Darryl Edmond menarik lengan ku agar aku bangkit dari posisi ku saat ini,aku hanya menundukkan pandangan ku dan berdiri dengan wajah yang memerah di karenakan malu atas tindakan yang baru saja aku lakukan.
Saat aku berdiri,Ayah bocah ini duduk kembali di kursi kerjanya dan menatap tajam ke arahku lalu menghela nafasnya yang membuat ku semakin mengingat apa yang baru saja terjadi.
Aku berusaha menenangkan diri ku dan membalas tatapannya,Setelah dia puas menatap ku,dia pun mulai melanjutkan pekerjaannya bersama dengan Jack,asisten pribadinya.
Sambil menandatangani berkas-berkas pekerjaannya,dia pun mengajak ku mengobrol dengan pandangan yang tetap fokus ke arah lembaran kertas di atas mejanya.
"Bagaimana kabar mu?"
tanyanya dengan nada datar.
"Baik,terima kasih,"
jawab ku sambil melihat pergerakan tangannya yang cekatan itu.
"Apakah ada yang kamu inginkan saat ini?" tanyanya lagi kepada ku.
Mendengar apa yang baru saja dia ucapkan tadi,tiba-tiba terlintas dipikiran ku untuk meminta izin bertemu dengan Ibu kandung dari Bocah ini,karena aku ingin mengetahui segala hal tentang Gadis Kecil yang menyedihkan ini.
Aku menatapnya dengan sangat percaya diri tanpa ada rasa takut sedikit pun.
"Bolehkah Saya meminta izin untuk menemui Ibu kandung saya?"
tanya ku kepadanya.
Seketika dia menghentikan pekerjaannya lalu menoleh ke arah ku,aku yang pada saat itu melihat reaksinya yang seperti kaget mendengar apa yang baru saja aku katakan.
Seketika membuatku langsung berpikir untuk tidak terlalu berharap,karena dia terlihat seperti tidak akan memberikan izin atas apa yang baru saja aku pinta itu.
Di saat aku sudah pesimis dengan apa yang akan dia katakan,tiba-tiba aku mendengar sebuah kata yang keluar dari mulutnya,ucapan yang membuat ku kaget dan tidak mempercayai apa yang baru saja aku dengar.
"Baiklah,Aku mengizinkan mu tapi pastikan kalau kau pulang sebelum jam makan malam,"
jawabnya.
Aku sontak kaget dengan jawaban yang baru saja keluar dari mulutnya itu,sungguh tidak aku sangka jika dia akan mengiyakan apa yang aku inginkan tanpa adanya penolakan sedikit pun.
Setelah mengatakan itu,Darryl meminta Jack untuk menyiapkan mobil yang akan aku gunakan untuk mengunjungi Ibu Kandung bocah ini.Jack tersenyum ke arah ku lalu menelpon seseorang mengunakan handphonenya.
Aku masih berdiri menunggu Jack menyelesaikan panggilan teleponnya,saat aku fokus menatap ke arahnya.
Tiba-tiba Jack tersenyum ke arah ku lalu mengajak ku untuk ikut bersamanya.
"Mari Nona,Saya akan mengantarkan anda menuju mobil yang telah saya siapkan khusus untuk anda,"
tuturnya.
Aku langsung menganggukkan kepala ku saat mendengarkan apa yang dia katakan tadi,aku pun berjalan tepat di belakang pria ini.Dia berjalan selaras dengan ku,tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.
Saat kami berjalan melewati ruang tamu,
tiba-tiba muncul bocah menyebalkan yang paling tidak ingin aku temui saat ini,Dia menatap ku dengan tajam lalu menjulurkan lidahnya untuk mengejek ku dan setelahnya dia langsung menarik lengan Jack untuk ikut dengannya.
Jack menatap ku dengan senyumnya yang canggung,dia terlihat seperti bingung harus melakukan apa kali ini.
Di satu sisi dia bingung menolak permintaan dari bocah bodoh itu dan di satu sisi dia ingin melanjutkan tugasnya mengantarkan ku hingga masuk ke dalam mobil.
Melihatnya kebingungan seperti itu,membuatku mengalah dan memalingkan wajah ku dari mereka berdua lalu berjalan menuju pintu keluar.
Saat tangan ku sudah menyentuh gagang pintu dan ingin membukanya,tiba-tiba terdengar suara dari luar pintu ini,suara yang membuat jantung bocah ini berdegup dengan sangat kencang.
Aku bingung dengan keadaan ku saat ini,
suara debaran ini bahkan bisa aku dengar dengan sangat jelas,saat aku membuka pintu seketika aku melihat dengan jelas wajah Bocah laki-laki berambut Coklat bagaikan Karamel yang pernah aku lihat saat dia bermain kejar-kejaran bersama Genia,ketika aku sedang menjalani hukuman yang di berikan oleh Darryl Edmond.
Dengan matanya yang juga berwarna Coklat yang sedikit pudar terlihat sangat indah di tambah dengan senyuman manis dari Bocah laki-laki yang mengemaskan ini,tinggi Bocah ini sama dengan ku yang bisa di perkirakan mungkin dia juga berumur 10 tahun sama seperti bocah ini.
Dia melirik ke arah ku lalu memeluk ku dengan sangat erat,seperti seseorang yang sangat merindukan bocah ini.
Saat dia masih memeluk erat tubuh ku,Genia melepaskan pelukannya dari ku lalu mendorong tubuh ku hingga aku terhempas jatuh ke lantai.
Aku terkejut saat dia melakukan hal yang tiba-tiba itu kepada ku,seketika Jack langsung berlari untuk membantu ku berdiri bersama dengan Bocah laki-laki itu.
Saat aku sudah berdiri,Bocah itu menghampiri Genia dan memarahinya.
"Kamu jahat Genia!Aku ga suka gadis yang kasar!"
ucapnya tegas kepada bocah menyebalkan itu.
Genia kelabakan untuk merespon apa yang di katakan oleh bocah itu.
"Maafkan aku,aku salah.Ayolah jangan marah lagi kepada ku,"
ungkap Genia sambil menggenggam tangan Bocah itu.
Tetapi Bocah Laki-laki itu tetap memalingkan wajahnya dan enggan untuk menatap wajah Genia,saat Genia terus membujuknya,tiba-tiba mata ku melihat ke arah bros yang terletak di dada kiri Bocah laki-laki itu.Bros yang sama saat aku pertama kali bangun di tubuh bocah ini.
Sebuah bros yang terbuat dari emas dan bergambar bunga melati yang sama persis dengan yang aku temukan tergeletak di tanah yang tidak jauh dari tempat ku terikat di pohon.
"Apa dia juga ada hubungannya dengan kejadian bocah menyedihkan ini terikat di pohon?"
gumam ku.
Tetapi aku tidak ingin terlalu memikirkan hal itu,karena pada saat ini Jack masih menunggu ku untuk mengantarkan ku menuju mobil yang sudah dia siapkan.
Dari pada melihat drama kekanak-kanakan yang di perlihatkan oleh kedua bocah menyebalkan ini,lebih baik aku bergegas berangkat menuju tempat Ibu kandung Theoline sebelum jam makan siang agar tidak pulang terlalu malam nantinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments