Pukul 7 pagi, dan Laura sudah siap di halaman mansion bersama Hensen.
Semua mata pelayan yang berdiri di depan pintu mansion melirik pada Laura, karena mereka tak bisa terang-terangan melihat, mereka sadar dan paham, Laura adalah anak emas dari Tuan mereka.
Memang tak sedikit, dari para pelayan yang merasa cemburu pada Laura, namun mereka jauh lebih memikirkan pekerjaan daripada harus meluapkan kekeselan mereka dan melabrak Laura.
Hanya saja, Laura menjadi semakin di benci oleh para pelayan, tak ada satu pun pelayan yang menjawab setiap Laura mengajak bicara, namun satu pelayan selalu ada di sisi Laura, dia adalah Emily.
Laura sendiri tak menanggapi jika pun ia di abaikan oleh para pelayan lain, asal mereka tidak menyentuh atau melukai dirinya.
Tak berapa lama Aaron berjalan dari dalam memakai jas dan mantelnya, pria itu memakai setelan pakaian berwarna hitam-hitam, begitu pas dan cocok di tubuh besar berotot nya dan wajah tampannya.
Saat melihat Laura yang memakai pakaian pemberiannya, Aaron sangat terkejut, ia pikir itu adalah orang lain, ketika tanpa berdandan Laura secantik malaikat, kini ketika Laura berdandan sedikit dan memoles sedikit wajahnya dengan make up milik Emily, jantung Aaron langsung berdebar, matanya tak berkedip, dia berfikir apakah Laura adalah dewi yang di hukum untuk tinggal di dunia.
"Tuan Aaron, kita harus segera berangkat." Kata Hensen.
Suara Hensen mengejutkan dan membuyarkan lamunannya, seketika Aaron kembali pada kenyataan.
"Ya, ayo." Kata Aaron dan berjalan masuk ke dalam mobil.
Seperti biasa, ketika Aaron akan pergi ke luar negeri dan pergi beberapa hari, para pelayan akan berkumpul untuk mengantar.
Perjalanan menuju bandara, suasana begitu sunyi, senyap dan canggung, Laura hanya diam dan menaruh kedua tangannya di atas pahanya.
Sedangkan Aaron juga hanya diam menyilangkan kakinya dan pandangannya terus tertuju ke arah luar, melalui jendela mobilnya.
Tak berapa lama, sampailah mereka di bandara komersil, dimana mereka akan menggunakan pesawat umum.
"Hensen, kau sudah urus paspor milik Laura." Tanya Aaron.
"Sudah Tuan."
Setelah pemeriksaan, mereka pun langsung menaiki pesawat kelas bisnis tersebut.
Menunggu beberapa menit, dan pesawat pun akan lepas landas.
"Kita harus menggunakan pesawat komersil, karena beberapa polisi akan melacak keberadaanku." Kata Aaron pada Laura.
"Baik Tuan." Kata Laura lemah.
Saat semua sudah duduk di kursi masing-masing Laura hanya menundukkan kepala, saat itu Laura memegangi dan meremass kedua tangannya dengan gemetar.
"Kau takut?" Tanya Aaron.
"Ini pertama kalinya saya menaiki pesawat Tuan." Kata Laura.
Tempat duduk kelas bisnis cukup luas, dan bisa untuk berbaring dan kemudian Aaron menarik tangan Laura untuk duduk di sebelahnya.
"Berpindahlah ke tempat dudukku, kita akan duduk bersama, saat kau merasa lebih baik, kau bisa duduk di tempatmu." Kata Aaron.
Kemudian Laura pun berpindah tempat duduk, satu kursi dengan Aaron.
Meski kursi tersebut luas untuk satu orang, nyatanya ketika Laura duduk di samping Aaron, tubuh mereka saling menghimpit.
Laura duduk dan tubuhnya pun menghimpit Aaron, jelas payudaraannya menyenggol lengan Aaron. Kaki mereka juga saling bersenggolan.
Dengan sedikit berbaring, Laura membenarkan tubuhnya agar tak menyenggol Aaron, saat utu Aaron masih pada posisi setengah berbaring, dan meluruskan kakinya.
"Aahh.. Maafkan saya Tuan..." Kata Laura dengan gemetaran.
"Aku akan menaruh tanganku di belakang." Kata Aaron.
Sontak ketika Aaron menaruh tangannya di belakang, itu justru terlihat seperti memeluk Laura, tidur dengan setengah berbaring sembari seperti berpelukan.
Pesawat pun lepas landas dan mulai mengudara, Laura menutup mata dan telinganya, ada suara berdengung yang tak nyaman dalam telinga dan jantungnya berdebar sangat kencang.
Saat pesawat semakin tinggi, Laura melirik ke arah jendela, pemandangan di bawah indah namun, Laura tetap saja merasakan ketakutan akan ketinggian.
"Aaahh...!!" Pekik Laura dan langsung menempel di tubuh Aaron, saking takutnya, kembali lagi Laura langsung naik di tubuh Aaron dan membenamkan seluruh wajahnya di dada Aaron.
Jelas Aaron langsung menarik nafasnya, bagaimana tidak, seluruh tubuh Laura menempel di tubuhnya, payudaraa besar itu, sesuatu yang kenyal dan lembut, menggesek dadanya, belum lagi pantat Laura yang langsung terlihat pada pandangannya begitu menggoda, sangat terasa begitu nyata ingin sekali Aaron meremassnya dengan kedua tangannya.
Tubuh Laura seolah sedang menindih tubuh Aaron.
"Maafkan saya tuan, tapi saya benar-benar ketakutan." Kata Laura yang masih membenamkan wajahnya di dada Aaron.
"Tidak apa-apa." Kata Aaron kemudian membelai kepala Laura.
Pada akhirnya sesuatu yang dari semalam tidak tenang, kini kembali mengeras, ini semua di karenakan tubuh Laura yang ada di atas tubuh Aaron, dan Laura menempelkan payudaraa besar itu di dada Aaron.
Wangi tubuh Laura sekilas membuat Aaron terhanyut, pria itu diam-diam mencium rambut Laura, hampir sedikit lagi, Aaron akan benar-benar menyentuh Laura dan memeluk Laura menggunakan kedua tangannya.
Ya. Benar, sedikit lagi Aaron akan menyekap tubuh kecil itu san langsung memakannya, namun seorang pramugari datang.
"Tuan apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya pramugari itu.
Pramugari cantik itu tentu mendekati Aaron karena wajah Aaron yang tampan dan kaya, siapa yang tak kenal dengan Aaron. Pandangan pramugari itu terlihat aneh, karena sang pramugari merasa penasaran, mengapa ada gadis yang tidur atas tubuh Aaron.
"Tidak apa-apa... Pacar ku ketakutan, ini pertama kalinya dia naik pesawat." Kata Aaron dengan wajah tenang.
"Baik Tuan."
"Tolong tutup pintunya, dan jangan membukanya." Perintah Aaron dengan dingin.
"Baik Tuan. Maafkan saya." Kata Pramugari tersebut menutup pintu dengan bibir cemberut.
Pramugari itu merasa iri. Selain bekerja, kebanyakan pramugari juga mencari pasangan orang-orang kaya yang menaiki kelas bisnis di pesawat. Mereka akan mendekati oara pria-pria kaya dan akhirnya akan tidur bersama.
Sepuluh menit. Dua puluh menit. Dan menjadi Tiga puluh menit.
"Laura... Apa kau masih takut?" Tanya Aaron.
Namun Laura tak menjawab.
"Laura..." Panggil Aaron lagi.
Bukannya menjawab, tubuh Laura justru terasa lemas di tubuh Aaron.
"Laura!!!" Aaron panik apakah Laura pingsan saking takutnya.
Kemudian Aaron menegakkan tubuh Laura dan melihat wajah itu.
"Mmmhhh....!"
Ternyata saat itu Laura tertidur di atas tubuh bidang Aaron.
Seketika Aaron membenturkan kepalanya dan menutup matanya.
Apakah dia harus mengangkat Laura ke tempat duduknya ataukah membiarkan Laura tetap seperti itu.
Pada akhirnya, Aaron membiarkan Laura tidur di atasnya tubuhnya dengan menempelnya payudara besar tersebut.
Perjalanan menuju Kamboja di tempuh sekitar 1 jam lebih, saat itu Aaron akan membangunkan Laura ketika mereka sampai dan sudah mendarat, atau jika tidak Laura akan ketakutan.
"Lebih baik kau tidur." Kata Aaron.
Tak berapa lama Hensen datang dan mengetuk pintu.
"Tuan Aaron."
"Ya." Kata Aaron.
Hensen membuka pintu dan terlihatlah Laura tidur dengan pulas di atas dada bidang Aaron.
"Saya hendak mengabarkan jika Nona Laura tidak ada, ternyata dia ada bersama anda..." Kata Hensen.
"Saat pulang nanti, kita pakai pesawat pribadi." Perintah Aaron.
"Baik Tuan."
Lama kelamaan tangan Aaron sedikit kaku karena menahan tubuh Laura.
Melihat Tuannya sedikit kesakitan, karena tempat yang kurang nyaman dan sempit, Hensen pun khawatir.
"Apakah saya harus memindahkannya ke kursinya Tuan."
"Tidak perlu, biarkan saja." Kata Aaron.
"Baik Tuan, sesuai perintah anda." Hensen pun menutup pintunya.
Namun, ketika pintu di tutup dan mengeluarkan sedikit suara, Laura menggeliat.
Mulutnya berada tepat di leher Aaron, dan tiba-tiba menghisap leher Aaron seolah Laura seperti bayi yang sedang menyusuu.
"Astaga... Bisa gila aku." Kata Aaron mulai tak tahan dan menelan ludahnya dengan kuat.
Rahang dan ototnya semakin kencang dan menegang, apalagi di bawah sana sudah sangat keras dan begitu besar menonjol, meski tertutup oleh tubuh Laura, namun himpitan tubuh Laura justru membuatnya semakin gila.
"Dia tidur seperti bayi, lihatlah apa yang sedang kau hisap, apa kau bermimpi sesuatu yang menyenangkan..." Kata Aaron.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Dreps
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/sungguh menguji iman
2025-03-20
0
Firanty Ranty
wkwkwkkk...aku ngakak sama tingkah laku Laura.tenang lah Laura klu naik pesawat pas lepas landas telinga akan budek beberapa saat aja..dan LBH lucunya LG Laura ngedot leher Aaron 🤣🤣🤣🤣
2024-07-06
0
kacangtanah22
Apakah dia Aron kwok
2024-02-14
0