Saat Pria itu keluar dari kamar ini,
pelayan itu perlahan mendekat ke arah ku sambil membawa kotak yang berisi obat-obatan yang bisa membantu mencegah luka ku menjadi semakin parah.
Aku menatap ke arah pelayan itu dengan sangat sinis,sehingga dia merasa sangat tidak nyaman dan tidak sengaja menekan luka ku hingga aku merintih kesakitan.
Seketika dia langsung bersujud dan memohon ampun kepada ku.
"Maafkan saya Nona,maafkan ketidaksengajaan yang telah saya lakukan," ucapnya secara berulang.
Aku menepuk bahunya dan mendekatkan wajah ku ke arahnya lalu mengucapkan sesuatu kepadanya,
"Aku akan memaafkan mu jika kau memberitahu ku semua tentang anak ini."
Dia pun mengangkat kepalanya lalu menatap ku dengan penuh keheranan.Tatapan yang penuh kebingungan itu tidak berlangsung lama,karena saat dia melihat ekspresi ku yang sangat serius menantikan informasi darinya.
Dia pun memberitahu ku segala hal tentang anak ini,hingga membuat ku merasa sangat kasihan dan iba akan kondisi Gadis Kecil menyedihkan ini.
Aku pun menatap keluar jendela lalu berjalan perlahan menuju cermin untuk kembali memperhatikan wujud dan paras ku yang tetap terlihat asing bagiku tetapi kami memiliki kesamaan dari warna rambut yang hitam pekat bagaikan arang bahkan bekas luka yang sama-sama terletak di bagian alis sebelah kiri dan juga mata berwarna abu-abu yang penuh kekosongan.
"Jadi Nama ku adalah Theoline Edmond yang terlahir dari seorang wanita bangsawan yang bernama Leticia Ballard yang kini di duga mengalami gangguan kejiwaan lalu orang-orang memiliki rambut warna merah itu adalah Ibu tiri dan Kakak tiri ku yang bernama Lucy Bernard dan Genia Bernard dan wanita itu juga memiliki anak laki-laki yang akan yang di tetapkan menjadi pewaris,"
ucap ku mengulang semua yang di katakan oleh pelayan itu.
Pelayan itu pun menganggukkan kepalanya lalu menunduk.
"Iya,benar Nona," jawabnya.
"Dan Kau,siapa nama mu?"
tanya ku kepada Pelayan itu.
"Nian,Nona."
jawabnya dengan kepala yang masih menunduk.
Aku pun berpaling dari cermin yang aku tatap sejak tadi dan berjalan mendekat ke arah Nian yang masih menundukkan kepalanya.Ketika aku sudah berada tepat di depan wajahnya,aku pun mengangkat wajahnya dengan jari telunjuk ku agar dia menatap ke arah ku.
Ketika dia sudah menatap wajahku,aku langsung memperlihatkan bagaimana mata berwarna abu-abu ini menunjukan ambisinya,seketika Nian kembali bersujud ke arah ku dengan tubuh yang gemetaran seperti seekor tikus yang ketakutan di depan kucing yang ingin memangsanya.
Kemampuan menunjukan ambisi di balik mata berwarna keabuan penuh kekosongan ini,hanya aku yang mampu menguasainya setelah kakek dari pihak Ibu.Bahkan Ibu ku yang seorang Nyonya besar di keluarga jendral yang terkemuka saja tidak mampu menunjukan Perilaku teritorial untuk mengendalikan apa yang terjadi di rumahnya.
Dan dia hanya diam menahan rasa sakit, dari hinaan selir yang di bawa oleh Ayahku pada saat itu.Sungguh pemandangan yang membunuh ku secara perlahan.Tetapi pada akhirnya aku memutuskan untuk membunuh Kakak Tiri ku saat dia berumur 15 tahun dan umur ku pada saat itu lebih muda 2 tahun darinya,dengan sekuat tenaga aku melakukan hal itu agar bisa menjadi satu-satunya pilihan untuk menjadi Kepala Keluarga,agar Ibu ku kembali mendapatkan haknya di rumah itu,tapi sayangnya...
saat aku mendapatkan kekuasaan itu dia malah pergi meninggalkan ku untuk selama-lamanya.
_
Pelayan itu terus memohon maaf kepada ku dengan posisi yang masih bersujud di bawah kaki ku,sungguh pemandangan yang memuaskan untuk menunjukkan bagaimana kekuasaan yang mampu kamu kendalikan.
"Bagaimana,Bocah?apa kamu menyukai hal seperti ini.Bukan hanya ini yang akan aku memperlihatkan kepada mu,aku juga akan memperlihatkan bagaimana rasanya semua orang akan bersujud di bawah kaki mu," gumam ku.
Aku pun mengangkat dagunya dengan jari telunjuk ku,di saat dia sudah menatap ku.Aku langsung membalas tatapannya dan memintanya untuk bersumpah 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞 𝙓𝙚𝙣𝙞𝙖,janji yang konon nya sangat di larang karena akan membunuh siapa yang melanggar janjinya.
Pelayan itu ketakutan hingga menangis terisak-isak sambil mengucapkan sumpah janji yang terlarang itu,dengan sangat terbata-bata.
"Sa-Saya berjanji,Saya akan me-menerima kutukan Xe-Xenia...ket-ketika Saya membongkar a-apa yang Nona Theoline katakan dan lakukan kepada saya hari ini."
-
Ketika dia sudah mengucapkan janji itu,
dia pun membantu ku untuk berbaring di kasur dan membacakan ku sebuah buku cerita yang membosankan hingga aku mengantuk.
Karena sudah sangat mengantuk,aku pun memejamkan mata ku,di saat pelayan itu terus membacakan buku cerita yang kekanak-kanakan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Bé Chun
Aku terhipnotis dengan alur ceritanya, jangan berhenti menulis ya, thor!
2023-11-26
0