Aku menghela nafasku saat mereka berdua sibuk menenangkan Genia yang terus merintih kesakitan,drama yang saat ini di perlihatkan oleh Bocah manja itu membuat ku muak dan bergegas ingin keluar dari ruangan ini.
Aku pun berusaha bangkit dari posisi ku saat ini,tanpa bantuan siapa pun.Saat aku ingin berjalan keluar dari tempat ini,
lengan ku tiba-tiba di tahan oleh Lucy sambil menatap tajam ke arah ku.
Seketika aku langsung menoleh ke arahnya lalu melepaskan tangan yang dia gunakan untuk memegang lengan ku,saat aku melepaskan tangannya.
Tiba-tiba dia menjatuhkan tubuhnya seolah-olah aku mendorongnya sekuat dia mendorongku tadi,sungguh buah tidak jauh dari pohonnya mereka terlihat sama-sama pandai mencari rasa kasihan pada Darryl Edmond.
Sampai-sampai aku tidak bisa berkata-kata lagi,aku hanya bisa menghela nafas ku karena sudah sangat-sangat muak melihat pertunjukan drama murahan ini.
Di saat aku telah muak melihat semua tipu muslihat yang mereka lakukan,Darryl Edmond malah termakan apa yang mereka lakukan dan malah menatap ku dengan penuh amarah.
Aku membalas tatapannya tanpa rasa takut.
"Sungguh kau percaya akan hal bodoh ini?" gumam ku.
Melihat semua orang yang ada di sini seperti membenci keberadaan ku,aku pun melanjutkan langkah ku untuk keluar dari sini.
Saat tangan ku sudah memegang gagang pintu,Darryl Edmond berteriak ke arah ku.
"Theoline Edmond!mana permintaan maaf mu kepada Ibu dan Kakak mu!"
Aku berusaha menenangkan diri ku dan menoleh ke arah mereka dengan rasa kesal ku yang sudah berada diujung tanduk.
Aku menatap ke arah Genia yang masih saja menangis dan Lucy Edmond memeluk erat anak kesayangan seperti seseorang yang sangat menyedihkan,
sungguh pemandangan yang menjijikkan lebih dari kotoran hewan.
Sambil menatap ke arah mereka,aku membalas ucapan yang dikatakan olehnya tadi.
Haruskah?emang apa kesalahan saya?"
Darryl menghela nafasnya seperti seseorang yang sudah sangat lelah dengan semua ini.
"Sepertinya darah bangsawan dari Ibu mu terlalu kental hingga untuk mengatakan maaf saja kamu tidak bisa menurunkan ego mu,"
ucapnya kepada ku.
Mendengar apa yang baru saja dia katakan,membuat ku menatapnya dengan penuh kebingungan.
"Saya rasa anda yang terlalu mudah untuk dibodohi,hingga tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang benar dan siapa yang salah!"
jawab ku dengan tegas kepadanya.
Lagi-lagi dia menghela nafasnya setelah mendengarkan apa yang aku katakan.
"Seharusnya aku mendengarkan apa yang di katakan oleh Ibu mu tadi,bukannya mengikuti apa yang hati ku inginkan.ternyata kamu tidak pernah berubah menjadi wanita yang mampu bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan,"
ungkapnya kepadaku sambil mengelus-elus kaki Genia.
"Sebaiknya kamu kembali ke kamar mu dan menjalani hukuman yang telah aku batalkan tadi,semoga saja kamu bisa berubah menjadi laki-laki yang bertanggung jawab," ucapnya lagi.
Setelah itu dia memanggil Nian untuk bergegas masuk dan membawa ku kembali ke kamar ku,Nian mengikuti apa yang Darryl perintahkan dengan sangat baik.
Saat aku sudah berada di dalam kamar ku dengan pintu yang terkunci dan hanya akan di buka oleh Nian untuk mengantarkan makanan saat jam makan ku tiba.
Saat berada di dalam kamar,aku melepaskan baju ku dengan tangan ku sendiri tanpa bantuan siapapun bahkan aku juga mengobati luka-luka ku sendiri dengan obat yang sudah di siapkan oleh Nian semalam.
Ketika aku sibuk mengobati luka ku,
tiba-tiba mata ku tertuju ke arah cermin.
aku terus menatap diri ku yang saat ini sangat menyedihkan.
"jika saja keluarga seperti ini ada ketika aku masih menjabat sebagai panglima perang,sungguh aku akan membantai mereka dan mengambil semua kekayaannya tanpa tersisa sedikit pun untuk keturunannya yang akan datang,"
gumam ku.
...----------------...
Saat aku terus memikirkan bagaimana caranya bisa membantai keluarga ini tanpa merusak nama baik ku,tiba-tiba aku terpikir untuk melakukan sesuatu hal yang akan membuat mereka saling membunuh satu sama lain.
Satu-satunya cara untuk membuat mereka saling membunuh ialah dengan cara merusak lisan dan pendengaran mereka,Yang lebih jelasnya ialah dengan cara mengadu domba mereka atas satu kesalahan yang akan membuat mereka saling serang satu sama lain.
"Bagaimana Bocah,apa kau menyukai rencana yang aku pikirkan?"
gumam ku lagi sambil menatap wajah ku di cermin.
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments