Aku hanya bisa mengobati luka-luka yang bisa aku gapai dengan tangan yang pendek ini saja dan untuk bagian punggung,mungkin aku akan mengobati itu nanti ketika Nian datang saat jam makan siang tiba.
Di dalam kamar yang hanya ada kasur dan lemari tanpa ada hiasan satu pun di dalam kamar ini,bahkan sebuah buku bacaan pun tidak ada di dalam kamar seorang anak yang murni keturunan bangsawan yang lahir di keluarga pengusaha yang kaya raya ini.
Aku hanya bisa menatap keluar jendela dan melihat Genia yang bermain kejar-kejaran bersama seorang bocah laki-laki yang lumayan imut dengan rambut merah coklat yang terlihat seperti karamel itu.
Mereka terus berlarian bersama hingga bocah laki-laki itu tiba-tiba melirik ke arah ku,lalu melambaikan tangannya untuk menyapa ku.
Karena tingkah lakunya yang menggemaskan itu,aku pun membalas lambaiannya tetapi Genia malah menyodorkan jari tengahnya ke arah ku yang semakin membuatku ingin sekali melemparkannya ke kolam penuh akan buaya kelaparan kelaparan.
Setelah itu,Genia langsung mengajak gadis kecil itu pergi ketempat lain hingga aku tidak bisa lagi melihat dimana mereka berada.
Saat mereka berjalan menjauh,aku terus memperhatikan kedua kaki Genia yang tidak terlihat seperti seseorang yang mengalami cedera dari perbuatan ku tadi pagi.
Aku lagi-lagi merasa kesal mengingat drama menjijikkan yang mereka perlihatkan kepada ku tadi pagi,karena bingung ingin melakukan apa untuk menghabiskan waktu ku di dalam kamar ini.
Aku pun membaringkan tubuh ku di atas tempat tidur ku dan menatap ke segala arah,aku yang dulunya tidak pernah tenang untuk tidur karena banyak yang mengincar keselamatan ku saat tertidur.
Tetapi ada sebuah cara yang paling ampuh dan sering aku lakukan,aku biasanya akan membuat diri ku mabuk agar bisa tidur nyenyak tanpa mengkhawatirkan hal itu.
_
Jam demi jam berlalu,aku yang awalnya hanya berbaring tapi lama kelamaan aku merasa mengantuk karena kebosanan yang aku rasakan saat ini.Saat jam makan siang tiba,Nian terus mengetuk pintu ku untuk meminta izin masuk ke dalam kamar ini.
"Permisi Nona,bolehkah Saya masuk?"
tanyanya kepada ku.
Aku membuka mata ku perlahan,aku masih merasa sangat mengantuk karena baru saja terbangun dari tidur.
"Ya masuk saja," jawab ku.
Nian pun membuka pintu kamar ku dengan perlahan,lalu berjalan masuk ke dalam menuju ke arah ku.Aku yang masih berbaring di tempat tidur langsung di bantu olehnya untuk duduk agar bisa segera menyantap makanan yang sudah dia bawakan kali ini.
Ketika aku melihat nampan yang dia bawa,seketika aku kaget karena apa yang dia bawa bukanlah roti keras yang aku makan tadi malam,tetapi sebuah steak daging yang lumayan besar dan hangat.
Aku menatap makanan yang dia bawa,
aku merasa curiga dengan makanan yang dia bawa saat ini.Karena merasa ada yang tidak beres,aku pun bertanya kepadanya.
"Nian,apakah Ayah ku memberikan ini kepada ku?"
Nian dengan ekspresi wajah ketakutannya langsung menggelengkan kepalanya.
"Bukan Nona,ini dari Nyonya Lucy,"
jawabnya kepada ku.
Aku semakin merasa curiga dengan makanan ini,setelah Nian mengatakan siapa yang memberikannya.
Saat aku mengendus daging ini,ternyata tercium aroma yang sangat tidak asing di indra penciuman ku,ternyata daging ini bercampur dengan cuka yang berlebih.
Sebagaimana bodohnya kamu dalam hal makanan,sebaiknya jangan pernah memakan olahan daging dengan cuka yang berlebih.Karena kombinasi ini akan mempengaruhi kerja lambung dan limpa.
Pasalnya dua menu ini akan membuat perutmu menjadi tidak enak,Mulas hingga diare.
"Wanita itu tidak pernah membiarkan dirimu tenang,Bocah.Tragis sekali hidupmu," gumam ku.
Aku pun menolak makanan yang telah Nian hidangkan saat ini,karena aku masih merasa kenyang setelah sarapan tadi pagi.
Nian hanya menganggukkan kepalanya tanpa bertanya kenapa aku menolak makanan itu,entah kenapa aku merasa bahwa dia sudah mengetahui apa efek dari makanan yang dia bawa kepada ku saat ini.
Karena tingkah lakunya itu,membuat ku mulai merasa kalau pelayan ini tidak sepenuhnya tulus merawat bocah menyedihkan ini.
Melihatnya sibuk membereskan makanan ku,aku pun menepuk bahunya hingga dia menoleh ke arah ku.
Saat dia menoleh,aku memintanya untuk membantu ku mengobati sisa luka yang tidak bisa aku obati karena tangan ku tidak bisa menggapai nya.
Dia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar ke arah ku,lalu ketika dia sibuk mengobati luka ku dengan perlahan,aku pun meminta sesuatu kepadanya.
"Nian,apakah kau bisa memberikan ku sebuah buku bacaan atau apapun agar aku tidak terlalu bosan di dalam sini."
"Tentu saja bisa,Nona.Saya akan memberikan anda buku bacaan untuk mengurangi kebosanan anda,"
jawabnya.
Tidak butuh waktu lama,dia sudah selesai mengobati luka yang ada di punggung ku dan setelah itu dia bergegas keluar dari kamar ku untuk mengambilkan sebuah buku bacaan untuk ku.
Aku terus menunggunya di depan pintu,
Saat aku sudah mulai lelah menunggunya,tiba-tiba terdengar suara ketukan dari arah pintu itu.Saat aku membukanya ternyata itu adalah Darryl Edmond yang membawa beberapa buku di tangannya.
Aku menatap wajahnya dengan penuh keheranan,
"Ada perlu apa?"
tanya ku kepadanya.
Dia pun memalingkan wajahnya dari ku lalu menjawab apa yang aku tanyakan itu,
"Aku membawakan beberapa buku untuk mu."
Dia menyerahkan beberapa buku yang dia bawa itu kepada ku,setelahnya dia pun bergegas pergi menjauh dari kamar ku.
Aku menerima buku-buku itu,karena aku sangat memerlukan sebuah bacaan untuk mengusir kejenuhan ku.
setidaknya sampai aku bisa melewati hukuman yang di berikan oleh Pria aneh tanpa pendirian ini.
...****************...
Waktu berlalu dengan sangat cepat,
tidak terasa sudah satu minggu aku hidup di tubuh anak kecil selemah ini dengan kekuatan mental yang tidak jauh beda dengan mental ku saat aku masih beridentitas sebagai Bao-yu,Panglima Perang yang paling di takuti pada masa itu.
Akhirnya,aku bisa melewati hukuman ini.
Selama satu minggu,aku terus menerima berbagai macam gangguan dari Genia dan juga Lucy,Ibunya Genia.Dari siang hingga malam mereka terus melakukan hal-hal aneh untuk mengusik ke tenangan ku.
Selama masa hukuman,aku terus mencoba mengingat bagaimana paras Ibunya Theoline yang tidak pernah aku lihat karena tidak ada potret Ibunya yang terpajang di kamar ini.
Saat hukuman ini berakhir,aku meminta
Nian untuk mengatakan kepada ku dimana Ibu kandung ku berada.
Lagi-lagi Nian menatap ku dengan penuh simpati,
lalu menjawabnya.
"Nyonya Besar ada di vila yang tidak jauh dari tempat ini,Nona."
Aku sedikit kebingungan dengan apa yang di ucapkan oleh Nian,karena awalnya aku mengira kalau Ibu kandung dari bocah ini juga tinggal di tempat seperti penjara ini,ternyata dia tinggal cukup jauh dari tempat ini.
Karena hari ini,adalah hari kebebasanku.
Aku berniat ingin meminta suatu hal kepada Darryl Edmond,Ayah dari bocah ini.
Aku yang saat ini sedang di bantu oleh Nian,untuk bersiap menemui Darryl Edmond yang sudah menunggu ku di ruang kerjanya.
Entah apa yang akan dia katakan kali ini,
apa mungkin dia ingin melihat apakah hukuman yang dia berikan kali ini berefek baik kepada anaknya yang payah ini.
Setelah semuanya sudah selesai,
seperti biasa Nian mengantarkan ku menuju ke tempat dimana orang itu menunggu ku.Sungguh jika aku boleh jujur aku sangat-sangat tidak ingin menemui manusia itu,bahkan hanya untuk berpapasan dengannya.
Saat aku sudah berada tepat di depan pintu ruang kerjanya,Nian mengetuk pintu ruangan itu sebagai tanda bahwa aku sudah tiba di sana.
Seketika pintu itu terbuka dan terlihatlah Darryl Edmond duduk di kursi kerjanya yang terlihat jelas saat pintu ini di buka.
Kursi kerja itu malah terlihat seperti singgasana milik kaisar di mata ku,sehingga aku tanpa sadar malah bersujud tepat di depan meja kerjanya seperti seorang jendral yang siap menerima tugas dari sang kaisar.
Serentak semua yang ada di ruangan itu bahkan Ayah bocah ini,menghampiri ku
karena kaget dengan apa yang aku lakukan saat ini.Aku yang kebingungan dengan reaksi mereka,seketika sadar kalau saat ini aku bukanlah seorang Panglima Perang yang hidup di jaman dinasty lagi.
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments