Putusnya Hubungan Lama

Aleena menatap Dev dengan matanya yang masih berkaca-kaca. Dari sorot matanya hanya ada bayangan Dev didalamnya. Dia nampak terkejut dengan apa yang baru saja Dev katakan.

"Dev... "

Suara Aleena terdengar lirih dan bergetar saat bicara. Dia masih terus menatap Dev seakan meminta penjelasan.

"Apa maksudmu?! Siapa yang akan mengizinkan dia menikah dengan pria yang tidak jelas asal usulnya seperti kamu?"

Suara pak Bastian memecah keharuan yang terjadi diantara Aleena dan Dev.

Dev mengalihkan pandangannya dari Aleena dan berbalik menatap pak Bastian.

"Pak Bastian, bukankah anda sendiri yang tadi bilang kalau Aleena bukan bagian dari keluarga anda? Apa anda bermaksud memanfaatkannya sampai akhir?".

Dev bicara dengan sikap yang dingin dan acuh tak acuh sambil berjalan mendekati pak Bastian. Dia menatap pak Bastian dengan sorot mata yang tajam. Dev memancarkan aura yang mengintimidasi hingga membuat pak Bastian terdiam sesaat mendengar ucapan Dev karena gugup.

"Te-tetap saja dia harus menikah dengan putra dari keluarga Handoko. Itu sudah kesepakatan yang sudah kami buat sejak lama"

Bastian terbata saat bersikeras menikahkan Aleen dengan Fandy agar Diana bisa tetap menikahi Angga.

"Kesepakatan anda dan keluarga Handoko hanya menikahkan putri anda saja. Begini saja, kenapa anda tidak mendengarkan pendapat dari Aleena?! Saya yakin kalau dia memiliki pendapatnya sendiri untuk mengambil keputusan penting demi masa depannya"

Dev dengan sengaja melemparkan keputusannya pada Aleena. Meskipun dia juga sedikit takut kalau Aleena akan memilih berbakti kepada pak Bastian yang selama ini dia panggil papa.

Kini semua orang menatap Aleena dan menunggu keputusannya.

Aleena terdiam memikirkan baik-baik keputusan penting yang akan dia ambil. Pikirannya kembali pada potongan masa lalu yang telah dia habiskan dirumah ini

Flash back on

"Aleena, bagaimana bisa kamu kalah dari teman sekelasmu hanya dengan selisih 5 poin saja? Harusnya kamu bisa mendapatkan posisi pertama dengan nilai yang lebih baik dari ini!".

Aleena yang baru duduk disekolah menengah pertama harus menerima pukulan di kaki dari sang ayah karena mendapatkan peringkat 2 disekolahnya.

"Diana, bagaimana dengan hasil raportmu?"

Sementara Aleena dihukum oleh pak Bastian, bu Dona bertanya dengan lembut pada Diana.

"Itu, Mah. Maafkan aku. Nilaiku tidak terlalu bagus. Aku mendapat peringkat 5"

Diana menjawab dengan menundukkan kepala.

"Tidak papa sayang. Mama tahu kalau kamu sudah bekerja keras selama ini"

...----------------...

"Aleen, Diana, kakek belikan kalian mantel dan sepatu baru untuk musim dingin. Kita akan berlibur keluar negeri"

"Asik. Terima kasih kakek"

"Terima kasih, Kek"

"Tapi Kakek, kenapa punya kak Aleen lebih bagus dariku? Aku juga mau yang seperti itu!"

"Diana, tidak boleh begitu. Kakek sudah membelikan kalian masing-masing 1. Ini cocok untukmu"

Kakek Aleen membelikan Aleen dan Diana mantel dan juga sepatu baru, namun Diana menyukai milik Aleen. Akhirnya Bu Dona berusaha membujuk Diana

"Ya sudah kamu tukar saja dengan punya Aleen. Tidak papa kan Leen?"

"Iya, Kek. Tidak papa"

Aleen kecil setuju dengan saran sang kakek

"Tidak. Aku tidak mau bertukar! Aku ingin memiliki dua-duanya. Lagipula kak Aleen masih punya banyak mantel bagus kan?!"

Diana bersikeras menginginkan kedua mantel pemberian kakeknya.

"Aleen, tidak papa kan kalau ini diberikan pada adikmu. Dia masih kecil jadi kamu harus mengalah ya"

"Tapi, Dona. Aleen juga sudah lama…"

"Tidak Papa kek. Aleen masih punya mantel musim dingin yang bagus yang penting kita bisa berlibur sama-sama"

Aleen bicara dengan lembut disertai senyum yang manis.

"Aleen memang anak baik".

...----------------...

"Diana, jangan lari-larian didalam rumah, nanti kalau kena guci mama dan jatuh, mama bisa marah"

"Tidak papa, Kak. Aku tidak akan menjatuhkan sesuatu"

Prang!!

Diana yang terus berlarian didalam rumah akhirnya mengenai vas bunga hingga jatuh dan pecah.

"Kan sudah Kakak bilang, jangan berlarian di dalam rumah"

"Bagaimana ini, Kak?"

"Diana, Aleena, suara apa itu tadi?"

Bu Dona yang mendengar suara barang pecah langsung menghampiri Diana dan Aleena.

"Ya ampun. Apa yang kalian berdua lakukan? Kenapa vas bunga Mama sampai pecah?"

Bu Dona berteriak dengan raut wajah kesal melihat vas bunganya pecah.

"Itu mah. Kak Aleen tidak sengaja menyenggolnya tadi. Benar kan, Kak?"

"Apa?! "

Aleen menatap Diana dengan raut wajah terkejut.

"Aleen, kenapa kamu tidak hati-hati? Harusnya kamu tidak berlarian di dalam rumah! Lihat, vas bunga Mama jadi pecah kan? Kamu tahu kan kalau ini harganya sangat mahal! Kamu harus dihukum! Jangan keluar kamar selama 2 hari! Kamu juga tidak akan mendapat makan malam hari ini!"

Bu Dona langsung memarahi Aleen sebelum dia memberikan penjelasannya dan langsung pergi bersama Diana.

Flash back off

Aleena hanya bisa mengingat kenangan pahit selama dirumah ini terutama setelah sang kakek meninggal. Tanpa terasa air matanya mengalir kembali. Mengingat semua itu kembali, terasa sangat sakit bagi Aleena karena dia menyayangi keluarga ini dengan tulus, namun mereka hanya memanfaatkannya.

Aleen menatap Dev dengan tatapan yang lembut dan penuh harap.

"Dev, apa menikah denganmu bisa membuat hubunganku dengan keluarga ini berakhir?"

"Aleena!"

"Tentu, jika kamu menikah denganku, maka kamu akan keluar dari rumah ini dan menjadi bagian dari keluargaku"

Pak Bastian berteriak menyela ucapan Aleen, namun Dev mengabaikannya dan menanggapi pertanyaan Aleen dengan senyum yang lembut dan hangat.

"Kak Aleen, Kakak benar-benar akan menikah dengannya? Kakak jangan gegabah. Kita tidak tahu dia itu pria seperti apa. Sedangkan Papa mengenal keluarga Handoko dengan baik. Kakak pasti akan bahagia disana".

Diana menahan Aleen agar dia tidak menikah dengan Dev.

"Apa kamu begitu yakin dengan keluarga Handoko? Kalau begitu kenapa tidak kamu saja yang menikah dengannya? Kenapa kamu malah menerima pertunangan dengan Angga yang sampai kemarin masih jadi pacarku?".

Aleen menanggapi ucapan Diana dengan sikap yang sinis dan dingin.

"Aleen, kenapa kamu bersikap kasar Begitu? Aleen yang aku kenal adalah gadis baik dan tidak pernah bersikap kasar pada orang lain, apalagi pada keluargamu sendiri"

Angga ikut berkomentar karena sikap Aleen tidak sepserti biasanya.

"Kalau begitu kamu tidak mengenalku dengan baik. Aleena Salmaira Prasetyo yang kamu kenal sudah mati. Aleena yang berdiri dihadapan kalian saat ini bukan lagi bagian dari keluarga Prasetyo"

"Aleen, bagaimana bisa kamu mengatakan itu. Kamu harusnya berterima kasih karena kami telah membesarkanmu!"

Pak Bastian sangat kesal mendengar ucapan Aleen.

"Haruskah aku berterima kasih atas masa kecilku yang menyedihkan? Masa kecil yang membuatku memiliki lebih banyak luka daripada cinta. Pak Bastian Prasetyo, aku tidak ingin lagi menjadi boneka tempat kamu melampiaskan kebencian. Mulai hari ini hubungan kita berakhir sampai disini. Jangan pernah berpikir menggunakanku untuk pernikahan politik yang hanya menguntungkanmu saja!"

"Apa katamu?!"

Aleen bicara dengan sikap yang tergas lalu berjalan menghampiri bibi pembantu rumah tangganya.

"Bibi, maukah bibi ikut denganku?"

"Siapa yang mengijinkanmu pergi?! Kamu tidak bisa pergi dari rumah ini! Hei, dasar anak tidak tahu diuntung! Kembali kemari! "

Terpopuler

Comments

Windy Veriyanti

Windy Veriyanti

mendukung sikap tegas Aleena 👍👏

2024-11-16

0

Samsuna

Samsuna

keputusan yang tepat Aleena 👍

2024-11-01

0

Murniyati

Murniyati

bagusss... bayar ntar pake mabar spy lunass klo minta untung rugi y

2024-10-29

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Perjodohan Keluarga
2 Pesta Keluarga Sulistyo
3 Rencana Jahat Diana
4 Pengumuman Pertunangan
5 Putusnya Hubungan Aleena Dan Angga
6 Pertemuan Aleen Dan Dev
7 Harapan Aleena
8 Runtuhnya Kepercayaan
9 Pertemuan Dengan Fandy Handoko
10 Terungkapnya Kebenaran
11 Ajakan Menikah
12 Putusnya Hubungan Lama
13 Rumah Baru Dev
14 Bukankah Kamu Calon Istriku?
15 Shoping
16 Terkejutnya Ibu Dev
17 Awal Hubungan
18 Rencana Menikah
19 Hari Pernikahan Dev Dan Aleen
20 Tidur Bersama
21 Makan Siang Yang Manis Dari Dev
22 Peringatan Untuk Diana
23 Kepanikan Diana
24 Pertemuan Aleen Dan Keluarga Dev
25 Makan Malam Keluarga Dev
26 Percakapan Sebelum Tidur
27 Sarapan Pagi Bersama
28 Kunjungan Diana
29 Undangan Pesta Pertunangan Diana
30 Pertemuan Aleen Dan Citra
31 Kedatangan Citra Ke Kantor Aleen
32 Memilih Gaun
33 Pesta Pertunangan Diana Dan Angga
34 Pesta Pertunangan Diana Dan Angga Part 2
35 Pesta Pertunangan Yang Berantakan
36 Makan Malam Pinggir Jalan
37 Hadiah Kejutan Dari Dev
38 Permainan Opini Publik
39 Pertemuan Angga Dan Aleen
40 Rasa Percaya Diri Angga Yang Tinggi
41 Ungkapan Hati Aleen Pada Citra
42 Air Matamu Terlalu Berharga
43 Barang Yang Berasal Dari Sampah Harus Kembali Ke Tempat Sampah
44 Terkuaknya Hubungan Aleen Dan Dev
45 Pebisnis Gila Bucin Istri
46 Rencana Jahat Diana Dan Keluarganya
47 Undangan Makan Malam Diana
48 Tentang Barang Masa Kecil Aleen
49 Makan Malam Dengan Keluarga Diana
50 Upaya Diana Menggoda Dev
51 Hancurnya Keluarga Prasetyo
52 Terbukanya Hubungan Baru
53 Terungkapnya Identitas Aleena
54 Target Mainan Dev
55 Upaya Citra Mendekati Dev
56 Makan Siang Bersama
57 Hubungan Jarak Jauh
58 Kekesalan Dev
59 Krisis Perusahaan Angga
60 Aku Suka Jika Kamu Jahat Karena Aku
61 Akhir Untuk Diana
62 Tentang Masa Lalu Dev
63 Malam Pertama Aleen Dan Dev
64 Berakhirnya Keluarga Citra
65 Percakapan Aleen Dan Alex
66 Mengunjungi Rumah Lama Dev
67 Jalan-Jalan Ke Pantai
68 Perdebatan Dev Dan Ray
69 Rencana Pengembangan Yang Bocor
70 Demo Di Kota Tua
71 Penolakan Warga Kota Tua
72 Kunjungan Aleen Ke Desa
73 Hari Pertama Aleen Di Desa
74 Upaya Aleen Meyakinkan Genta
75 Cara Aleen Mengusir Fandy Handoko
76 Menyusun Rencana Pembangunan
77 Pergi Ke Kota Bersama Genta
78 Kedatangan Dev Ke Desa
79 Menuju Kehancuran Fandy
80 Kehancuran Fandy Handoko
81 Rencana Bisnis Dev Di Desa
82 Kembalinya Lidya Derisha
83 Kepulangan Dev Dan Aleen Ke Kota
84 Makan Siang Ray Dan Nina
85 Kegelisahan Dev
86 Hari Pertama Kembali Ke Kantor
87 Bingkisan Misterius Untuk Aleen
88 Teror Untuk Aleen
89 Menggunakan Kekuasaan Sang Ayah
90 Perselingkuhan Lidya
91 Rencana Pak Aditya
92 Ungkapan Cinta Dari Dev
93 Makan Siang Aleen Dan Dev
94 KDRT Dalam Rumah Tangga Lidya
95 Obsesi Lidya Pada Dev
96 Aleen Diculik
97 Upaya Dev Menyelamatkan Aleen
98 Upaya Dev Menyelamatkan Aleen 2
99 Penangkapan Lidya
100 Rencana Pak Aditya Menjatuhkan Dika
101 Kunjungan Ke Rumah Orang Tua Dev
102 Tamu Keluarga Dev
103 Pertemuan Aleen Dan Ayah Kandungnya
104 Cerita Pak Gustian
105 Kekhawatiran Dev
106 Tes DNA
107 Bagaimana Bisa Hubunganku Dan Dev Hanya Kekasih Padahal Kami Sudah Menikah?
108 Rumor Kantor
109 Aleen Hamil
110 Awal Mula Sikap Diluar Nalar Dev
111 Morning Sickness
112 Drama Pagi Dev Sebelum Ke Kantor
113 Menunggu Hasil Tes DNA
114 Makan Siang Nina Dan Rey
115 Sikap Seenaknya Dev
116 Hasil Tes DNA
117 Perubahan Sikap Aleen
118 Sikap Aneh Aleen
119 Ujian Kesabaran Dev
120 Sup Daging Sapi Buatan Dev
121 Gagalnya Kejutan
122 Bos Yang Seenaknya
123 Jalan-jalan Ke Mall
124 Aleen Cemburu
125 Alasan Aleen Cemburu
126 Pengumuman Pernikahan
127 Pengumuman
128 Bonus Episode
129 Bonus Episode 2
130 Bonus Episode 3
131 Bonus Episode 4 (Selesai)
132 Novel Baru
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Perjodohan Keluarga
2
Pesta Keluarga Sulistyo
3
Rencana Jahat Diana
4
Pengumuman Pertunangan
5
Putusnya Hubungan Aleena Dan Angga
6
Pertemuan Aleen Dan Dev
7
Harapan Aleena
8
Runtuhnya Kepercayaan
9
Pertemuan Dengan Fandy Handoko
10
Terungkapnya Kebenaran
11
Ajakan Menikah
12
Putusnya Hubungan Lama
13
Rumah Baru Dev
14
Bukankah Kamu Calon Istriku?
15
Shoping
16
Terkejutnya Ibu Dev
17
Awal Hubungan
18
Rencana Menikah
19
Hari Pernikahan Dev Dan Aleen
20
Tidur Bersama
21
Makan Siang Yang Manis Dari Dev
22
Peringatan Untuk Diana
23
Kepanikan Diana
24
Pertemuan Aleen Dan Keluarga Dev
25
Makan Malam Keluarga Dev
26
Percakapan Sebelum Tidur
27
Sarapan Pagi Bersama
28
Kunjungan Diana
29
Undangan Pesta Pertunangan Diana
30
Pertemuan Aleen Dan Citra
31
Kedatangan Citra Ke Kantor Aleen
32
Memilih Gaun
33
Pesta Pertunangan Diana Dan Angga
34
Pesta Pertunangan Diana Dan Angga Part 2
35
Pesta Pertunangan Yang Berantakan
36
Makan Malam Pinggir Jalan
37
Hadiah Kejutan Dari Dev
38
Permainan Opini Publik
39
Pertemuan Angga Dan Aleen
40
Rasa Percaya Diri Angga Yang Tinggi
41
Ungkapan Hati Aleen Pada Citra
42
Air Matamu Terlalu Berharga
43
Barang Yang Berasal Dari Sampah Harus Kembali Ke Tempat Sampah
44
Terkuaknya Hubungan Aleen Dan Dev
45
Pebisnis Gila Bucin Istri
46
Rencana Jahat Diana Dan Keluarganya
47
Undangan Makan Malam Diana
48
Tentang Barang Masa Kecil Aleen
49
Makan Malam Dengan Keluarga Diana
50
Upaya Diana Menggoda Dev
51
Hancurnya Keluarga Prasetyo
52
Terbukanya Hubungan Baru
53
Terungkapnya Identitas Aleena
54
Target Mainan Dev
55
Upaya Citra Mendekati Dev
56
Makan Siang Bersama
57
Hubungan Jarak Jauh
58
Kekesalan Dev
59
Krisis Perusahaan Angga
60
Aku Suka Jika Kamu Jahat Karena Aku
61
Akhir Untuk Diana
62
Tentang Masa Lalu Dev
63
Malam Pertama Aleen Dan Dev
64
Berakhirnya Keluarga Citra
65
Percakapan Aleen Dan Alex
66
Mengunjungi Rumah Lama Dev
67
Jalan-Jalan Ke Pantai
68
Perdebatan Dev Dan Ray
69
Rencana Pengembangan Yang Bocor
70
Demo Di Kota Tua
71
Penolakan Warga Kota Tua
72
Kunjungan Aleen Ke Desa
73
Hari Pertama Aleen Di Desa
74
Upaya Aleen Meyakinkan Genta
75
Cara Aleen Mengusir Fandy Handoko
76
Menyusun Rencana Pembangunan
77
Pergi Ke Kota Bersama Genta
78
Kedatangan Dev Ke Desa
79
Menuju Kehancuran Fandy
80
Kehancuran Fandy Handoko
81
Rencana Bisnis Dev Di Desa
82
Kembalinya Lidya Derisha
83
Kepulangan Dev Dan Aleen Ke Kota
84
Makan Siang Ray Dan Nina
85
Kegelisahan Dev
86
Hari Pertama Kembali Ke Kantor
87
Bingkisan Misterius Untuk Aleen
88
Teror Untuk Aleen
89
Menggunakan Kekuasaan Sang Ayah
90
Perselingkuhan Lidya
91
Rencana Pak Aditya
92
Ungkapan Cinta Dari Dev
93
Makan Siang Aleen Dan Dev
94
KDRT Dalam Rumah Tangga Lidya
95
Obsesi Lidya Pada Dev
96
Aleen Diculik
97
Upaya Dev Menyelamatkan Aleen
98
Upaya Dev Menyelamatkan Aleen 2
99
Penangkapan Lidya
100
Rencana Pak Aditya Menjatuhkan Dika
101
Kunjungan Ke Rumah Orang Tua Dev
102
Tamu Keluarga Dev
103
Pertemuan Aleen Dan Ayah Kandungnya
104
Cerita Pak Gustian
105
Kekhawatiran Dev
106
Tes DNA
107
Bagaimana Bisa Hubunganku Dan Dev Hanya Kekasih Padahal Kami Sudah Menikah?
108
Rumor Kantor
109
Aleen Hamil
110
Awal Mula Sikap Diluar Nalar Dev
111
Morning Sickness
112
Drama Pagi Dev Sebelum Ke Kantor
113
Menunggu Hasil Tes DNA
114
Makan Siang Nina Dan Rey
115
Sikap Seenaknya Dev
116
Hasil Tes DNA
117
Perubahan Sikap Aleen
118
Sikap Aneh Aleen
119
Ujian Kesabaran Dev
120
Sup Daging Sapi Buatan Dev
121
Gagalnya Kejutan
122
Bos Yang Seenaknya
123
Jalan-jalan Ke Mall
124
Aleen Cemburu
125
Alasan Aleen Cemburu
126
Pengumuman Pernikahan
127
Pengumuman
128
Bonus Episode
129
Bonus Episode 2
130
Bonus Episode 3
131
Bonus Episode 4 (Selesai)
132
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!