Hari ini rombongan keluarga Suci sudah kembali berlayar menggunakan bahtera besar melaju membelah lautan.
Hanya menyisahkan Sukma Ayu yang memang di sengajakan di tinggal di kediaman keluarga Lentera.
Selama di desa Pasmah Sukma Ayu akan tinggal di kediaman Pramesti. Pramesti adalah seorang pendekar bumi gerbang ketiga. Pramesti sendiri menaruh hati kepada Abbas, namun Abbas tidak pernah merespon, karena terlalu fokus dengan pengembaraannya yang tiada habis.
"Bibi," panggil Sukma Ayu dengan pelan dan hampir tidak terdengar.
"Ayu, kau tidak usah takut kepadaku, aku tidak akan memakanmu," ucap Pramesti yang melihat wajah Sukma Ayu terlihat lesu dan bersedih.
Sukma Ayu tidak berkomentar lebih jauh. Ia hanya membalas senyum kepada Pramesti. Pramesti yang mendapati balasan senyuman tipis dari Sukma Ayu mengerutkan keningnya.
"Kau begitu pendiam Ayu, jika kau sedang ada masalah kau bisa bercerita kepadaku, aku akan dengan senang hati akan mendengarkannya. Percayalah aku pendengar yang baik," ucap Pramesti, "Bahkan sangking baiknya sering di sia-siakan," lanjut Pramesti.
Sukma Ayu terkekeh kecil mendengar ucapan Pramesti. Pramesti yang mendengar hal itu mengerutkan bibirnya.
"Kau sungguh jahanam ayu, kau menertawakan kisah cintaku..." balas Pramesti sambil melihat tangan fi depan dadanya.
"Kau harus tau Ayu, aku sudah 23 tahun menunggu untuk di sunting, tapi Abbas bodoh itu tidak pernah peka dengan kode yang ku berikan..." Pramesti mulai bercerita panjang lebar, namun di setiap lima menit berlalu menyebut Abbas bodoh dan Abbas bodoh untuk seterusnya.
Sukma Ayu yang mendengarnya hanya tersenyum, dan beberapa saat kemudian gelak tawa Sukma Ayu pecah karena mendengar cerita Pramesti yang menurut Pramesti cerita yang memiluhkan hati, tapi bagi Sukma Ayu cerita itu seperti sebuah lawakan.
"Kau benar-benar wanita kejam Sukma Ayu, aku tidak menduganya..." Pramesti menggelengkan seakan-akan benar terkejut dengan sifat yang di tunjukan oleh Sukma Ayu.
Sukma Ayu hanya terdiam kaku saja. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia tanyakan atau oborlkan.
"Sudahlah kau ikut aku sekarang, kita akan berkeliling Kota Ampera, kau tidak usah takut, aku yang traktir," Pramesti sudah menarik pergelangan tangan Sukma Ayu tanpa menunggu persetujuan Sukma Ayu terlebih dahulu.
Pramesti dan Sukma Ayu berjalan cepat dan keluar dari gerbang utama keluarga Lentera. Mereka berjalan cepat menuju Kota Ampera, Pramesti yang sudah terbiasa berjalan kaki nampak santai saja dengan terik matahari yang semakin panas setiap menitnya.
Sementara Sukma Ayu sudah nampak lebih dan kecapean, karena Sukma Ayu sebelumnya tidak pernah berjalan terlalu jauh ataupun berjalan di bawah terik matahari.
Sekitar satu jam kemudian mereka sudah tiba di Kota Ampera. Pramesti yang melihat Sukma Ayu terlihat begitu letih langsung mengajaknya memasuki kedai makanan.
Kedai yang di pilih oleh Pramesti terlihat sepi pengunjung. Satu dua orang saja yang berada di dalam kedai makanan cepat saji itu.
Seorang pelayan menghampiri Pramesti dan Sukma Ayu, "Nona mau memesan apa?" tanya pelayan itu.
"Berikan aku sambal terasi udang dan pucuk ubi muda. Jangan lupa teh manisnya," pesan Pramesti kepada pelayan itu.
Setelah mencatat pesanan dari Pramesti, pelayan itu segera undur diri. Pramesti mengalihkan pandangannya kepada Sukma Ayu.
"Aku sudah memesan makanan untukmu, kau harus mencicipinya, ini makanan favoriteku, kau pasti suka..." ucap Pramesti panjang lebar tanpa jeda.
Sukma Ayu hanya diam saja. Sesekali saja Sukma Ayu membuka suara hanya sekedar mengiyakan ucapan dari Pramesti.
Beberapa saat kemudian makanan yang di pesan oleh Pramesti sudah siap untuk di nikmati. Aroma sambal terasi dengan cepat tercium oleh Pramesti. Pramesti menjilati lidahnya dan dengan cepat langsung menikmati makanannya.
"Hey jangan kau lihat saja makanan itu, jika kau tidak mau berikan saja kepadaku," ucap Pramesti dengan mulut yang sudah terisi penuh.
Sukma Ayu yang melihat hal itu langsung menarik piring makanannya dan segera mencicipi makanannya.
Raut wajah Sukma Ayu tiba-tiba menjadi merah padam saat mencicipi sambal terasi. Sukma Ayu dengan cepat menyambar cangkir yang sudah terisi air dan dengan cepat meneguk air itu sampai tidak bersisa.
Sukma Ayu menatap Pramesti dengan kesal. Ia merasa sudah di permainkan dengan Pramesti dan Sukma Ayu juga menatap heran ke arah Pramesti karena tidak raut pedas di wajahnya, bahkan seperti begitu menikmati sambal terasi udang itu.
"Dia benar-benar sudah gila!!" gerutu Sukma Ayu di dalam hatinya.
Sukma Ayu pada akhirnya memesan getuk, makanan yang terbuat dari singkong. Sementara itu Pramesti nampak kesetanan, ia juga menghabiskan makanan yang di pesan untuk Sukma Ayu.
"Dia seperti orang yang sudah seminggu tidak makan," guman Sukma Ayu di dalam hatinya.
Beberapa menit kemudian Sukma Ayu dan Pramesti menyudahi makan mereka. Pramesti bersendawa begitu keras layaknya seorang laki-laki.
"Mungkin karena inilah kau belum juga menikah bibi," ucap Sukma Ayu yang sudah tidak tahan dengan unek-unek di dalam hatinya
"Ah tidak, jika aku ingin menikah mungkin aku sudah menikah sejak dulu, tapi aku hanya menginginkan laki-laki bodoh itu menjadi suamiku," seru Pramesti dengan lantang dan keras.
Sukma Ayu hanya tersenyum tipis. Ia tidak ingin berdebat lebih jauh dengan Pramesti, karena karena ia tidak akan mungkin menang. Frekuensi kemenangan Sukma Ayu 0%.
"Sekarang kau ikut aku, aku akan memperlihatkan sebuah tempat yang sangat indah kepadamu," ajak Pramesti yang langsung menarik pergelangan tangan Sukma Ayu.
Kali ini Pramesti membawa Sukma Ayu ke bagian utara Kota Ampera. Di sana adalah sebuah hamparan tangan bunga yang sangat indah dan luas. Berbagai macam bunga tumbuh di taman itu..
"Ini sungguh indah," puji Sukma Ayu. Sukma Ayu pertama kalinya melihat hamparan taman bunga yang begitu luas nan besar.
"Kau menyukainya?" tanya Pramesti kepada Sukma Ayu.
"Emm," Sukma Ayu menganggukkan kepalanya. Ia bukan hanya sekedar suka, tapi begitu suka dengan tempat ini.
"Haha kau tahu aku juga begitu menyukai tempat ini..." seru Pramesti.
Pramesti langsung menarik tangan Sukma Ayu dan berjalan menuju tengah taman bunga itu. Mereka menghabiskan beberapa jam di taman bunga itu, sebelum akhirnya memilih kembali ke desa Pasmah.
Pramesti dan Sukma Ayu berjalan berdampingan. Keduanya sudah meninggalkan Kota Ampera. Saat ini keduanya berada di jalan setepak yang tampak begitu sepi.
Beberapa saat kemudian beberapa orang laki-laki bercaping hitam menghadang langkah mereka.
"Lihatlah, hari ini sepertinya kita akan mendapat tangkapan bagus..." teriak salah satu dari mereka.
"Dua orang wanita cantik berjalan di tengah hutan, kalian benar-benar mengantarkan diri,"
"Hahaa kalian pikir aku takut dengan kalian semua, heh kau salah besar. Aku Pramesti atau lebih di kenal dengan nama Kupu-kupu racun," ucap Pramesti tanpa merasa takut sedikitpun.
Kawanan laki-laki bercaping itu mengambil langkah sedikit mundur. Mereka jelas tidak menduga jika yang di hadapan mereka saat ini adalah Pramesti.
"Ingin kabur, kalian sudah terlambat...,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 419 Episodes
Comments
Imet Armis
pramestiiiii ...... hajarrrr
2023-03-02
0
Nur Tini
lha kok bisa dibawa jalan² si putri ayu tenan. kata surya fatih, harus dikawal terus oleh sudira
2022-10-26
0
LEXYURI🥰
jangan di beri ampun 🤣🤣🤣
2022-01-05
0