperti adikku, jadi aku membawanya pergi, atau memang aku begitu membenci Jarvies, sehingga saat aku tahu ada sesuatu yang berharga bagi Jarvies, aku membawanya pergi, aku ingin dia merasakan apa itu kehilangan." Kata Aaron berkata pada dirinya sendiri.
Di lain tempat, Laura yang membawa pakaian milik Aaron ke tempat pencucian, ternyata di sana ada tukang kebun dia adalah Gerry.
"Kau baru dari tempat Tuan Aaron?" Tanya Gerry.
"Ya... " Kata Laura menjawab dengan singkat sembari memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci.
Gerry adalah pria yang wajahnya cukup tampan, namun ia adalah pria redflag yang suka menggoda para pelayan, sehingga banyak para pelayan yang jatuh dalam rayuannya.
Setelah Gerry puas dengan satu pelayan yang ia tiduri, maka ia ingin mencoba pelayan yang lain, dan sekarang Gerry sedang mengincar Laura, karena kecantikan Laura sangat mengundang mata para pria yang ada di Mansion.
"Biar ku bantu." Kata Gerry sembari hendak mengambil sabun cuci, namun tangan Gerry justru menyentuh dan memegang punggung tangan Laura.
Dengan cepat Laura menarik tangannya dengan wajah tidak suka.
"Jangan sok jual mahal di sini, kau hanya pelayan seperti yang lainnya, ku dengar sebelum menjadi pelayan di sini kau adalah pekerja di Club malam." Kata Gerry semakin mendekat pada Laura.
Laura perlahan mundur.
"Jangan mendekat atau saya akan berteriak." Kata Laura.
"Oh ya? Cobalah jika kau berani berteriak..." Kata Gerry mengeluarkan pisau kebunnya dan mengarahkan pada Laura.
Kemudian Gerry maju dan menghirup wangi tubuh Laura di leher Laura.
"Seperti dugaanku, kau berbeda." Kata Gerry.
"Saya akan laporkan pada Tuan Aaron!" Geram Laura.
"Silahkan, tapi dia tidak akan percaya dengan perkataan pelayan, Tuan Aaron sibuk dan tak ada waktu mengurusi hal semacam ini." Kata Gerry mencengkram tangan Laura.
"Lepaskan!!!" Kata Laura.
"Jika kau berteriak, aku akan menggores wajahmu yang cantik ini." Kata Gerry mengarahkan pisaunya pada pipi Laura.
"Glodek!!" Sebuah barang jatuh di luar tempat pencucian baju.
"Laura... Lauraa... Kau di sana? Tuan Aaron mencarimu, dia ingin kau menyiapkan makanan untuknya." Kata salah satu pelayan.
Kemudian pelayan itu masuk dan mendapati Laura serta Gerry ada di dalam.
"Sedang apa kalian berdua di sini..."
Pelayan itu bernama Lucy.
"Aku sedang mencuci baju Tuan Aaron." Kata Laura.
"Lalu kau kenapa di sini?" Tanya Lucy.
"Aku hanya berkenalan dan bersikap ramah pada pelayan baru di mansion ini." Kata Gerry.
Kemudian Gerry pun hendak pergi, namun ia berbisik pada Lucy.
"Nanti malam jangan membuatku menunggu, aku akan membuatmu menjerit-jerit lagi..." Bisik Gerry.
Lucy pun tersipu malu dan mengangguk pelan.
Laura kini tahu, Gerry di anggap sebagai pria yang paling tampan di antara para pria di sini, dan beberapa pelayan juga berlomba-lomba untuk bisa dekat dengan Gerry, sisanya para pelayan tetap memuja Tuan Aaron mereka dan menganggap Gerry adalah playboy murahan.
Setelah kepergian Gerry, Lucy menatap tajam pada Laura.
"Jangan rebut Gerry. Kau paham!!!" Ancam Lucy pada Laura kemudian Lucy pergi meninggalkan Laura.
Laura menarik nafasnya dan tubuhnya tiba-tiba lemas, ingatannya di bawa kembali pada saat dimana paman dan sepupunya berusaha memperkosaannya.
Sudah berulang kali percobaan itu dan menjadikan trauma berat pada Laura.
Saat itu usia Laura masih 10 tahun. Pamannya berusaha menjamahnya, hingga Laura pun melarikan diri dari rumah dengan memukul pamannya menggunakan botol, kepala pamannya pun berdarah-darah, namun ketika sore dan Laura pulang ke rumah, ia mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari bibi nya. Gloria murka, ia mendapatkan cerita palsu dari Holmen, dia mengatakan bahwa Laura membangkang dan tak menuruti perintahnya lalu memukulnya.
Belum lagi ketika Laura menginjak usia 15 tahun, sepupu nya yang bernama Noel, tengah malam datang ke kamarnya dan menggerayangi tubuhnya, ketika itu Laura yang sedang terlelap tiba-tiba bangun karena terkejut pahanya di belai-belai oleh Noel, ketika Laura ingin berteriak Noel menutup mulut Laura yang menangis, dengan perasaan tertekan, Laura mengambil lampu yang ada di dekatnya dan memukulkannya pada kepala Noel. Namun, saat itu justru Gloria yang menyalahkan Laura, bahwa Laura lah yang menggoda Noel.
Dan kini ketika Laura mendapatkan perlakuan serupa, dari Gerry, trauma yang di alami Laura bangkit lagi, ia ketakutan dan lemas, kakinya tak mampu berdiri.
Namun, ia berusaha untuk tetap kuat, ia ingat bahwa Tuan Aaron memintanya untuk menyiapkan makanan bukan waktunya untuk merenungi masa lalu.
"Aku harus kuat. Saat 100juta dollar itu sudah lunas, aku akan pergi dari sini, bahkan aku tidak akan kembali pada Bibi dan Paman." Kata Laura berdiri dengan menggapai mesin cuci berukuran besar.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
ρυтяσ✨
q pernah baca pake akun mana dan sudah bab berapa lupa🤧🤧🤧teryata karya othor 1 ini KEREN banget
2025-03-18
0
Firanty Ranty
cerita lakon dh pasti akan tertindas dan menderita
2024-07-06
0
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Laura dikelilingi orang-orang jahat. padahal dia baik.
2024-02-01
0