Di saat mereka sudah menutup mata,
aku langsung mencoba menekan senjatanya ini tetapi mengarahkan tembakan itu jauh dari posisi kepala Genia.
Tubuh Genia semakin gemetar dengan air mata dan juga ingus yang terus mengalir tanpa henti,di tambah suara sesenggukan dari tangisannya yang sangat kencang.
Suasana yang semakin ricuh karena ditambah sorakan dari semua penjahat yang ada di sini,semua heboh menertawakan ku karena tembakan ku yang meleset dari jidat Bocah Cengeng itu.
"Percobaan pertama gagal... ayo lakukan lagi!"
"Haha... lihat Bocah itu menangis seperti seorang bayi yang bodoh!"
"Lihat bos,Bocah cengeng itu!"
ucap salah satu penjahat kepada Kelvin Stewart.
Di saat hebohnya tawa mereka yang mengusik telinga ku,tiba-tiba ada sebuah tangan yang kembali mengarahkan senjata yang ada digenggam ku pada saat ini.
Ketika aku menoleh,ternyata itu adalah Kelvin Stewart yang terus menatapku dengan sinis.Aku berpura-pura polos dan mengikuti arahan yang dia katakan.
"Genggam lah dengan lebih kuat lalu tekan ini dan seimbangkan tangan mu agar tidak mengarah ke arah yang lain ketika tolakan dari tembakan,"
jelasnya kepada ku.
Aku mendengar apa yang dia katakan dengan sangat jelas,lalu aku menganggukkan kepala ku ke arahnya.
Dia tertawa tanpa henti,di saat dia tertawa terkekeh-kekeh.Aku langsung mengarahkan senjata itu tepat di bawah dagunya dan tanpa aba-aba tembakan dari senjata ini tembus mengenai kepalanya hingga dia tergeletak tidak sadarkan diri tanpa sempat merasakan namanya sakit dari kematian.
Semua darah membasahi seluruh tubuh ku karena aku berada tepat di bawah dagunya,semua orang-orang yang bersamanya,seketika berteriak dan langsung mengarahkan senjata mereka ke arah ku dan menembak ku secara membabi buta.
Semua suara mengelegar memenuhi tempat itu,aku berusaha keras untuk menghindari semua serangan mereka yang terus mengejarku.
Aku bersembunyi di balik tong-tong yang berisi air tetapi saat aku mencium aroma dari air yang mengalir dari tong yang terkena tembakan dari para penjahat itu.
Seketika aku merasa aneh,saat aku sibuk mengendus aroma dari cairan ini.
Mata ku tertuju ke arah Genia dan juga Rafael yang berhasil bersembunyi hingga para penjahat itu tidak melihat mereka.
Para penjahat itu terus menyerang ku tanpa henti,hingga salah satu tembakan itu berhasil membuat percikan api.
Aku langsung menyadari kalau ini akan terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi,
oleh karena itu aku pun bergegas melarikan diri dari tempat yang penuh akan cairan yang mudah terbakar itu.
Aku berusaha keras melompat kesana kemari melewati segerombolan penjahat itu,di saat aku ingin melompat dari jendela atas tempat ini,tiba-tiba terdengar suara teriakan dari Rafael dan juga Genia.
"Olin! Jangan tinggalkan kami!"
teriak Rafael.
"Bocah Bau! Jangan pernah berpikir untuk pergi meninggalkan aku!"
teriak Genia bersahutan dengan Rafael yang terus berteriak meminta tolong dari ku.
Melihat kedua bocah itu terus berteriak tanpa henti,membuat telinga ku sakit dan ingin meninggalkan mereka berdua terbakar di tempat ini.
Tetapi hari nurani ku tergoyahkan,
sehingga aku pun berbalik untuk membantu mereka dengan membuka kan pintu gudang yang terkunci ini dengan paksa.
Saat pintu terbuka,semua penjahat yang terkena kobaran.Berlari keluar dari tempat ini bersamaan dengan Genia dan juga Rafael yang berhasil menghindari kobaran api itu.
Sebagian penjahat berhasil keluar dan melarikan diri,melihat mereka berlari terbirit-birit membuat ku tertawa tanpa henti.Rafael dan juga Genia terus menatap ku sinis,karena merasa aneh dengan reaksi yang aku perlihatkan saat melihat para penjahat itu berlari tunggang langgang.
Genia langsung meraih tangan Rafael,
lalu mengajaknya berlari menjauh dari ku.Aku berjalan dengan perlahan menuju ke arah jalan yang sepertinya tidak asing bagiku,karena tempat ini tidak terlalu jauh dari tempat ku pertama kali masuk ke dalam tubuh bocah kecil ini.
Tidak lama,akhirnya aku pun sampai di rumah megah dan mewah namun di penuhi oleh orang-orang yang menyebalkan.-
......................
Saat aku berjalan menuju gerbang rumah ini,aku sudah mulai merasa ada yang ganjal dari tempat ini.Karena tidak ada satu pun penjaga yang menjaga di sini.
Aku pun mengabaikan hal itu dan melangkahkan kaki ku mendekat ke arah pintu depan,saat aku membuka pintu depan rumah ini.Tiba-tiba saja Lucy berlari ke arah ku dan menampar pipi sebelah kiri ku dengan sangat kencang,
hingga tubuh ku terhempas dengan sangat kencang ke bawah lantai.
Aku sontak kaget melihat apa yang di lakukan oleh wanita licik ini,aku merasa sangat kesal dengan apa yang telah dia lakukan.Saat aku menatapnya,aku jadi semakin kesal,karena Genia dan juga Rafael hanya menatap ku tanpa ada niatan untuk membela ku.
Aku pun menatap wanita itu dengan perasaan kesal yang bergejolak.
"Apa kesalahan ku!"
ucap ku dengan tegas.
Wanita itu malah menamparku sekali lagi dengan sangat keras.
"Kau yang membuat anak ku dalam bahaya!"
teriaknya kepada ku.
Aku merasa sangat geram dengan apa yang baru saja dia katakan kepada ku saat ini,jika saja aku mengetahui akan terjadi seperti ini.Lebih baik aku meninggalkan Bocah-Bocah yang aku selamatkan dengan susah payah itu dan pergi dari tempat ini sebagai orang yang tidak beridentitas.-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments