Bab 16 | Sejarah ku

Keesokan harinya,sepulang dari sekolah.

Lucy memerintahkan ku untuk mengikuti les bersama dengan Genia yang tingkatan materi pembelajaran berbeda jauh dari ku.

Tapi entah kenapa,wanita licik ini bersikeras memerintahkan ku untuk ikut les bersama anak kesayangannya.Sehingga terlihat sekali kalau wanita ini memiliki niat yang terselubung dari perintah yang dia katakan saat ini.

Dia seperti ingin memperlihatkan kepada semua orang termasuk suaminya.Kalau Genia lebih unggul dan pantas di panggil sebagai keluarga Edmond bukannya aku,bocah kecil yang baru ingin menempuh pendidikan ini.-

Tetapi dia tidak mengetahui kalau jiwa di dalam tubuh Bocah Kecil ini bukanlah jiwa bocah yang berumur 10 tahun lagi, tetapi Wanita Dewasa yang berumur 28 tahun.Seseorang yang telah melewati berbagai macam permasalahan,yang berkaitan tentang ahli waris dan juga peperangan.-

Karena itu,aku pun menerima apa yang dia perintahkan kepada ku saat ini.

Aku melangkahkan kaki ku menuju ruangan yang sudah di siapkan oleh Lucy sebagai tempat les anaknya itu.

Aku pun berjalan menuju ruangan itu,

sambil melewati lorong-lorong yang di penuhi oleh pelayan yang sibuk membersihkan tempat ini.

Ketika aku melewati mereka dengan tatapan mata yang serius tetapi berjalan dengan langkah kaki kecil yang mengemaskan,sehingga terdengar bisikan dari para pelayan yang penuh akan pujian tentang keimutan ku.

"Hah... liat Nona Muda,ya ampun imut sekali!"

"Iya,astagah.Pipinya!"

"Liat... Liat,imutnya langkah kakinya!"

Aku yang mendengarkan apa yang mereka katakan,membuat wajah ku memerah karena tersipu malu,yang di sebabkan oleh celotehan dari para pelayan wanita itu.-

Karena tidak tahan lagi,aku pun berlari menuju ke arah ruangan yang di beritahukan oleh Lucy tadi.Setibanya aku di depan ruangan itu,aku langsung mengetuk  pintunya dan terdengarlah suara seorang pria dewasa dari dalam ruangan itu,suara yang tidak asing di telinga ku.

Saat pintu ini terbuka,seketika aku tertegun menatap ke arah orang yang membukakan pintu ruangan ini.

Dia juga sontak terkejut melihat ku,

karena pada pertemuan kami yang pertama dia telah menghina ku sebagai kaum rendahan.

Aku berusaha berperilaku sebaik mungkin hari ini,tetapi aku tidak ada niatan untuk mengungguli Genia secara terang-terangan.Karena jika aku memperlihatkan perlawanan secara jelas.Mungkin ketenangan yang baru aku dapatkan untuk saat ini,akan berakhir dan berganti menjadi simulasi neraka yang di ciptakan oleh wanita licik itu.-

...----------------...

Seseorang yang terlihat persis seperti

Ming hao itu pun menundukan kepalanya,dan mengucapkan salam kepada ku.

"Selamat sore,Nona Muda,Theoline Edmond."

Aku yang melihatnya mengucapkan salam seperti itu kepada ku,membuat ku semakin teringat dengan pria yang mengakhiri hidup ku.-

Karena melihat kehadirannya,

membuat ku tidak ingin mengikuti les yang di perintah oleh Lucy,Genia yang sudah ada di dalam ruangan itu,terus saja Berteriak-teriak memanggil nama ku.

"Olin... Olin... Theoline!"

Aku yang pada saat itu sedang terdiam menatap seseorang yang mirip Ming hao,langsung tersadarkan oleh teriakan Genia.Yang membuat ku bergegas berlari untuk menghampirinya.

Ketika aku sudah berdiri tepat di sampingnya,dia pun membantu ku untuk naik di atas kursi yang cukup tinggi itu.

Setelah aku duduk di kursi tepat di sampingnya,aku pun mulai menyimak materi pembelajaran yang mau tidak mau harus aku simak karena sudah terlanjur duduk di tempat ini.

Pria itu tersenyum ke arah ku tetapi aku enggan untuk membalas senyuman itu,

sehingga aku langsung memalingkan wajah ku darinya.

"Karena Nona Muda Theoline Edmond murid baru jadi Saya akan mengenalkan diri Saya terlebih dahulu,sebelum melangkah ke arah pembelajaran Kita.Jadi perkenalan nama Saya Kelvin Stewart,

Saya guru sejarah yang di rekomendasi oleh Kepala Keluarga Gerald."

"Ya... Okey,kita akan memulai kelasnya sekarang,"

tambahnya setelah memperkenalkan dirinya.

Aku tidak terlalu ingin memperhatikan apa yang di jelaskan oleh orang itu,aku hanya fokus mencoret-coret buku yang ada di depan ku dengan pena yang di berikan oleh Genia.

Genia yang melihat ku tidak terlalu ingin memperhatikan pembelajaran saat ini,

semakin memperbaiki postur tubuhnya yang membuat ku sontak menoleh ke arahnya,karena dia terlihat sangat tegang seperti orang yang menahan buang air besar.

Melihat Genia yang bersikap seperti itu,

membuat Kelvin mendatangi Genia dan memuji-mujinya tanpa henti,yang membuat bocah itu semakin memperlihatkan keseriusannya dalam belajar.

Setelah memuji Genia,dia mengalihkan pandangannya dari Genia dan menoleh ke arah ku dan lagi-lagi dia menatap ku dengan tatapan sinis nya yang terlihat sama persis dengan yang dia lakukan saat aku berada di bar pada saat itu.

Dia berjalan mendekati meja ku dan menghentakkan telapak tangannya dengan cukup keras ke arah meja ku.

"Sepertinya anda merasa bosan,Nona Muda?"

tanyanya dengan nada yang seolah-olah seperti mencibir ku.

Aku mendongakkan leherku,untuk menatap wajahnya.

"Ya,karena cara mengajarmu sangat payah.Jadi bisakah kau mempercepatnya?"

jawab ku sambil melontarkan pertanyaan kembali kepada nya.

Pria itu pun menghela nafasnya dan tersenyum ke arah ku,lalu melanjutkan pembelajarannya hingga tiba di sejarah Dinasty China.

Aku yang dari tadi tidak tertarik akan materi pembelajarannya,kini mendengarkan apa yang dia jelaskan.

"Pada Dinasti China,kita belajar bagaimana buruknya dampak minuman keras bagi tubuh.Yang bisa kita ambil contohnya ialah dari Seorang Panglima Perang yang paling di takuti pada masa nya tetapi sayangnya,kehebatannya berakhir karena berada di bawah pengaruh arak yang dia minum,"

jelasnya kepada kami berdua.

Genia yang mendengarkan hal itu,

seketika tertarik dan melontarkan pertanyaan yang cukup sensitif tentang Panglima itu,sedangkan orang yang mereka bicarakan sebenarnya berada di ruangan yang sama dengan mereka berdua.-

......................

"Dan bagaimana dia di konfirmasi telah meninggal tetapi mayatnya tidak di kuburkan?apakah dia hanya menghilang saja?"

Aku yang mendengarkan apa yang di tanyakan oleh Genia saat ini,

langsung menolehkan pandangan ku kepada Kelvin Stewart yang memikirkan hal itu dengan wajah yang sangat serius.

"Pertanyaan yang luar biasa,tetapi sudah di konfirmasi kalau Jendral  Bao-yu,Panglima perang paling di takuti itu.Benar-benar sudah meninggal karena salah satu pengawal keluarga jendral, menemukan sebuah lembaran foto Ibu kandung Jendral Bao-yu yang penuh akan darah sehingga sudah di pastikan kalau Sang Jendral sudah tiada pada saat itu,"

jelasnya kepada Genia.

Genia yang mendengarkan apa yang di jelaskan oleh orang itu,semakin membuatnya penasaran sehingga dia sekali lagi bertanya tentang kematian ku.

"Jadi Sang Panglima Perang itu,

meninggal karena di bunuh atau di santap oleh binatang buas,Pak Stewart?"

Aku yang dari tadi hanya terdiam menatap mereka sambil mendengarkan apa yang mereka bicarakan,karena aku sangat tidak ingin membahas rasa sakit dari pengkhianatan dari bawahan ku itu,di tambah wajah sang pelaku malah muncul kembali di kehidupan ku kali ini.-

Genia terus menunggu jawaban dari orang itu,tetapi dia malah tertawa melihat mimik wajah Genia yang terus menanti jawabannya itu.

"Haha... Sepertinya jam mengajar saya sudah selesai Nona Genia Edmond,jadi saya akan menjawab pertanyaan yang anda lontarkan tadi di pertemuan kita selanjutnya,"

ucap Kelvin Stewart kepada Genia.

Genia yang dari tadi sudah sangat penasaran,seketika memasang wajah kecewa.Karena jam mengajar Pak Stewart terasa terlalu cepat baginya,

sehingga membuatnya harus menahan rasa penasaran itu,di pertemuan selanjutnya yang lebih tepatnya minggu depan.

......................

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!