Hari ini Kota Ampera di buat gempar saat mendapati sebuah bahtera besar mendarat di palabuhan Kota Ampera.
Bahtera itu bukan hanya besar, namun juga begitu mewah dan megah. Semua yang melihat Bahtera itu sudah barang tentu dapat menebak jika penumpang yang berada di dalamnya bukanlah orang sembarangan.
Beberapa saat kemudian, mereka semua mengetahui jika bahtera besar itu milik dari keluarga Suci dari pulau Java Dwipa.
Beberapa prajurit langsung mengikat bahtera itu di pelabuhan. Setelah beberapa orang prajurit yang memiliki kekuatan pendekar raja berjalan menuruni bahtera, mereka ingin memastikan keadaan benar-benar aman.
Barulah setelah itu rombongan keluarga utama keluarga Suci turun dari bahtera itu. Suasana semakin terada canggung saat seorang laki-laki paruh baya yang berusia sekitar 40 tahun yang memiliki kekuatan pendekar langit berjalan di belakang rombongan keluarga suci.
Tidak ada yang tidak mengenal laku-laki paruh baya itu. Dia adalah Pria Mitra pendekar yang di kenal dengan Ajian Rawarontek.Hal itulah yang membuatnya di angkat menjadi Senopati ketiga dari kerajaan Jenggala yang saat ini di duduki oleh keluarga Suci. Kekuatan dari Pria Mitra sendiri tidak lah terlalu kuat, saat ini ia baru mencapai pendekar langit gerbang 3, meskipun begitu semua orang jelas menolak berurusan dengan dirinya karena akan sangat merepotkan berurusan dengan pengguna Ajian Rawarontek.
Di pulau Java Dwipa ada 3 kota besar yaitu Kota Tua, Kota Jenggala, dan Kota Baya. Ketiga Kota itu saat ini di pimpin oleh Kota Kota Jenggala yang menobatkan diri sebagai sebuah kerajaan Jenggala selama 300 tahun terakhir.
Beberapa dari orang di depannya memiliki Kekuatan pendekar raja gerbang 7. Hal itu menunjukan jika seseorang yang di kawal oleh mereka adalah orang yang sangat penting di dalam keluarga Suci.
Seorang gadis bergaun putih nampak berjalan santai di tengah-tengah prajurit itu. Gadis itu begitu cantik, dia adalah putri dari Raja Jaka Lelana. Raja ketiga dari Kerajaan Jenggala.
Tidak ada yang tau pasti seberapa kuat Jaka Lelana, namun menurut isu yang beredar Kekuatan dari Jaka Lelana sudah mencapai pendekar langit gerbang 6.
Kota Ampera kembali di buat gempar saat mengetahui jika kedatangan keluarga Suci ke Kota Ampera adalah untuk melanjutkan perjanjian pertunangan antara putra Anas dengan putri bungsu dari Jaka Lelana.
Semua orang tentu mengira jika Lintang lah yang akan bertunangan dengan putri Jaka Lelana, karena bakat yang di miliki Lintang begitu luar biasa. Lintang terlahir dengan bakat kristal Biru Langit.
Beberapa saat kemudian mereka benar-benar di buat tidak percaya saat mendengar isu jika Widura lah yang akan di jodohkan dengan putri dari kerajaan Jenggala itu.
"Putri cantik itu benar-benar bernasib malang di jodohkan dengan Widura sampah dari keluarga Lentera..."
"Putri cantik itu akan menderita sepanjang hidupnya jika benar-benar berjodoh dengan Widura sampah itu,"
"Sampah itu benar-benar di berkati langit, aku merasa begitu iri..."
"Seandainya aku dapat menggantikan posisi sampah itu..."
"Mungkin inilah yang di namakan takdir dari Sang Dewa, kita sebagai manusia tidak dapat mengubahnya..."
Berbagai macam tanggapan dan cuitan dari orang-orang yang melihat dan menyaksikan hal itu. Ada yang menyumpah Widura, ada juga yang memuji keberuntungan Widura dan terkadang ada juga yang memimpikan menggantikan posisi Widura untuk di jodohkan dengan putri dari keluarga Suci itu.
***
Kediaman Keluarga Lentera, Desa Pasmah.
Di aula utama ruangan keluarga Lentera sedang terjadi cekcok antar Anas dan Argadana mengenai masalah perjodohan itu.
Anas yang tetap bersikeras dengan dirinya memilih Widura untuk di jodohkan dengan putri dari Jaka Kelana yang saat ini sudah menduduki posisi Raja.
Argadana menentang keinginan dari Anas. Ia jelas ingin posisi Widura di gantikan dengan Lintang. Argadana berpendapat jika membiarkan Widura yang tetap bertunangan dengan putri Jaka Kelana, maka ia jelas akan kehilangan muka di tanah Java Dwipa karena memiki keturunan yang payah dan layak di sebut sebagai seorang sampah.
"Anas, apa kau benar-benar sudah yakin dengan keputusanmu itu, belum terlambat jika ingin memperbaikinya?" tanya Argadana kembali mempertanyakan keputusan yang di ambil oleh putranya itu.
"Aku sudah sangat yakin dengan keputusanku ini ayah," jawab Anas singkat dan jelas kepada Argadana.
"Anas coba kau pikirkan sekali lagi mengenai hal ini... Ku dengar perjodohan ini akan juga di langsung antar calon tunangan putri dengan kakak tertua dari putri itu sendiri. Aku mendengar jika kekuatannya sudah mencapai pendekar raja, apa kau sudah tidak menginginkan putra kesayanganmu itu bernapas lagi, bisa jadi dia akan tewas dalam latih tanding ini," seru Argadan panjang lebar, berharap Anas berubah pikiran dengan keputusannya.
Anas menarik napas cukup panjang, "Aku tetap pada pendirianku ayah," ucap Anas, "Aku percaya Widura tidak akan mati dalam latih tanding nanti, dia memiliki sesuatu yang unik," sambung Anas yang masih kukuh pada pendiriannya itu.
"Terserah dirimu, tapi aku sudah mengingatkan dirimu, jadi jangan salahkan diriku lagi, jika terjadi yang tidak-tidak kepada putramu itu," seru Argadana sambil mengambil posisi duduk di kursinya.
"Ketua, aku setuju dengan senior Arga, sebaiknya ketua pikirkan lagi keputusan yang sudah ketua ambil," ucap salah satu tetua yang berada di dalam aula itu.
"Apa kau sudah berani menentang keputusanku, apalagi menyangkut putraku?!" tanya Anas dengan tatapan yang megintimidasi.
"Aku tidak berani ketua," tetua itu memilih mengambil posisi duduk dan memilih bungkam.
Semua yang berada di ruangan itu tidak merasa terkejut dengan perubahan sikap Anas saat membahas tentang putra sulungnya itu. Mereka jelas sudah mengetahui jika Anas begitu sensitif saat sudah membahas tentang putranya itu.
Argadana masih memasang wajah masam dan tidak terima dengan keputusan dari Anas, ingin rasanya ia kembali membantah tindakan yang di ambil oleh Anas, namun ia tidak ingin membuat Anaa, putranya itu mengalami malu di depan tetua lainnya.
"Baiklah jika tidak ada yang di perdebatkan lagi, sekarang bersiaplah keluarga Suci akan tib beberapa saat lagi. Berikan sambutan yang meriah untuk mereka," perintah Anas yang juga sekalian menututup pertemuan mereka.
Setelah itu semua yang berada di aula utama keluarga Lentera langsung membubarkan diri dan segera kembali ke tugas mereka masing-masing.
'Aku sudah memutuskan akan tetap menjodohkan Widura dengan anak perempuan gusti Jaka Kelana, semoga keputusanku ini tidak salah' pikir Anas sambil memijit kepalanya yang terasa berdenyut sakit.
Anas melangkah meninggalkan ruangan aula utama keluarga Lentera. Ia berjalan menuju gerbang utama keluarga Lentera, Anas mendapati di sana sudah ada Widura dan Lintang yang saat ini duduk bersebelahan.
Dari kejauhan Anas dapat melihat sosok Widura begitu gagah dan ruapawan. Tidak yang berani menghinanya jika melihat dari tampilannya saat ini yang begitu mengagumkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 419 Episodes
Comments
Imet Armis
uraaa mantab Anasssss💪💪💪👍👍👍👍
2023-03-02
0
Nur Tini
tap mantap.....i love it...
2022-10-26
0
Ahonk sundanese
wah ada pria mitra pasti kerajaan walawa pati juga ada
2021-12-21
0