Bab 13 | Karma

Keesokan harinya,sebelum Nian tiba.

Aku sudah terbangun lebih dulu dan membuka kamar ku yang aku kunci semalam.

Setelah aku melakukan itu,terdengarlah suara Nian dari luar pintu kamar ku.

"Nona,apakah anda sudah bangun?"tanyanya.

"Iya," jawab ku singkat.

Nian pun segera masuk dan dia memasang wajah yang cukup terkejut melihat ku dalam keadaan baik-baik saja dan juga mengenakan piyama yang berbeda dengan yang sudah dia siapkan semalam.

Aku mengabaikan tatapannya,dan hanya berfokus untuk melepas pakaian ku untuk bergegas mandi.Setelah membersihkan tubuh ku dengan handuk yang basah,aku kembali mencari obat oles ku tapi aku menepuk jidat ku karena baru teringat semalam obat itu sudah aku buang setelah mengetahui kalau obat oles itu di tukar oleh Nian.

Jadi aku hanya bisa mengobati luka ku dengan beberapa obat tetes,dan membungkusnya mengunakan perban agar nanah dari luka itu tidak mengenai baju ku lagi.

Setelah selesai,aku bergegas keluar dari kamar mandi ku dan ketika aku keluar sudah ada Jack yang menunggu ku di dalam kamar ku bersama dengan Nian.

Jack tersenyum ke arah ku dan meletakan sesuatu di atas tempat tidur ku.

"Ini seragam anda,Nona,"ucapnya kepada ku.

Aku menganggukkan kepala ku ke arahnya dan menjawabnya.

"Terima kasih,Jack."

Ketika Nian membantu ku mengenakan seragam itu,Jack masih berdiri tepat di depan pintu kamar ku hingga aku sudah selesai bersiap.

Kehadirannya membuat ku sedikit lebih tenang,karena Nian tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh jika ada pria ini.

Setelah aku selesai bersiap,Jack langsung mengulurkan tangannya ke arah ku.Aku hanya terdiam dan menatap tangannya,dia tertawa melihat ekspresi ku dan tanpa aba-aba dia langsung meraih tangan ku dan menggandengnya.

Aku terkejut dengan apa yang dia lakukan tetapi aku tidak ingin bereaksi terlalu berlebihan di depannya,jadi aku segera menenangkan diri ku dan mengikutinya menuju ke arah ruang makan.

Ketika kami sudah tiba di depan pintu ruang makan,dia mengetuk pintu dan mengatakan bahwa aku sudah tiba.

Setelah Jack mengatakan itu,suara Darryl terdengar dari dalam,meminta ku untuk segera masuk ke dalam sana.

Jack pun membuka pintu itu,saat pintu itu terbuka.Terlihatlah Lucy yang terbelalak menatap ke arah ku karena mengenakan seragam sekolah yang sama dengan anaknya.

Wanita licik itu langsung berdiri dan menunjukkan jarinya ke arah ku dengan ekspresi yang kesalnya.

"Ke-kenapa anak ini menggunakan seragam yang sama dengan Genia?"

tanyanya kepada Darryl dengan sedikit terbata-bata.

Darryl menggeser kursi yang ada di sebelahnya untuk menjadi tempat duduk ku,setelah aku sudah duduk barulah dia menjawab yang di tanyakan oleh Lucy.

"Olin,sudah cukup umur untuk bersekolah jadi aku menyekolahkannya,

apa kau ada masalah tentang hal itu?"

Lucy sontak kaget mendengarkan apa yang baru saja di katakan oleh suaminya,seketika dia menangis tersedu-sedu dan memeluk Genia dengan sangat erat.

Darryl menghela nafasnya dan menghampiri mereka berdua.

......................

Lagi-lagi aku harus melihat drama murahan itu di pagi hari yang cerah ini,

karena tidak ingin melihatnya,aku pun menyantap makanan yang ada di depan ku dengan lahapnya dan setelah itu pamit untuk keluar dari ruangan ini kepada Darryl di saat mereka masih sibuk berpelukan.

"Ayah,Saya sudah selesai.Jadi bolehkah Saya keluar lebih dulu?"

tanya ku kepadanya.

Darryl hanya menganggukkan kepalanya karena dia masih sibuk menenangkan Lucy yang masih saja menangis seperti bayi dewasa yang bodoh.

Di saat aku sudah keluar dari ruangan itu,Bocah yang menyebalkan itu pun ikut menyusul ku dan merangkul bahu ku.

Aku berusaha melepaskannya tetapi tenaga dari tubuh ini tidak mampu melakukannya karena tubuh Genia lebih besar dariku dan tidak bisa di pungkiri kalau dia juga jauh lebih kuat dari tubuh Bocah ini.

Aku menatap sinis ke arah Genia yang terus merangkul ku,Genia menoleh ke arah ku dan mengejekku dengan menjulurkan lidahnya seperti seekor anjing.

Saat aku berjalan bersama Bocah Bodoh ini,Jack sudah menunggu kami di depan pintu utama sambil memegang dua buah tas di kedua tangannya.

"Hei Jack,dimana tas ku?"

tanya Genia.

Jack langsung menyerahkan salah satu tas yang ada di tangannya,saat tas itu sudah di sambut oleh Genia.Genia langsung menarik tas yang lainnya dan melemparkan tas itu ke arah ku,Aku seketika terkejut saat menyambut tas ku.

Jack menatap ku dengan penuh khawatir dan aku menggelengkan kepala ku ke arahnya untuk mengatakan bahwa aku baik-baik saja.

Setelah itu,Genia juga melemparkan tasnya ke arah ku,Jack yang melihat hal itu langsung ingin membantu ku tetapi Genia mencegatnya dan mengancamnya, hingga Jack hanya bisa menundukkan pandangannya dan terpaksa mengabaikan ku.

Aku juga tidak terlalu memikirkan apa yang dilakukan oleh Genia,karena aku adalah jiwa wanita dewasa yang tidak mungkin tersinggung hanya karena tingkah laku dari anak kecil ini.–

...----------------...

Karena sudah mendekati jam 8 pagi,

Jack pun meminta kami bergegas masuk ke dalam mobil agar Pak Sopir bisa mengantarkan kami sebelum jam masuk sekolah tiba.

Kami pun masuk ke dalam sana,dengan posisi ku ada di sebelah kanan dan Genia ada di arah sebaliknya.

Saat di dalam mobil,Genia terus meminta ku melakukan sesuatu.Seperti

memijat kakinya,menyisir rambutnya bahkan dia juga meminta ku untuk mengikat tali sepatunya.

Dari semua yang dia lakukan kepada ku,

tiba-tiba terlintas di pikiran ku.Semua perintah yang tidak masuk akal,yang aku pinta kepada Ming hao,bawahan ku yang mengkhianati ku itu.

Aku bahkan meminta hal yang tidak masuk akal kepadanya,karena kami sudah bersama sedari kecil.Jadi aku sering meminta hal yang kekanak-kanakan hanya untuk memuaskan diri ku sendiri.

Dan ada hal yang paling keterlaluan,dari semua yang aku perintahkan kepadanya nya.-

Aku memintanya untuk menangkap kan ku seekor bayi serigala yang ada di hutan terlarang,aku meminta itu kepadanya hanya karena aku baru saja membaca sebuah buku cerita yang berkaitan dengan seekor serigala yang baik hati sehingga aku jadi sangat ingin  memeliharanya.-

Karena tidak sanggup menolak perintah dari ku,dia pun melakukan hal itu hingga salah satu jari kakinya di gigit oleh serigala hingga putus.-

......................

Aku jadi mengerti kenapa dia sangat dendam terhadap ku,semua hal yang aku pinta kepadanya terlalu berlebihan dan jauh dari kata wajar.-

"Kalau aku menjadi dirinya,mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan.Bahkan lebih brutal dari yang dia lakukan kepada ku,"

gumam ku.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!