Terungkapnya Kebenaran

Ayah Aleen terlihat kesal setelah mendapat telepon dari Fandy. Dia menggenggam ponsel ditangannya dengan keras karena marah.

"Sial. Dasar gadis bodoh! Padahal aku sudah katakan padanya kalau dia akan bertunangan dengan putra dari keluarga Handoko menggantikan Diana. Bisa-bisanya dia malah bersama pria lain"

Pak Bastian terus menggerutu kesal mencaci Aleena.

Bu Dona yang melihat sang suami sedang kesal, menghampirinya dan bertanya padanya.

"Ada apa, Pah? Kenapa Papa marah-marah seperti itu?".

"Barusan Fandy menghubungiku. Dia bilang setelah makan malam dengan Aleena, dia melihat Aleena bersama dengan pria lain. Lihatlah ini".

Pak Bastian menunjukkan foto Aleena yang dikirimkan oleh Fandy.

"Siapa ini, Pah? Sepertinya aku tidak pernah melihatnya".

Bu Dona mengerutkan dahi memperhatikan foto itu.

"Sepertinya Papa pernah melihat pria ini, tapi Papa tidak ingat dimana itu".

Bastian terus memperhatikan wajah pria yang bersama Aleen, namun dia tidak mengingatnya.

"Sudahlah Pah. Yang jelas, Papa harus menegur Aleen dan menanyakan baik-baik tentang pria itu. Tapi Pah, bagaimana jika Aleen bersikeras menolak perjodohan ini? Apa yang harus kita lakukan?".

Bu Dona bicara dengan sikap tenang dan selalu menunjukkan dihadapan semua kalau dia menyayangi Aleen.

"Mama tenang saja. Itu tidak akan terjadi. Sebelumnya kita mengusulkan Diana karena Aleen memiliki hubungan dengan Angga dan itu cukup menguntungkan untuk kita. Kali ini tidak ada alasan baginya untuk menolak".

Sorot mata Bastian terlihat tajam dengan nada bicara yang dingin saat dia bicara.

Tak berselang lama terdengar suara mobil yang berhenti didepan rumah mereka.

"Siapa yang datang? Apa itu Aleena?".

Pak Bastian bertanya setelah mendengar suara mobil.

"Entahlah. Bi tolong lihat siapa yang datang".

Bu Dona meminta pembantunya untuk memeriksa siapa yang datang.

"Baik, Nyonya".

Pembantu itu langsung bergegas ke depan untuk melihat tamu yang datang.

Disana terlihat Aleen yang diantar oleh Dev.

"Terima kasih Dev karena sudah mengantarku pulang kerumah".

Aleena terterima kasih dengan sikap yang sopan dan tenang.

"Sama-sama. Apa kamu baik-baik saja?".

Dev bertanya dengan raut wajah khawatir.

"Ya, aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatir. Apalagi ini rumahku sendiri"

"Kalau begitu masuklah. Aku akan pergi setelah melihatmu masuk kedalam".

Dev bicara dengan sikap yang lembut.

"Baiklah. Kalau begitu, aku masuk dulu. Sekali lagi terima kasih dan hati-hati dijalan".

Aleen berbalik dan masuk ke dalam rumah dengan langkah yang hati-hati setelah pamit pada Dev.

Sorot mata Dev yang sebelumnya hangat saat menatap Aleen, kini berubah menjadi tajam dan dingin saat melihat langkah Aleen yang sedikit aneh.

"Apa dia baik-baik saja? Aku harus meminta seseorang mengawasinya".

Dev berkata dalam hati dan berniat meninggalkan rumah Aleen sebelum dia mendengar suara keributan dari dalam sana

"Sudah Papa bilang untuk tidak membuat nama keluarga kita malu! Apa kamu tidak mengerti dengan apa yang Papa katakan sebelumnya? Bisa-bisanya kamu malah bertemu dengan pria lain!".

Plak

Plak

Plak

"Ampun Pah. Aku tidak melakukan kesalahan apapun. Aku mengikuti permintaan Papa untuk bertemu dengan putra dari keluarga Handoko".

Aleen menjawab sang ayah disela isak tangisnya sambil meringis kesakitan saat dipukuli sang ayah dengan rotan.

"Kamu masih berani membantah?! Lalu siapa pemuda ini? Bisa-bisanya kamu malah bertemu pemuda yang tidak jelas seperti ini?! Lihat! "

Pak Bastian terus memukul Aleen lalu menunjukkan foto yang dikirim Fandy.

"Itu... "

Aleen melihat foto itu dan memperhatikannya dengan seksama. Dia mempertimbangkan kemungkinan yang akan dilakukan sang ayah pada Dev jika dia tahu tentangnya.

"Itu... Dia bukan siapa-siapaku, Pah".

Aleen tidak memberitahukan tentang Dev karena takut sang ayah akan melukainya.

"Jangan bohong. Kamu pikir Papa akan percaya begitu saja! Cepat katakan siapa pria ini!"

Plak

Plak

Plak

Bu Dona hanya diam dan menyaksikan Aleen dipukuli. Sedangkan pembantunya menitikan air mata melihat Aleen dipukuli.

Plak

Plak

"Tuan tolong hentikan. Kasihan Non Aleen".

Pembantu rumah berusaha membujuk Bastian dengan bersimpuh dikakinya agar berhenti memukul Aleen.

"Minggir! Jangan ikut campur!"

"Ah!"

"Bi!"

Bastian menghempaskan pembantu itu hingga dia terjatuh dan membuat Aleen berteriak karena khawatir.

"Pah, jangan sakiti bibi!", ujar Aleen menahan sang ayah agar tidak memukul pembantunya juga.

"Kalau begitu jawab Papa! Siapa pria yang bersamamu ini?!"

"Itu bukan siapa-siapa. Kami hanya kebetulan bertemu direstoran, Pah. Tidak ada hubungan lebih".

Aleen terus berusaha menutupi tentang Dev.

"Masih berani berbohong?!"

Plak

Plak

Bastian kembali memukul Aleen. Bibi yang tidak tega melihat Aleen kesakitan akhirnya berlari keluar dengan derai air mata dan jalan tertatih untuk meminta bantuan. Dalam keadaan ini, satpam mereka pun hanya diam dan pura-pura tidak mendengar. Lalu dia melihat ada Dev yang masih berdiri diluar rumah. Tanpa pikir panjang bibi itu langsung menghampirinya.

"Tuan, tolong. Tolong selamatkan non Aleen. Bibi mohon. Tolong selamatkan dia. Tuan Bastian terus memukul non Aleen. Bibi mohon".

Pembantu rumah Aleen memohon dengan panik pada Dev disertai derai air mata yang terus mengalir dipipinya.

"Bibi tenang dulu. Sekarang tolong bawa saya kesana".

Dev bicara dengan sikap yang tenang dan sorot mata yang tajam.

"Baik, baik. Silahkan ikuti saya".

Bibi sedikit berlari membimbing Dev masuk kedalam rumah. Didalam terlihat Aleen meringkuk dilantai sambil dipukuli dengan rotan oleh pak Bastian

Plak

Plak

"Hentikan!".

Bastian menghentikan tangannya yang masih diudara saat mendengar suara Dev.

"Siapa kamu? Berani-beraninya menerobos masuk kerumah orang sembarangan", ujar Bastian dengan sorot mata yang tajam.

"Dev... apa yang kamu lakukan disini?".

Aleen mengangkat kepala dan menatap Dev dengan tatapan sayu. Dia bertanya dengan suara parau dan lemah. Keadaannya terlihat menyedihkan membuat Dev merasa iba padanya.

"Kenapa anda melakukan itu? Bagaimana bisa seorang ayah memperlakukan putrinya seperti binatang?".

Dev bicara dengan sikap yang dingin dan penuh emosi. Dia menatap pak Bastian dengan tatapan marah dan benci.

"Bukan urusanmu! Sebaiknya kamu pergi sebelum aku melaporkanmu ke polisi".

Bastian bicara dengan sikap yang tegas.

"Tunggu. Bukankah kamu pria yang ada di foto ini? Oh… jadi kamu sudah berani membawa sembarangan pria pulang ke rumah, hah! Dasar gadis tidak tahu diuntung. Harusnya kamu sadar diri dan berterima kasih pada keluarga ini terutama ayahku karena sudah membawamu dari selokan. Tapi kamu malah sengaja ingin menjatuhkan nama baik kami dengan bau busukmu itu! Kalian berdua sengaja kan ingin menjatuhkan keluarga kami dengan membawa pria itu agar dia tahu kejadian ini? Rasakan!"

Plak

Plak

Bastian baru sadar kalau pria yang ada di foto yang dikirim Fandy adalah Dev. Dia kembali bertanya pada Aleen dengan terus mencaci makinya bahkan kali ini pun dia memukul pelayan itu juga.

"Tidak, Pah. Tolong hentikan. Jangan pukuli bibi. Aku sama sekali tidak berniat seperti itu Pah".

Aleena menggelengkan kepala dengan derai air mata dipipinya.

"Jika bukan seperti itu lalu apa, hah? Pasti karena pembantu ini terlalu memanjakanmu, jadi kamu tidak tahu diuntung"

Plak

Ah

"Bibi! Dev jika kamu ingin membantuku, tolong segera pergi dari sini. Ku mohon".

Aleen berusaha meyakinkah Dev agar pergi dari sana. Dengan begitu, dia dan pembantu rumahnya tidak akan dipukuli lagi oleh sang ayah. Namun sebelum Dev menanggapinya, Pak Bastian kembali bicara

"Aleena Salmaira Prasetyo. Itu nama yang ayahku berikan padamu, orang yang kau sebut kakekmu. Tapi kelakuanmu yang memalukan sama sekali tidak mencerminkan kalau kamu bagian dari keluarga Prasetyo. Kamu sudah membuktikan kalau kamu hanya anak haram dari golongan rendahan. Kamu tidak pantas disebut sebagai bagian dari keluarga Prasetyo! Mulai hari ini kamu bukan lagi bagian dari keluarga ini!"

"Pah!"

"Tuan!"

Terpopuler

Comments

Zakia Ulfa

Zakia Ulfa

lah si Dave diam aja gitu lihat Alena di pukuli

2024-11-30

1

awesome moment

awesome moment

kisah upik abu mmg melegenda. bahkan laris dijual jd sinet ato cerita. 😀😃😄

2024-11-28

0

Arsen Arsenio

Arsen Arsenio

bisa" ny dev hanya diam saja tau aleen di pukul di depanny 🤦🏼‍♀️

2024-12-08

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Perjodohan Keluarga
2 Pesta Keluarga Sulistyo
3 Rencana Jahat Diana
4 Pengumuman Pertunangan
5 Putusnya Hubungan Aleena Dan Angga
6 Pertemuan Aleen Dan Dev
7 Harapan Aleena
8 Runtuhnya Kepercayaan
9 Pertemuan Dengan Fandy Handoko
10 Terungkapnya Kebenaran
11 Ajakan Menikah
12 Putusnya Hubungan Lama
13 Rumah Baru Dev
14 Bukankah Kamu Calon Istriku?
15 Shoping
16 Terkejutnya Ibu Dev
17 Awal Hubungan
18 Rencana Menikah
19 Hari Pernikahan Dev Dan Aleen
20 Tidur Bersama
21 Makan Siang Yang Manis Dari Dev
22 Peringatan Untuk Diana
23 Kepanikan Diana
24 Pertemuan Aleen Dan Keluarga Dev
25 Makan Malam Keluarga Dev
26 Percakapan Sebelum Tidur
27 Sarapan Pagi Bersama
28 Kunjungan Diana
29 Undangan Pesta Pertunangan Diana
30 Pertemuan Aleen Dan Citra
31 Kedatangan Citra Ke Kantor Aleen
32 Memilih Gaun
33 Pesta Pertunangan Diana Dan Angga
34 Pesta Pertunangan Diana Dan Angga Part 2
35 Pesta Pertunangan Yang Berantakan
36 Makan Malam Pinggir Jalan
37 Hadiah Kejutan Dari Dev
38 Permainan Opini Publik
39 Pertemuan Angga Dan Aleen
40 Rasa Percaya Diri Angga Yang Tinggi
41 Ungkapan Hati Aleen Pada Citra
42 Air Matamu Terlalu Berharga
43 Barang Yang Berasal Dari Sampah Harus Kembali Ke Tempat Sampah
44 Terkuaknya Hubungan Aleen Dan Dev
45 Pebisnis Gila Bucin Istri
46 Rencana Jahat Diana Dan Keluarganya
47 Undangan Makan Malam Diana
48 Tentang Barang Masa Kecil Aleen
49 Makan Malam Dengan Keluarga Diana
50 Upaya Diana Menggoda Dev
51 Hancurnya Keluarga Prasetyo
52 Terbukanya Hubungan Baru
53 Terungkapnya Identitas Aleena
54 Target Mainan Dev
55 Upaya Citra Mendekati Dev
56 Makan Siang Bersama
57 Hubungan Jarak Jauh
58 Kekesalan Dev
59 Krisis Perusahaan Angga
60 Aku Suka Jika Kamu Jahat Karena Aku
61 Akhir Untuk Diana
62 Tentang Masa Lalu Dev
63 Malam Pertama Aleen Dan Dev
64 Berakhirnya Keluarga Citra
65 Percakapan Aleen Dan Alex
66 Mengunjungi Rumah Lama Dev
67 Jalan-Jalan Ke Pantai
68 Perdebatan Dev Dan Ray
69 Rencana Pengembangan Yang Bocor
70 Demo Di Kota Tua
71 Penolakan Warga Kota Tua
72 Kunjungan Aleen Ke Desa
73 Hari Pertama Aleen Di Desa
74 Upaya Aleen Meyakinkan Genta
75 Cara Aleen Mengusir Fandy Handoko
76 Menyusun Rencana Pembangunan
77 Pergi Ke Kota Bersama Genta
78 Kedatangan Dev Ke Desa
79 Menuju Kehancuran Fandy
80 Kehancuran Fandy Handoko
81 Rencana Bisnis Dev Di Desa
82 Kembalinya Lidya Derisha
83 Kepulangan Dev Dan Aleen Ke Kota
84 Makan Siang Ray Dan Nina
85 Kegelisahan Dev
86 Hari Pertama Kembali Ke Kantor
87 Bingkisan Misterius Untuk Aleen
88 Teror Untuk Aleen
89 Menggunakan Kekuasaan Sang Ayah
90 Perselingkuhan Lidya
91 Rencana Pak Aditya
92 Ungkapan Cinta Dari Dev
93 Makan Siang Aleen Dan Dev
94 KDRT Dalam Rumah Tangga Lidya
95 Obsesi Lidya Pada Dev
96 Aleen Diculik
97 Upaya Dev Menyelamatkan Aleen
98 Upaya Dev Menyelamatkan Aleen 2
99 Penangkapan Lidya
100 Rencana Pak Aditya Menjatuhkan Dika
101 Kunjungan Ke Rumah Orang Tua Dev
102 Tamu Keluarga Dev
103 Pertemuan Aleen Dan Ayah Kandungnya
104 Cerita Pak Gustian
105 Kekhawatiran Dev
106 Tes DNA
107 Bagaimana Bisa Hubunganku Dan Dev Hanya Kekasih Padahal Kami Sudah Menikah?
108 Rumor Kantor
109 Aleen Hamil
110 Awal Mula Sikap Diluar Nalar Dev
111 Morning Sickness
112 Drama Pagi Dev Sebelum Ke Kantor
113 Menunggu Hasil Tes DNA
114 Makan Siang Nina Dan Rey
115 Sikap Seenaknya Dev
116 Hasil Tes DNA
117 Perubahan Sikap Aleen
118 Sikap Aneh Aleen
119 Ujian Kesabaran Dev
120 Sup Daging Sapi Buatan Dev
121 Gagalnya Kejutan
122 Bos Yang Seenaknya
123 Jalan-jalan Ke Mall
124 Aleen Cemburu
125 Alasan Aleen Cemburu
126 Pengumuman Pernikahan
127 Pengumuman
128 Bonus Episode
129 Bonus Episode 2
130 Bonus Episode 3
131 Bonus Episode 4 (Selesai)
132 Novel Baru
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Perjodohan Keluarga
2
Pesta Keluarga Sulistyo
3
Rencana Jahat Diana
4
Pengumuman Pertunangan
5
Putusnya Hubungan Aleena Dan Angga
6
Pertemuan Aleen Dan Dev
7
Harapan Aleena
8
Runtuhnya Kepercayaan
9
Pertemuan Dengan Fandy Handoko
10
Terungkapnya Kebenaran
11
Ajakan Menikah
12
Putusnya Hubungan Lama
13
Rumah Baru Dev
14
Bukankah Kamu Calon Istriku?
15
Shoping
16
Terkejutnya Ibu Dev
17
Awal Hubungan
18
Rencana Menikah
19
Hari Pernikahan Dev Dan Aleen
20
Tidur Bersama
21
Makan Siang Yang Manis Dari Dev
22
Peringatan Untuk Diana
23
Kepanikan Diana
24
Pertemuan Aleen Dan Keluarga Dev
25
Makan Malam Keluarga Dev
26
Percakapan Sebelum Tidur
27
Sarapan Pagi Bersama
28
Kunjungan Diana
29
Undangan Pesta Pertunangan Diana
30
Pertemuan Aleen Dan Citra
31
Kedatangan Citra Ke Kantor Aleen
32
Memilih Gaun
33
Pesta Pertunangan Diana Dan Angga
34
Pesta Pertunangan Diana Dan Angga Part 2
35
Pesta Pertunangan Yang Berantakan
36
Makan Malam Pinggir Jalan
37
Hadiah Kejutan Dari Dev
38
Permainan Opini Publik
39
Pertemuan Angga Dan Aleen
40
Rasa Percaya Diri Angga Yang Tinggi
41
Ungkapan Hati Aleen Pada Citra
42
Air Matamu Terlalu Berharga
43
Barang Yang Berasal Dari Sampah Harus Kembali Ke Tempat Sampah
44
Terkuaknya Hubungan Aleen Dan Dev
45
Pebisnis Gila Bucin Istri
46
Rencana Jahat Diana Dan Keluarganya
47
Undangan Makan Malam Diana
48
Tentang Barang Masa Kecil Aleen
49
Makan Malam Dengan Keluarga Diana
50
Upaya Diana Menggoda Dev
51
Hancurnya Keluarga Prasetyo
52
Terbukanya Hubungan Baru
53
Terungkapnya Identitas Aleena
54
Target Mainan Dev
55
Upaya Citra Mendekati Dev
56
Makan Siang Bersama
57
Hubungan Jarak Jauh
58
Kekesalan Dev
59
Krisis Perusahaan Angga
60
Aku Suka Jika Kamu Jahat Karena Aku
61
Akhir Untuk Diana
62
Tentang Masa Lalu Dev
63
Malam Pertama Aleen Dan Dev
64
Berakhirnya Keluarga Citra
65
Percakapan Aleen Dan Alex
66
Mengunjungi Rumah Lama Dev
67
Jalan-Jalan Ke Pantai
68
Perdebatan Dev Dan Ray
69
Rencana Pengembangan Yang Bocor
70
Demo Di Kota Tua
71
Penolakan Warga Kota Tua
72
Kunjungan Aleen Ke Desa
73
Hari Pertama Aleen Di Desa
74
Upaya Aleen Meyakinkan Genta
75
Cara Aleen Mengusir Fandy Handoko
76
Menyusun Rencana Pembangunan
77
Pergi Ke Kota Bersama Genta
78
Kedatangan Dev Ke Desa
79
Menuju Kehancuran Fandy
80
Kehancuran Fandy Handoko
81
Rencana Bisnis Dev Di Desa
82
Kembalinya Lidya Derisha
83
Kepulangan Dev Dan Aleen Ke Kota
84
Makan Siang Ray Dan Nina
85
Kegelisahan Dev
86
Hari Pertama Kembali Ke Kantor
87
Bingkisan Misterius Untuk Aleen
88
Teror Untuk Aleen
89
Menggunakan Kekuasaan Sang Ayah
90
Perselingkuhan Lidya
91
Rencana Pak Aditya
92
Ungkapan Cinta Dari Dev
93
Makan Siang Aleen Dan Dev
94
KDRT Dalam Rumah Tangga Lidya
95
Obsesi Lidya Pada Dev
96
Aleen Diculik
97
Upaya Dev Menyelamatkan Aleen
98
Upaya Dev Menyelamatkan Aleen 2
99
Penangkapan Lidya
100
Rencana Pak Aditya Menjatuhkan Dika
101
Kunjungan Ke Rumah Orang Tua Dev
102
Tamu Keluarga Dev
103
Pertemuan Aleen Dan Ayah Kandungnya
104
Cerita Pak Gustian
105
Kekhawatiran Dev
106
Tes DNA
107
Bagaimana Bisa Hubunganku Dan Dev Hanya Kekasih Padahal Kami Sudah Menikah?
108
Rumor Kantor
109
Aleen Hamil
110
Awal Mula Sikap Diluar Nalar Dev
111
Morning Sickness
112
Drama Pagi Dev Sebelum Ke Kantor
113
Menunggu Hasil Tes DNA
114
Makan Siang Nina Dan Rey
115
Sikap Seenaknya Dev
116
Hasil Tes DNA
117
Perubahan Sikap Aleen
118
Sikap Aneh Aleen
119
Ujian Kesabaran Dev
120
Sup Daging Sapi Buatan Dev
121
Gagalnya Kejutan
122
Bos Yang Seenaknya
123
Jalan-jalan Ke Mall
124
Aleen Cemburu
125
Alasan Aleen Cemburu
126
Pengumuman Pernikahan
127
Pengumuman
128
Bonus Episode
129
Bonus Episode 2
130
Bonus Episode 3
131
Bonus Episode 4 (Selesai)
132
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!