Pengumuman Pertunangan

Keheningan terjadi diantara Angga dan Diana. Situasi saat ini membuat mereka berdua tida]k dapat membuka mulut.

Setelah beberapa lama berada dalam keheningan masing-masing, akhirnya Angga mengambil sebuah keputusan.

"Baiklah. Aku setuju. Aku akan mengumumkan pertunangan kita disini. Hanya saja... untuk perasaanku padamu... "

"Tidak perlu buru-buru. Aku akan menunggu sampai Kakak membuka hati untukku. Aku yakin kalau suatu hari nanti, Kakak bisa merima perasaanku".

Diana berbicara dengan senyum ceria karena dia sangat bahagia mendengar keputusan Angga.

"Kalau begitu kita kembali ke ruang pesta".

"Euh".

Diana mengangguk dengan senyum ceria dan berjalan bersama Angga.

...****************...

Didalam ballroom hotel, semua orang tengah menunggu kedatangan Angga dan Aleena.

"Kemana perginya Angga? Dia bilang akan segera kembali".

Ibu Angga tampak panik menunggu sang putra sambil terus menoleh kesana-kemari.

"Mama tenanglah. Kakak dan kak Aleena pasti akan segera kembali", ujar Citra menenangkan sang ibu.

Tak lama terlihat Angga dan Diana masuk ke ballroom.

"Itu kak Angga. Eh, mana kak Aleena? Kenapa kakak bersama kak Diana?".

Citra yang melihat Angga masuk bersama Diana terlihat terkejut karena tidak menemukan Aleena bersama mereka.

"Kakak, mana kak Aleena? Bukannya tadi kakak akan mencarinya?", tanya Citra begitu Angga mendekatinya.

"Pah, Mah, Om, tante, ada yang ingin aku bicarakan sebentar dengan kalian. Ini mengenai pengumuman pertunanganku".

Angga mengabaikan sang adik dan langsung bicara pada orang tuanya dan juga otang tua Diana.

Orang tua Angga dan Diana saling menatap heran satu sama lain melihat wajah serius Angga.

"Ada apa? Apa yang ingin kamu bicarakan? Sepertinya ini masalah serius?", tanya ibu Angga dengan wajah serius.

"Bisa kita pindah ke tempat lain dulu? Ini masalah pribadi, jadi aku tidak bisa bicara disini"

Para orang tua kembali menatap satu sama lain sebelum akhirnya mereka setuju.

"Baiklah. Ayo kita cari ruangan kosong".

Angga, Diana dan kedua orang tua mereka langsung bergegas pergi ke ruangan kosong untuk bicara.

"Apa yang ingin kamu bicarakan?".

Ayah Angga bertanya dengan sikap yang tenang.

"Mah, Pah, aku memutuskan untuk mengumumkan pertunangan dengan Diana?"

"Apa?!"

Semua orang tampak terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan Angga.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Dimana Aleena?", tanya ibu Angga yang sangat penasaran.

"Aleena... Ceritanya panjang. Aku tidak bisa bertunangan dengannya". Angga menundukkan kepala saat dia menjawab pertanyaan sang ibu.

"Angga, dengarkan Mama. Ini bukan masalah sepele. Jangan mengambil keputusan dengan tergesa-gesa".

Ibu Angga berusaha meyakinkan putranya untuk tidak gegabah.

"Kalian harus melihat ini".

Angga mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan bukti rekaman CCTV Aleena yang telah disalin kedalam ponselnya.

"Apa kamu yakin akan hal ini?".

Ibu Angga terlihat ragu dengan apa yang dia lihat.

"Aleena tidak mungkin seperti ini. Pasti ada kesalah pahaman".

Ibu Aleena pun mengungkapkan keraguannya dengan apa yang ditunjukkan Angga.

"Rekaman CCTV tidak mungkin bisa dipalsukan. Bagaimana kita bisa meragukan ini? Lagipula... Sudah waktunya mengumumkan pertunangan. Jika kita membatalkannya... Maka nama baik kita yang akan kena imbasnya".

Angga bicara dengan raut wajah sedih.

"Papa mengerti dengan kekhawatiranmu, tapi jika kamu memutuskan untuk mengumumkan pertunangan dengan Diana sekarang juga … maka kamu tidak akan bisa kembali. Kamu harus memikirkannya dengan matang. Jangan gegabah".

Ayah Angga juga berusaha mengingatkan putranya sebelum dia mengambil keputusan.

"Aku sudah yakin, Pah. Aku tidak mungkin bisa melanjutkan pertunanganku dengan Aleena sedangkan Diana …".

Angga tidak melanjutkan perkataannya dan hanya menatap Diana yang sejak tadi diam seribu bahasa.

"Diana, apa kamu benar-benar mau bertunangan dengan Angga? Apa kamu tidak berpikir bagaimana dengan Aleena?".

Ayah Diana kini mulai bicara pada Diana setelah mendengar perkataan Angga yang bersikeras akan bertunangan dengan putrinya itu.

"Iya, Pah. Aku mau bertunangan dengan Kak Angga. Aku sudah lama menyukainya, hanya saja... Karena kak Angga menjalin hubungan dengan kak Aleena jadi aku tidak berani mengatakannya. Kali ini, karena kak Angga bilang hubungannya dengan kak Aleena tidak bisa diteruskan, jadi... aku bersedia menggantikan posisi kak Aleena".

Diana menjelaskan dengan sikap tenang dan sedikit malu-malu untuk bisa meyakinkan semua orang akan keputusannya.

"Kalau memang kalian berdua sudah sepakat ... Kami tidak bisa mengatakan apapun lagi. Kami hanya bisa mengingatkan kalau setelah ini diumumkan, maka kalian tidak bisa berubah pikiran begitu saja. Itu akan lebih mempermalukan nama baik keluarga kita".

Ayah Diana dengan tegas mengingatkan Diana dan juga Angga tentang keputusan mereka.

"Terima kasih Pah".

Diana memeluk sang ayah sambil mengucapkan terima kasih. Disaat yang bersamaan, dia tersenyum puas pada sang ibu karena rencana mereka telah berhasil.

"Kalau begitu kita kembali ke tempat pesta sekarang. Semua tamu pasti sudah menunggu kita".

Semua mengangguk setuju dan mereka pun keluar untuk kembali ke ballroom hotel.

"Perhatian semuanya".

Semua orang menoleh begitu mendengar suara ayah Angga yang kini berdiri sambil memegang mic ditangannya.

"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kehadiran anda sekalian dalam pesta yang diadakan keluarga kami. Dalam kesempatan ini kami ingin memberitahukan kabar gembira kepada anda sekalian mengenai rencana pernikahan putra sulung saya dengan salah satu putri dari keluarga pak Bastian Prasetyo. Angga, Diana, kemarilah".

Ayah Angga memanggil Angga dan Diana untuk maju ke depan. Mereka langsung berjalan beriringan menghampiri sang ayah.

Terlihat beberapa orang saling berbisik heran karena yang maju justru Diana, bukan Aleena.

"Mungkin ada sebagian orang yang mengira kalau putraku akan menikah dengan putri sulung pak Bastian, namun sebenarnya yang akan menikah dengan putraku adalah putri kedua pak Bastian, yaitu Diana. Untuk acara pertunangan mereka, kami akan mengirimkan undangannya dalam waktu dekat. Terima kasih dan silahkan nikmati kembali pestanya".

Suasana sedikit riuh karena orang-orang saling mengeluarkan pendapat mereka masing-masing setelah ayah Angga selesai memberikan pengumuman. Terutama teman-teman Angga yang mengetahui seberapa dekat hubungannya dengan Aleena.

Bukannya Angga sudah cukup lama pacaran dengan Aleena? Kenapa justru akan bertunangan dengan adiknya?

Aku juga tidak tahu. Melihat Aleena saat ini tidak ada, mungkin mereka putus di saat-saat terakhir

Apa keluarga itu sangat ingin menjalin ikatan sampai tidak peduli siapapun yang akan jadi pasangan Angga nantinya?

Entahlah. Mungkin ada sesuatu yang hanya diketahui oleh mereka saja.

Ya, itu benar. Dan itu bukanlah urusan kita. Biarkan saja masalah itu menjadi masalah mereka. Hanya saja … bagaimana perasaan Aleena saat tahu kalau mantan pacarnya langsung mengumumkan rencana pertunangan dengan adiknya sendiri hanya berselang beberapa jam setelah mereka putus?

Aku tidak bisa membayangkannya. Jika itu aku, sudah pasti akan sangat kecewa pada Angga dan semua keluarga mereka.

Terpopuler

Comments

Thoss's

Thoss's

sipp

2024-03-18

0

Kamiem sag

Kamiem sag

ditangan siapa sebenarnya Aleen Thor aku kok jadi khawatir, apabetul ditangan orang baek??

2024-03-13

0

Eric ardy Yahya

Eric ardy Yahya

Aleena disiksa secara batin oleh 2 wanita ular . kuharap dia bisa membalikkan keadaan dan membuat mereka kenyesal telah memilih orang yang salah

2024-01-13

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Perjodohan Keluarga
2 Pesta Keluarga Sulistyo
3 Rencana Jahat Diana
4 Pengumuman Pertunangan
5 Putusnya Hubungan Aleena Dan Angga
6 Pertemuan Aleen Dan Dev
7 Harapan Aleena
8 Runtuhnya Kepercayaan
9 Pertemuan Dengan Fandy Handoko
10 Terungkapnya Kebenaran
11 Ajakan Menikah
12 Putusnya Hubungan Lama
13 Rumah Baru Dev
14 Bukankah Kamu Calon Istriku?
15 Shoping
16 Terkejutnya Ibu Dev
17 Awal Hubungan
18 Rencana Menikah
19 Hari Pernikahan Dev Dan Aleen
20 Tidur Bersama
21 Makan Siang Yang Manis Dari Dev
22 Peringatan Untuk Diana
23 Kepanikan Diana
24 Pertemuan Aleen Dan Keluarga Dev
25 Makan Malam Keluarga Dev
26 Percakapan Sebelum Tidur
27 Sarapan Pagi Bersama
28 Kunjungan Diana
29 Undangan Pesta Pertunangan Diana
30 Pertemuan Aleen Dan Citra
31 Kedatangan Citra Ke Kantor Aleen
32 Memilih Gaun
33 Pesta Pertunangan Diana Dan Angga
34 Pesta Pertunangan Diana Dan Angga Part 2
35 Pesta Pertunangan Yang Berantakan
36 Makan Malam Pinggir Jalan
37 Hadiah Kejutan Dari Dev
38 Permainan Opini Publik
39 Pertemuan Angga Dan Aleen
40 Rasa Percaya Diri Angga Yang Tinggi
41 Ungkapan Hati Aleen Pada Citra
42 Air Matamu Terlalu Berharga
43 Barang Yang Berasal Dari Sampah Harus Kembali Ke Tempat Sampah
44 Terkuaknya Hubungan Aleen Dan Dev
45 Pebisnis Gila Bucin Istri
46 Rencana Jahat Diana Dan Keluarganya
47 Undangan Makan Malam Diana
48 Tentang Barang Masa Kecil Aleen
49 Makan Malam Dengan Keluarga Diana
50 Upaya Diana Menggoda Dev
51 Hancurnya Keluarga Prasetyo
52 Terbukanya Hubungan Baru
53 Terungkapnya Identitas Aleena
54 Target Mainan Dev
55 Upaya Citra Mendekati Dev
56 Makan Siang Bersama
57 Hubungan Jarak Jauh
58 Kekesalan Dev
59 Krisis Perusahaan Angga
60 Aku Suka Jika Kamu Jahat Karena Aku
61 Akhir Untuk Diana
62 Tentang Masa Lalu Dev
63 Malam Pertama Aleen Dan Dev
64 Berakhirnya Keluarga Citra
65 Percakapan Aleen Dan Alex
66 Mengunjungi Rumah Lama Dev
67 Jalan-Jalan Ke Pantai
68 Perdebatan Dev Dan Ray
69 Rencana Pengembangan Yang Bocor
70 Demo Di Kota Tua
71 Penolakan Warga Kota Tua
72 Kunjungan Aleen Ke Desa
73 Hari Pertama Aleen Di Desa
74 Upaya Aleen Meyakinkan Genta
75 Cara Aleen Mengusir Fandy Handoko
76 Menyusun Rencana Pembangunan
77 Pergi Ke Kota Bersama Genta
78 Kedatangan Dev Ke Desa
79 Menuju Kehancuran Fandy
80 Kehancuran Fandy Handoko
81 Rencana Bisnis Dev Di Desa
82 Kembalinya Lidya Derisha
83 Kepulangan Dev Dan Aleen Ke Kota
84 Makan Siang Ray Dan Nina
85 Kegelisahan Dev
86 Hari Pertama Kembali Ke Kantor
87 Bingkisan Misterius Untuk Aleen
88 Teror Untuk Aleen
89 Menggunakan Kekuasaan Sang Ayah
90 Perselingkuhan Lidya
91 Rencana Pak Aditya
92 Ungkapan Cinta Dari Dev
93 Makan Siang Aleen Dan Dev
94 KDRT Dalam Rumah Tangga Lidya
95 Obsesi Lidya Pada Dev
96 Aleen Diculik
97 Upaya Dev Menyelamatkan Aleen
98 Upaya Dev Menyelamatkan Aleen 2
99 Penangkapan Lidya
100 Rencana Pak Aditya Menjatuhkan Dika
101 Kunjungan Ke Rumah Orang Tua Dev
102 Tamu Keluarga Dev
103 Pertemuan Aleen Dan Ayah Kandungnya
104 Cerita Pak Gustian
105 Kekhawatiran Dev
106 Tes DNA
107 Bagaimana Bisa Hubunganku Dan Dev Hanya Kekasih Padahal Kami Sudah Menikah?
108 Rumor Kantor
109 Aleen Hamil
110 Awal Mula Sikap Diluar Nalar Dev
111 Morning Sickness
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Rencana Perjodohan Keluarga
2
Pesta Keluarga Sulistyo
3
Rencana Jahat Diana
4
Pengumuman Pertunangan
5
Putusnya Hubungan Aleena Dan Angga
6
Pertemuan Aleen Dan Dev
7
Harapan Aleena
8
Runtuhnya Kepercayaan
9
Pertemuan Dengan Fandy Handoko
10
Terungkapnya Kebenaran
11
Ajakan Menikah
12
Putusnya Hubungan Lama
13
Rumah Baru Dev
14
Bukankah Kamu Calon Istriku?
15
Shoping
16
Terkejutnya Ibu Dev
17
Awal Hubungan
18
Rencana Menikah
19
Hari Pernikahan Dev Dan Aleen
20
Tidur Bersama
21
Makan Siang Yang Manis Dari Dev
22
Peringatan Untuk Diana
23
Kepanikan Diana
24
Pertemuan Aleen Dan Keluarga Dev
25
Makan Malam Keluarga Dev
26
Percakapan Sebelum Tidur
27
Sarapan Pagi Bersama
28
Kunjungan Diana
29
Undangan Pesta Pertunangan Diana
30
Pertemuan Aleen Dan Citra
31
Kedatangan Citra Ke Kantor Aleen
32
Memilih Gaun
33
Pesta Pertunangan Diana Dan Angga
34
Pesta Pertunangan Diana Dan Angga Part 2
35
Pesta Pertunangan Yang Berantakan
36
Makan Malam Pinggir Jalan
37
Hadiah Kejutan Dari Dev
38
Permainan Opini Publik
39
Pertemuan Angga Dan Aleen
40
Rasa Percaya Diri Angga Yang Tinggi
41
Ungkapan Hati Aleen Pada Citra
42
Air Matamu Terlalu Berharga
43
Barang Yang Berasal Dari Sampah Harus Kembali Ke Tempat Sampah
44
Terkuaknya Hubungan Aleen Dan Dev
45
Pebisnis Gila Bucin Istri
46
Rencana Jahat Diana Dan Keluarganya
47
Undangan Makan Malam Diana
48
Tentang Barang Masa Kecil Aleen
49
Makan Malam Dengan Keluarga Diana
50
Upaya Diana Menggoda Dev
51
Hancurnya Keluarga Prasetyo
52
Terbukanya Hubungan Baru
53
Terungkapnya Identitas Aleena
54
Target Mainan Dev
55
Upaya Citra Mendekati Dev
56
Makan Siang Bersama
57
Hubungan Jarak Jauh
58
Kekesalan Dev
59
Krisis Perusahaan Angga
60
Aku Suka Jika Kamu Jahat Karena Aku
61
Akhir Untuk Diana
62
Tentang Masa Lalu Dev
63
Malam Pertama Aleen Dan Dev
64
Berakhirnya Keluarga Citra
65
Percakapan Aleen Dan Alex
66
Mengunjungi Rumah Lama Dev
67
Jalan-Jalan Ke Pantai
68
Perdebatan Dev Dan Ray
69
Rencana Pengembangan Yang Bocor
70
Demo Di Kota Tua
71
Penolakan Warga Kota Tua
72
Kunjungan Aleen Ke Desa
73
Hari Pertama Aleen Di Desa
74
Upaya Aleen Meyakinkan Genta
75
Cara Aleen Mengusir Fandy Handoko
76
Menyusun Rencana Pembangunan
77
Pergi Ke Kota Bersama Genta
78
Kedatangan Dev Ke Desa
79
Menuju Kehancuran Fandy
80
Kehancuran Fandy Handoko
81
Rencana Bisnis Dev Di Desa
82
Kembalinya Lidya Derisha
83
Kepulangan Dev Dan Aleen Ke Kota
84
Makan Siang Ray Dan Nina
85
Kegelisahan Dev
86
Hari Pertama Kembali Ke Kantor
87
Bingkisan Misterius Untuk Aleen
88
Teror Untuk Aleen
89
Menggunakan Kekuasaan Sang Ayah
90
Perselingkuhan Lidya
91
Rencana Pak Aditya
92
Ungkapan Cinta Dari Dev
93
Makan Siang Aleen Dan Dev
94
KDRT Dalam Rumah Tangga Lidya
95
Obsesi Lidya Pada Dev
96
Aleen Diculik
97
Upaya Dev Menyelamatkan Aleen
98
Upaya Dev Menyelamatkan Aleen 2
99
Penangkapan Lidya
100
Rencana Pak Aditya Menjatuhkan Dika
101
Kunjungan Ke Rumah Orang Tua Dev
102
Tamu Keluarga Dev
103
Pertemuan Aleen Dan Ayah Kandungnya
104
Cerita Pak Gustian
105
Kekhawatiran Dev
106
Tes DNA
107
Bagaimana Bisa Hubunganku Dan Dev Hanya Kekasih Padahal Kami Sudah Menikah?
108
Rumor Kantor
109
Aleen Hamil
110
Awal Mula Sikap Diluar Nalar Dev
111
Morning Sickness

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!