Bab 8 | Bunga Krisan

Di tengah-tengah tangisan ku yang tersedu-sedu,aku mendengar suara senandung yang bahkan berirama persis dengan yang sering di senandung oleh Ibu ku dahulu untuk menidurkan ku.

"Apakah Ibu juga bereinkarnasi untuk menemui ku?"

gumam ku.

Wanita itu mengelus kepala ku dengan sangat lembut,hingga aku tidak mampu menghentikan air mata ku yang terus terjatuh hingga membasahi pundaknya.

apakah ini benar-benar nyata?

Aku sulit menerima kenyataan jika ini hanyalah mimpi,jika ini mimpi aku tidak masalah jika aku tidak terbangun lagi.-

Karena terlalu banyak menangis,aku merasa sangat kelelahan hingga tanpa sadar aku tertidur sambil memeluk wanita yang terus bersenandung sambil mengelus-elus kepala ku dengan lembutnya.

...----------------...

Saat tertidur,aku bermimpi kembali saat berjalan bersama Ibu sambil bergandengan tangan dengannya,kami berjalan dengan sangat santainya di taman yang sering aku jadikan tempat bersembunyi untuk mengagetkan Ayah dan Ibu.

Ibu tersenyum ke arahku dengan sangat manis bahkan aku seperti melihat adanya kilauan cahaya saat dia menoleh ke arah ku,dia terlihat sangat menawan dengan wajahnya cerah bagaikan matahari dan hangatnya gandengan tangannya yang selama ini aku rindukan.

Kami berjalan sambil menikmati keindahan bunga-bunga yang bermekaran,sungguh keindahan bunga yang ada tidak bisa mengalahkan indahnya senyuman Ibu pada saat ini.

Di saat Ibu sibuk mengendus bunga yang ada tepat di depannya,aku malah mendekatkan hidung ku ke arah rambutnya untuk mengendus rambutnya yang tidak kalah harum dengan bunga yang ada di taman ini.

Dengan rambut panjangnya yang berwarna hitam pekat dan juga lembut,membuat ku tidak henti-hentinya mengelus rambutnya yang di kuncir bagaikan ekor kuda itu.

......................

Setiap kali aku mengelus rambutnya,Ibu akan menolehkan kepalanya ke arah ku.

Aku terus tertawa saat dia menolehkan kepalanya dan berpura-pura tidak mengetahui kalau aku yang mengganggunya,saat aku melepaskan tangan ku dan memalingkan wajahku.

Aku terus melakukan hal itu secara berulang-ulang.Hingga dia menangkap ku dan menggelitik perut ku yang membuat ku terkekeh-kekeh tanpa henti karena rasa gelinya.

"Hentikan Ibu!Haha... Bao-yu Capek!"

pinta ku kepadanya.

Namun tiba-tiba canda tawa yang kami lakukan tadi terhenti,karena pada saat itu Ayah berjalan melewati kami dan berhenti tepat di depan Ibu lalu menegurnya dengan nada bicaranya yang kasar dan selalu menyakiti perasaan siapapun yang mendengarnya.

"Berhentilah bermain-main!aku meminta mu melahirkan seorang anak bukan untuk menjadi seorang yang hanya suka memainkan hal yang kekanak-kanakan."

Ayah menatap Ibu dengan sangat tajam, hingga Ibu hanya bisa menunduk dan menganggukkan kepalanya saat Ayah menegurnya pada saat itu.

Aku seketika ikut terdiam dan timbul rasa bersalah melihat wajah Ibu yang memerah karena menahan kesal mendengar apa yang Ayah katakan.

Saat aku menoleh ke arah Ayah,dia langsung melengos lalu berjalan menjauhi ku dan juga Ibu yang masih menundukkan kepalanya.

Aku ingin sekali memukul kepalanya dengan batu yang ada di samping ku tetapi badan ku tidak bisa bergerak sama sekali,aku merasa seperti sebuah boneka yang tidak mampu bergerak sendiri sesuai dengan apa yang aku inginkan dan kali ini juga aku hanya bisa menonton perlakuan buruk yang Ayah lakukan kepada Ibu.

Semua perlakuan buruk yang di lakukan Ayah hanya dengan mulutnya,membuat kewarasan Ibu menjadi memburuk setiap harinya,di tambah dengan kejadian Ayah memasukkan wanita dari luar dan tanpa persetujuan pihak keluarga,dia langsung mengangkat anak dari hasil perselingkuhannya dengan wanita itu sebagai penerus keluarga kami.

Dari semua yang telah Ayah lakukan,itu adalah hal yang terburuk yang di lakukan olehnya selama hidupnya.-

Hingga Ibu menjadi putus asa dan memutuskan untuk mengakhiri nyawanya sendiri dengan meminum racun di dalam kamarnya sambil meringkuk kedinginan di tengah kesendirian yang dia rasakan.

Jika saja aku lebih peka pada saat itu,apakah aku bisa mencegah kematiannya yang di katakan sebagai takdir itu?Apakah pantas kematian dari sakit hati yang mendalam itu di katakan sebagai takdirnya?sebegitu kejam kah takdir yang harus di terima olehnya di tengah hantaman perlakuan buruk yang terus menerjang batinnya dari seseorang yang dia sayangi?-

Di saat aku memimpikan itu,tiba-tiba aku mendengar suara Ibu yang seperti memanggil-manggil nama ku dengan sangat lembut.Aku pun perlahan membuka mata ku dengan keadaan yang masih mengantuk.

Ketika mata ku sudah terbuka sepenuhnya,aku melihat ke segala arah memperhatikan dimana aku saat ini berada.Saat aku menoleh ke sebelah kiri,aku tidak bisa menahan senyum ku saat menatap siapa yang berada tepat di depan mata ku saat ini.

"Udah bangun ya,Anak Ibu.Ayo kita makan siang dulu,"

ucapnya dengan nada yang lembut dan sambil mengelus-elus kepala ku.

Aku langsung memeluk wanita yang terlihat sama persis seperti Ibu ku itu dengan sangat erat.

Karena aku masih mengira ini hanyalah mimpi,aku pun tanpa sadar mengatakan apa yang selama ini aku pendam.

"Bu,jangan tinggalkan aku lagi.Aku akan memberikan segalanya kepada mu walaupun nyawa ku yang menjadi taruhan dalam pengorbanan itu."

ucap ku kepadanya.

Tiba-tiba Aku langsung terbangun dan tidak merasa mengantuk lagi karena cubitan keras dari Ibu yang terasa sangat menyakitkan dan membekas di pipi kiri ku.

"Huh...sakitnya,"

rintih ku sambil mengusap-usap pipi kiri ku.

Saat aku menoleh untuk menatap wajahnya,Aku langsung memeluknya dan mengusap air matanya yang berlinang hingga membasahi pipinya.

"Ibu,kenapa?ada yang sakit?"

tanya ku dengan sangat khawatir.

wanita menggelengkan kepalanya dan menarik lengan ku untuk turun dari tempat tidur,aku terus membiarkan dia menarik lengan ku.

Aku pun berjalan tepat di sampingnya sambil bergandengan tangan dengannya,hangat tangannya yang selama ini aku rindukan hingga terbawa ke dalam mimpi kini aku rasakan dengan sangat nyata.

"Apakah aku boleh mengakui dia sebagai Ibu ku?Apakah kau tidak mempermasalahkan hal itu,Bocah?"

gumam ku.

Tidak lama aku berjalan mengikutinya,

akhirnya kami sampai di depan ruang makan,dimana dia sering makan sendirian di sini.

Aku pun duduk tepat di sampingnya,

dengan wajah yang terus tersenyum lebar,dia terus menjelaskan berbagai macam menu yang sudah di siapkan oleh juru masaknya hari ini.

"Ini udang bakar madu yang paling kamu sukai dulu,Ibu tiap liat masakan ini selalu kepikiran sama kamu,"

tuturnya.

Semua yang dia ucapkan terdengar sangat tidak nyata,bahkan aku sengaja menekan luka-luka ku untuk memastikan apakah ini benar-benar nyata atau hanya sebuah mimpi yang indah.-

Aku berusaha mengatur ekspresi ku agar tidak memperlihatkan perasaan yang sebenarnya aku rasakan,semua yang ada di sini terasa sangat nyaman hingga aku hampir saja terhanyut dan melupakan tujuan utama ku berada di tubuh bocah ini.-

Setelah selesai menyantap makan siang,

Ibu mengajak ku ke rumah kaca,tempatnya menanam berbagai macam bunga kesayangannya di sana.

Ketika sudah masuk ke dalam sana,

aku berdecak kagum melihat berbagai macam bunga-bunga yang ada di sini.

Semuanya terlihat sangat indah hingga membuat mata ku terhipnotis untuk terus mengagumi semua bunga-bunga itu.

Ibu menoleh ke arah ku dan tersenyum lebar saat menatap ku mengagumi semua bunga-bunga yang dia tanam di sini,ketika aku ingin menyentuh salah satu bunga yang tidak asing bagiku.

Tiba-tiba Ibu memanggil ku,untuk menghampirinya.

"Olin,kemari lah.Ada yang ingin Ibu perlihatkan kepada mu!"

Aku pun berlari dengan cepat untuk menghampirinya,hingga aku hampir saja  tersungkur karena tidak sengaja tersandung oleh batu yang tergeletak di taman.

Ibu langsung menoleh ke arah ku dan memarahi ku,

"Makanya hati-hati,di sini banyak batunya."

"Haha Iya bu,Ibu ingin perlihatkan apa,sih?" tanya ku kepadanya.

Aku menatap ke arahnya dengan sangat serius,apa yang sebenernya yang ingin dia perlihatkan.Saat dia bergeser dan meminta ku untuk berjongkok di sampingnya.

Saa dia menarik keluar pot bunga yang tertutup oleh bunga-bunga yang lain itu,

Seketika aku mundur dari bunga yang ada di hadapan ku saat ini.

Wanita itu menatap ku dengan penuh keheranan.

"Kamu kenapa,Olin?"

ucapnya kepada ku dengan penuh keheranan.

Bunga yang baru saja aku lihat adalah Bunga Krisan,bunga krisan adalah bunga yang aku tanam khusus untuk Ibu ku dahulu.Bunga krisan juga melambangkan umur panjang. Sesuai dengan Teori Pengobatan Tiongkok kuno,teh krisan adalah obat yang bagus untuk menyembuhkan panas dalam dan demam.-

Dulu aku sengaja menanam itu untuk Ibu yang sering kali demam ketika malam hari,tetapi pada akhirnya aku sangat membenci bunga yang melambangkan umur panjang itu,di sebabkan artinya hanyalah sebuah kebohongan karena Ibu ku tetap saja meninggal.-

Terpopuler

Comments

Muji Atika

Muji Atika

thorr aku bingungg kali thorr. mc ini perempuan atau kali laki thor? di sinopsisnya di wanita tapi pas di flasback katanya putra ( bab 8) trs habis transmigrasi ini kadang dipanggil nona kandang juga dipanggil tuan muda, trs dipanggil putra pernah ma bapknya. bingung jadinya thor/Slight//Slight/

2023-11-30

2

Wesal Mohmad

Wesal Mohmad

Nggak bisa berhenti!

2023-11-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!