Bab 12 | Lelah

Setelah dia mengatakan hal itu,Aku hanya menganggukkan kepala ku untuk menyetujui apa yang baru saja dia katakan.

Darryl menatap ku lalu tersenyum.

"Lihatlah,kau sudah sangat dewasa

Biasanya kau akan menangis kalau aku merencanakan sesuatu yang ada nama Genia di dalamnya,"

tuturnya.

Aku hanya menatapnya tanpa mengatakan satu kata pun,melihatku yang tidak mempermasalahkan apa yang baru saja dia tetapkan.membuatnya tersenyum tanpa henti yang semakin memperlihatkan kebodohannya dalam memahami ekspresi lawan bicaranya.

Aku membalas tatapannya dengan mengernyitkan dahi ku,apa yang aku lakukan saat ini malah membuatnya tertawa.

"Haha... Sudahlah kau kembali saja ke kamarmu,untuk hal yang lain biarkan aku mengurusnya bersama dengan jack,"

jelasnya.

Mendengar apa yang dikatakannya tadi,

aku pun menganggukkan kepala ku dan berjalan keluar dari ruangan itu.Saat aku membuka pintu,seketika aku kaget karena Genia kebetulan ingin membuka pintu ruangan ini.

Dia menatap tajam ke arah ku lalu meledek ku dengan menutupi hidungnya sambil membisikan sesuatu di telinga ku.

"Bocah Bau yang menjijikkan...."

Aku mengabaikan apa yang dia katakan tadi dan melengos meninggalkannya yang ingin masuk ke dalam ruangan itu.

Aku pun berjalan menuju ke arah kamar ku,tetapi tiba-tiba aku terdiam dan tertegun menatap ke arah pancuran air yang ada di taman.

Pancuran air yang terlihat berkilau karena cahaya bulan itu,terus menarik minat ku untuk menghampirinya.Karena aku juga sudah muak menatap ruangan hampa yang ada di kamar ku,aku pun memutuskan untuk bersantai di sana.

Aku melangkahkan kaki ku menuju ke arah pancuran itu.Ketika aku ingin duduk bersantai,tiba-tiba aku mendengar suara tawa yang tidak asing di telinga ku,

suara tawa dari Lucy,Ibu tiri Bocah ini.

Aku bergegas bersembunyi di belakang pancuran,saat aku bersembunyi tiba-tiba aku mendengar sesuatu yang seharusnya tidak aku dengar.

"Nian,tukar lah obat luka ini dengan obat luka yang biasanya Bocah Bau itu gunakan."

"Baik,Nyonya Besar."

Aku tidak terlalu terkejut dengan apa yang baru saja aku dengar,karena aku sudah menyangka sedari awal kalau tidak ada yang orang bisa di percaya di tempat ini.-

Setelah mereka berdua sudah pergi meninggalkan tempat ini,aku keluar dari tempat persembunyian ku dan bergegas kembali ke kamar ku.

Aku ingin melihat bagaimana reaksi Nian ketika aku kembali ke dalam kamar ku di saat dia melaksanakan apa yang baru saja di pinta oleh Wanita licik itu.

Aku mempercepat langkah ku,hingga tidak butuh waktu yang lama.Aku sudah berada tepat di depan kamar ku,aku langsung membuka pintu kamar ku tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Saat pintu ini terbuka,sontak Nian langsung memperlihatkan wajah terkejutnya.Aku yang sudah mengetahui apa yang baru saja dia lakukan,sehingga aku mulai berakting polos seperti bocah yang tidak tahu apapun.

"Nian,apa yang kamu sembunyikan?"

tanya ku dengan lirih.

Dia tersenyum canggung dan menggeleng kepalanya ke arah ku,saat aku melirik ke arah tangannya,seketika dia langsung memasukannya ke dalam kantong celananya dan pamit pergi dari kamar ku.

Aku langsung mengembalikan ekspresi wajah ku seperti semula,lalu melangkahkan kaki ku ke arah kotak obat yang di sediakan oleh Nian saat pertama kali aku masuk ke dalam tubuh Bocah ini.

Saat aku mengendus aroma dari obat oles yang di tukarkan oleh Nian tadi,aku langsung mengetahui apa kandungan dari obat oles ini.

Yang terkandung di dalam obat ini ialah

Poison Ivy,hanya dengan sentuhan saja bisa memicu radang kulit yang parah, gatal,dan nyeri.

Ruam yang disebabkan oleh tanaman itu akan berlangsung kurang dari satu minggu bahkan bisa sampai,lebih dari tiga minggu.Tetapi tanaman ini tidak terlalu mengerikan hingga membutuhkan perawatan medis.

...----------------...

Tetapi memberikan Bocah yang menyedihkan seperti ini,dengan obat yang mengandung tumbuhan itu,mungkin akan berefek lebih parah dari yang di perkirakan,karena banyaknya luka yang hampir terinfeksi di kulitnya.

Aku langsung membuang semua obat oles itu ke dalam toilet dan mengguyurnya hingga obat itu masuk dan tidak muncul lagi.

Karena ukuran obat oles itu hanya sebesar buah anggur,sehingga tidaklah sulit untuk memasukannya ke dalam saluran pembuangan.

Setelah aku selesai melakukan hal itu,aku berhenti sejenak untuk menatap wajah Bocah ini di cermin yang ada di dalam kamar mandi.

"Sungguh menyedihkan kehidupan yang kau jalani saat ini,Bocah Kecil.Bahkan dengan luka separah ini,mereka tetap saja ingin mencelakai mu,"

gumam ku.

-

Setelahnya,aku pun berjalan keluar dari kamar mandi.Ketika aku ingin menutup pintunya,tiba-tiba aku kaget karena melihat Nian sudah ada di luar menyiapkan piyama yang akan aku gunakan.

Aku pun berjalan menuju ke arahnya,

untuk mengunakan pakaian yang telah dia siapkan tetapi saat aku mengendus bau dari piyama yang telah dia siapkan.

Aku kembali mencium aroma yang sama dengan obat oles yang baru saja aku buang tadi.

Aku menatap lekat ke arah baju piyama ini.

"Lihatlah...sepertinya wanita itu berusaha untuk mencelakai kita lagi,Bocah Kecil,"

gumam ku.

Nian terus menatapku seolah-olah dia menunggu ku untuk menyentuh pakaian ini,tetapi aku tidak terlalu bodoh hingga akan melakukan hal itu.Jadi aku pun memerintahkannya untuk keluar,

walaupun dia sepertinya enggan untuk melangkah kakinya.Tetapi di satu sisi dia juga tidak bisa menolak perintah dari ku.

Setelah dia keluar,aku dengan cepat mengunci kamar ku dan membungkus tangan ku dengan pakaian yang lain dan memasukan baju yang Terkontaminasi oleh tanaman poison Ivy itu dan juga baju yang aku gunakan untuk membalut tangan ku ke salah satu laci kosong yang ada di dalam lemari Pakaian ku.

Setelah itu,aku mengambil baju piyama yang ada di dalam lemari ku.Baru kali ini aku mencari baju yang akan aku gunakan sendiri.Saat aku membuka lemari ini,seketika aku terkejut melihat baju yang ada di dalam lemarinya.-

Hanya ada beberapa lembar pakaian, bahkan baju pelayan yang bekerja di kediaman ku dahulu,memiliki lebih banyak dari yang ada di lemari Bocah ini.-

Karena sudah sangat mengantuk,aku tidak mempunyai tenaga lagi untuk merasa kesal dengan apa yang baru saja aku lihat,jadi aku mengambil piyama yang ada di dalam sana lalu mengenakan nya dan setelahnya barulah aku menuju kasur untuk merebahkan tubuh ku dan tidur.

......................

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!