Bab 9 | Di salahkan

Karena terbawa oleh emosi yang tidak bisa aku kendalikan,tanpa sadar aku menendang pot bunga krisan itu hingga potnya terjatuh ke tanah lalu membentur pot yang lainnya,hingga pot bunga krisan itu pecah dan tanah yang ada di dalamnya pun berserakan hingga mengenai kaki wanita itu.

Melihat hal itu,dia hanya terdiam menatap pot bunganya.Aku semakin membenci diri ku sendiri atas tindakan yang baru saja aku lakukan.

Di saat keadaan ku semakin parah,Dia tiba-tiba menghampiri ku dan memeluk erat tubuh ku.Aku yang berada di dalam dekapannya langsung menangis tanpa henti meluapkan semua emosi ku.

Ditengah keadaan ku yang seperti itu,tiba-tiba Pelayan Pribadi wanita itu menghampiri kami dan mengatakan bahwa Pengawal utusan Darryl Edmond sudah datang untuk menjemput ku.

Aku pun menyeka air mata ku dan mengatur ekspresi ku seperti semula,saat aku keluar Ibu memasukan sesuatu  ke dalam saku celana ku.

Aku menatapnya dengan penuh kebingungan dan ketika aku ingin melihat apa yang baru saja di berikan kepada ku,dia langsung menahan tangan ku lalu menggelengkan kepalanya.

Melihatnya melakukan hal itu,aku langsung mengerti maksudnya dan memutuskan memeriksanya ketika sudah tiba di rumah utama nanti.

Aku pun berjalan keluar dari tempat itu bersama dengan Pelayan yang menyampaikan hal tadi kepada ku.

Ketika aku berdiri tepat di ambang pintu

rumah kaca,aku pun menoleh ke arah wanita itu.

Saat aku menoleh,dia langsung tersenyum ke arah ku dan melambai-lambaikan tangannya ke arah ku.

Melihat hal itu,aku tidak kuasa menahan senyum ku dan membalas lambaian perpisahannya.

Ketika di perjalanan menuju tempat parkiran,Pelayan yang bersama ku saat ini menoleh ke arah ku.

"Lain kali panggil saya Bean,Nona,"

ucapnya kepada ku.

Aku menganggukkan kepala ku ke arahnya mengiyakan apa yang dia katakan.

Setelah itu,tiba-tiba terbersit di pikiran ku untuk mengatakan suatu hal penting kepadanya.

"Apapun yang akan terjadi nanti,jangan pernah izinkan Ibu mendatangi ku terlebih dahulu ke rumah utama."

Bean menatap ku dengan penuh kebingungan dan saat dia ingin menanyakan alasannya,pengawal utusan Darryl mencegatnya dan memintanya untuk menjauh dari ku.

Aku pun masuk ke dalam mobil dan menatap ke arah tempat tinggal ternyaman yang akhirnya harus aku tinggalkan lagi.

"Mulai saat ini aku akan mengakui Ibu mu sebagai Ibu ku,Bocah kecil,"

gumam ku.

Saat mobil itu berjalan,pengawal yang tadinya aku kira adalah utusan Darryl Edmond ternyata adalah utusan dari Lucy,Ibu tiri dari Bocah ini.

"Nona,kita tidak akan langsung pulang ke rumah kali ini.Nyonya Lucy Edmond meminta anda untuk mampir ke suatu tempat terlebih dahulu,"

ucapnya kepada ku.

Aku menghela nafasku terlebih dahulu barulah setelahnya aku menjawab apa yang di katakan olehnya tadi.

"Baiklah,antarkan aku kesana."

Mobil pun berbelok menuju ke arah yang berlawanan dengan arah pulang,tidak butuh waktu yang lama kami tiba di salah satu rumah yang cukup mewah.Dimana dari luar saja sudah terlihat jelas kalau di dalam sana sedang ada pesta karena banyaknya mobil mewah yang terparkir di sana.

Saat aku keluar dari mobil,aku langsung di sambut oleh suara teriakan dari seorang bocah yang paling ingin aku masukan ke dalam lubang yang penuh akan ular berbisa.

Aku pun berjalan mengabaikannya,tetapi dia malah mencegat ku dan mengangkat tangannya yang sedang memegang segelas jus yang terisi penuh.Sepertinya dia berniat untuk menyiram ku dengan itu,tetapi lagi-lagi aku bisa menghindari itu dan akhirnya yang terkena siraman jus itu adalah Bocah Laki-laki berambut coklat bagaikan karamel yang aku temui pagi tadi.

Genia berteriak dengan sangat kencang hingga semua orang keluar dari rumah itu,untuk melihat apa yang terjadi saat ini.

Lucy berlari ke tempat kejadian dan langsung menuduhku tanpa sebab hingga semua orang yang ada di sana menatap ke arah ku.Tetapi Bocah Laki-laki itu langsung menunjukkan jarinya ke arah Genia dan semua orang pun langsung membalikan tatapan mereka kepada Ibu dan Anak itu.

Semua orang mulai berbisik-bisik membicarakan mereka berdua.

"Bisa-bisanya dia nyalahin anak kandung suaminya,Dasar!"

"Iya,Ibu Tiri yang jahat!udah ku kasih tau kan anaknya itu nakal!"

"Iya,jahat banget!"

"Ih... Kok Ibu Lucy gitu ya?"

Semua orang mulai mengerumuni dan menyudutkan mereka berdua,hingga mereka tidak sanggup mendengarkan semua perkataan yang di lontarkan  kepada mereka.

Karena terlalu tersudut dengan semua

cemoohan orang-orang,mereka pun memutuskan untuk pergi dari sana tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Aku yang masih berdiri menatap ke arah mereka,tidak kuasa menahan tawa ku saat melihat mereka diperlakukan seperti itu.

Tiba-tiba Lucy berteriak  dengan sangat kencang memanggil ku.

"Theoline!Cepat masuk!"

Aku pun berjalan menuju ke arahnya dan masuk ke dalam mobil yang sama dengannya,saat di dalam mobil Genia terus menangis seperti seorang bayi yang bodoh hingga aku muak mendengarkannya.

Ketika aku hanya diam sambil menatap ke luar jendela mobil,Lucy malah menyalahkan ku karena tidak membela Genia.

Aku menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan penuh keheranan.

"Kan memang dia yang salah?Saya harus membela bagaimana,Genia kan lebih tua dari Saya.Sebagai seorang kakak seharusnya dia sanggup mengakui kesalahannya bukannya menangis seperti seorang bayi,"

tutur ku kepada kedua orang itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!