Kesadaran ku perlahan kembali,dengan
kaki dan juga tangan ku yang tidak bisa di gerakan sama sekali,di tambah rasa nyeri di kepala bagian belakang ku.
Penglihatan ku juga perlahan-lahan membaik,hingga akhirnya aku bisa melihat dengan sangat jelas.Tapi aku masih dalam keadaan bingung dengan situasi yang terjadi saat ini,mata ku juga terus menatap ke segala arah.
Hingga aku tidak sengaja melirik ke arah samping ku,yang ternyata itu adalah Rafael Gerald dan juga Genia yang terikat bersama dengan mata dan juga mulut mereka yang di tutupi oleh kain yang cukup tebal.
Aku sontak ingin menghampiri mereka,
tetapi saat aku ingin berteriak memanggil mereka berdua.Ternyata aku baru menyadari kalau kaki dan tanganku juga sedang terikat,ditambah mulut ku yang di tutupi oleh sesuatu yang lengket berwarna hitam pekat.
Aku berusaha untuk melepas ikatan tangan ku yang mengarah ke arah belakang ini,aku terus berusaha hingga akhirnya usaha ku berbuah manis.
Karena ikatan yang ada di tangan ku,
akhirnya terlepas.
Saat aku ingin melepas ikatan kaki ku,
tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki yang cukup keras,langkah kaki yang berjalan menuju ke arah ruangan ini.
Dengan cepat Aku langsung kembali melilitkan tali yang aku lepaskan di bagian kaki ku tadi dan juga mengarahkan tangan ku kembali ke arah belakang punggung ku,agar tidak di curigai oleh orang jahat itu.
Aku juga menutup mata ku,hingga terlihat seperti seseorang yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Di saat aku berusaha untuk tidak ketahuan oleh orang-orang jahat ini,
aku malah mendengar suara teriakan dari Genia yang sepertinya penyumpal mulutnya telah di lepas.
"Tolong!Ayah!Ibu.... Tolong!"
teriaknya dengan sangat keras.
Di saat dia berteriak dengan paniknya,
semua orang jahat yang ada di sini malah menertawakan apa yang di lakukan oleh Genia.
"Haha... Teruslah berteriak,Bocah!"
"Sini aku bantu.Ibu,anak mu butuh bantuan!Haha."
"Haha,Bocah bodoh... Sampai kapan kau ingin berteriak seheboh itu."
Setelah berteriak dengan sangat kencang,
setelahnya dia menangis dengan tersedu-sedu hingga terdengar suara tamparan yang cukup keras dari arah Genia,aku semakin ingin membuka mata ku dan memastikan bagaimana keadaan Genia saat ini.
Saat aku di terjang oleh rasa penasaran,
tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing di telinga ku,suara dari seseorang yang paling tidak ingin aku temui itu.
Awalnya aku mengira itu bukanlah orang itu tapi saat aku mendengar Genia memanggil nama orang itu.
"Pak Stewart,lepaskan saya..."
tutur Genia dengan lirih.
Aku seketika membuka mata ku,saat mendengar Genia memanggil nama orang itu.Karena aku terbangun,semua orang jahat itu pun sontak menolehkan pandangan mereka ke arah ku.
Mereka langsung beralih ke arah ku,Aku mendongakkan leher ku untuk menatap mereka yang berdiri tepat di depan ku,untung saja aku sempat melilit kaki dan tangan ku hingga terlihat terikat seperti sebelumnya.
Mereka menatap ku dengan sangat sinis,
dan menarik lengan ku lalu menyeret ku tepat di depan Genia.Untung saja aku menahan pergelangan tangan ku dengan baik hingga lilitan ini tidak terlepas saat mereka menyeret ku.
Ketika aku sudah berada tepat di depan Pria itu,dia mendekatkan wajahnya ke arah wajah ku hingga hanya menyisakan sejengkal dari wajahnya.Ikatan yang hanya aku lilit tadi pun di lepaskan oleh salah satu orang yang bersama Kelvin Stewart.
Dengan tangan yang telah terlepas tadi,
mereka malah meletakan dengan sengaja senjata yang sedari tadi mereka pegang.
Senjata yang fungsinya sama seperti panahan,namun berbeda bentuk dan tidak memiliki anak panah tetapi benda ini memiliki sesuatu di dalamnya yang di beri nama oleh mereka sebagai peluru.-
aku di minta oleh mereka,untuk menggenggam benda yang cukup menarik ini.Tangan ku yang terus gemetar,menjadi olok-olokan semua orang-orang jahat ini.
Tetapi yang tidak mereka sadari apa yang mereka lakukan saat ini akan berdampak buruk kepada mereka,karena gemetaran yang mereka lihat dari tangan ku saat ini adalah perasaan kesal karena tangan ku terus di genggam oleh tangan penjahat yang kotor bagaikan hewan pengerat yang menjijikkan itu.-
Di saat mereka terus terkekeh-kekeh, saat melihat ku mengarahkan senjata ini tepat di jidat Genia.Genia menatap ku dengan air mata yang tiada hentinya yang bahkan membuatnya
mengeluarkan ingusnya.
Entah kenapa aku malah ingin tertawa saat menatap wajah Genia yang menyedihkan itu,bahkan pada saat dia memohon-mohon kepada ku.
Karena aku sudah sangat kesal dan muak dengan celotehan para penjahat ini.
Aku pun meminta Genia dan juga Rafael yang matanya telah di buka oleh para penjahat,untuk kembali menutup kedua mata mereka.-
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments