Saat tertidur,aku bermimpi melihat diri ku sendiri yang telah menjadi mayat dengan tubuh yang berserakan karena serangan dari para serigala,di saat aku ingin menyentuh daging-daging tubuhku yang berada tepat di bawah kaki ku,tiba-tiba datang selir Ayahku yang menyiram ku dengan air hingga aku kaget dan terbangun dari tidurku.
Saat aku terbangun,aku langsung tersadar karena pada saat ini pakaianku basah kuyup,saat aku memperhatikannya ternyata air yang mengenai wajah ku di dalam mimpi itu,benar-benar terjadi di kenyataan karena Pelayan Ibu Tiri ku yang melakukan hal itu,aku menatap tajam ke arah mereka berdua lalu Lucy menjambak rambutku dengan sangat kuat dan menyeret ku menuju kamar mandi.
Entah apa yang ada di pikirannya memperlakukan ku seperti itu,di tengah tindakannya yang sangat menyakitkan itu aku mencoba untuk melepaskan genggaman tangannya yang sedang menjambak rambut ku saat ini,tetapi apa yang aku lakukan pada saat itu tidak menghasilkan apapun karena kekuatan tubuh anak ini sangatlah terbatas.
Tanpa belas kasihan,dia langsung melemparkan tubuh kurus dan kecil ini dengan sangat kasar ke arah lantai kamar mandi lalu menutup pintu kamar mandi ku dengan sangat kencang.
Aku menghela nafas ku dan bergumam.
"Haruskah aku membunuhnya saat ini juga,Bocah."
Aku pun membuka piyama ku secara perlahan,karena nanah yang terus keluar dari luka-luka yang terinfeksi di bagian punggung ku yang bahkan membuat piyama ku menempel di bagian kulit.
Sehingga aku pun meringis kesakitan,saat
aku berusaha untuk melepas seluruh busana yang menutupi tubuh ku saat ini.
Setelah itu aku pun mengusap secara perlahan, kulit yang tidak terdapat luka yang bernanah.
Dengan kain yang telah aku basahi dengan air yang mengalir,aku terus melakukan hal itu hingga aku mendengar suara ketukan dari luar pintu kamar mandi ku.
Seketika aku langsung menoleh ke arah pintu itu dan terdengarlah suara yang tidak asing di telinga ku.
"Nona,apakah anda sudah selesai?" tanyanya.
Ternyata itu suara dari Nian,pelayan pribadiku.
Aku pun menjawab apa yang dia tanyanya kan tadi,"Tunggu Sebentar."
Aku pun bergegas memakai jubah mandi ku,lalu keluar dari kamar mandi untuk segera bersiap.
"Ini baju anda Nona,"
ungkap Nian memperlihatkan apa yang telah dia siapkan untuk ku.
"Terima Kasih," sahut ku.
Dengan cepat,Nian mengobati luka ku terlebih dahulu sebelum membantuku mengunakan baju yang telah dia pilihkan untuk ku.
Saat aku melihat ke arah cermin saat Nian membantu ku mengenakan gaun mewah berkualitas tinggi itu,aku pun menatapnya dengan sangat sinis lalu menanyakan sesuatu kepadanya,
"Untuk apa aku mengunakan gaun ini,
bukankah aku sedang di hukum?"
Nian tersenyum ke arah ku lalu memeluk tubuh ku ketika semua busana yang telah dia siapkan sudah aku kenakan seluruhnya.
Aku keheranan mendengar suara tangis Nian yang tiba-tiba terdengar saat memeluk ku,aku pun mendorong tubuhnya agar dia melepaskan pelukan eratnya dari ku.
Dia pun melepaskan pelukannya lalu mengusap air matanya,aku yang melihat hal itu tidak bisa menahan diri ku untuk membantunya mengusap air matanya.
Nian menatap ku dengan penuh simpati.
"Nona ku tersayang,hukuman anda di batalkan dan Tuan Darryl ingin anda ikut makan bersama dengannya di ruang makan,"
jelasnya kepada ku dengan berlinang air mata.
Aku menatapnya dengan penuh keheranan.
"Apa lagi yang mereka rencanakan kali ini,Bocah?" gumam ku.
Nian bergegas membawa ku menuju ruang makan,tempat para orang-orang gila itu berkumpul.
Aku sudah membayangkan bagaimana tatapan Ibu dan anak itu,saat melihat ku memasuki ruang makan dan ikut sarapan bersama mereka.
Ketika aku sudah berada tepat di depan pintu ruang makan itu,Nian merapikan gaun ku terlebih dahulu sebelum membukakan pintu ruangan itu.Saat dia membuka pintu itu,dia terus tersenyum ke arah ku.
Aku pun masuk secara perlahan ke dalam sana,seketika Lucy dan Genia terbelalak menatap ku yang ikut sarapan bersama mereka untuk pertama kalinya setelah Ibu Tiri ku tinggal di sini.
Aku mengabaikan tatapan mereka dan berjalan menghampiri Darryl Edmond,Ayah ku yang telah duduk lebih dulu di tempat duduknya.
Aku pun berdiri tepat di sampingnya lalu menundukkan kepala ku dan mengucapkan salam kepadanya terlebih dahulu sebelum memilih tempat duduk ku.
"Selamat pagi,Ayah."
Ayah menganggukkan kepalanya lalu meminta ku untuk duduk tepat di sampingnya,Genia berdiri di tempat duduknya dan menunjuk ku dengan jari telunjuk nya.
"Hei,Beraninya Si Bau itu duduk di sana!"
teriaknya kepada ku.
Ayah hanya menatapnya lalu melirik ke arah Lucy,seketika Lucy dengan cepat meminta Genia turun dan duduk seperti semula.
Aku hanya diam mengabaikan kehebohan yang mereka lakukan saat itu dan menikmati makanan yang tersaji di meja makan,aku terus menyantap makanan itu dengan sangat lahap.
Tiba-tiba terdengar suara tawa dari Lucy yang seperti mengejek apa yang aku lakukan saat ini,tapi tawa itu akhirnya berhenti karena Ayah memintanya untuk menikmati sarapan pagi ini dengan tenang.
Tidak lama setelah kejadian itu,aku pun meminta izin kepada Ayah untuk keluar dari tempat ini lebih dulu dari yang lainnya.
"Ayah,bisakah saya keluar dari sini lebih dulu dari yang lain,karena saya tidak ingin mereka terganggu dengan bau busuk yang tercium dari luka-luka saya."
Darryl Edmond menyeka mulutnya terlebih dahulu dengan sapu tangan yang ada di samping piring makannya.
"Baiklah,jika itu yang kau mau,"
sahutnya kepada ku.
Saat aku ingin berjalan melewati Genia,
tiba-tiba Genia memasang kakinya agar aku tersandung dan terjatuh.Tetapi apa yang dia bayangkan tidak akan pernah terjadi karena itu adalah trik yang terlalu kekanak-kanakan untuk di hadapi oleh jiwa orang dewasa yang ada di tubuh bocah ini.
Ketika aku melewatinya,seketika aku langsung menginjak kakinya untuk memberikannya pelajaran dari tindakannya yang terus ingin menganggu ku.
Seketika Bocah Perempuan itu berteriak dan merintih,seolah-olah terlihat seperti seseorang yang sangat kesakitan atas tindakan ku pada saat itu.
Lucy mendekati ku dan menampar ku lalu mendorong tubuhku hingga aku terjatuh dan pantat ku terhempas ke lantai ruang makan ini.
Seketika Darryl Edmond berdiri dan berjalan menuju ke arah kami,aku yang berpikir dia akan membantu ku ternyata apa yang aku pikirkan tadi adalah hal yang sia-sia,karena sudah dipastikan bahwa dia lebih mengkhawatirkan anak kesayangannya dari pada anak kecil yang kurus pendek,tidak berguna dan memiliki luka di sekujur tubuhnya ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Victorfann1dehange
Cepat update dong, seru banget ni ceritanya! 🤩
2023-11-26
0