Ilustarasi Widura...
Lintang putra kedua dari Anas. Setelah melahirkan Lintang, Wina istri dari Anas meninggal dunia satu satu hari setelah kelahiran Lintang.
Anas yang saat baru menjabat sebagai ketua keluarga Lentera harus terus bepergian jauh menghadiri ataupun menyelesaikan misi tingkat tinggi. Sehingga tidak memiliki waktu untuk merawat putranya itu.
Widura yang saat itu berusia tiga tahunlah yang menjga dan merawat Lintang hingga berusia lima tahun.
Lintang begitu bahagia, meskipun tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, namun kehadiran Widura sudah cukup untuk menggantikan segalanya.
Lintang merasa begitu terpukul saat mengetahui Widura begitu tersiksa karena bakatnya yang lemah. Lintang yang saat itu sudah mengetahui bakat yang di milikinya terbilang hebat bertekad untuk menjadi lebih kuat dan melindungi Widura, kakaknya.
Lintang juga membuat sebuah perjanjian dengan kakeknya sendiri yaitu tidak boleh mencaci dan memhambat jalan hidup Widura. Barulah setelah itu Lintang bersedia belajar di bawah arahan Argadana.
Lintang jelas tidak mengetahui tentang berita hilangnya Widura selama hampir satu bulan penuh. Ia jelas memilih memusatkan pikirannya untuk menjadi lebih kuat agar nanti dapat melindungi Widura dari orang-orang yang berniat jahat terhadapnya.
Lintang saat ini sudah mencapai pendekar taruna gerbang 7. Pendekar taruna gerbang 7 adalah pencapaian yang luar biasa untuk anak yang baru berusia 8 tahun seperti Lintang.
****
Widura saat ini sudah kembali ke desa Pasmah tempat berdiam dirinya keluarga Lentera.
Widura sudah menentukan akan mempelajari kitab bersampul merah terlebih dahulu. Menurutnya untuk menjadi pendekar yang tangguh di perlukan fisik yang kuat dan kekar. Maka kitab bersampul merah lah solusinya.
Bahkan menurut Widura yang sudah menguasai kitab bersampul merah itu. Seseorang yang sudah menyempurnakan kekuatan fisiknya dapat mengalahkan pendekar langit hanya dengan mengandalkan fisiknya saja.
"Kitab-kitab ini akan sangat berbahaya jika jatuh ke tangan orang yang salah," guman Widura.
Widura mulai membuka satu persatu halaman kitab itu. Setiap lembar kertasnya sudah berwarna kuning yang menujukan kitab ini sudah berusia sangat tua.
Bagian pertama menjelaskan bagian otot kaki yang harus di latih terlebih dahulu. Cara untuk melatih otot kaki sendiri yaitu dengan berlari dan menapaki bukit yang tinggi.
Widura sebelumnya sudah memilih bukit yang ada di belakang desa Pasmah sebagai tempat dirinya melatih fisiknya.
Widura harus cepat menjadi kuat, karena serangan dari kelompok bersenjata misterius itu akan terjadi sekitar 10 tahun lagi dan kehancuran keluarga Lentera akan terjadi sekitar enam tahun lagi oleh keluarga perak, karena memiliki darah murni keturunan Serunting Sakti.
Widura yang memiliki pengetahuan seseorang yang sudah berusia ratusan tentu sudah mengetahui tentang tingkatan dari kristal. Kristal Merah Darah sebenarnya adalah kristal tingkatan paling tinggi, namun memerlukan pelatihan yang sangat keras untuk dapat menggapai pendekar langit.
"Aku sudah di anugerahi bakat hebat oleh langit, jadi semua pencapainku tergantung dengan semua usahaku,"
Widura yang sudah mencapai pendekar langit gerbang 10 di kehidupan pertamanya tidak akan mengalami kesulitan untuk kembali mencapainya di kehidupan keduanya ini. Ia hanya perlu berlatih dengan tekun dan dalam porsi yang lebih banyak dari orang lain pada umumnya.
Widura tentu mengingat jika di kehidupan pertamanya, ia baru mencapai pendekar taruna saat berusia 18 tahun. Namun kecepatan kemajuan dan kenaikan tingkat Widura begitu mengerikan saat sudah mencapai pendekar Madya. Ia hanya memerlukan 15 tahun saja untuk mencapai pendekar Langit. Lima tahun kemudian ia sudah mencapai pendekar langit gerbang 10.
'Di kehidupan keduaku ini aku harus mencapai pendekar langit lebih cepat dari kehidupan pertamaku, aku harus menuntaskan amanah dan takdir yang di berikan langit kepadaku, kesempatan kedua ini tidak akan aku sia-siakan.'
Widura mulai mempersiapkan perbekalan untuk latihan fisiknya. Widura bertekad untuk berada di bukit belakang desa Pasmah selama satu minggu penuh.
Widura berkeinginan untuk dapat menyempurnakan kemampuan fisiknya dengan cepat, maka dengan begitu ia bisa melindungi orang-orang yang berharga untuknya. Ayah dan adik bungsunya adalah prioritas utama yang harus selamat jika terjadi serangan dari keluarga Komet dalam beberapa tahun ke depannya.
***
Bukit belakang Desa Pasmah.
Widura sudah mendirikan sebuah pondok kecil untuk dirinya beristirahat ketika malam tiba. Pondok tersebut begitu sederhana dan kecil, namun sudah cukup untuk menjadi tempat tinggal Widura selama satu minggu.
"Baiklah langkah awalku akan di mulai dari sini," Widura menarik napas cukup panjang sebelum berlari menaiki bukit. Widura berlari dengan ritme dan kecepatan yang sama. Agar terbentuk otot kaki yang kuat dan kekar, serta memiliki kekuatan dan ketahanan yang sama besar pula.
Widura sudah puluhan kali naik dan turun bukit. Terkadang ketika turun Widura berlari sambil melompat tinggi. Widura terus menunjukan wajah riang, meskipun kerutan di wajahnya menunjukan jika dirinya sangat kelelahan.
Selama satu hari full Widura terus berlari menaiki dan menuruni gunung, tanpa jeda istirahat sedikitpun. Widura jelas terlalu memaksa tubuhnya, tapi tidak ada cara lain selain memaksa. Ia tidak mungkin menunggu tubuhnya siap, karena akan memakan waktu lama. Tubuh Widura baru siap saat berusia 18 tahun dan sekarang ia baru berusia 10 tahun.
Ketika hari mulai gelap, barulah Widura beristirahat, namun sebelum terlelap dalam tidurnya. Widura membaca beberapa bagian dari kitab bersampul merah itu. Widura sebenarnya sudah hapal apa yang harus ia lakukan, namun ia hanya ingin meyakinkan bahwa langkahnya kali ini benar dan tidak salah sedikitpun.
Widura terus melatih fisiknya dengan berlari manaiki dan menuruni bukit selama seharian penuh selama satu minggu full. Widura tidak pernah mengganti menu latihannya itu. Sehingga ketika dua hari terakhir berlari, Widura tidak mengalami kelelahan sedikitpun, karena ia sudah terbiasa berlari. Sehingga membuatnya memiliki napas yang luar biasa.
Selain untuk membentuk otot kaki, berlari juga dapat membantu seseorang untuk mengontrol napasnya.Widura yang sudah melatihnya selama satu minggu sehingga membuatnya tidak mudah ngos-ngosan saat bertarung dengan waktu yang lama.
Setelah satu minggu Widura memilih kembali ke desa Pasmah, karena sore nanti ayahnya sudah pulang dari mengerjakan misi dan adiknya juga mendapat rehat latihan dari Argadana.
Widura begitu mencintai keduanya, sehingga tidak ingin melihat keduanya merasa cemas, karena dirinya tidak berada di rumah saat mereka tiba.
Anas tiba lebih dulu sebelum Lintang. Ia langsung berjalan mencari keberadaan Widura.
Widura saat ini sedang duduk di atas batu yang berada tepat di bawah pohon besar nan rindang. Widura duduk bersila sambil membaca ulang kitab bersampul merah itu. Saat mendapati Anas berjala ke arah dirinya, Widura langsung menyimpan kitab itu di balik jubahnya.
"Ayah sudah kembali, maafkan aku yang tidak menyambut kedatangan ayah," Widura berlutut memberi hormat kepada Anas.
"Aku rasa itu tidak perlu, apakah ayah menggangumu? Ayah lihat tadi kau nampak membaca sebuah buku," Anas bertanya dan tersenyum hangat kepada putra sulungnya itu, Widura.
"Bukan buku apa-apa ayah, apakah Lintang juga sudah kembali?" Widura mengalihkan pembicaraan mereka, agar Anas tidak menyinggung tentang kitab yang di baca oleh Widura.
Anas menggelengkan kepala dengan pelan, "Sepertinya adikmu itu mungkin akan tiba sebentar lagi,"
Benar saja beberapa saat kemudian Lintang sudah tiba dan langsung berlari ke arah Anas dan Widura.
"Aku benar-benar merindukan kalian," Lintang langsung memeluk Widura dan Anas dengan sangat erat, maklum saja sudah hampir dua bulan Lintang tidak bertemu dengan keduanya, karena harus fokus berlatih di bawah bimbingan Argadana, Kakeknya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 419 Episodes
Comments
Iron Mustapa
lanjut🤣🤣🤣
2023-12-05
0
OVIC
Terlalu sedikit tingkatannya harusnya sih emang sudah pasti ada tingkatan yang lebih tinggi dari tingkat langit
2022-01-20
0
LEXYURI🥰
widura ganteng bangat ilustrasinya dan aku suka karakter MCnya karena tidak pernah benci dengan adiknya tapi menjadi kakak yang selalu ingin melindungi adiknya begitu juga sebaliknya ☺️☺️
2021-12-21
0